MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

Joseph Cohen(Yahudi Amerika) Menemukan Islam di Gaza

Posted by Bustamam Ismail on October 13, 2010

Ketika memutuskan pindah ke Israel sekitar sepuluh tahun lalu, Joseph Cohen, seorang Yahudi asal Amerika Serikat, hanya berkeinginan untuk menerapkan ajaran Yudaisme yang lebih baik. Dia sangat yakin, hijrah dirinya itu akan membuat keyakinan agamanya kian tebal.

Pindah dari Amerika, Cohen kemudian menetap di pemukiman Yahudi di Gush Qatif di Gaza, sebelum wilayah itu ditinggal pergi oleh tentara Israel pada 2005. Setelah tiga tahun menetap di rumah barunya, tanpa diduga, Cohen bertemu dengan seorang Syaikh asal Uni Emirat Arab. Pertemuan itu ternyata membuka pintu dialog antara dirinya dengan tokoh Muslim tersebut.

Keduanya lantas asik terlibat dalam dialog teologi meski dijalin secara berjauhan melalui internet. Rupanya, dialog itu secara perlahan menuntun Cohen pada cahaya Islam. Hatinya seperti mulai terbuka untuk menerima hidayah. Hingga kemudian, dia benar-benar memutuskan untuk mengucap dua kalimat syahadat setelah yakin akan kebenaran Islam yang disampaikan oleh Syaikh itu melalui proses dialog. Bahkan tanpa ragu, dia kemudian mengganti namanya dengan Yousef al-Khattab.

Alhamdulillah, langkah Cohen yang telah berganti nama menjadi Yousef itu diikuti oleh istri dan empat orang anaknya. Mereka mengikut keputusannya untuk menjadi mualaf. Namun tidak halnya dengan keluarga besarnya. Keluarganya yang dikenal taat pada ajaran Yahudi tak lagi mau mengakui dirinya. Keluarganya tak suka melihatnya masuk Islam. Apalagi Yousef kemudian aktif berdakwah di kalangan Yahudi.   ”Saya sudah tidak lagi berhubungan dengan keluarga saya. Kita tidak boleh memutuskan  hubungan kekeluargaan, tapi pihak keluarga saya adalah Yahudi dengan entitas ke-Yahudi-annya. Saya tidak punya pilihan lain, selain memutuskan kontak untuk saat ini. Kata-kata terakhir yang mereka lontarkan pada saya, mereka bilang bahwa saya barbar,” ujar Yousef menceritakan hubungan dengan keluarganya suatu ketika.

Yousef tak sekadar menjadi Muslim. Dia memutuskan untuk menjadi pendakwah bagi kalangan Yahudi. Dia mengakui, berdakwah di kalangan Yahudi bukan pekerjaan yang mudah. Pertama kali yang harus dilakukan untuk mengenalkan Islam adalah, bahwa hanya ada satu manhaj dalam Islam yaitu manhaj yang dibawa oleh Rasululullah SAW yang kemudian diteruskan oleh para sahabat dan penerusnya hingga sekarang.

”Cara yang paling baik untuk membuktikan bahwa Islam adalah agama untuk semua umat manusia adalah dengan memberikan penjelasan berdasarkan ayat-ayat Alquran dan yang membedakan antara umat manusia adalah ketaqwaannya pada Allah semata,” tuturnya.

”Islam bukan agama yang rasis. Kita punya bukti-bukti yang sangat kuat, firman Allah dan perkataan Rasulullah SAW. Kita berjuang bukan untuk membenci kaum kafir. Kita berjuang hanya demi Allah semata, untuk melawan mereka yang ingin membunuh kita, yang menjajah Tanah Air kita, yang menyebarkan kemungkaran dan menyebarkan ideologi Barat di negara kita,” sambungnya.

Berdasarkan pengalamannya, dia melihat dasar ajaran agama Yahudi sangat berbeda dengan Islam. Perbedaan utamanya adalah dalam masalah tauhid. Agama Yahudi, kata Yousef, percaya pada perantara dan perantara mereka adalah para rabbi. Orang-orang Yahudi berdoa lewat perantaraan rabbi-rabbi. ”Yudaisme adalah kepercayaan yang berbasiskan pada manusia. Berbeda dengan Islam, agama yang berbasis pada Alquran dan Sunnah.  Di semua masjid di seluruh dunia, Alquran yang kita dengarkan adalah Alquran yang sama,” katanya.

Selain itu, Yousef mengungkapkan, Yahudisme juga berpatokan pada ‘tradisi oral’, misalnya kitab Talmud yang disusun berdasarkan informasi dari mulut ke mulut yang kemudian dibukukan. Sehingga keabsahan kitab tersebut bisa dipertanyakan. Menurutnya, kitab Taurat yang diyakini kaum Yahudi sekarang memiliki sebelas versi yang berbeda dan naskah-naskah Taurat itu bukan lagi naskah asli. ”Alhamdulillah, Allah memberikan rahmat pada kita semua dengan agama yang mudah, di mana banyak orang yang bisa menghapal Alquran dari generasi ke generasi,” jelasnya seraya mengatakan  dialog merupakan cara terbaik dalam berdakwah di kalangan Yahudi.

Red: Budi Raharjo

Rep: Berbagai sumber

 

8 Responses to “Joseph Cohen(Yahudi Amerika) Menemukan Islam di Gaza”

  1. kutersenyum padamu said

    Peperangan yang dibolehkan Islam.
    Islam membolehkan peperangan dengan syarat : harus ada Amirul Mukminin (pemimpin kaum muslimin) yang akan memimpin peperangan tsb. & mengeluarkan pernyataan perang (fatwa perang). Fatwa perang tsb. harus memiliki alasan-alasan tertentu yang dibenarkan secara syar’i, seperti : untuk kepentingan Islam, untuk memerangi raja/penguasa yang zhalim yang menindas rakyat, dsb. Ketika Rasulullah SAW masih hidup, beliau adalah Amirul Mukminin & memegang komando Tentara Islam sebagai panglima tertinggi. Sejak wafatnya Rasulullah SAW, kedudukan sebagai Amirul Mukminin & panglima tertinggi Tentara Islam digantikan oleh para Khalifah (artinya : pengganti).
    Pada masa Kekhalifahan Umar bin Khattab, beliau mengeluarkan fatwa perang yang ditindak lanjuti dengan mengirimkan Tentara Islam untuk mengambil-alih Mesopotamia dan sebagian Persia dari tangan dinasti Sassanid dari Persia (yang mengakhiri masa kekaisaran sassanid) serta mengambil alih Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara dan Armenia dari kekaisaran Romawi (Byzantium).
    Pada masa Khalifah Muawiyah bin Abu Sufyan perluasan wilayah yang terhenti pada masa khalifah Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib dilanjutkan kembali, dimulai dengan menaklukkan Tunisia, kemudian ekspansi ke sebelah timur, dengan menguasai daerah Khurasan sampai ke sungai Oxus dan Afganistan sampai ke Kabul. Sedangkan angkatan laut Islam telah mulai melakukan serangan-serangan ke ibu kota Bizantium, Konstantinopel. Sedangkan ekspansi ke timur ini kemudian terus dilanjutkan kembali pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan. Abdul Malik bin Marwan mengirim Tentara Islam menyeberangi sungai Oxus dan berhasil menundukkan Balkanabad, Bukhara, Khawarizm, Ferghana dan Samarkand. Tentara Islam bahkan sampai ke India dan menguasai Balukhistan, Sind dan daerah Punjab sampai ke Maltan.
    Ekspansi ke barat secara besar-besaran dilanjutkan di zaman Khalifah Al-Walid bin Abdul-Malik. Pada masa pemerintahannya yang berjalan kurang lebih sepuluh tahun itu tercatat suatu ekspedisi militer dari Afrika Utara menuju wilayah barat daya, benua Eropa, yaitu pada tahun 711 M. Setelah Aljazair dan Maroko dapat ditundukkan, Tariq bin Ziyad, pemimpin pasukan Islam, dengan pasukannya menyeberangi selat yang memisahkan antara Maroko (magrib) dengan benua Eropa, dan mendarat di suatu tempat yang sekarang dikenal dengan nama Gibraltar (Jabal Thariq). Tentara Spanyol dapat dikalahkan. Dengan demikian, Spanyol menjadi sasaran ekspansi selanjutnya. Ibu kota Spanyol, Cordoba, dengan cepatnya dapat dikuasai. Menyusul setelah itu kota-kota lain seperti Seville, Elvira dan Toledo yang dijadikan ibu kota Spanyol yang baru setelah jatuhnya Cordoba. Pasukan Islam memperoleh kemenangan dengan mudah karena mendapat dukungan dari rakyat setempat yang sejak lama menderita akibat kekejaman penguasa.

    Di zaman Khalifah Umar bin Abdul-Aziz, serangan dilakukan ke Prancis melalui pegunungan Pirenia. Serangan ini dipimpin oleh Aburrahman bin Abdullah al-Ghafiqi. Ia mulai dengan menyerang Bordeaux, Poitiers. Dari sana ia mencoba menyerang Tours. Namun, dalam peperangan yang terjadi di luar kota Tours, al-Ghafiqi terbunuh, dan tentaranya mundur kembali ke Spanyol. Disamping daerah-daerah tersebut di atas, pulau-pulau yang terdapat di Laut Tengah (mediterania) juga jatuh ke tangan Islam pada zaman Kekhalifahan (kepemimpinan) Bani Umayyah ini.
    Dengan keberhasilan ekspansi ke beberapa daerah, baik di timur maupun barat, wilayah kekuasaan Islam pada masa Kekhalifahan Bani Umayyah ini betul-betul sangat luas. Daerah-daerah itu meliputi Spanyol, Afrika Utara, Syria, Palestina, Jazirah Arab, Irak, sebagian Asia Kecil, Persia, Afganistan, daerah yang sekarang disebut Pakistan, Turkmenistan, Uzbekistan, dan Kirgistan di Asia Tengah.
    Pada masa Kekhalifahan Bani Abbasiyah yang menggantikan Kekhalifahan Bani Umayah, praktek wajib militer bagi kaum muslimin (fardhu ‘ain) dihilangkan & diganti dengan pembentukan Tentara professional (fardhu kifayah).
    Pada masa Khalifah al-Manshur dari Bani Abbasiyah, pengertian khalifah berubah. Dia berkata:
    “ Innama anii Sultan Allah fi ardhihi (sesungguhnya saya adalah Sultan Allah di bumi-Nya) ”
    Sejak melemahnya kekuasaan Kekhalifahan/Kesultanan Bani Abbasiyah, wilayahnya yang begitu luas terpecah menjadi banyak Kesultanan yang masing-masing dipimpin oleh penguasa-penguasa local yang disebut sebagai Sultan (artinya : penguasa) & setiap Sultan menyatakan diri sebagai Amirul Mukminin setempat/lokal.
    Selain berhak mengeluarkan fatwa perang, Amirul Mukminin juga berhak mengeluarkan fatwa damai (seperti yang dilakukan oleh Khalifah Al Manshur yang berdamai dengan Kaisar Constantine V dari Bizantium, dengan syarat : Kaisar Constantine V membayar upeti tahunan kepada Khilafah Islam), & Amirul Mukminin (dengan mengatas namakan kaum muslimin) berhak pula untuk membuat persekutuan dengan fihak non muslim dengan alasan-alasan yang dapat dibenarkan oleh Syar’i dengan tujuan untuk kepentingan Islam & Muslimin (seperti yang dilakukan oleh para Sultan dari Kesultanan Usmaniyah yang membuat persekutuan dengan Prancis, Inggris, dan Belanda melawan Habsburg Spanyol, Italia, dan Habsburg Austria).

  2. Ada pertanyaanku sikit.

    Mengapa Jahudi pinter-pinter?
    Di mana pun bidang dia selalu menonjol.
    Tak kecuali di politbiro komunis Sovyet dulu.

    Salam Damai!

  3. wins said

    Yahudi Pinter??Benar…
    Namun kata Alloh yang pinter adalah orang-orang mau menggunakan akalnya untuk mengkaji tanda2 kekuasaan-Nya..

    • Maksudku pandai Win,
      Bukan pinter.

      Orang pinter ngobatin dah pada jadi dukun.
      Orang pinter ngomong pada jadi tukang obat,
      Ada juga yg dah jadi orang terhormat di dpr.

      Pinter itu kudu pake akal.
      Pandai itu kudu pake pikir.
      Apa iya hrs begitu, entahlah!

      Salam Damai!

  4. subhanallah Maha Besar ALLAH denagan apa yang terjadi di dunia ini, ane jadi lebih faham tentang sejarah perkambangan Islam didunia ini.

  5. After looking at a number of the blog articles on your blog, I
    really appreciate your way of blogging. I bookmarked it to my bookmark site list and will be checking
    back soon. Please visit my website as well and tell
    me what you think.

  6. I was very pleased to discover this web site. I want to to thank you for your time for this fantastic read!!

    I definitely liked every part of it and I have you saved to fav to see new information on your website.

  7. Maqui Berry, else known as Chilean wineberry or aristotelia chilensis is a plant effectively used for the treatment of over weight or obesity.
    Four weeks ago I came to you with a simple goal: To become Wii Fit.
    Diabetes is a disorder of metabolism–the way our bodies use
    digested food for energy.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: