MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

PEPERANGAN AQRABA DI YAMAMAH DAN KISAH TERBUNUHNYA MUSAILAMAH AL KADZDZAB

Posted by Bustamam Ismail on July 21, 2008


Banyak yang terjadi pada masa kekhalifahan Abu Bakar Ash Shidiq radhiyallahu’anhu, salah satunya adalah munculnya nabi palsu dan para pengikutnya. Mereka telah berbuat kerusakan di muka bumi ini. Mengatakan ada seorang rasul baru, seorang nabi baru, dan mengatakan bahwa ia telah menerima wahyu dari Allah. Sehingga banyaknya kaum murtad setelah wafatnya nabi shallallahu’alaihi wa sallam.

Setelah Abu Bakar ash Shiddiq radhiyallahu’anhu memaafkan Kholid bin Walid atas perilakunya sebagai pemimpin yang terlalu cepat mencabut pedang. (lihat kisah pasukan Khalid yang diutus ke Bani Juzaimah dalam Shohih Al Bukhari, kitab Al Maghazi 8/57 dari Fathul Bari. Dan kita mighatul kalbi adalah tempat air yang diminum airnya langsung dengan memasukkan tempat tersebut ke dalam mulut untuk dijilat. Lihat Abu As Sa’adat Ibnu Atsir, an Nihayah fi Gharib Al Hadits 5/226), maka beliau mengutusnya untuk memerangi Bani Hanifah di Yamamah, dan melengkapinya dengan pasukan kaum muslimin.

Pimpinan kaum Anshar ketika itu adalah Tsabit bin Qais bin Syammas. Khalid mulai berjalan menuju Bani Hanifah. Tiap kali melewati kaum yang murtad, ia pasti menghabisinya. Ketika melewati pasukan berkuda milik Sajaah, Khalid menyerbu mereka hingga lari tercerai-berai dan akhirnya Khalid berhasil mengeluarkan mereka dari Jazirah Arab. Sementara itu Abu Bakar Ash Shiddiq menyertakan bala bantuan di belakang Khalid untuk menjaganya dari belakang. Sebelumnya Abu Bakar telah mengutus Ikrimah bin Abu Jahal dan Syarahbil bin Hasanah menuju Musailamah. Namun keduanya tidak mampu menghadapi Bani Hanifah disebabkan jumlah personil mereka yang amat banyak, yakni sekitar 40.000 personil. Ikrimah kembali sebelum kedatangan temannya, Syurahbil.

Tatkala mereka berpapasan di jalan, keduanya sepakat untuk berbalik. Adapun Musailamah, ketika mendengar kedatangan Khalid, dia menempatkan pasukannya di suatu tempat yang bernama Aqraba (Aqraba’ adalah salah satu tempat di bumi Yamamah yang posisinya berada di pinggir negeri itu, dan temrasuk ke dalam wilayah Al Aridh. (yaqut, 4/135)) di penghujung bumi Yamamah. Sementara perkampungan tepat di arah punggung mereka. Musailamah menggugah fanatisme kesukuan pasukannya. Bangkitlah fanatisme penduduk Yamamah memenuhi ajakannya. Musailamah menempatkan pada dua sayap pasukannya masing-masing Al Muhkam bin Thufail dan Ar Rajjal (Ibnu Atsir menyebutnya Ar Rahhal, namun Ar Rajjal yang lebih masyhur) bin Anfawah bin Nahsyal.

Sebelumnya Ar Rajjal adalah shahabat Musailamah yang pernah bresaksi bahwa dia pernah mendengar Rasululloh shallallahu’alaihi wa sallam menyatakan bahwa Musailamah telah mendapatkan wahyu seperti nabi. Akibat kesaksian palsunya itu-orang terlaknat ini-memiliki andil besar dalam menyesatkan penduduk Yamamah. Hingga akhirnya penduduk Yamamah mengikuti Musailamah, semoga Allah melaknat keduanya. Bahkan Ar Rajjal pernah datang menghadap rasululloh shallallahu’alaihi wa sllam dan sempat membaca surat Al Baqarah.

Pada waktu terjadi pemurtadan besar-besaran, Abu Bakar mengutusnya kepad apenduduk Yamamah untuk berdakwah menyeru mereka kepada Allah agar mereka tetap setia di atas Islam. Namun akhirnya ia turut murtad bersama Musailamah dan bersaksi bahwa Musailamah adalah nabi. Saif bin Umar meriwayatkan dari Thulaihah dari Ikrimah dari Abu Hurairah dia berkata, “Suatu hari aku duduk di sisi Rasululloh shallallahu’alaihi wa sallam bersama sekelompok orang. Di tengah kami hadir Ar Rajjal bin Anfawah. Nabi bersabda, “Sesungguhnya di antara kalian ada seseorang yang gigi gusinya di neraka lebih besar daripada gunung Uhud”. Kemudian aku perhatikan bahwa seluruh yang hadir telah wafat dan yang tinggal hanya aku dan Ar Rajjal. Aku sangat takut menjadi orang yang disebutkan oleh Nabi tersebut hingga akhirnya Ar Rajjal keluar mengikuti Musailamah dan menebarkan kenabiannya. Sesungguhnya fitnah Ar Rajjal lebih besar daripada fitnah yang ditimbulkan oleh Musailamah.” Hal ini diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq dari gurunya dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu. (Riwayat Ibnu Ishaq dianggap mursal disebabkan tidak diketahuinya (jahalah) perawi yang terdapat antara dirinya dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, dan riwayat yang ertama dihukumi lemah disebabkan Saif bin Umar At Tamimi dan gurunya).

Pasukan Khalid telah dekat, formasi pasukannya di depan dipimpin Syarhabil bin Hasanah, sementara di syap kiri dan kanan Zaid bin Abu Hudzaifah. Pasukan Islam yang terdepan yanglebih dahulu menemui musuh berjumlah sebanyak 40 prajurit -ada yang mengatakan 60 prajurit penunggang kuda- di malam hari di bawah pimpinan Majja’ah bin Murarah. Kali ini ia berangkat untuk membalas dendam terhadap Bani Tamim dan Bani Amir. Kemudian ketika kembali kepada kaumnya ia dan teman-temannya ditangkap oleh kaum muslimin dan dibawa kepada Khalid. Seluruhnya minta pengampunan Khalid, namun Khalid tidak percaya bahkan memerintahkan seluruhnya dibunuh kecuali Majja’ah. Ia dibiarkan hidup dalam keadaan terikat di sisi Khalid-karena keahliannya dalam siasat perang-. Apalagi ia merupakan pemipin yang dimuliakan dan dipatuhi oleh kaumnya.

Versi lain mengatakan bahwa keitka mereka dihadapkan pada Khalid, Khalid bertanya kepada mereka, “Bagaimana pendapat kalian Bani Hanifah?” Mereka serentak menjawab,”Dari kami seorang nabi dan dari kalian seorang nabi pula” Khalid membunuh mereka seluruhnya kecuali seseorang yang bernama Sariyah. Saryah berkata kepada Khalid, “Wahai bung, jika anda ingin berperang esok hari, bagaimanapun kondisi yang anda temui baik ataupun sebaliknya, naun biarkanlah satu orang ini hidup!”-yaitu Majja’ah bin Murarah-Oleh karena itulah Khalid membiarkannya hidup dalam keadaan terikat.

Ketika kedua pasukan bertemu, Musailamah berkata kepada kaumnya, “Hari ini adalah hari penentuan! Hari ini jika kalian kalah maka istri-istri kalian akan dinikahi orang lain dan ditawan, atau mereka akan dinikahi dengan paksa. Oleh karena itu berperanglah kalian untuk mempertahankan harga diri dan kaum wanita kalian”. Adapun kaum muslimin, mereka telah maju dan membuat pertahanan di perbatasan Yamamah. Di sana Khalid telah mendirikan tenda-tenda. Panji kaum Muhajirin dipegang oleh Salim Maula Abi Hudzaifah dan panji Anshar dipegang oleh Tsabit bin Qais bin Syammas. Orang-orang Arab juga membawa panji mereka, sementara Majja’ah terikat di dalam tenda.

Pertempuran antara kaum muslimin dan orang-orang kafir mulai berkobar, naun tiba-tiba terjadi serangan balik oleh pasukan Musailamah. Kaum muslimin terdesak hingga Bani Hanifah berhasil memasuki tenda Khalid bin Walid dan hampir membunuh Ummu Tamim, kalau tidak dilindungi oleh Majja’ah dan berkata, “Sesungguhnya wanita merdeka ini sangat mulia”. Pada waktu terjadinya serangan balik inilah Ar Rajjal bin ANfawah tewas terbunuh-semoga Allah melaknatnya-, ia dibunuh oleh Zaid bin Al Khaththab. Situasi semakin genting, sesama sahabat saling memberi semangat, Tsabit bin Qais bin Syammas berkata, “Alangkah jelek perbuatan kalian terhadap rekan-rekan kalian!” Ia mulai menyeru ke setiap penjuru, “Bantulah kami wahai Khalid!” sebagian dari kaum Muhajirin dan Anshar datang membantu. Disebutkan bahwa Al Barra bin Ma’rur jika melihat peperangan bergejolak semangatnya terbakar, maka dirinya akan bergetar hebat seoalh diserang al arwa(demam) ia segera duduk di atas punggung kendaraannya hingga terkencing-kencing dalam celana. Setelah itu ia menjerit laksana singa mengaum dan maju menyerang Bani Hanifah dengan penuh keberanian yang tidak ada tandingannya.

Para sahabat saling berwasiat satu sama lainnya dan saling berkata, “Wahai penghafal surat Al Baqarah hari ini sihir akan hancur!” Sementara Tsabit bin Qais telah menggali dua lubang dan mmebenamkan kedua kakinya ke dalamnya hingga sampai betisnya, dia mengenakan kain kafan lengkap dengan wangi-wangiannya sambil membawa panji Anshar dia tetap tegar di tempat itu hingga akhirnya terbunuh. Orang-orang Muhajirin berkata kepada Salim Maula Abu Hudzaifah, “Tidakkah engkau takut jika musuh berhasil menjebol pertahananmu?” ia berkata, “Kalau hal itu terjadi alangkah buruk diirku sebagai penghafal Al Qur’an”. Zaid bin Al Khaththab berkata, “Wahai saudara-saudara sekalian, gigit erat dengan geraham kalian dan bunuhlah musuh-musuh, majulah dan seranglah!” Ia juga berkata, “Demi Allah aku bersumpah tidak akan berbicara hingga Allah mengalahkan mereka atau aku bertemu denganNya dan akan aku sampaikan hujjahku!” Akhirnya ia terbunuh sebagai syahid. Abu Huzhaifah berkata, “Wahai Ahli Al Qur’an hiasilah Al Qur’an dengan perbuatan kalian!” Kemudian dia masuk menyerbu ke arah musuh hingga terbunuh.

Khalid bin Walid masuk menyerbu ke tempat musuh hingga melewati mereka, dia terus berjalan sambil mencari Musailamah, kemudian dia kembali dan berdiri di antara dua pasukan sambil menyeru untuk perang tanding, ia berteriak, “Aku adalah putera Al Walid AL Aud! Aku anak Ibnu Amir dan Zaid!” Kemudian ia memanggil dengan syiar kaum muslimin, yang ketika itu adalah Ya Muhammadah. Setiap kali ada yang maju melawannya pasti akan terbunuh olehnya, tidak ada yang mendekat kecuali psati akan dihabisinya. Waktu itu Khalid telah memisah-misahkan antara kaum Muhajirin, kaum Anshar, orang-orang Arab dan tiap tiap kabilah masing-masing membawa panji dan berperang di bawahnya. Dengan cara itu kelak akan diketahui dari mana musuh bisa memasuki pertahanan kaum muslimin. Pada paperangan ini tampak keuletan dan kesabaran para sahabat yang tiada tandingannya.

Mereka terus-menerus maju ke arah musuh hingga Allah menaklukkan musuh dan orang kafir lari tunggang-langgang. Kaum muslimin terus mengejar mereka sambil menebas leher-leher mereka, dan mengayunkan pedang ke arah mana saja yang mereka maui. Hingga akhirnya orang kafir terdesak sampai kepada kebun kematian, hadiqatul maut. Pemimpin Yamamah, Muhakkam bin Thufail-semoga Allah melaknatnya-telah memberi isyarat agar mereka masuk ke dalam kebun, akhirnya seluruhnya masuk ke kebun yang di dalamnya terdapat Musailamah Al Kadzdzab musuh Allah. Abdurrahman bin Abu Bakar berhasil mengejar Muhakkam bin Thufail dan berhasil membunuhnya dengan anak panah yang menghujam tepat di lehernya saat sedang berpidaot di depan kaumnya. Setelah seluruhnya masuk, Bani Hanifah mengunci pintu kebun tersebut, sementara di luar para sahabat telah mengepung mereka. Barra’ bin Malik kemudian berkata, “Wahai kaum Muslimin lemparkan aku ke dalam kebun!” Mereka membawanya di atas tameng besi dan mereka lempar beramai-ramai hingga melewati pagar kebun tersebut. Lantas Barra’ bin Malik terus bertempur hingga ia berhasil membuka pintunya. Akhirnya kaum muslimin berhasil masuk ke dalam kebun, baik dari pintunya maupun dari dindingnya, sambil membunuh orang-orang kafir penduduk Yamamah yang berada di dalamnya. Hingga akhirnya mereka sampai ke tempat Musailamah yang terlaknat itu. Waktu itu dia sedang berdiri di salah satu pagar kebun yang bolong seolah-olah dia adalah seekor onta jantang yang gagah. Dia ingin bersandar dalam keadaan tidak tahu apa yang harus dilakukan karena kemarahannya memuncak.

Biasanya, jika setan datang maka dia akan mengeluarkan buih dari mulutnya. Wahsy bin Harb Maula Jubair bin Muth’im -pembunuh Hamzah- datang mendekatinya dengan cepat ia melemparkan tombaknya ke arah Musailamah tepat mengenainya hingga tembus ke sisi belakang. Dengan cepat ABu Dujanah SImak bin Kharasyah mendatanginya dan menebasnya dengan pedang hingga terjatuh.

Perempuan-perempuan dari dalam istana menjerit, “Aduhai malangnya nasib pemimpin kita, dia dibunuh oleh budak hitam” Jumlah yang terbunuh dari pihak musuh yang berada di dalam kebun maupun dalam pertempuran sebanyak 10.000 orang dan ada juga yang mengatakan sebanyak 21.000 orang. Adapun jumlah kaum muslimin yang terbunuh sebanyak 600 orang, ada yang mengatakan 500 orang. Wallahu’alam. Diantara yang terbunuh banyak terdapat shahabat Nabi yang senior.

Setelah itu Khalid memerintahkan pasukannya untku mengelilingi Yamamah sambil mengambil harta maupun tawanan yang berceceran. Khalid berkeinginan menyerbu benten musuh. Benteng itu telah punah kecuali kaum wanita dan anak-anak serta orang-orang yang sudah tua. Hanya saja Khalid berhasil dikelabui oleh Majja’ah yang berkata kepadanya, “Sesungguhnya benteng itu dipenuhi oleh para tentara! Lebih baik kita berdamai saja!” Khalid menerima tawaran itu, ia melihat pasukan kaum muslimin sudah letih dan bosan disebabkan peperangan yang terus-menerus.

Majja’ah berkata, “Biarkan aku masuk ke benteng agar mereka menyetujui kesepakatan damai yang aku buat”. Khalid berkata, “Pergilah!” Mjja’ah segera masuk benteng dan memerintahkan kaum wanita untuk memakai baju perang dan menampakkan kepala mereka dari atas benteng. Ketika itu Khalid melihat ke atas benteng, ia melihat seluruh benteng dipenuhi oleh kepala manusia yang sedang mengintip. Ia mengira mereka adalah pasukan perang sebagaimana yang dikatakan oleh Majja’ah, karena itulah ia memilih untuk berdamai. Setelah itu Khalid mengajak mereka masuk Islam, dan ternyata seluruhnya menerima tawaran tersebut. Akhirnya mereka kembali kepada kebenaran.

Bahkan Khalid mengembalikan kepada mereka sebagian dari harta rampasan dan tawanan perang. Selanjutnya sisanya dikirim kepada Abu Bakar Ash Shiddiq rahdiyallahu’anhu. Dalam peperangan ini Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu telah mengambil salah saeorang wanita mereka untuk diperisitri, yaitu Ibu dari anaknnya yang bernama Muhammad yang terkenal dengan nama Muhammad bin Hanafiyyah (lihat berita peperangan ini dalam Tarikh Ath Thabari 3/298, dan Tarikh Khalifah bin Khayyath hlmn 107-115). Tanggal dan terjadinya peristiwa ini: Khalifah bin Khayyat, Muhammad bin Jarir dan sebagian ulama salaf berkata, “Peristiwa peperangan Yamamah terjadi pada tahun 11 H, Ibnu Qani’ berkata, “Peperangan ini terjadi di penghujung tahun ini” Al Waqidi dan lain-lainnya berkata, “Peperangan ini terjadi pada tahun 12 H”. Cara menggabung kan dua riwayat ini, bahwa peprangan pada tahun 11 H dan baru selesai pada tahun 12 H.

(Al Bidayah Wan Nihayah, Al Hafizh Ibnu Katsir rahimulloh)

About these ads

5 Responses to “PEPERANGAN AQRABA DI YAMAMAH DAN KISAH TERBUNUHNYA MUSAILAMAH AL KADZDZAB”

  1. dildaar80 said

    salam…kenal..

  2. dilla dara said

    makasih,,,,,, ^_^

  3. anastasya said

    makasi_infonya :)

  4. anggraini said

    [[guengakak]]

  5. 123456 said

    panjang amat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 69 other followers

%d bloggers like this: