MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

Archive for the ‘Orang Besar Tnh Air’ Category

Auto Biografi Ismael Hasan SH( Orang Tua PanutanKu) bagian 2

Posted by Bustamam Ismail on August 6, 2011

2. Jaman Jepang

Tatkala Jepang masuk Bukittinggi, Maret 1942, perang terjadi, Belanda dalam sekejap mata bertekuk lutut, suasana tidak menentu, saya pulang kampong sebentar kembali ke sawah, ronda malam saya ikuti sebagaimana layaknya di kampung. Karena tak tahan lama-lama di kampong, saya pinjam sepeda Kakak sepupu dan terus mendayung lebih kurang 130 km menuju Bukittinggi, singgah di Lubuk Sikaping, dua hari satu malam perjalanan.  Kembali aku mencari orang tua angkatku HMS Soelaiman yang langsung menerimaku tinggal dan bekerja  kembali di Percetakan dan Toko Bukunya, alangkah baikbudinya. Disela-sela pekerjaan, saya ikuti berbagai macam pendidikan, mulai dari sekolah di kelas, sampai baris berbaris”bogodan” namanya, dan sekolah bahasa Jepang.

Selama pendudukan Jepang saya melaksanakan tugas Kepala Wek Belakang Pasar, dimana kota Bukittinggi dikala itu dibagi pada 5 Wek, Yaitu Jl. Komidi, Belakang Pasar, Pasar Bawah, Jirek dan Atas ngarai. Kepala Wek sesungguhnya adalah orang tua angkat saya HMS Soelaiman – Orang terhormat di Bukittinggi. Read the rest of this entry »

Posted in Ismael Hassan | 2 Comments »

Auto Biografi Ismael Hasan SH( Orang Tua PanutanKu) bagian 1

Posted by Bustamam Ismail on August 5, 2011

  1. DARI KAKI GUNUNG KELABU

Rumah amat sederhana di pinggir sawah dekat Bukit Tak Jadi tak jauh dari Kaki Gunung Kelabu Kanagarian Simpang Tonang dengan  Raja dubalangnya, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman sumatera Barat lebih kurang 130 km di utara kota Bukittinggi disitu orang tua saya Hasan Pinto Kari bin H. Moh. Nur dan Ibu saya Siti Fatimah bt Tuangku Mudo mengasuh kami 12 bersaudara, 3 orang meninggal diwaktu usia balita dan saya adalah anak yang ke 11 dari keluarga besar ini,  Lahir 20 Juni 1926. Hidup Paspasan dengan orang tua sebagai guru mengaji sekaligus tukang kayu . Setiap kali rumah baru yang akan dibangun ( di kampong membangun rumah dengan cara gotong royong), saya didukung di punggung sampai di tempat kerja. Dan dalam usia lebih kurang 10 tahun, beliau pergi meninggalkanku, meninggalkan kami semua sekeluarga. Bahkan saya  sendiri tak sempat menyaksikan kepergiannya karena saya sedang mengikuti Kakak kandung saya Sjihabuddin Hassan guru ngaji di Sigalangan Padang Sidempuan. Setiap ingat air mata saya menetes tanpa saya sadari dan saya berucap” kita semua milik Allah dan satu waktu kita semua akan kembali kepada Nya” Read the rest of this entry »

Posted in Ismael Hassan | Leave a Comment »

Ibu Ainun Habibie meninggalkan kita…..

Posted by Bustamam Ismail on May 24, 2010

A.Kalibata Berbenah Menerima Jenazah Ainun Habibie

Liputan6.com, Jakarta: Persiapan menanti kedatangan jenazah istri mantan Presiden B.J Habibie Hasri Ainun Habibie terus dilakukan pihak keluarga. Diperkirakan, jenazah tiba di Tanah Air, Selasa besok. Salah satu yang terlihat di antaranya adalah persiapan di Taman Makam Pahlawan Nasional di Kalibata, Jakarta, Senin (24/5).

Rencananya, istri mantan Presiden ketiga Republik Indonesia itu dimakamkan tak jauh dari makam pahlawan revolusi A.H Nasution dan makam Mantan Menteri Luar Negeri Ali Alatas. Diperkirakan, Selasa besok, jenazah Ainun Habibie tiba sekitar pukul 05.00 WIB di Bandara Halim Perdanakusuma dan langsung menuju rumah duka di Kawasan Patra, Kuningan, Jaksel untuk disemayamkan sebagai penghormatan terakhir. Kemudian kira-kira pukul 11.00 WIB, jenazah dibawa ke Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Ainun Habibie wafat di usia ke-72 tahun karena menderita penyakit paru-paru akut. Sebelum mengembuskan nafas terakhir, beliau sempat dirawat selama 60 hari di Rumah Sakit Ludwig Maximilian, Jerman.(BJK/AYB)

Read the rest of this entry »

Posted in Orang Besar Tnh Air | Leave a Comment »

Mengenal Abu Rizal Bakrie Orang Kaya Yang Ta,at

Posted by Bustamam Ismail on March 12, 2010

Pengusaha kelahiran Jakarta, 15 November 1946 ini disebut oleh Globe Asia, majalah ekonomi lokal berbahasa Inggris, sebagai orang terkaya se Asia Tenggara. Kabarnya, kekayaan Ical mencapai 9,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 84,6 triliun. Dia pengusaha yang terbilang paling gemilang pada sepuluh tahun reformasi di Indonesia. Selain bisa keluar dari krisis ekonomi yang mengancam perusahaannya Bakrie Grup, malah menduduki posisi penting di pemerintahan dan dalam tempo singkat semakin kaya.

Tujuh Prinsip  Ical untuk Sukses:

Prinsip 1. Jangan pernah menyerah. Semua orang pasti mengalami kesulitan, problems. Tapi mereka yang sukses adalah mereka yang tidak pernah menyerah menghadapi setiap persoalan. Fainna ma al yusri yusron, wa inna ma al yusri yusron: dibalik setiap kesulitan, selalu ada jalan keluar.

Prinsip 2. Jangan pernah berhenti belajar, never stop learning. Wisuda bukanlah suatu akhir, tetapi justru sebuah awal dari proses panjang untuk belajar terus-menerus. Kunci kemajuan sebuah bangsa adalah ilmu pengetahuan, dan ia tidak mengenal usia karena ia berkembang terus menerus.

Read the rest of this entry »

Posted in Orang Besar Tnh Air | 11 Comments »

Sekilas Bapak Azwar Anas Tokoh Minang dan Nasional.

Posted by Bustamam Ismail on February 26, 2010

Ia pernah delapan tahun menjabat Dirut PT Semen Padang (1970-1977), yang, karena dianggap sukses lantas dipercayakan menggantikan Prof. Drs. Harun Zain Dt Sinaro,  Sebagai Gubernur Sumatera Barat selama dua periode (1977-1987). Berhasil memimpin “Ranah Minang” dengan meraih penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha, diserahkan langsung oleh Presiden Soeharto di Istana Negara pada 22 Agustus 1984, Azwar Anas lantas dipromosikan menjadi Menteri Perhubungan pada Kabinet Pembangunan V (1988-1993). Parasamya Purnakarya Nugraha adalah penghargaan negara tertinggi yang diberikan kepada daerah yang dinilai berhasil melaksanakan pembangunan dalam skala nasional.

Kemudian, lulusan jurusan teknik kimia ITB Bandung tahun 1959 ini dipromosikan lagi menjadi Menko Kesra Kabinet Pembangunan VI (1993-1998), membawahi beberapa menteri di bidang kesejahteraan rakyat. Pria Minang kelahiran Padang, Sumatera Barat 2 Agustus 1931, ini selalu melakukan pendekatan keimanan dan ketaqwaan. Dia mengabdi dengan bersikap lillahi ta’ala, atau ikhlas dan sebulat hati. Banyak orang lantas terkadang menjadi terlanjur menganggapnya sebagai seorang kyai haji. Padahal, putra Mato Air pemangku gelar Dt Rajo Sulaiman ini orang biasa-biasa saja. Ia adalah Ketua Lembaga Gebu (Gerakan Seribu) Minang, yang mengumpulkan uang seribu rupiah dari tiap warga Minang di perantauan untuk membangun kampung halaman.

Awalnya, sisi cendekia insinyur kimia ini lebih menonjol. Hal itu terlihat jika disimak karir awalnya sebagai dosen di almamaternya, di ITB dan IPB Bogor. Sedangkan, sosok keulamaannya menonjol dalam setiap ceramah dan perbincangan ngobrol biasa. Di usia menapak senja ia kembali menonjolkan sifat cendekianya saat duduk sebagai Dewan Penasehat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

Read the rest of this entry »

Posted in Orang Besar Tnh Air | Leave a Comment »

Perjuangan KH Abdurrahman Wahid Presiden RI ke Empat.

Posted by Bustamam Ismail on December 31, 2009

Maulidnya Abdurrahman Wahid

Abdurrahman Wahid dilahirkan tanggal 4 Agustus 1940 di desa Denanyar, Jombang, Jawa Timur. Abdurrahman “Addakhil”, demikian nama lengkapnya. Secara leksikal, “Addakhil” berarti “Sang Penakluk”, sebuah nama yang diambil Wahid Hasyim, orang tuanya, dari seorang perintis Dinasti Umayyah yang telah menancapkan tonggak kejayaan Islam di Spanyol. Belakangan kata “Addakhil” tidak cukup dikenal dan diganti nama “Wahid”, Abdurrahman Wahid, dan kemudian lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur. “Gus” adalah panggilan kehormatan khas pesantren kepada seorang anak kiai yang berati “abang” atau “mas”.

Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara. Ayahnya adalah KH. Wahid Hasyim Putra dari KH Hasyim Asy’Ari seorang pendiri organisasi besar Nahdlatul Ulama. Sedangkan Ibunya bernama Hj. Sholehah adalah putri pendiri Pesantren Denanyar Jombang, K.H. Bisri Syamsuri.

Nasab Gus Dur sampai kepada Rasulullah

Gusdur adalah seorang Saadah atau Alawiyin dan nasab keluarga ini telah dipublikasikan di dalam kitab Talkhis karya Abdullah bin Umar Assathiri. Sumber ini konon telah diteliti dan direstui oleh Rais Aam Jam’iyah Ahlith Thoriqoh Al-Muktabaroh An-Nahdliyyah oleh KH. Habib Lutfi Ali Yahya asal Pekalongan. Menurut sumber itu, nasab lengkap Gusdur adalah sebagai berikut :

KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)bin KH. Abdul Wahid Hasyim bin KH. Hasyim Asy’ari bin KH. As’ari bin Abu Sarwan bin Abdul Wahid bin Abdul Halim bin Abdurrohman (P. Sambud Bagda) bin Abdul Halim (P. Benawa) bin Abdurrohman (Jaka Tingkir) bin Ainul Yaqin (Sunan Giri) bin Ishak bin Ibrohim Asmuro binJamaludin Khusen bin Ahmad Syah Jalal bin Abdulloh Khon bin Amir Abdul Malik bin Alawi bin Muhammad Shohibul Mirbat bin Ali Choli’ Qosam bin Alawi Muhammad bin Muhammad bin Alawi bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir Ilallah bin Isa Arrumi bin Muhammad Annaqib bin Ali Al-’Uroidi bin Ja’far Shodiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zaenal Abidin bin Husein putra Siti Fathimah Az-Zahro binti Rasulillah, Muhammad saw

Mengenai nasab ini Gus Dur pernah mengatakan

Di Sanaa (Shon’aa), ibukota Republik Yaman, ditengah jamuan kenegaraan menyambut kunjungan resmi Presiden Republik Indonesia, di hadapan Presiden Ali Abdallah Salih dan para tokoh dari qabilah-qabilah utama di Yaman, Presiden Abdurrahman Wahid menegaskan,“Ana kaman Yamaani… min Basyaiban!”

(Saya ini juga orang Yaman… dari marga Basyaiban). Sumber ada seorang teman yang memberikan testimoni mengenai Gus Dur

Isteri dan Putranya

Dari perkawinannya dengan Sinta Nuriyah, mereka dikarunia empat orang anak, yaitu Alissa Qotrunnada Munawaroh, Zannuba Arifah Chafsoh, Annita Hayatunnufus, dan Inayah Wulandari .
Read the rest of this entry »

Posted in Orang Besar Tnh Air, ulama besar | Tagged: | 3 Comments »

Mengenal Bung Karno Presiden Pertama RI.

Posted by Bustamam Ismail on October 7, 2009

sukarnoSoekarno (Bung Karno) Presiden Pertama Republik Indonesia, 1945- 1966, menganut ideologi pembangunan ‘berdiri di atas kaki sendiri’. Proklamator yang lahir di Blitar, Jatim, 6 Juni 1901 ini dengan gagah mengejek Amerika Serikat dan negara kapitalis lainnya: “Go to hell with your aid.” Persetan dengan bantuanmu.

Ia mengajak negara-nega-ra sedang berkembang (baru merdeka) bersatu. Pemimpin Besar Revolusi ini juga berhasil mengge-lorakan semangat revolusi bagi bangsanya, serta menjaga keutuhan NKRI.

Tokoh pencinta seni ini memiliki slogan yang kuat menggantungkan cita-cita setinggi bintang untuk membawa rakyatnya menuju kehidupan sejahtera, adil makmur. Ideologi pembangunan yang dianut pria yang berasal dari keturunan bangsawan Jawa (Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo, suku Jawa dan ibunya bernama Ida Ayu Nyoman Rai, suku Bali), ini bila dilihat dari buku Pioneers in Development, kira-kira condong menganut ideologi pembangunan yang dilahirkan kaum ekonom yang tak mengenal kamus bahwa membangun suatu negeri harus mengemis kepada Barat. Tapi bagi mereka, haram hukumnya meminta-minta bantuan asing. Bersentuhan dengan negara Barat yang kaya, apalagi sampai meminta bantuan, justru mencelakakan si melarat (negara miskin).
Read the rest of this entry »

Posted in Orang Besar Tnh Air | Tagged: | Leave a Comment »

Mengenal Sutan Syahrir tokoh pemuda, Perdana Menteri Indonesia Pertama.

Posted by Bustamam Ismail on October 7, 2009

sutan syahrirSutan Syahrir atau juga dieja sebagai Soetan Sjahrir (lahir di Padang Panjang, Sumatera Barat, 5 Maret 1909 – meninggal di Zürich, Swiss, 9 April 1966 pada umur 57 tahun) adalah seorang politikus dan perdana menteri pertama Indonesia. Ia menjabat sebagai Perdana Menteri Indonesia dari 14 November 1945 hingga 20 Juni 1947. Syahrir mendirikan Partai Sosialis Indonesia pada tahun 1948. Ia meninggal dalam pengasingan sebagai tawanan politik dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta..

1. Riwayat

Syahrir lahir dari pasangan Mohammad Rasad gelar Maharaja Soetan bin Soetan Leman gelar Soetan Palindih dan Puti Siti Rabiah yang berasal dari Koto Gadang, Agam. Ayahnya menjabat sebagai penasehat sultan Deli dan kepala jaksa (landraad) di Medan. Syahrir bersaudara seayah dengan Rohana Kudus, aktivis serta wartawan wanita yang terkemuka.

Read the rest of this entry »

Posted in Orang Besar Tnh Air | Tagged: , | Leave a Comment »

Kegundahan Prabowo pada detik-detik peralihan kekuasan dari Pak Harto ke Pak Habibie.

Posted by Bustamam Ismail on August 18, 2009

prabw”Baca sajalah buku itu. Baca saja.” Sintong Panjaitan terus berkelit ketika dihujani pertanyaan mengenai peristiwa ”pertemuan panas” antara BJ Habibie dan Letjen Prabowo Subianto pada Jumat siang, 22 Mei 1998.
Telah lama, publik penasaran atas teka-teki isi pertemuan kedua tokoh itu. Para jurnalis yang hadir pada peluncuran buku Detik-Detik yang Menentukan karya BJ Habibie di Hotel Gran Melia, Jakarta, Kamis malam (21/9), pun sibuk meminta keterangan Sintong perihal adanya pengepungan pasukan Kostrad di sekitar Istana Negara.
”Pak Sintong, apa benar waktu itu suasana tegang sekali?” tanya wartawan kepada Sintong. Tapi, Sesdalopbang pada masa peralihan dari Soeharto ke Habibie itu hanya menjawab dengan senyuman. ”Sudahlah, baca saja. Di situ jelas kan,” ujar Sintong seraya beranjak dari tempat duduknya, kendati berbagai pertanyaan terus menghujani.

Read the rest of this entry »

Posted in Orang Besar Tnh Air | Tagged: | 1 Comment »

Mengenal Habibie, Bacharuddin Jusuf (tokoh kita).

Posted by Bustamam Ismail on August 18, 2009

habibie

Mantan Presiden RI Ketiga, Si Jenius ilmuwan konstruksi pesawat terbang, ini selalu menjadi berita hangat . Pada masa emas kejayaan dengan segudang jabatan diemban, dialah manusia paling multidimensional di Indonesia. Ia manusia cerdas ajaib yang sempat menghadirkan selaksa harapan kemajuan teknologi demi kejayaan negeri ini.

Agak aneh, memang, anak bangsa yang satu ini. Dia hanya setahun kuliah di ITB Bandung, 10 tahun kuliah hingga meraih gelar doktor konstruksi pesawat terbang di Jerman dengan predikat Summa Cum laude. Lalu bekerja di industri pesawat terbang terkemuka MBB Gmbh Jerman, sebelum memenuhi panggilan Presiden Soeharto untuk kembali ke Indonesia.

Di Indonesia dia 20 tahun menjabat Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT, memimpin 10 perusahaan BUMN Industri Strategis, dipilih MPR menjadi Wakil Presiden RI, dan disumpah oleh Ketua Mahkamah Agung menjadi Presiden RI menggantikan Presiden RI ke-2 Soeharto

Read the rest of this entry »

Posted in Orang Besar Tnh Air | Tagged: | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 68 other followers