MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

Masa Selang Antara Perang Badar Dan Uhud!!!

Posted by Bustamam Ismail on September 2, 2010

A.Pengaruh Perang Badar Bagi Penduduk Musyrikin Mekkah

Peristiwa Badar itu telah menimbulkan kesan yang  dalam  sekali di  Mekah, sebagaimana  sudah  kita lihat. Bila saja terdapat kesempatan, hasrat hendak membalas  dendam  terhadap  Muhammad dan  Muslimin itu besar sekali. Tetapi pengaruh yang timbul di Medinah ternyata lebih jelas dan lebih erat berhubungan dengan kehidupan   Muhammad   dan   Muslimin   bersama-sama.  Sesudah peristiwa Badar, golongan Yahudi, orang-orang musyrik dan  kaum munafik  sudah  merasakan sekali adanya kekuatan kaum Muslimin yang bertambah. Mereka melihat  bahwa  orang  asing  ini  yang datang  ke tempat mereka kurang dari dua tahun yang lalu pergi hijrah dari Mekah, kini tambah besar kewibawaannya dan  tambah kuat  pula  kedudukannya,  bahkan  hampir  menjadi  orang yang menguasai seluruh penduduk Medinah,  bukan  hanya  golongannya sendiri saja.

Seperti sudah kita lihat orang-orang Yahudi sejak sebelum Badar sudah  mulai  menggerutu  dan  mengadakan  bentrokan-bentrokan dengan  pihak  Muslimin,  sehingga  banyak peristiwa-peristiwa yang kalau tidak sampai meletus,  seolah  hanya  karena  masih adanya perjanjian perdamaian antara kedua belah pihak itu. Itu pula sebabnya, begitu kaum Muslimin kembali dari Badar  membawa kemenangan,  beberapa kelompok di sekitar Medinah mulai saling bermain  mata  dan  berkomplot.  Mereka  mulai   dihasut   dan dibuatkan  sajak-sajak  yang  sifatnya  membangkitkan semangat mereka. Dengan demikian, gelanggang revolusi itu  kini  pindah dari  Mekah  ke  Medinah,  dan  dari  bidang  agama  ke bidang politik. Jadi  yang  diperangi  sekarang  bukan  hanya  dakwah Muhammad  dalam  bidang  agama  saja, melainkan kewibawaan dan pengaruhnya juga membuat hati mereka jadi  kecut.  Faktor  ini yang  menyebabkan mereka berkomplot dan membuat rencana hendak membunuhnya

Tetapi semua rahasia itu bukan tidak diketahui oleh  Muhammad. Bahkan  ia  sudah  mengetahui  semua berita dan setiap rencana yang ditujukan kepadanya itu. Baik pada pihak Muslimin ataupun pihak  Yahudi,  dari  hari  ke hari, sedikit demi sedikit hati mereka sudah sarat oleh rasa kebencian. Satu sama lain tinggal lagi menunggu adanya bencana yang akan menimpa lawannya.

B.Salim Menghabisi orang yang ingin menyerang Kaum Muslimin

Sampai  pada  waktu kaum Muslimin mendapat kemenangan di Badar, mereka masih merasa takut juga kepada penduduk Medinah. Mereka belum  berani  mengadakan serangan balasan apabila ada seorang Muslim yang diserang. Tatkala  mereka  sudah  kembali  membawa kemenangan  itu  seorang  yang  bernama  Salim b. ‘Umair telah mengambil tindakan sendiri terhadap Abu ‘Afak (dari Banu  ‘Amr b.  ‘Auf),  karena  orang  ini membuat sajak-sajak yang isinya menyerang Muhammad dan kaum  Muslimin.  Juga  orang  ini  yang telah membakar semangat golongannya supaya memerangi Muslimin. Sampai pada  waktu  peristiwa  Badar  selesai  ia  masih  terus menghasut orang.

Suatu   malam   ketika  angin  sedang  bertiup  kencang  Salim mendatangi Abu ‘Afak. Ia sedang  tidur  di  beranda  rumahnya. Oleh  Salim  ditancapkannya  pedangnya  ke arah hatinya hingga menembus sampai ke pelaminan. Demikian juga ‘Ashma, bt. Marwan (dari  Banu  Umayya  b. Zaid). Wanita ini selalu memaki Islam, menyakiti hati dan mengerahkan orang  supaya  melawannya.  Hal ini  dilakukannya  terus  sampai pada waktu sesudah selesainya perang Badar. Pada suatu malam buta ia didatangi oleh ‘Umair b. ‘Auf  yang masuk sampai ke dalam rumahnya. Ia dikelilingi oleh anak-anaknya yang sedang tidur, ada pula yang sedang  disusui. Sebenarnya  penglihatan  ‘Umair  lemah  sekali. Ia meraba-raba dengan  tangannya  dan  terpegang  olehnya  bayi  yang  sedang disusui  itu.  Dihalaunya  bayi itu dari sisi ibunya, kemudian dipusatkannya pedangnya ke dada  wanita  itu  sampai  menembus punggungnya.

Bila   ‘Umair   kemudian  kembali  dari  tempat  Nabi  setelah menyampaikan berita itu, ia melihat anak-anaknya dan  beberapa orang   sedang  menguburkan  wanita  tersebut.  Mereka  datang menemuinya seraya bertanya:

“Umair, kau yang membunuh wanita itu?” “Ya,” jawabnya. “Jalankanlah  tipu-muslihatmu  itu  terhadapku dan  jangan  lagi  ditunda-tunda.  Aku bersumpah demi Dia Yang memegang  hidupku  kalau  kamu  semua  mengeluarkan  kata-kata seperti  wanita  itu,  akan kuhantam kamu dengan pedangku ini. Aku yang mati, atau kamu semua kubunuh.”1

Sikap ‘Umair yang berani ini  telah  membawa  akibat  lahirnya Islam  di  tengah-tengah kabilah Banu Khatma itu. Suami Ashma’ adalah dari kabilah ini juga. Dari golongan ini  yang  tadinya masuk  Islam  dengan  sembunyi-sembunyi, sekarang sudah berani mereka berterang-terang dan menggabungkan dia kedalam  barisan dan bersama-sama dengan kaum Muslimin lainnya.

C. Matiny Ka’ab bin Asyraf

Kiranya cukup kalau kita tambahkan atas dua macam peristiwa di atas ini dengan  peristiwa  matinya  Ka’b  b.  Asyraf.  Ketika mendengar  matinya  beberapa orang pemuka-pemuka Mekah, dialah orangnya yang mengatakan. “Mereka itu bangsawan-bangsawan Arab dan   pemimpin-pemimpin.   Sungguh,   kalau   Muhammad  sampai mengalahkan mereka, maka lebih baik berkalang  tanah  daripada tinggal  di atas bumi.” Dia pula orangnya yang telah berangkat ke Mekah – setelah  mendapat  kabar  yang  pasti  -mengerahkan orang  untuk  melawan  Muhammad,  menyanyikan  sajak-sajak dan menangisi mereka yang terkubur dalam perigi. Dia juga orangnya yang  kemudian  setelah  kembali  ke Medinah berusaha mencumbu wanita-wanita Islam. Orang  tahu  betapa  watak  dan  perangai orang  Arab  dalam  hal  ini,  betapa  mereka  menghargai arti kehormatan  ini.  Untuk  itu  semangat  mereka  bangkit.  Kaum Muslimin  begitu  marah.  Mereka sudah sepakat hendak membunuh Ka’b.  Beberapa  orang  dari  mereka  sudah  berkumpul.  Salah seorang  di  antara  mereka  mendatanginya sambil memancingnya dengan memburuk-burukkan Muhammad.

Kedatangan orang ini  kemari  membawa  bencana,”  kata  salah seorang.  “Membuat  orang-orang  Arab  saling  bermusuhan  dan berpecah-belah. Hubungan kerabat kita terputus, sanak-keluarga hilang dan orang melakukan perjalanan jauh jadi sukar.”

Setelah   saling   beramah-tamah  dengan  Ka’b,  maka  ia  dan teman-temannya   minta   uang   kepada   Ka’b   dengan   jalan menggadaikan  baju  besinya. Ka’bpun setuju asal nanti dibawa. Ketika ia sedang  berada  di  rumahnya  yang  agak  jauh  dari

Medinah,  pada  waktu  menjelang  malam  terdengar  Abu Na’ila [salah  seorang  yang  berkomplot]  memanggilnya.  Ia   keluar menghampirinya,  sekalipun  sudah diperingatkan oleh isterinya jangan keluar rumah pada waktu malam begitu. Kedua  orang  itu terus  berjalan  hingga bertemu dengan teman-teman Abu Na’ila. Ka’b tenteram saja tidak  merasa  takut.  Mereka  bersama-sama berjalan  kaki  hingga  agak  jauh  dari  tempat-tinggal Ka’b, sambil terus bercakap-cakap.  Mereka  bercerita  tentang  diri mereka sendiri dan betapa mereka itu mengalami kesukaran. Ka’b merasa makin tenang. Sementara mereka sedang berjalan  itu  Abu  Na’ila  meletakkan tangannya  di  atas  kepala  Ka’b,  dan tangannya itu kemudian diciumnya. “Belum pernah aku mengalami malam seharum ini,” katanya Setelah dilihatnya  Ka’b  tidak  menaruh  curiga  lagi  kepada mereka, kembali lagi Abu Na’ila meletakkan tangannya di rambut Ka’b, kemudian digenggamnya kedua  pelipis  orang  itu  seraya berkata:

“Hantamlah musuh Tuhan ini!” Mereka  menghantamnya  dengan  pedang, dan saat itu ia menemui ajalnya.

D. Meninggalnya seorang Yahudi dan seorang muslim karena membela seorang wanita berjilbab

Kejadian ini membuat  pihak  Yahudi  bertambah  cemas.  Mereka semua merasa kuatir akan nasibnya sendiri. Tetapi sampai nyawa mereka melayangpun, mereka tidak juga  mau  berhenti  mengecam Muhammad  dan kaum Muslimin. Ada seorang wanita Arab datang ke pasar Yahudi Banu Qainuqa’ dengan membawa perhiasan. Ia sedang duduk  menghadapi  tukang  emas.  Mereka  berusaha  supaya  ia memperlihatkan mukanya. Tapi  wanita  itu  menolak.  Tiba-tiba datang   seorang   Yahudi   dengan  diam-diam  dari  belakang.

Disematkannya ujung baju wanita itu dengan  sebatang  penyemat ke  punggungnya,  dan  bila wanita itu berdiri, maka tampaklah auratnya.  Mereka  ramai-ramai  menertawakannya.  Wanita   itu menjerit-jerit.   Waktu  itu  juga  seorang  laki-laki  Muslim langsung menerkam tukang emas tersebut – seorang orang Yahudi, lalu   dibunuhnya.   Orang-orang   Yahudi   yang  lain  datang ramai-ramai mengikat laki-laki Muslim itu  lalu  mereka  bunuh juga.

Sekarang keluarga Muslim ini minta bantuan kaum Muslimin dalam menghadapi  pihak  Yahudi,  yang  selanjutnya  sampai   timbul bencana besar antara mereka dengan pihak Yahudi Banu Qainuqa’. Kemudian  Muhammad  minta kepada mereka ini supaya jangan lagi mengganggu  kaum  Muslimin   dan   supaya   tetap   memelihara perjanjian  perdamaian dan ko-eksistensi yang sudah ada. Kalau tidak mereka akan mengalami nasib seperti Quraisy. Akan tetapi peringatan ini oleh mereka diremehkan. Malah mereka menjawab:

Muhammad,  jangan  kau  tertipu  karena  kau sudah berhadapan dengan suatu golongan yang tidak punya  pengetahuan  berperang sehingga engkau mendapat kesempatan mengalahkan mereka. Tetapi kalau sudah kami yang memerangi kau, niscaya akan kau ketahui, bahwa kami inilah orangnya.”

Jika  sudah  begitu,  maka  tak  ada  jalan lain kecuali harus memerangi  mereka  juga.  Kalau  tidak,  kaum   Muslimin   dan kedudukan  mereka di Medinah akan runtuh, dan selanjutnya akan menjadi bahan cerita  pihak  Quraisy,  sesudah  pihak  Quraisy sebelum itu menjadi bahan cerita orang-orang Arab.

E.Kaum Muslimin Mengepung Kaum Yahudi bani Qainuqa

Kaum  Muslimin  sekarang  bertindak  dan mengepung orang-orang Yahudi Banu Qainuqa’ berturut-turut selama limabelas  hari  di tempat  mereka  sendiri.  Tak ada orang yang dapat keluar dari mereka itu, juga tak ada orang  yang  dapat  masuk  membawakan makanan.  Tak ada jalan lain lagi mereka sekarang harus tunduk kepada undang-undang Muhammad, menyerah  kepada  ketentuannya. Lalu    mereka    menyerah.   Sesudah   bermusyawarah   dengan pemuka-pemuka  Muslimin,  Muhammad  menetapkan  akan  membunuh mereka itu semua.

Akan  tetapi  lalu  datang  Abdullah b. Ubayy b. Salul – orang yang bersekutu baik dengan Yahudi maupun dengan Muslimin. “Muhammad,”  katanya.   “Hendaklah   berlaku   baik   terhadap pengikut-pengikutku.”

Nabi    tidak    segera   menjawab.   Lalu   diulangnya   lagi permintaannya.  Tetapi  Nabi  menolak.  Orang  itu  memasukkan tangannya  ke  saku  baju  besi Muhammad. Muhammad berubah air mukanya. Lalu katanya: “Lepaskan!” Ia marah. Kemarahannya  itu  tampak  terbayang  di wajahnya.  Kemudian  diulanginya  lagi  dengan nada suara yang masih membayangkan kemarahan. “Lepaskan! Celaka kau!” “Tidak akan kulepaskan  sebelum  kau  bersikap  baik  terhadap pengikut-pengikutku.  Empat  ratus  orang  tanpa baju besi dan tiga  ratus  orang  dengan  baju  besi  telah  merintangi  aku melakukan  perang  habis-habisan,  dan  kau babat mereka dalam

satu hari! Sungguh aku kuatir akan timbul bencana.”

Sampai  pada  waktu  itu  Abdullah  adalah  orang  yang  masih mempunyai kekuasaan atas orang-orang musyrik dari kalangan Aus dan Khazraj, meskipun kekuasaan ini,  dengan  adanya  kekuatan kaum Muslimin telah menjadi lemah.

Melihat  desakan  orang  itu  yang demikian rupa, Nabi kembali menjadi tenang. Apalagi setelah  ‘Ubada  bin’sh-Shamit  datang kepadanya  bicara seperti pembicaraan Ibn Ubayy. Ketika itu ia berpendapat akan memberikan belas kasihannya  kepada  Abdullah

b.  Ubayy,  dan  kepada  orang-orang musyrik pengikut-pengikut Yahudi supaya dengan budi kebaikannya dan rasa kasihannya  itu mereka  akan  merasa  berhutang  budi  kepadanya. Akan tetapi, sebagai akibat perbuatan mereka sendiri  Banu  Qainuqa’  harus mengosongkan kota Medinah.

F.Yahudi keluar dari Medinah

Ibn  Ubayy  ingin  bicara sekali lagi dengan Muhammad mengenai keadaan mereka yang masih ingin  menetap  disana  itu.  Tetapi salah  seorang  dari  kalangan  Islam berhasil mencegah adanya pertemuan Ibn Ubayy dengan Muhammad.  Mereka  lalu  bertengkar sehingga  kepala Abdullah kena pukul. Ketika itu Banu Qainuqa’ berkata: “Kami bersumpah tidak lagi akan tinggal di  kota  ini sesudah  kepala  Ibn  Ubayy  dipukul  sedang  kami tidak dapat membelanya.”

Dengan demikian, setelah mereka  tunduk  dan  menyerah  hendak meninggalkan Medinah, ‘Ubada membawa mereka itu ke Wadi’l-Qura dengan meninggalkan perlengkapan senjata dan alat-alat  tukang emas  yang  mereka  pergunakan.  Di  tempat  ini  lama  mereka tinggal, dan dari sini barang-barang mereka semua mereka bawa. Mereka  menuju  ke arah utara sampai di Adhri’at di perbatasan Syam. Di tempat  inilah  mereka  menetap.  Atau  mungkin  juga mereka  tertarik  ingin  ke  sebelah  utara lagi ke Tanah yang Dijanjikan (Palestina) yang selalu menjadi idaman  orang-orang Yahudi.

Kekuasaan  orang-orang  Yahudi di Medinah menjadi lemah sekali setelah Banu Qainuqa’ meninggalkan kota ini. Sebahagian  besar orang-orang Yahudi yang disebut-sebut dari Medinah ini, mereka tinggal jauh di Khaibar dan  Wadi’l-Qura.  Hasil  inilah  yang menjadi  tujuan  Muhammad  dengan mengosongkan mereka itu. Ini adalah suatu langkah  politik  yang  sungguh  cemerlang  dalam memperlihatkan  kebijaksanaan dan pandangan yang jauh itu. Ini juga merupakan suatu pendahuluan yang tidak  bisa  tidak  akan mempunyai  pengaruh  politik  yang  kelak akan berjalan sesuai dengan  garis  yang  telah  ditentukan  oleh  Muhammad.  Dalam mempersatukan sesuatu kota yang paling berbahaya adalah adanya pertentangan golongan. Apabila sengketa golongan-golongan  ini harus  terjadi  juga,  maka  harus  pula  berakhir pada adanya kemenangan satu  golongan  atas  golongan  lainnya  yang  juga berarti akan berkesudahan dengan menguasainya.

G.Beberapa ulasan dan kecaman terhadap peristiwa ini.

Ada beberapa penulis sejarah yang telah mengecam tindakan kaum Muslimin terhadap  orang-orang  Yahudi  itu,  dengan  anggapan bahwa  kisah  wanita  Islam  yang pergi kepada tukang emas itu akan mudah  saja  penyelesaiannya  selama  yang  terbunuh  itu seorang  dari  pihak Islam dan seorang pula dari pihak Yahudi.

Sebenarnya  dapat  saja  kita  menolak  pendapat  ini   dengan mengatakan,  bahwa  terbunuhnya  seorang  Yahudi  dan  seorang Muslim itu belum dapat menghapus  coreng  penghinaan  terhadap kaum  Muslimin  yang disebabkan oleh pribadi wanita yang telah dipermainkan oleh orang Yahudi itu. Bagi orang Arab,  melebihi bangsa   manapun,  masalah  semacam  ini  dapat  mengakibatkan timbulnya huru-hara, dapat menimbulkan peperangan  antara  dua kabilah  atau  dua golongan selama bertahun-tahun hanya karena soal semacam itu saja. Dalam sejarah Arab contoh-contoh serupa

itu  sudah cukup pula dikenal terutama oleh mereka yang pernah mempelajarinya

Tetapi, disamping pertimbangan ini masih ada pertimbangan lain yang  lebih  penting lagi. Peristiwa seorang wanita yang telah menyebabkan terkurungnya Banu Qainuqa, dan  terusirnya  mereka dari  Medinah,  adalah sama seperti terbunuhnya putera mahkota Austria di Sarayevo dalam tahun 1914  yang  telah  menyebabkan pecahnya  Perang  Dunia  dan  melibatkan  seluruh benua Eropa. Soalnya hanyalah sepercik  api  yang  menyala,  yang  kemudian membakar  hati  kaum Muslimin dan Yahudi bersama-sama demikian rupa, sehingga akhirmya dapat menimbulkan letusan serta segala akibat yang timbul karenanya.

Sebenarnya,  adanya  orang-orang  Yahudi, adanya orang musyrik dan orang-orang munafik di  Medinah,  di  samping  orang-orang Islam,  telah  memperkuat  timbulnya perpecahan itu. Dari segi politik, Medinah merupakan sebuah kawah yang tidak bisa  tidak pasti  akan  meletus.  Jadi,  terkepungnya  Banu  Qainuqa, dan dikeluarkannya  mereka  dari  Medinah  adalah  gejala  pertama kearah timbulnya letusan itu.

Sumber: S E J A R A H    H I D U P    M U H A M M A D

oleh MUHAMMAD HUSAIN HAEKAL diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Ali Audah Penerbit PUSTAKA JAYA Jln. Kramat II, No. 31 A, Jakarta Pusat Cetakan Kelima, 1980

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: