MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

Halal bil Halal IKT Jaya

Posted by Bustamam Ismail on October 27, 2008

Jakarta,Keluarga besar perantau asal Nagari Talu, Sinurut & Kajai Kec. Talamau Kab. Pasaman Barat, Sumatera Barat se-Jabodetabek yg tergabung dalam Ikatan Keluarga Talamau Jakarta (IKTJ) telah melangsungkan acara silaturahmi Akbar dalam Halal Bi Halal 1429H/2008, pada hari Minggu, 19 Oktober 08 kemaren. Ratusan warga Talamau dari sekitar Jabodetabek tumpah ruah di acara ini yg mengambil tempat di Reception Room Hotel Padepokan Pencak Silat Taman Mini, Jakarta.

Dipandu oleh pasangan MC, Uni Zaimar & Mak Ajo (keduanya penyiar Radio Pelangi Nusantara), acara berlangsung dengan meriah dan penuh keakraban. Diselingi berbalas pantun oleh Uni Zaimar (asal Talao, Talu) dan Mak Ajo benar-benar membuat suasana semakin serasa di ranah Minang.

Setelah diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an Dibacakan Oleh Romdhoni Bustamam berikut sari tilawahnya, selanjutnya seluruh ruangan menggema oleh alunan lagu Rang Talu yg dikumandangkan secara bersama-sama oleh kelompok paduan suara ibu-ibu dan di ikuti oleh seluruh hadirin. Siapapun yg pernah menghirup udara Talu dan hadir ketika itu, tentulah tidak dapat menahan tekanan rindu akan kampung halamannya. “Yoo rang Talu…Yoo, rang Talu … Den takana…, Yo Rang Talu…”, demikian salah satu baris dari lagu Rang Talu yg oleh orang Talu sendiri di klaim sebagai “Lagu Wajib” nya. Sebelum turun panggung, paduan suara ibu-ibu melanjutkan dengan lagu Batang Sinuruik yg konon diciptakan oleh putra asli Nagari Sinuruik.

Seluruh hadirin pun kembali mengikuti bersama-sama, sepertinya tidak ada yg tidak hapal lagu ini. “Jauah di mato takana…, Batang Sinuruik. Tapian mandi yo sanak…, kito nan lamo…”, demikian bagian reff nya.

Dalam sambutannya, Ketua Umum IKTJ, Ir Asrinal Rajab menyampaikan terimakasih dan penghargaan yg tinggi kepada panitia pelaksana, yg dengan kerja kerasnya telah berhasil mewujudkan acara ini. “Apa yg kita lihat dan alami sekarang adalah suatu kemajuan yg luar biasa dibanding tahun lalu. Ini harus kita pertahankan dan ditingkat pada tahun-tahun berikutnya”, jelasnya. Asrinal pun menguraikan secara ringkas capaian-capaian program IKTJ setahun ini serta hal-hal kedepan yg Insya Allah dapat dilaksanakan. Diantaranya mengenai GOTA (Gerakan Orang Tua Asuh) IKTJ, sampai sekarang telah berhasil membebaskan pembayaran SPP setiap bulan sebanyak 92 orang siswa di Kec. Talamau. Pada 6 bulan sebelumnya masih 56 orang siswa. “Dalam kesempatan ini, kembali kami mengajak seluruh bpk/ibu, sanak saudara sekalian untuk ikut mendukung program ini dengan ikut menjadi orang tua asuh atau menyalurkan sumbangan, infak atau zakat melalui GOTA IKTJ. Berdasarkan data yg masuk ke IKTJ pada pertengahan 2007 y.l, terdapat 374 siswa di Kec. Talamau yg berasal dari Keluarga yg tergolong tidak mapu. Sampai tahun ini kita sudah dapat menyantuni 92 orang siswa, Insya Allah dengan dukungan bpk/ibu sanak sekalian kita optimis untuk membuat target 200 siswa pada tahun berikut ini”, demikian lanjut Pak Asrinal dengan optimis.

Ceramah Agama disampaikan Drs H Bustamam Ismail  nan ber asal dari Rumbai Yang intinyo mengajak seluruh cucu kamanakan dirantau ataupun nan dikampung untuk berbuat, yang punya uang bantu dengan uang, yang punya ilmu bantu dengan ilmu yang punya, tenaga bantu dengan tenaga  bersama  kita maju, ringan samo dijinjing barek samo dipikul

Pada kesempatan pula tampil berbicara Tuanku Soru Alam Fadlan Maalip, Tuanku Bosa XIV Pucuak Adat Nagari Talu yg datang dari Talu beserta istri. Selesai memaparkan program-program beliau yg sudah berjalan dan akan dilaksanakan, Tuanku Bosa XIV menyerahkan langsung oleh-oleh berupa buku yg telah berhasil disusun oleh KAN (Kerapatan Adat Nagari) Talu yaitu Adaik Salingka Nagari Talu serta sebuah Plakat KAN kepada Ketua Umum IKTJ dan beberapa tokoh lainnya.

Sedu-sedan Teringat Puncak Gunung Talamau

Pembicara lain yg tampil adalah dari Dewan Kehormatan IKTJ sekaligus sebagai Tokoh Sesepuh Rang Talu di Jakarta, yg disampaikan oleh Bp Ambiar Tamala. Meski singkat, beliau sempat menyampaikan sedikit duka perjuangannya ketika dulu mula-mula merantau, sebagai cambuk bagi kaum muda sekarang. Yang berkesan adalah ketika Pak Ambiar menyampaikan bahwa sekalipun telah berkesempatan lebih dari 25 thn hidup di luar negeri (terakhir jadi Dubes RI di Polandia dan Tunisia), dengan mata yg berkaca-kaca ia meneruskan,“namun kalau…… ter—i–ngat …pun..cak ggu—gu-nuang Ta- – la…mau….”, kata-katanya terhenti disitu, beliau tidak dapat meneruskan ucapannya yg terbata-bata karena menahan isakan tangisnya sembari menyeka air mata yg menetes. Hadirin pun terhanyut seketika, seakan ikut larut dengan kesedihan sang Dubes jika teringat Talu ketika berada di negara orang. Plak…plak…plak…, akhirnya keheningan dipecahkan oleh tepuk tangan hadirin sebagai penghormatan terhadap kerinduan sang Dubes.

Berbagai suasana dan perasaan memang bercampur aduk sepanjang acara di ruangan itu, ada yg gembira bertemu konco-konco lama. Ada juga yg haru karena ingat sesuatu bertemu sahabat yg sudah sekian lama tidak bertemu. Banyak juga yg tiba-tiba menerawang jauh karena sudah beberapa tahun ini belum berkesempatan pulang ke kampung. Video visualisasi yg di projeksikan panitia ke layar digital putih berukuran 4 x 6 meter memang 100% adalah alam Talamau asli yg diambil sepanjang 2008 ini. Tidak heran jika banyak yg terpaku begitu melihat hamparan sawah, puncak gunung, air terjun, sungai serta kincir air yg berputar diiringi lagu Rang Talu dan Batang Sinuruik.

Turut pula berbicara Ketua DPRD Tk II Pasaman Barat, Bp Asgul serta salah satu kader IKTJ yg Insya Allah ikut maju sebagai Caleg DPR RI pada pemilu 2009 nanti, yaitu Bp Elvin Ramli. Semoga apa-apa yg beliau usahakan hendaknya meraih sukses, menjadi kebaikan dan mendapat rido Allah Swt.

Kopi Talu dan Sambasam Limbek

ImageHal spesial yg berbeda dan tidak ada pada Halal Bi Halal tahun lalu adalah tersedianya menu makan siang khas Talu. Selain menu prasmanan yg sudah disiapkan oleh pengelola gedung, panitia juga menyuguhkan menu khusus masakan khas Talu yaitu Sambasam Limbek jo Joriang Mudo (baca: jengkol muda) serta Gulay Paku (baca : pakis). Sambasam adalah sejenis masakan yg terbuat dari asam durian (sejenis tempoyak), limbek adalah ikan jenis lele yg diolah sedemikian rupa hingga menjadi keras tapi garing jika do goreng dan empuk jika dimasak dengan asam duren. Menurut salah seorang panitia, Ibu Nikolarita, ikan limbek yg dihidangkan ini asli limbek alin yg khusus di pesan dan dikirim dari Talu. Demikian juga dengan kopi Talu yg sudah diseduh, kopinya juga dikirim dari Talu khusus untuk acara ini. “Jadi dunsanak yg sudah lama tidak berkesempatan pulang kampung, dapat malopeh taragak dengan masakan dan minuman khas Talu”, demikian ibu Nikolarita, Wk Ketua Panitia Pelaksana Halal Bi Halal IKT Jakarta 1429H/2008. Selamat buat IKTJ [makuncu H Bustamam dengan sedikit tambahan]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: