MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

PERJANJIAN LAMA DAN PERUBAHANNYA(bagian kedua)

Posted by Bustamam Ismail on May 2, 2010

A. Sejarah Hukum Lisan (the Oral Law)

Ajaran rabbinikal menegaskan bahwa Hukum Tertulis (Lima Buku Musa) dan Hukum Lisan (disampaikan selama berabad-abad lewat kata-kata atau mulut) keduanya berasal pada masa Musa; Hukum Lisan menyediakan semua penjelasan-penjelasan yang diperlukan bagi pelaksanaan Hukum Tertulis. Misynah adalah kompilasi Hukum Lisan ini.39

Laporan Misynah sendiri mengenai asal dan sejarah Hukum Lisan dituangkan dalam Traktat Aboth,1. Pada saat yang sama bahwa Hukum Tertulis diberikan dari Sinai, Hukum Lisan pun juga disampaikan kepada Musa, dan pada gilirannya ditularkan (secara oral) kepada para pemimpin generasi-generasi secara turun-temurun.40

Di bawah ini adalah Traktat Aboth, 1, memuat sejarah tradisional dari Hukum Lisan:

1). Musa menerima Hukum dari Sinai dan menkomisikannya ke Yosua, dan Yosua ke para sesepuh, dan para sesepuh ke Nabi-nabi; dan Nabi-nabi mengkomisikannya ke orang-orang Sinagog Agung. Mereka mengatakan tiga perkara: berhati-hatilah dalam memutuska_n hukum, binalah banyak­banyak pengikut, dan buatlah pagar di sekitar Hukum.

2). Simeon yang Adil41 adalah sisa-sisa dari Sinagog Agung …

3). Antigonus dari Soko menerima [Hukum] dari Simeon yang Adil …

4). Yose bin Yoezer dari Zeredah dan Yose bin Yohanan dari Yerusalem menerima [Hukum] dari mereka …42

Dan seterusnya. Pendeknya, laporan Misynah sendiri tentang legitimasi­nya, yang terkandung dalam traktat ini, sebagian besarnya terdiri dari ucapan­ucapan memuji Hukum Lisan ini bersama nama-nama para guru yang mc­nularkannya dari generasi ke generasi berikutnya. “Kecuali empat paragraf terakhir, ucapan-ucapan ini adalah43 anonim.”

Laporan tradisional tentang Hukum Lisan ini dan transmisinya, mulai dari Musa dalam silsilah yang tak terputus sampai pada para rabbi Yerusalem pasca-pengasingan, bisa dibantah dengan melihat sekilas sejarah Yahudi. 2 Raja-raja 22-23 meriwayatkan penemuan sebuah `Kitab Hukum’ pada masa kekuasaan Raja Yosia (640 – 609 S.M.).44 Pembaruan menyeluruh yang ia canangkan-menghancurkan altar-altar tempat ibadah para penyembah berhala, menghapus kurban anak, merusak rumah pagan para pelacur laki-laki, dan seterusnya-membuktikan bahwa sampai dasar-dasar Hukum yang paling mendasar sekali pun telah tersapu bersih dari kesadaran bangsa Israel. Marak­nya praktik-praktik yang sangat bertentangan dengan agama ini justru meng­ingkari keberadaan para imam-imam Yahudi yang diduga menghafalkan dan mentransmisikan Hukum Lisan selama berabad-abad. Tradisi-tradisi oral ini jelas merupakan sebuah penafsiran Hukum Tertulis; meskipun seandainya yang belakangan (Hukum Tertulis) ini hilang, maka tradisi oral yang ter­pelihara dengan baik dan tepercaya, sudah cukup bisa memberikan informasi kepada para rabi bahwa ritual-ritual pagan semacam itu merupakan pelang­garan terhadap hal-hal yang keramat/sakral. Di manakah pemimpin-pemimpin agama yang mentransmisikan Hukum dari generasi ke generasi itu? Memang kakek Yosia, Raja Manasye, beranggapan bahwa dengan membangun kembali altar-altar untuk menyembah Baal yang telah dihancurkan Hizkia, dia sedang kembali pada sesembahan awal bangsa itu, dan Baal yang disembah barangkali dalam benak orang banyak diidentifikasi sebagai Tuhan nasional Yahweh.”45

Apa pun bentuknya Hukum Lisan yang aslinya diterima Musa adalah sudah hilang beberapa milenium yang lalu dan tak ada wujudnya. Hukum Lisan yang ada sekarang, barangkali bertarikh dari masa ketika Hukum Tertulis pertama dibacakan dan dijelaskan kepada orang banyak [oleh Ezra]. Uraian oral ini tak terhindarkan telah menggiring pada penjelasan-penjelasan yang berbeda­beda. Dan’ sini, pada masa-masa berikutnya dirasa sangat mendesak, untuk mengurangi perbedaan-perbedaan ini semakin parah, perlu ditulisnya penjelasan-penjelasan yang dianggap otoritatif dan benar. Proses ini berawal pada masa Hillel dan Syammai (akhir abad 1 S.M.) clan kemudian disebut misynah … Sering kali setiap imam mempunyai kompilasi Misynahnya sendiri.46

Hilangnya sama sekali sumber asli yang bisa dijadikan dasar pijakan, dan maraknya perselisihan-perselisihan tentang masalah arti telah mendorong setiap imam/guru untuk menyusun kompilasi Hukum Lisan-nya masing­masing, mencuatlah beberapa pertanyaan: seberapa validkah Misynah yang sampai pada kita sekarang ini? Otoritas ketuhanan apakah yang dimilikinya tcrhadap seluruh Misynah yang lain yang ditulis oleh rabi-rabi yang sekarang terlupakan itu? Dan siapakah yang punya hak untuk menentukannya sebagai satu-satunya Misynah yang definitif (the definitive Mishnah)?

B. Sejarah Teks Ibrani: Masorah

Teks Ibrani PL diistilahkan Masoretik sebab dalam bentuknya yang sekarang ia berdasarkan pada Masorah, tradisi tekstual para sarjana Yahudi yang dikenal sebagai the Masoretes.Masorah (Ibr. “tradition”) merujuk pada sistem tanda-tanda huruf hidup (vowel), ciri-ciri aksen, dan nada-nada marginal yang diciptakan para juru tulis dan sarjana Yahudi awal abad pertengahan dan digunakan dalam mengopi teks Bibel Ibrani untuk memeliharanya dari perubahan­perubahan.47

Hanya Tiga Puluh Satu Teks Masoretik yang Masih Selamat dari PL

Teks Masoretik (MT) memperingatkan kepada produk akhir, sebuah upaya yang memperkenalkan tanda-tanda vowel,dan aksen ke dalam bodi Bibel Ibrani yang hanya berhuruf konsonan dan tak memiliki vowel pada awal abad pertengahan. Jumlah total Bibel Ibrani yang ditulis dalam bentuk Masoreti (balk yang komplet maupun fragmentari) hanyalah tiga puluh satu, bertarikh dari akhir abad ke-9 sampai tahun 1100 M.48 Simbol menunjukkan teks Masoretik baik dalam Biblia Hebraica yang diedit oleh Rudolf Kittel (BHK) maupun Biblia Hebraica Stuttgartensia (BHS).49 Keduanya merupakan edisi­edisi PL yang paling kritis dan sangat diagungkan; sesungguhnya keduanya merupakan manuskrip yang sama, B 19A, di the Saltykov-Shchedrin Stale Public Library dari St. Petersburg, ditulis pada tahun 1008 M. 50

Satu ciri yang menarik dari Leningrad Codex ini, demikian dikenal, adalah sistem penanggalannya. V. Lebedev menyatakan,

Manuskrip ini mulai dengan sebuah tanda penerbit yang besar, yang memberikan tanggal kopi manuskrip, yang disebut dalam lima era yang berlainan: 4770 dari Penciptaan, 1444 dari pengasingan Raja Yehoekin, 1319 dari `Dominion Yunani’ (malkut ha-yamanim), 940 dari kehancuran Rumah Tuhan yang kedua di Yerusalem, dan 399 dari Hijrah (qeren ze’irah). Bulan itu adalah Siwan.51

Gambar 15.1: Contoh halaman dari Leningrad Codex. Halaman folio yang ditunjukkan ini mencakup Kejadian 12: 1 B- 13:7A. Amatilah, tidak terdapat tanda-tanda pemisah antara bab­bab maupun antara ayat-ayat. Dicetak ulang dengan izin dari penerbit.

Keterangan lain yang penting dicatat di sini adalah berasal dari Wiirthwein, bahwa “pembagian ayat-ayat sudah dikenal pada periode Talmud, dengan tradisi-tradisi Palestina dan Babilonia yang berlainan”.52 Dengan tidak adanya bentuk pemisahan apa pun antara ayat-ayat, Kodeks abad ke 11 ini (yang ditulis begitu berabad-abad setelah masa Talmud) menyiratkan ke­sangsian pada pernyataan ini. Bagaimanapun juga, “pembagian (PL) menjadi bab-bab, sebuah sistem yang berasal dari Stephen Langton (1150-1228), adalah diadopsi dalam manuskrip-manuskrip Ibrani dari terjemahan Injil berbahasa Latin pada abad ke empat belas.”53 Lebih dari itu, pembagian-pembagian ayat tidak dibubuhi angka-angka sebagai sub- sub bagian dari bab-bab sampai pada abad ke-16.54

Kodeks Leningrad ini adalah sangat baru sekali…. ; manuskrip Ibrani keseluruhan PL yang tertua yang ada kini, sesungguhnya hanya berasal dari abad ke-10 M.55

Sejumlah manuskrip Ibrani yang secara substansial lebih awal, yang sebagiannya bertarikh dari era pra-Masehi, sebetulnya telah hilang tersembunyi pada masa abad-abad pertama clan kedua M.56 di dalam berbagai gua di padang pasir Yehuda … dekat Laut Mati dan senantiasa di sana selama hampir dua milenium, kemudian ditemukan dalam serangkaian penemuan mulai tahun 1947.57

Temuan-temuan ini meliputi penggalan-penggalan dari hampir semua buku-buku PL, namun untuk naskah PL yang sempurna, para sarjana masih sepenuhnya bergantung pada manuskrip-manuskrip yang bertarikh dari abad ke-10 dan setelahnya.58

< BACK INDEX NEXT >

39. Dictionary of the Bible, him. 954.

40. Herbert Danby (pent.), The Mishnah, Introduction, Oxford University Press, 1991, hlm xvii.

41. Bisa jadi Simeon anak laki-laki Onias, Imam Tinggi ± 280 S.M., atau Simeon II, Imam Tinggi ± 200 S.M.

42. H. Danby (pent.), The Mishnah, hlm 446

43. Ibid., him. 446, catatan kaki no 1

44 Dictionary of the Bible, hlm 382

45 Ibid. hlm 616

46 Ibid. him 954

47. Oxford Companion to the Bible, hlm. 500; cetakan miring dari penulis.
48. Ibid., hlm. 501.

49. Wurthwein, hlm, 10.

50. Ibid., hlm. 10. Sebuah faksimili manuskrip ini baru-baru ini telah diterbitkan The Leningrad Codex: A Facsimile Edition, William B Eerdmans Publishing Company, Grand Rapids, Michigan. 1998
51. V.V Lebedev, “The Oldest Complete Codex of the Hebrew Bible”, The Leningrad Codex: A Facsimile Edition, hlm xxi – xxii  Kodeks ini tidak mengandung satu pun tanggal Kristen, yang berarti bahwa orang-orang Kristen sampai pada masa itu pun – tak mempunyai sistem kalender yang berdasarkan pada Yesus.

52. Wurthwein, hlm. 21.

53. Ibid, hlm. 21.

54. Ibid, hlm. 21.

55. Ibid, hlm. 10-11. Lebih tepatnya seharusnya berasal dari awal abad ke-11  karena Kodeks Leningrad memuat tanggal penyalinan 1008 M. [ Ibid, hlm. 10].

56.. Tarikh-tarikh ini tidak berdasar sama sekali; lihat buku ini hlm. 282-6.
57.  Wurthwein, hlm. 11.

58. Ibid, hlm.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: