MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

Saksi Mata kapal Mayi Marmara: Israel Menyetrum dan Menembak dengan Brutal

Posted by Bustamam Ismail on June 3, 2010

This slideshow requires JavaScript.

Para relawan yang diserbu pasukan komando Israel di kapal Mavi Marmara di perairan Gaza dan telah dibebaskan kemarin mengungkap kekejaman tentara Israel di atas kapal. Talat Hussain, jurnalis Pakistan, misalnya, mengatakan mendengar perintah agar menembak para aktivis tepat di keningnya. ”Saya melihat dengan mata saya, empat orang ditembak tepat di kening mereka. Empat yang lain sekarat,” kata Talat, yang menyimpan video penembakan itu.

Aktivis lainnya bercerita, Israel menyerang tanpa memberi peringatan terlebih dulu. ”Mereka menembakkan beberapa peluru karet, namun setelah itu menggunakan peluru tajam,” kata Norazma Abdullah asal Malaysia.

“Kekerasan itu benar-benar brutal. Kapal itu berubah menjadi kolam darah,” kata Nilufer Cetin asal Turki, yang membawa serta anaknya yang berusia setahun. Cetin menyebutkan, selain senjata tajam, tentara Israel menggunakan bom asap dan gas kanister saat menyerbu.

Dimitris Gielalis asal Yunani mengungkapkan, Israel juga memukuli dan menyetrum beberapa penumpang. Kapten Mavi Marmara dipukuli lantaran menolak meninggalkan kemudi kapal.

Ferry Nur, relawan dari Indonesia, mengatakan sedikitnya 20 tentara diturunkan dari helikopter di ruang nakhoda di lantai 4. Saat itu kapal dalam keadaan gelap. ”Di sinilah paling banyak korban tewas,” katanya kepada Tempo.

Sebanyak 128 penumpang, termasuk 10 warga Indonesia, dideportasi ke Yordania kemarin sekitar pukul 10.30 pagi waktu setempat. Mereka diangkut dengan lima buah bus. Serbuan pada Senin subuh lalu itu menewaskan 19 orang dan mencederai 36 lainnya.

Israel berdalih serangan tersebut dilakukan karena para aktivis di kapal menyerang terlebih dulu. Seorang komandan Angkatan Laut Israel mengatakan, pihaknya akan melakukan hal yang sama terhadap kapal berikutnya yang saat ini tengah menuju Gaza. ”Kami telah siap seperti menghadapi perang,” katanya.

Laila Khalid, mantan pembajak pesawat asal Palestina, yang diwawancarai Tempo kemarin, mengatakan serangan Israel di perairan internasional itu sekali lagi mengirim pesan bahwa mereka kebal terhadap hukum internasional.

REUTERS | THE HINDU | FAISAL | BBC

TEMPO Interaktif, Jakarta – Kamis, 03 Juni 2010 | 09:03 WIB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: