MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

MODEL PEMBELAJARAN PENCAPAIAN KONSEP

Posted by Bustamam Ismail on May 29, 2010

A. Latar Belakang Masalah

This slideshow requires JavaScript.

Guru sebagai salah satu komponen pendidikan dan merupakan suatu bidang profesi, mempunyai peranan yang sangat vital didalam proses belajar mengajar untuk membawa anak didiknya kepada kedewasaan dalam arti yang sangat luas. Bahkan boleh dikatakan bahwa keberhasilan suatu proses belajar mengajar ini 60% terletak ditangan guru.

Oleh karena itu proses belajar mengajar yang dibabaki oleh guru tidak akan pernah tenggelam atau digantikan oleh alat atau lainnya. Dizaman modern yang ditandai oleh kemajuan dalam bidang ilmu dan teknologi telah merambah seluruh sektor kehidupan. Produk iptek telah menjadikan kehidupan manusia menjadi lebih praktis dan lebih mudah, sesuatu yang sebelumnya tidak dapat dilakukan dan diperoleh saat ini dengan mudah dapat segera diwujudkan termasuk didalam dunia pendidikan produk teknologi telah menjadi guru kedua bagi anak.

Selain dari pada itu, pendidikan yang hanya menggunakan metode-metode lama yang mana guru hanya menerangkan dan memberi tugas kepada siswa, yang membuat siswa bosan, akhirnya proses belajar-mengajar menjadi tidak menarik dan membosankan, yang akhirnya tidak ada kemajuan didalam dunia pendidikan. Oleh karena itu perlu adanya model-model pembelajaran yang dijadikan pedoman untuk guru agar proses belajar mengajar lebih menarik yang nantinya mampu membentuk anak didiknya karena kedewasaan seperti yang diharapkan.

Berdasarkan uraian tersebut diatas, maka kami mengangkat topik masalah model pembelajaran pencapaian konsep dan  model latihan penelitian  mudah mudan dapat memperkaya  model pembelajaran sehingga siswa tidak  bosan untuk mengikuti pelajaran.

PEMBAHASAN

A. Pengertian Model Pencapaian Konsep

Pembelajaran model pencapaian konsep adalah suatu strategi mengajar bersifat induktif didefinisikan untuk membantu siswa dari semua usia dalam memperkuat pemahaman mereka terhadap konsep yang dipelajari dari melatih menguji hipotesis. Model tersebut pertama kali diciptakan oleh Joyce dan Weil (dalam Gunter, Este, dan Schwab, 1990: 1972) yang berpijak pada karya Bruner, Goodnow, dan Austin. Model pencapaian konsep bermanfaat untuk memberikan pengalaman metode sains kepada para siswa dan secara khusus menguji hipotesis.

Ada dua peran pokok guru dalam pembelajaran model pencapaian konsep yang perlu diperhatikan, adalah :

1. Menciptakan suatu lingkungan sedemikian hingga siswa merasa bebas untuk berpikir dan menduga tanpa rasa takut dari kritikan atau ejekan.

2. Menjelaskan dan mengilustrasikan bagaimana model pencapaian konsep itu seharusnya berlangsung, membimbing siswa dalam proses itu, membantu siswa menyatakan dan menganalisis hipotesis, dan mengartikulasi pemikiran-pemikiran mereka.

Dalam membimbing aktifitas itu tiga cara penting yang dapat dilakukan oleh guru.

• Pertama guru mendorong siswa untuk menyatakan pemikiran mereka dalam bentuk hipotesis, bukan dalam bentuk observasi.

• Kedua guru menuntun jalan pikiran siswa ketika mereka menetapkan apakah suatu hipotesis diterima atau tidak.

• Ketiga guru meminta siswa untuk menjelaskan mengapa (Why) mereka menerima atau menolak suatu hipotesis.

B. Tujuan-tujuan Penggunaan Model Pencapaian Konsep

Penerapan pembelajaran model konsep mengandung dua tujuan utama yaitu :

1. Tujuan Isi

Tujuan isi model konsep menurut Eggen dan Kauchak (1998) bahwa, lebig efektif untuk memperkaya suatu konsep dari pada belajar pemula (initial learning). Dan juga akan efektif dalam membantu siswa memahami hubungan-hubungan antara konsep-konsep yang terkait erat dan digunakan dalam bentuk review. Dengan kata lain, penggunaan model ini akan lebih efektif jika siswa sudah memiliki pengalaman tentang konsep yang akan dipelajari itu. Bukan siswa yang benar-benar baru mempelajari konsep tersebut.

Ada dua hal penting yang perlu diperhatikan dalam menerapkan model pencapaian konsep berkaitan dengan tujuan isi tersebut, yaitu :

1. Model pencapaian konsep didesain khusus untuk mengajarkan konsep secara eksklusif. Jadi berfokus semata-mata pada pembelajaran konsep.

2. Siswa yang diajari suatu konsep dengan menggunakan model pencapaian konsep harus memiliki latar belakang pengetahuan tentang konsep tersebut.

2. Tujuan pengembangan berpikir keritis siswa

Model pencapaian konsep lebih memfokuskan pada pengembangan berpikir keritis siswa dalam bentuk menguji hipotesis. Dalam pembelajaran harus ditekankan pada analisis siswa terhadap hipotesis yang ada dan mengapa hipotesis itu diterima, dimodifikasi, atau ditolak. Siswa harus dilatih dalam menciptakan jenis-jenis kesimpulan, seperti membuat contoh penyangkal atau non-contoh, dan sebagainya.

Oleh karena itu, tujuan pembelajaran harus ditekankan pada dua aspek tersebut, yaitu pengembangan konsep dan relasi-relasi antara konsep yang terkait erat, serta latihan berpikir keritis terutama salam merumuskan dan menguji hipotesis. Aspek penting dalam perencanaan pelajaran adalah guru harus mengetahui persis apa yang diinginkan dari siswanya.

C. Merencanakan Pelajaran Model Pencapaian Konsep

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merancang pelajaran menggunakan model pencapaian konsep adalah sebagai berikut :

1. Menetapkan materi

Seperti halnya dengan model-model pembelajaran yang lain, ketika akan menerapkan model pencapaian konsep guru harus menetapkan materi-materi yang akan diajarkan. Materi dalam hal ini bentuknya adalah konsep (bukan generalisasi, rumus, atau prinsip). Konsep yang akan dijarkan itu sebaiknya bukan baru sama sekali bagi siswa. Harus diingat bahwa model ini akan lebih efektif bila siswa yang akan diaja itu memiliki beberapa pengalaman tentang konsep yang akan diajarkan.

2. Pentingnya tujuan pembelajaran yang jelas

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, bahwa tujuan penggunaan model pencapaian konsep mencakup membantu siswa mengembangkan konsep dan relasi-relasi antara konsep itu dan memberikan latihan kepada mereka tentang proses berpikir keritis terutama dalam peumusan dan pengujian hipotesis.

3. Memilih contoh dan non-contoh

Faktor yang paling penting dalam memilih contoh adalah mengidentifikasi contoh-contoh yang paling baik mengilustrasikan konsep tersebut.

Disamping itu, contoh yang dipilih juga harus dapat memperluas pemikiran siswa tentang konsep yang diajarkan  sebagai contoh.

Hal yang lain juga perlu diperhatikan dalam memilih contoh adalah tidak memilih contoh yang terisolasi dari konteks. Artinya contoh yang dipilih harus ada dalam lingkungan dimana siswa beraktifitas dalam kehidupan sehari-hari ataupun yang ada dalam jangkauan pemikirannya.

Selain memilih contoh positif, guru juga menyiapkan contoh-contoh negatif atau non-contoh. Dalam memilih contoh negatif, diupayakan merubah karakteristikesensial menjadi karakteristik non esensial pada konsep yang akan diajarkan dan menyajikan semua hal-hal yang bukan merupakan karakteristik esensial konsep itu.

4. Mengurutkan contoh

Setelah memilih contoh dan non-contoh, tugas akhir dalam merencanakan pelajaran adalah bagaimana mengurutkan contoh dan non-contoh itu. Jika pengembangan berpikir keritis menjadi tujuan penting bagi guru, contoh-contoh itu harus diurutkan sedemikian sehingga para siswa mendapat kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir keritis mereka. Menunjukkan secara cepat atau lengsung makna dari konsep yang diajarkan, tidak memberi kesempatan kepada siswa dalam melakukan analisis dan akibatnya tidak menghasilkan pemahaman yang sangat dalam terhadap konsep yang dikaji.

Dalam mengurutkan conth, guru dapat melakukan dengan menyajikan dua atau lebih contoh positifm kemudian diikuti dua atau lebih contoh negatif (non-contoh).

D. Fase Pembelajaran Model Pencapaian Konsep

Sinakmatik (tahapan tahapan  dalam kegiatan)

Model pencapaian konsep memiliki tiga fase kegiatan  sebagai  berikut

Fasepertama : penyajian data dan identifikasi konsep

  1. pengajar menyajikan contoh yang sudah diberi label
  2. pelajar membandingkan ciri ciri dalam contoh positif dan contoh negatif
  3. pelajar membuar dan mengetes hipotesis
  4. pelajar membuat definisi tewntang konsep atas dasar ciri ciri utama / esensial

Fase kedua : Mengetes pencapain konsep

1. pelajar meng identifikasi tambahan  contoh yang tidak diberi label dengan menyatakn ya atau bukan

2.Pengajar menegaskan hipotesi  ,nama konsp dan menyatakan kembali definisi konsep sesuai dengan ciri yang esensial

Fase  ketiga : menganalisis Strategi berfikir

  1. Pelajar meng ungkapkan pemikiranya
  2. pelajar mendiskusikan hipotesis dan ciri ciri konsep
  3. pelajar mendiskusikan tipe dan jimlh hipotesis

-Prinsip reaksi/pengelolaan

1.  Berikan dukungan dengan menitikberatkan  pada sifat hipotesis
2.  Berikan bantuan pada peserta didik dalam  mempertimbangkan hipotesis ynagsatu dengan    yang   lainya
3.Pusatkan perhatian peserta didik terhadap   contoh yang spesifik
4.Beri bantuan peserta didik dalam mendiskusikan dan menilai strategi berfikir yang dipakai.

Sistem pendukung,

Hal hal yang  dapat membantu model ini adalah  berupa bahan-bahan dan data yang terpilih dan terorganisasi untuk memberikan contoh-contoh,dan juga partisipasi siswa dlam berfikir komplek sehingga dpat bertukar fikir dan bekerjasama dlam membuat unit data.

A. Kesimpulan

1.Pembelajaran model pencapaian konsep suatu strategi mengajar bersifat induktif didesain untuk membantu siswa dari semua usia dalam mengekuti pemahman mereka terhadap konsep yang dipelajari dan melatih menguji hipotesis, Dalam penerapan pembelajaran model pencapaian konsep mengandung dua tujuan utama yaitu : Tujuan isi dan tujuan pengemabangan berpikir kritis siswa. Selain itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merencanakan pelajaran menggunakan model pencapaian konsep yaitu : Menetapkan materi, prntingnya tujuan pembelajaran yang jelas, memilih contoh dan non contoh, dan mengurutkan contoh.

Sinakmatik (tahapan tahapan  dalam kegiatan),

Model pencapaian konsep memiliki tiga fase kegiatan  sebagai  berikut

1.Penyajian data dan identifikasi konsep,2. Mengetes pencapain konsep 3.analisis sterategis berfikir

Tehadap pembelajaran mengunakan model pencapain konsep ini mempunyai dua dampak  yaitu 1..Dampak intruksional  2. Dampak Pengiring

2. Model Latihan penelitian “ inquiry Training “ yang maksud  latihan yang dapat menemukan sendiri dan pemecahan masalah

Model ini memiliki fase seperti berikut : ( Joyce dan Wiel 1986  )

  1. Menghadapkan masalah
  2. Mencari dan Mengkaji Data
  3. Mengkaji Data dan Eksperimantasi
  4. mengorganisasikan ,merumuskan dan menjelaskan dilakukan dengan cara atu aturan aturan untuk menjelaskan apa yang dilakukan sebelumnya
  5. Menganalisa Proses penelitian

-Tehadap pembelajaran mengunkan model  Latihan penelitian ini mempunyai dua dampak  yaitu 1..Dampak intruksional  2. Dampak Pengiring

-Untuk memper mudah lihat bagan yang sudah kami sediakan

B. Saran-saran

Dengan adanya penyusunan makalah ini kami berharap semoga para pembaca dapat memahami dua medel belajar yang diharapkan dapat mempermudah siswa dalam memahami  pelajaran sehingga dapat memperbaiki sistem pendidikan dinegara kita yang akhir 2 ini terpuruk.ami…..n

DAFTAR PUSTAKA

Toeti,sukamto, Dr 1997 ,Model pembelajaran & model mdel pembelajaran :Ciputat Jakarta Terus  joyce,dan weil 1986 model of teaching newjersey prentice-hall ,inc

Usman. 2004. “Strategi Pembelajaran Kontemporer Suatu Pendekatan Model”. Palu Sulawesi Tengah : Tadulaku Universitas Press.

Azis ,Abdul wahab Prof Dr. H. “ metode dan model model mengajar “  Al fa beta  Bandung

3 Responses to “MODEL PEMBELAJARAN PENCAPAIAN KONSEP”

  1. nor said

    tq….

  2. artikelnya bagus…. numpang kopas ya buat nyelesain tugas kuliah

  3. devi yulianti said

    Pada pembahasan model pencapaian konsep ditulis bahwa model tersebut dapat mengembangkan kemampuan berfikir kritis..itu ada di buku mana ya? Saya sedang membutuhkannya buntuk keperluan skripsi….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: