MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

Archive for the ‘Fikih’ Category

Hal ihwal pengabdian seorang hamba kepada khaliknya

Solat sunat Istisqa’ Minta Hujan

Posted by Bustamam Ismail on February 27, 2012

Solat ini biasa dilakukan bertujuan untuk memohon kepada Allah Taala supaya menurunkan hujan. Ini disebabkan kerana waktu kemarau yang panjang. Antara perkara yang perlu dilakukan oleh para jemaah untuk solat ini ialah :

Puasa tiga hari, sambil itu bertaubat kepada Allah dengan meninggalkan segala dosa dan kezaliman.

1. Pada hari yang keempat, semua penduduk disuruh keluar dengan berpakaian sederhana menuju ke tanah lapang. Di samping itu binatang-binatang ternakan juga perlu dibawa bersama. Maka pada hari tersebut semua penduduk disuruh supaya memperbanyakkan membaca istighfar.
2. Pada rakaat pertama sesudah membaca surah al-Fatihah bacalah Surah Sabbihisma Rabbikal A’la, dengan suara keras. Dan pada rakaat kedua pula dibaca surah Hal Ataaka Hadithul Ghasyiah.
3. Sesudah itu, khatib harus membaca dua khutbah, pada khutbah yang pertama dimulai dengan membaca Istighfar 9 kali dan pada khutbah kedua pula dimulai dengan 7 kali istighfar.

4. Sunnah memperbanyak membaca do’a minta hujan di dalam khutbah yang kedua, yang diucapkan oleh khatib (pengkhutbah) terkadang dengan jahir (suara keras) dan terkadang dengan sir (suara perlahan) menzahirkan harapan dari alunan suara. Adapun jika do’a itu diucapkan dengan jahir maka ma’mum mengucapkan “amin” dengan jahir pula, dan jika diucapkan dengan sir maka ma’mum berdo’a sendiri dengan sir.

i)Sunnah pada akhir khutbah yang kedua ;

1) khatib menghadap qiblat (membelakangi makmum)
2) Bagi khatib dan sekalian makmum membalikkan selendangnya (sorbannya) dengan menjadikan yang sebelah atas menjadi kebawah dan yang sebelah kanan menjadi kekiri.
3) kemudian berpaling lagi oleh khotib membelakangi kiblat pada akhir khutbah yang kedua itu.

NIATNYA

Read the rest of this entry »

Posted in sholat F/S | Leave a Comment »

SOLAT TAHAJJUD

Posted by Bustamam Ismail on February 23, 2012

A.Tata Tertib Sebelum Mengerjakan Solat Tahajjud

Yang dimaksudkan disini ialah adab-adab atau perkara-perkara yang sunat dilakukan sebelum mendirikan sembahyang tahajjud ialah :

1. Hendaklah kita berniat sebelum tidur bahawa kita ingin melakukan sembahyang tahajjud.

2. Berusaha untuk menghilangkan rasa mengantuk ketika bangun, kemudian bangkit dan bersugi sambil berdoa

3. Selanjutnya Rasulullah saw membaca sepuluh ayat yang terakhir dari surah Al-Imran

4. Sekiranya dirasakan terlalu mengantuk hendaklah kembali untuk tidur sehingga hilang rasa mengantuk.Kita tidak digalakkan untuk memaksa diri untuk melakukan sembahyang malam. Tetapi kita dianjurkan mengerjakan semampu kita dan apabila tubuh badan dalam keadaan segar.

B. Cara untuk mendirikan Solat Tahajjud

1. Terdapat berbagai cara untuk melakukan solat Tahajjud. kesemuanya pernah dilakukan oleh Rasulullah saw antaranya:

Namun kalau dirasakan berat memadailah dilakukan dengan sedikit yaitu sekadar dua rakaat tetapi dilakukan secara berterusan setiap malam. Dalam hal ini Rasulullah saw telah bersabda yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Aisyah, ketika Rasulullah ditanya oleh salah seorang sahabatnya:

“Apakah amalan yang disukai oleh Allah? Rasulullah menjawab : ” Yang terus menerus (sentiasa dikerjakan) walaupun sedikit.”

2. Lafaz dan niat untuk solat Tahajjud ialah:

Ushalli sunnatat tahajjudi rak’ataini lillahi ta’ala

Ertinya:”Sahaja aku sembahyang sunat tahajjud dua rakaat kerana Allah ta’ala”

3. Bacaan surah atau ayat Al-Quran selepas Al-Fatihah: Rakaat pertama: Ayat Al-Kursi (seeloknya 7 kali) Rakaat kedua: Surah Al-Ikhlas (seeloknya 11 kali) Read the rest of this entry »

Posted in sholat F/S | Leave a Comment »

Sholat Sunah Istikharah

Posted by Bustamam Ismail on February 22, 2012

Terkadang kita menghadapi beberapa masalah yang memiliki urgensi (tingkat kepentingan) yang sama bagi kita. Kita pun ingin memohon dengan cara istikharah, tapi bingung tentang tata caranya. Mudah-mudahan tulisan berikut ini bisa jadi jalan keluarnya.

Shalat istikharah adalah shalat sunnah yang dikerjakan ketika seseorang hendak memohon petunjuk kepada Allah, untuk menentukan keputusan yang benar ketika dihadapkan kepada beberapa pilihan keputusan. Sebelum datangnya Islam, masyarakat jahiliyah melakukan istikharah (menentukan pilihan) dengan azlam (undian). Setelah Islam datang, Allah melarang cara semacam ini dan diganti dengan shalat istikharah.

  1. Dalil disyariatkannya shalat istikharah

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu, beliau berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يُعَلِّمُ أَصْحَابَهُ الاِسْتِخَارَةَ فِى الأُمُورِ كُلِّهَا ، كَمَا يُعَلِّمُ السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ يَقُولُ « إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِك وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى – أَوْ قَالَ عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ – فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى – أَوْ قَالَ فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ – فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِى الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِى – قَالَ – وَيُسَمِّى حَاجَتَهُ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari para sahabatnya untuk shalat istikharah dalam setiap urusan, sebagaimana beliau mengajari surat dari Alquran. Beliau bersabda, “Jika kalian ingin melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat dua rakaat selain shalat fardhu, kemudian hendaklah ia berdoa: Read the rest of this entry »

Posted in sholat F/S | Leave a Comment »

Sholat Sunah Taubah

Posted by Bustamam Ismail on February 19, 2012

1.   Tinjauan Umum Tentang Taubat

Shalat Taubat adalah shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim saat ingin bertobat terhadap kesalahan yang pernah ia lakukan. Shalat taubat dilaksanakan dua raka’at dengan waktu yang bebas kecuali pada waktu yang diharamkan untuk melakukan shalat (lihat pada shalat sunnat). Shalat yang dikerjakan oleh seseorang disebabkan menyesali perbuatan maksiat (dosa) dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Dari Ali -radhiallahu anhu- dari Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda, “Tidaklah seseorang melakukan perbuatan dosa lalu di bangun dan bersuci, kemudian mengerjakan shalat, dan setelah itu memohon ampunan kepada Allah melainkan Allah akan memberikan ampunan kepadanya.” (HR. At-Tirmizi, Abu Dawud dan Ibnu Majah, serta dishahihkan oleh Asy-Syaikh Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmizi I/128) Hadits di atas dijadikan dalil oleh para ulama akan adanya shalat sunnah taubat, sebagaimana yang disebutkan oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Umar Bazmul dalam kitabnya Bughyatul Muthathawwi’ fii Shalat at-Tatawwu’.
Dan hadits ini juga didukung oleh keumuman firman Allah Ta’ala, “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri mereka sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali Imran : 135)

Sesungguhnya termasuk rahmat Allah subhanahu wa ta’ala terhadap umat ini adalah terbukanya pintu taubat untuknya. Pembukaan pintu taubat ini tidak akan terputus sehingga roh telah sampai di tenggorokan atau matahari terbit dari barat. Dan termasuk rahmat-Nya pula terhadap umat ini adalah disyariatkannya sebuah ibadah yang sangat agung, yang dengannya seorang hamba bertawassul kepada Rabb-Nya dengan berharap diterima taubatnya. Ibadah tersebut adalah shalat taubat Read the rest of this entry »

Posted in sholat F/S | 3 Comments »

SAUDI: fatwa baru halalkan pedofilia sbg perkawinan

Posted by Bustamam Ismail on January 3, 2012

Raymond Ibrahim: New Saudi Fatwa Defends Pedophilia as ‘Marriage’
Perkawinan dgn anak2 ala Islam kembali mengundang headlines dlm media Arab: Dr. Salih bin Fawzan, ulama terkemuka dan anggoa dewan agama tertinggi Saudi baru mengumumkan fatwa menegaskan bahwa TIDAK ADA USIA MINIMUM BAGI PERKAWINAN, dan bahwa anak2 bisa dinikahi ”bahkan saat masih bayi.”
Fatwa yang mencuat tanggal July 13, mengeluh bahwa “Campur Tangan dari pihak2 yang tidak memiliki informasi terhadap peraturan2 Syariah oleh pers dan wartawan semakin meningkat, mengakibatkan konsekwensi berat pada masyarakat, termasuk campur tangan mereka dalam masalah perkawinan dengan anak2 kecil yang belum mencapai kedewasaaan dan tuntutan mereka agar adanya USIA MINIMUM bagi perkawinan.” Read the rest of this entry »

Posted in berita, Fikih | Tagged: , | 4 Comments »

Keindahan Wanita Muslimah Bila Dikhitan (Fikih Wanita)

Posted by Bustamam Ismail on December 30, 2010

Bagi sebagian masyarakat khitan bagi anak laki-laki adalah sebuah perkara yang sangat wajar. Namun tidak demikian dengan khitan wanita, mereka masih menganggapnya tabu atau menjadi sebuah perkara yang sangat jarang dilakukan, bahkan oleh sebagian kalangan khitan wanita adalah tindakan kriminal yang harus dilarang, seperti yang diserukan oleh gerakan feminisme, LSM-LSM asing, Population Council, PBB, WHO dan lain-lainnya. Larangan khitan wanita juga diputuskan  dalam Konferensi Kaum Wanita sedunia di Beijing China (1995). Di Amerika Serikat dan beberapa Negara Eropa, kaum feminis telah berhasil mendorong pemerintah membuat undang-undang larangan sunat perempuan. Di Belanda, khitan pada perempuan diancam hukuman 12 tahun. Pelarang khitan perempuan juga pernah diterapkan di Negara Mesir yang nota benenya adalah Negara Islam. ( Muhammad Sayyid as-Syanawi, Khitan al-Banat baina as-Syar’I wa at-Thibbi, hal. 92-95 ).  Di Indonesia sendiri khitan wanita juga dilarang secara legal, dengan alasan bahwa Indonesia tidak akan bisa melepaskan diri dari ketentuan WHO, dan karena khitan wanita dinilai bertentangan dengan HAM. Padahal mereka orang-orang Barat sengaja melarang khitan wanita dengan tujuan agar para wanita Islam tidak terkendalikan syahwat mereka, sehingga praktek perzinaan meluas dan terjadi di mana-mana, dan ini telah terbukti.

Read the rest of this entry »

Posted in Fikih | 5 Comments »

Khutbah Idul Fitri 1431 H : Memelihara Iman Keluarga di Akhir Zaman Saat Fitnah Memuncak oleh: Muhammad Ihsan Tandjung,

Posted by Bustamam Ismail on September 8, 2010

Jamaah sholat Idhul Fitri rahimakumullah

Marilah kita senantiasa mengungkapkan rasa terima-kasih kepada Allah SWT semata. Allah telah melimpahkan kepada kita sedemikian banyak ni’mat. Jauh lebih banyak ni’mat yang telah kita terima dibandingkan kesadaran dan kesanggupan kita untuk bersyukur. Terutama marilah kita ber-terimakasih kepada-Nya atas ni’mat yang paling istimewa yang bisa diterima manusia. Tidak semua manusia mendapatkannya, alhamdulillah kita termasuk yang mendapatkannya. Itulah ni’mat iman dan Islam, yang dengannya hidup kita menjadi jelas, terarah, terang, benar dan berma’na serta selamat di dunia maupun akhirat.

Sesudah itu, marilah kita ber-terimakasih pula kepada Allahu ta’ala atas limpahan ni’mat sehat-wal’aafiat. Ni’mat yang memudahkan dan melancarkan segenap urusan hidup kita di dunia. Semoga kesehatan kita kian hari kian mendekatkan diri dengan Allahu ta’ala. Dan semoga saudara-saudara kita yang sedang diuji Allah melalui aneka jenis penyakit sanggup bersabar menghadapi penderitaannya…bersama keluarga yang mengurusnya, sehingga kesabaran itu mengubah penyakit mereka menjadi penghapus dosa dan kesalahan. Amien, amien ya rabbal ‘aalamien. Read the rest of this entry »

Posted in Fikih | 2 Comments »

Zakat Fitrah dan ketentuannya

Posted by Bustamam Ismail on September 7, 2010

Zakat fitrah adalah mengeluarkan bahan makanan pokok dengan ukuran tertentu setelah terbenamnya matahari pada akhir bulan Ramadhan (malam 1 Syawwal) dengan syarat-syarat yang sudah ditentukan .

2. Zakat fitrah mulai diwajibkan

Zakat fitrah diwajibkan ditahun kedua Hijriyah

3. Dasar wajib zakat fitrah:

عن ابن عمر أنّ رسول الله صلّى الله عليه وسلم فرض زكاة الفطر من رمضان على الناس صاعا من تمر أو صاعا من شعير على كلّ حرّ أو عبد ذكر أو أنثى من المسلمين ( رواه مسلم )

“Diriwayatkan dari Sayyidina Abdullah bin Umar, Sesungguhnya Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah bulan Ramadhan berupa satu sho’ kurma atau satu sho’ gandum atas setiap orang muslim, merdeka atau budak, laki2 maupun perempuanRead the rest of this entry »

Posted in Fikih | Leave a Comment »

Menjadi Islam Kaffah dengan Muamalah yang Islami(Kafah Dan Kepasrahan)

Posted by Bustamam Ismail on May 30, 2010

Allah SWT telah berfirman yang artinya “Hai orang -orang yang beriman masuklah kamu ke dalam Islam secara kaffah, kepasrahan dan totalitas“. Ayat ini menegaskan kepada kita bahwa dalam hal beragama kita tidak boleh setengah-setengah, begitu pula dalam memeluk agama Islam, segala aktivitas kita dalam keseharian harus mengacu kepada nilai-nilai Islam. Read the rest of this entry »

Posted in Fikih, mutiara akhlak | 3 Comments »

Masjid sebagai Inspirasi Peradaban

Posted by Bustamam Ismail on April 27, 2010

Dizaman Rasulullah, Masjid memiliki peran sentral di berbagai bidang dalam menciptakan masyarakat yang kokoh dan sejahtera. Di Indonesia kini, pengelolaan Masjid yang kurang baik membuat peran kemasyarakatan masjid sangat minim. Disisi lain masjid terasa asing dan jauh dari masyarakatnya, ditandai dengan jumlah jama’ah sholat yang sedikit. Artikel ini menawarkan beberapa gagasan strategis dan praktis yang dioalah dari pengalaman empiris pengelolaan Masjid Jogokariyan yang terbukti dapat menghadirkan Masjid yang makmur dan menjadi sentral bagi aktivitas masyarakat..

1. Pengertian Masjid.

Masjid dari segi bahasa berasal dari kata” sajada-yasjudu-sujudan” yang berarti patuh, ta’at, tunduk, horamat. Hal ini tergambar dalam gerakan meletakkan dahi, kedua tangan,lutut dan kaki ke Tanah sebagai lambang ketundukan sepenuhnya kepada Allah, Bangunan tempat Ibadah kaum muslimin itu dinamakan” masjid”. Tempat mengekspressikan ketundukan, keta’atan dan penghormatan kepada sang Kholiq.

Dalam Al-Qur’an kata “Masjid” diulang sebanyak 28 kali, hal ini menandakan penting dan strateginya masjid dalam pandangan Allah SWT.

Read the rest of this entry »

Posted in Fikih | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 68 other followers