MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

Sejarah Yahudi Setelah Berdirinya Kerajaan

Posted by Bustamam Ismail on April 28, 2010

1.Kekuasaan Saul ( ± 1020 – 1000 S.M.)

Karena adanya pemerintahan bangsa Israel yang hierokratik telah terbukti tidak efektif dalam menentang bangsa Palestina, Nabi Samuel membantu mendirikan sebuah pemerintahan monarki. Saul menjadi orang pertama kali yang memanfaatkannya, naik ke kursi singgasana walaupun kemungkinan ada­nya sikap Samuel yang kurang setuju.37

2.Kekuasaan David ( ± 1000 – 962 S.M.)

Meskipun disingkirkan dari pemerintahan Saul, David selalu menunjuk­kan kualitas kepemimpinan yang luar biasa, dan ketika Saul jatuh di Gilboa, dia mengumumkan diri sebagai Raja. 38

Kisah Bathsheba sangat penting diceritakan: David pada suatu ketika mengintip seorang perempuan berparas sempurna sedang mandi di bawah siraman sinar rembulan. Setelah melakukan penyelidikan dia tahu bahwa pe­rempuan tersebut adalah Bathsheba, istri Uriah, seorang pegawai Het yang sedang aktif berkhidmat di barisan perang. David diam-diam mengirim hadiah kepadanya dan menjalin cinta dengannya, yang akhirnya membuahkan kc­hamilan. Untuk menghindari skandal yang sudah dekat di mata ini, David me­manggil pulang Uriah dari pertempuran atas permintaan Bathsheba, agar brr­kumpul dengan istrinya. Akan tetapi, karena Uriah lebih senang menghabiskan masa cutinya dengan kawan-kawannya ketimbang langsung berkumpul dengan istrinya, David merencanakan pembunuhannya di medan perang. Begitu ter – laksana, dia segera mengawininya. Bayi yang dilahirkannya tak selamat, tapi kemudian dia melahirkan bayi yang kedua laki-laki, Salomom, dan dia sangat berperan dalam penentuannya sebagai Raja. 39

3.Kekuasaan Salomon ( ±  962 – 931 S.M.)

Gaya hidup Salomon yang berfoya-foya merupakan suatu perilaku yang berbeda drastis dari gaya hidup ayahnya yang simpel nan sederhana, dan dia, menurut legenda Bibel, tidak puas dengan mengawini gadis-gadisnya pare bangsawan punggawa istana, karena di samping itu dia masih menjejali haram­nya dengan perempuan-perempuan lain. Namun meski begitu, klaim yang dibuat 1 Raja-raja (Kings) 11:3, bahwa dia memiliki 700 orang istri dan 300 orang gundik, barangkali sangat berlebihan.40 Dia membangun sebuah Rumuh Tuhan di Jerusalem di atas skala yang luas,41 dan dipersembahkannya untuk menyembah Yahweh42 yang tunggal. Meski begitu, pada waktu yang sama dia     mendirikan tempat-tempat ibadah pagan untuk istri-istrinya yang penyembah berhala yang banyak jumlahnya; “dia sendiri, lebih dari itu, dilaporkan telah terpengaruh dengan istri-istrinya untuk memberikan beberapa tanda hormat kepada tuhan-tuhan mereka, sementara secara esensi dia masih tetap seorang Yahwis.”43

4. Kerajaan-Kerajaan yang Terpecah

Menyusul wafatnya Salomon, kekuasaannya terpecah menjadi dua. Judah dan Israel.

Ketika kerajaan terpecah… imperium ini berakhir. Masa kebesaran po­litisnya kurang dari satu abad, dan imperiumnya lenyap dan tak mungkin kembali. Bangsa (Yahudi), yang sedang dalam keadaan terpecah-pecah dan bagian-bagiannya sering berperang antara satu sama lain, tidak mudah menjadi kekuatan penting lagi.44

a. Raja-Raja Israel

Di sini saya akan menyinggung beberapa raja Israel secara singkat, untuk memberi gambaran kepada pembaca tentang kondisi anarkis, baik politis maupun keagamaan, yang menguasai negara.

1) Yerobeam I, anak laki-laki Salomon (931 – 910 S.M.)

Dia adalah raja Israel pertama setelah terpecahnya kerajaan. Karena orang-orang tidak senang dengan kebijakan-kebijakan pajak yang diterapkan Salomon, dia berkomplot melawan ayahnya berkat desakan dari pendeta Ahia. Disebabkan karena kutukan mati dari ayahnya sendiri, dia melarikan diri ke Mesir dan mendapatkan suaka politik di sana. Saat wafatnya Salomon, anaknya laki-laki yang lain, Rehobeam, naik takhta, dan dalam hal ini suku-suku sebelah utara memutuskan untuk melepaskan diri dan mendirikan kerajaan Israel yang terpisah, dengan Yerobeam yang lepas dari hidup pengasingan sebagai rajanya yang pertama.45

Menyadari peran sentral agama dalam bangsanya, Yerobeam mengkhawatirkan warga negaranya yang mungkin melakukan perjalanan ke kerajaan Yehuda sebelah selatan untuk berkurban di Yerusalem, di Rumah Tuhan Salomo. Untuk mengikis kekhawatiran ini, dia harus mengalihkan perhatian mereka dari Rumah Tuhan, dan untuk itu dia “menghidupkan kembali altar tradisional di Bethel dekat perbatas­annya sebelah selatan dan Dan di ujung utara, dan mendirikan patung sapi emas di keduanya, sebagaimana yang pernah dilakukan Harun di padang pasir.46

2) Nadab sampai Yehoram (910 – 841 S.M)

Yerobeam diikuti serangkaian raja-raja yang, pada suatu kesempatan, menikmati takhta tapi secara singkat sebelum akhirnya terbunuh. Kedelapan raja-raja pada periode ini mengikuti jalannya Yerobeam, semuanya menunjukkan perilaku yang bergelimang dengan dosa dalam masalah keagamaan dan memalingkan orang-orang dari pemi­kiran satu Tuhan yang benar.47 Ahab (874-853 S.M.) melangkah lebih jauh lagi karena memperkenalkan suku Funisia kepada tuhan Baal sebagai salah satu tuhan*tuhan Israel, untuk memenuhi tuntutan istri­nya.48 Raja terakhir dari periode ini, Yehoram, dibantai bersama-sama dengan seluruh anggota keluarganya dan seluruh nabi-nabi Baal, olch jenderalnya sendiri yang bernama Yehu.49

3) Yehu (841 – 814 S M )

Dengan memimpin.sebuah pemberontakan yang dihasut oleh Nabi Elisya, Yehu mengklaim bahwa Tuhan telah mengangkatnya sebagai raja Israel untuk membersihkan rumah Ahab yang berdosa. Dia mem­bantai seluruh anggota keluarga dari ketiga raja yang sebelumnya yang menyembah Baal, memenggal kepala tujuh puluh orang anak laki-laki Ahab dan menumpuk kepala mereka menjadi dua tumpukan.50 Din kemudian merombak negara menjadi reformasi keagamaan.51

4) Yoahaz sampai Hosea (814 – 724 S.M)

Meskipun telah dilakukan perribaruan-pembaruan oleh Yehu, negan mulai mengalami kemerosotan militer yang mengkhawatirkan, satu catatan kemenangan adalah kemenangan Yoas atas Amazia, yang pada waktu itu adalah raja Yehuda. Yoas (798 – 783 S.M.) menjarah bejana­bejana emas dan perak dari Rumah Tuhan Salomon, bersama-sama dengan harta-benda kerajaan negara itu.52 Selebihnya, periode ini ditandai dengan serangkaian pembunuhan yang sangat sering dan ketertundukan Israel pada kekuatan Asyur.53 Hosea (732 – 724 S.M.), raja Israel yang terakhir, melakukan suatu upaya yang terburu-buru untuk melepaskan diri dari penindasan Asyur; Salmaneser, penguasa baru Asyur bereaksi dengan menyerbu apa yang masih tersisa dari Israel dan menangkap serta memenjarakan Hosea. Ibu kota Samaria menyerah pada tahun 721 S.M., dan dengan pendeportasian penghuni­penghuninya, berakhirlah kerajaan Utara Israel.54

b. Raja-Raja Yehuda

Seperti halnya Israel, negeri ini juga dicekam dengan anarki dan pemujaan kepada berhala. Sedikit perincian dalam bagian ini akan memberikan suatu kerangka yang penting untuk pasal berikutnya dan pembahasannya tentang pemeliharaan PL.

1) Rehobeam, anak laki-laki Raja Salomon, sampai Abiam (931 – 911 S.M)

Raja pertama Yehuda dan pengganti takhta Salomon, Rehobeam, mempunyai delapan belas orang istri, dua puluh delapan orang anak laki-laki dan enam puluh orang anak perempuan. Para sarjana Bibel melukiskan kondisi agama pada masanya sangat buruk sekali,55 dan PL menyatakan bahwa orang-orang itu:  juga membangun (sendiri-sendiri) tempat-tempat yang tinggi dan patung-patung, dan tempat-tempat ritual perzinaan pagan (groves), di atas setiap bukit,56 dan di bawah setiap pepohonan yang rindang. Di sana juga terdapat kaum laki-laki pelaku sodomi dan bertugas sebagai pelacur sesuai dengan perbuatan-perbuatan jijik dan terkutuk yang dilakukan oleh bangsa-bangsa yang telah diusir Tuhan pada waktu orang Israel memasuki negeri itu.57

Anak laki-lakinya, Abiam, yang berkuasa hanya tiga tahun, mengikuti jejaknya. 58

2) Asa sampai Yosafat (911-848 S.M.)

Asa (911-870 S.M.) dipuji-puji dalam Alkitab karena kesalehannya.Dia memberantas praktik-praktik penyembahan berhala dan menghidupkan kembali Rumah Tuhan di Yerusalem sebagai pusat ibadah. Diputuskannya bahwa orang-orang kafir diancam hukuman mati. Bahkan Asa memecat neneknya, Maakha…, dari kedudukannya karena telah membuat patung berhala yang cabul yang dihubungkan dengan pemujaan Asyera, dewi kesuburan Funisia.59

Dia mengirimkan harta-benda Rumah Tuhan kepada Benhadad dari Damsyik, untuk membujuknya agar menyerbu Israel dan dengan begitu menghilangkan tekanan pada Yehuda.60 Anak laki-lakinya, Yosafat (870-848 S.M.), melanjutkan pembaruan-pembaruan Asa dan menghancurkan banyak tempat-tempat keramat di bukit-bukit lokal.61

3) Yehoram sampai Ahas (848 – 716 S.M.)

Periode ini, meliputi kekuasaan delapan raja, menyaksikan kemhali nya kondisi penyembahan berhala dan kebejatan moral. Yehoram (848 – 840 S.M.) membangun tempat-tempat tinggi di gunung-gunung Yehuda dan memaksa para penghuni Yerusalem untuk melakukan zina,62 sementara anak laki-lakinya, Ahazia, memasukkan Baal sebagai salah satu tuhannya kerajaan Yehuda.63 Begitu juga Amarin (796 – 781 S.M.) menjadikan tuhan-tuhan Seir sebagai tuhan-tuhannya sendiri dan bersujud di depan mereka.64 Penggantinya, Uzia, menekankan usaha-usahanya dalam mengembangkan kerajaan,65 namun di tangan Ahas (736 – 716 S.M.) Yehuda mengalami kemunduran de­ngan cepat. Ahas “hanyut dalam pemujaan-pemujaan pagan dan menghidupkan kembali adat-istiadat primitif tentang kurban anak kecil66 begitu jauh sampai dia berkurban anak laki-lakinya sendiri sebagai sarana memohon kemurahan Yahweh.67 Akhirnya, sebagai tanda ketertundukan dia pada kekuasaan Asyur, dia terpaksa meng­ganti penyembahan Yahweh di dalam Rumah Tuhan Salomon dengan tuhan-tuhan Asyur.68

4) Hizkia (716 – 587 S.M.)

Menggantikan ayahnya, Ahas, ketika pada usia 25 tahun, dia membuktikan dirinya menjadi seorang penguasa Yehuda yang paling terkemuka dan melakukan pembaruan-pembaruan berikut ini:

  • Dia menghancurkan ular perunggu buatan Musa, yang selama ini menjadi objek sesembahan di Rumah Tuhan.69
  • Dia membersihkan tempat-tempat suci negara dari praktik-praktik penyembahan berhala dan menghancurkan tempat-tempat yang digunakan untuk ritual perzinaan.70

5) Manasye sampai Amon (687 – 640 S.M)

Manasye (687-640 S.M.) bereaksi melawan pembaruan-pembaruan yang dilakukan ayahnya dengan mengembalikan lagi altar-altar yang telah dihapuskan ayahnya, membangun altar-altar untuk beribadah kepada Baal dan menyembah dan mengabdi bintang-bintang. Anak laki-lakinya, Amon, melanjutkan praktik-praktik ini.71

6) Yosia (640 – 609 S.M): Taurat ditemukan secara menakjubkan

Yosia menggantikan ayahnya pada usia delapan tahun. Pada tahun kedelapan belas pemerintahannya, imam agung Hilkia menunjukkan kepada Safan, seorang sekretaris negara, sebuah “Buku Hukum” yang ia temukan dari galian di Rumah Tuhan sewaktu direnovasi. Buku ini dibacakan di depan Yosia dan ia menjadi risau betapa praktik-praktik keagamaan pada masanya telah sesat, yang akhirnya mengundang sebuah pertemuan umum di Rumah Tuhan dan membacakan seluruh isi Buku kepada seluruh yang hadir sebelum memulai sebuah program pembaruan yang menyeluruh.72

Rumah Tuhan dibersihkan dari semua altar-altar penyembahan ber­hala dan objek-objek pemujaan, terutama yang berasal dari sesem­bahan bangsa Asyur kepada matahari, rembulan dan bintang-bintang…. Praktik kurban anak pun distop ‘bahwa tak sebrang pun boleh mem­bakar anak laki-lakinya atau anak perempuannya sebagai suatu se­sajian buat Dewa Molokh.’ [2 Raja-raja 23:10] Pendeta-pendeta atau imam-imam yang menyembah berhala semua dibunuh, rumah pagan pelacur-pelacur laki-laki dihancurkan, dan tempat-tempat keramat lokal di luar Yerusalem juga diruntuhkan dan dicemarkan dengan membakar tulang -belulang manusia di tempat-tempat tersebut.73

7) Yoahas sampai Zedekia (609 – 597 S.M.)

Selama periode yang kacau ini Yehuda menghadapi tekanan yang terus meningkat, pertama dari bangsa Mesir dan kemudian bangsa Babel. Yang disebut terakhir ini dipimpin oleh Raja Nebukadnesar, yang memboyong seisi rumah tangga kerajaan Yehuda sebagai tawanan kr Babel dan tidak meninggalkan apa pun kecuali tanah yang sangat mengenaskan.74 Zedekia (598-587 S.M.) yang nama aslinya adalah Matania, raja terakhir Yehuda, adalah diangkat oleh Nebukadnerar sebagai raja boneka; setelah sembilan tahun pengabdian dia secaru bodoh melakukan pemberontakan atas bujukan bangsa Mesir, yang akhirnya mengundang suatu serangan dart Babel.75

5.Penghancuran Rumah Tuhan yang Pertama (586 S.M.)&Pengasingan Bibel(586- 538 S.M.)

Setelah melakukan tekanan pengepungan kota Yerusalem hingga me­nyerah pada bulan Agustus 586 S.M., pasukan tentara Babel menghancurkan pagar-pagar kota dan meruntuhkan Rumah Tuhan. Barangkali sebanyak lima puluh ribu rakyat Yehuda, termasuk wanita dan anak-anak, diangkut ke Babel dalam dua deportasi yang dilakukan Nebukadnezar. Ini semua, kecuali beberapa pemimpin politik, ditempat­kan di koloni-koloni, di mana mereka diizinkan memiliki rumah sendiri, mengunjungi satu sama lain secara bebas, dan melakukan bisnis.76

6. Pembangunan Kembali Yerusalem dan Pendirian Rumah Tuhan Kedua (515 S.M.)

Satu generasi setelah Pengasingan, Babel jatuh ke kekuasaan Persia; orang-orang Yahudi diizinkan kembali ke tanah air mereka dan sedikit dari mereka yang menerima tawaran ini. Mereka kemudian mendirikan Rumah Tuhan pada tahun 515 S.M.77 Pada masa Rumah Tuhan kedua inilah Nabi Ezra pertama kali mulai upacara pembacaan Taurat secara publik (± 449 S.M.). la lebih merupakan tokoh agama dari pada tokoh politis, dan -karenanya- telah menjadi pendiri Yudaisme yang legal dan senantiasa sangat berpengaruh dalam pemikiran Yahudi sepanjang abad-abad berikutnya.78

7. Pemerintahan Helenistik (333 – 168 S.M.) dan Pemeberontakan Makkabi (168 – 135 S.M.)

Dengan penaklukan Iskandar Agung yang gemilang atas Palestina pada tahun 331 S.M., bangsa Yahudi segera berasimilasi ke dalam budaya Helenistik. Satu aspek yang aneh dari era asimilasi Helenistik ini adalah suatu fakta bahwa seorang imam tinggi, Onias III, yang dipecat oleh otoritas Seleucid, pergi ke Mesir dan mendirikan sebuah rumah tuhan (temple) pembangkang kepada Yahweh di Leontopolis atas nama Heliopolis, yang berdiri di sana selama seratus tahun.79

Antiok IV, Raja Suria, begitu semangat luar biasa dalam menetapkan adat-istiadat dan agama Yunani di daerah penaklukan ini. Karena loyalitas Yahudi yang mencurigakan, pada tahun 168 S.M. dia memerintahkan pendirian altar untuk memuja Zeus di seluruh negeri, khususnya di dalam Rumah Tuhan di Yerusalem. Meski pun akibat takut tentara Suria telah membuahkan ketaatan yang menyeluruh pada perintah ini, Yudas Makabe, seorang serdadu, me­lakukan pemberontakan dan berhasil mengalahkan jenderal jenderalnya Antiok di pertempuran-pertempuran yang silih berganti dalam rentang waktu dari 165­160 S.M. Dia membersihkan Rumah Tuhan dari pengaruh-pengaruh Suria dan mendirikan sebuah dinasti yang bertahan sampai 63 S.M., meski dia sendiri telah terbunuh pada tahun 160 S.M.80

8. Akhir Dinasti Makabe (63 S.M.), Pemerintahan Roma dan Penghancuran Rumah Tuhan Kedua

Dinasti Makabe berakhir dengan penaklukan Roma atas Yerusalem, dan satu abad kemudian, pada tahun 70 M., serdadu Roma menghancurkan Rumah Tuhan yang kedua. “Penghancuran yang kedua telah membuktikan akhir riwayatnya.”81

Inilah beberapa tanggal yang disusun Neusner sebagai dasar pencapaian Yahudi pada abad-abad menyusul runtuhnya Rumah Tuhan yang kedua.82

9.Tabel tanggal-tanggal

± 80-110 Gamaliel mengepalai sebuah akademi di Yavneh Kanonisasi terakhir Kitab-kitab Suci Ibrani Pengumuman Tata Tertib Sembahyang oleh para rabi
120 Akiba memimpin gerakan rabinis
132-135 Bar Kokhba memimpin perang mesianis melawan Roma Filistin sebelah selatan hancur
± 220 Akademi Babel didirikan di Sura oleh Rabi
± 250 Pakta antara bangsa Yahudi dan Raja Persia, Syapur l:
Bangsa Yahudi harus mengindahkan hukum negara; Bangsa Persia harus mengizinkan bangsa Yahudi untuk memerintuh diri-sendiri, hidup sesuai dengan agama mereka sendiri
± 300 Penutupan Tosefta, kumpulan materi suplemen dalam tafsir dan penjelasan Misynah
± 330 Mazhab Pumbedita yang dipimpin Abbaye, kemudian Raba, meletakkan fondasi Talmud Babel
±400 Talmud dari tanah Israel disempurnakan sebagai komentar sistematik tentang empat dari enam bagian Misynah,khususnya Pertanian, Musim, Perempuan, dan Kerusakan (dibuang: Hal-hal yang Suci dan Penyucian)
±400 Rabi Asi mulai membentuk Talmud Babel, yang baru selesai tahun 600
630-640 Penaklukan Muslim atas Timur Tengah
± 700 Saboraim merampungkan pengeditan terakhir Talmud Babel sebagai sebuah komentar sistematik tentang empat dari enam bagian Misyna (dikecualikan: Pertanian dan Penyucian)

Tabel ini menunjukkan bahwa hilangnya kekuatan politik secara total telah rnemaksa orang-orang Yahudi untuk memulai suatu era aktivitas ke­susastraan, dengan mendirikan berbagai akademi yang mencapai puncaknya pada penghimpunan Misyna, Talmud Yerusalem, dan Talmud Babel. Sebenar­nya yang disebut terakhir ini (Talmud Babel) mendapatkan bentuknya yang final pada masa setelah Islam di Irak (± 700 M.) atau barangkali bahkan sesudahnya lagi (mengingat semua tanggal selain dari penaklukan kaum Muslim adalah perkiraan), dan matang di bawah pengaruh kuat dari fiqih Islam yang sudah mengakar di Irak enam dekade sebelumnya.

10. Kesimpulan

Sejarah-sejarah agama Yahudi tidak mendukung iman pada teks PL, karena kebanyakan para penguasa adalah penyembah berhala yang dengan berbagai macarn cara ingin memalingkan urusan-urusan mereka dari Tuhan. Sayang sekali para leluhur Israel sendiri bukanlah contoh yang baik, melakukan kecurangan dengan sanak keluarga dan famili mereka sendiri. Musa, nabi Israel yang paling besar, harus puas dengan sebuah bangsa yang tak tahu berterima kasih sama sekali kepada Tuhan dan kepadanya: setelah memperlihatkan berbagai mukjizat, berupa wabah, pambelahan air laut, dia hanya meninggalkan selama empat puluh hari saja mereka sudah mendirikan patung anak sapi emas untuk disembah. Perilaku semacam ini mencuatkan keraguan yang serius tentang ketaatan bangsa Yahudi memelihara ajaran-ajaran Musa semasa hidupnya, apalagi pada masa-masa setelahnya. Teks kitab-kitab suci mereka itu sendiri telah hilang lebih dari sekali, dan setiap kalinya berlangsung berabad-abad sementara raja-raja dan punggawanya hanyut dalam pemujaan berhala-berhala. Sekarang mari kita pindahkan perhatian kita, dan mengkaji sejauh mana kitab­kitab suci ini dipelihara.

37. Ibid., hlm. 434.
38 2 Samuels 2:4.39. Who’s Who, i:65-6, 93. Di dalam Islam kisah ini mcrupakan kcbohongan yang tak malu
40. Dictionary of the Bible, him. 435.

41. 1 Kings, pasal 5-8

42. Istilah Tuhan dalam bahasa Ibrani

43. Dictionary of the Bible, hlm 410. Islam menolak tuduhan-tuduhan itu.
44. Ibid. hlim 436

45. Who’s Who. i 205

46. Ibid., i: 206.

47. Ibid., i: 63, 107, 291, dan 394. Lihat juga Josephus, Antiq., Bab 8, pasal 12 No. 5 (313).
48. Dictionary of the Bible, him. 16.

49. Who’s Who, i:192.
50. Ibid., i:194-5.
51. Ibid., i:194-5.
52. Who’s Who, i: 215. Dia juga mengunjungi Nabi Elise yang sudah tua setelah kemenangannya, hal yang membuat orang heran apakah Elise mungkin mengampuni pencurian bejana-bejana emas dan perak dari Rumah Tuhan Salomo.

53. Dictionary of the Bible, hlm. 471; Who’s Who, i: 260, 312, dan 345.
54. Who’s Who, i: 159, dengan mengutip 2 Raja-raja 15: 30.

55. Who’s Who, i: 322-23; Dictionary of the Bible, hlm. 840.

56. “Groves” digunakan sebagai tempat-tempat untuk ritual perzinaan pagan, di mana pesta-pora gila-gilaan massal berlangsung dibawah pohon-2 yang ditanam khusus untuk tujuan itu.  Lihat Elizaabeth Dilling, The Plot Against Christianity, ND. hlm. 14

57. 1 Raja-raja 14: 23-4.

58. Who’s Who, i: 25; Dictionary of the Bible, hlm. 4.

59. Who’s Who, i: 56.

60. Dictionary of thc Bible, hlm. 59-60.

61. Who’s Who, i: 193.

62. KJV (Alkitab versi King James), 2 Fasal 21: 11 (lihat juga 21: 13). Bagaimanapun juga dalam CEV (Alkitab versi Inggris Kontemporer) referensi tentang zina ini dihapus l.ihat buku 11 hlm 326-7.

63. Dictionary of the Bible, hlm 17
64. 2 Tawarikh 25 : 14

65. Who’s Who, i: 377-8; Dictionary of the Bible, hlm. 1021.
66 Who’s Who, i: 44.

67. Dictionary of the Bible, hlm. 16.
68 Ibid., hlm 16.

69. 2 Raja-raja 18: 4,

70. Dictionary of the Bible. hlm. 382; Who’s Who, i:152; 2 Raja-raja 23:14. (Kitab 2 Raja-raja 23 14 mengisahkan penghapusan penyembahan berhala oleh raja Yosia, dan bukan raja Hizkia – Penterjemah)

71. Dictionary of the Bible. hlm 616. Who’s Who 1 50

72. Who’s Who, i: 243.
73. Ibid., i: 243.

74. Who’s Who, i: l88-190 Lihal juga  2 Raja raja 24

75. Who’s Who, i: 388: Dictionary of the Bible hlm 1054-5

76. Dictionary of the Bible. hal 440. Lihat juga Jacob Neusner, The Way of Torah, Wadsworth Publishing Co , California, edisi ke-4, 1988. hlm, xiii.

77. Neusner. The Way of Torah hlm xiii, xxi.

78. Dictionary of the Bible, hlm 441  Lihat juga Nehemia 8

79. Dictionary of the Bible, hlm 442

80. Dictionary of the Bible, hlm. 603-4.
81. Neusner, The Way of Torah, hlm xiii

82. Ibid. hlm. xxi-xxii , Klaim Neusner bahwa kanonisasi terakhtr Kitab-kitab Suci Ibrani terjadi antara 80-110 M sangat tlidak akurat .Lihat buku uu hlm 282-6

8 Responses to “Sejarah Yahudi Setelah Berdirinya Kerajaan”

  1. Pardomuan Sianipar said

    Memang orang Israel itu orang keras kepala dan selalu melawan kehendak Tuhan.Hal itu sudah dapat kita lihat dari moyang mereka Jakob.Saat dia melarikan diri dari rumahnya karena telah menipu kakaknya Esau dan ayahnya Ishak diperjalanan menuju tempat pelariannya yaitu rumah pamannya, ia telah bergelut dengan malaikat sampai 3 kali.Diyakini bahwa wujud berupa malaikat itu adalah Tuhan itu sendiri Pada saat itulah Tuhan memberi nama baru pada Jacob yaitu Israel artinya orang pelawan atau keras kepala.Jadi memang dari sananya mereka memang manusia tegar tengkuk dan itulah pilihan Tuhan dan menjadikan mereka itu jadi Bangsanya.Rencana Tuhan memang cukup besar atau istilah krennya GRAND DESIGN Tuhan sangat tidak masuk dalam akal pikiran manusia dan tentu itu harus disadari.Cara berpikir manusia dengan Tuhan tidak dapat kita bandingkan sejauh tanah dengan langit yang tak terbatas itu begitulah jauhnya cara berpikir ( Logika ) manusia dengan Tuhan.Kalaulah dalam perjalanan sejarah bangsa Israel sering ditemukan penyimpangan-penyimpangan terhadap Tuhan, itu adalah menunjukkan bahwa bangsa Israel juga manusia biasa yang telah dinodai oleh dosa yang diturunkan dari Adam dan Hawa.Mereka juga punya naluri nafsu,naluri pingin tahu,naluri membunuh dan sebagainya.Bukankah itu bersifat Universal?.Walaupun demikian mereka adalah bangsa Tuhan yang tidak dapat dikutuk oleh siapapun,sebab firman Tuhan ada tertulis yang mengatakan bahwa barang siapa yang mengutuk bangsa Tuhan ( Israel ) diapun akan dikutuk oleh Tuhan.Oleh karena itu Tuhan pun telah mengutus anaknya yang Tunggal yaitu Jesus Kristus untuk menyelamatkan dunia ini dari dosa dan JURANG MAUT yang tidak berkesudahan.Tentu bagi setiap orang yang mengaku dan mengimani bahwa hanya melalui Jesus Kristus sajalah ada keselamatan dan hanya melalui dia sajalah segala doa permohonan kita sampai kepada BAPAK DI SORGA.Tuhan Allah yang sangat Mulia dan telah menciptakan alam semesta ini bersama isinya yang punya kewenangan dan hak menghakimi kita manusia.Hanya Tuhan Allah saja dan Anaknya yang Tunggal saja yang berhak untuk mengatakan mana yang salah dan mana yang benar.Dan juga mana yang palsu dan mana yang asli.Kemulian dan Pujian kita untuk Tuhan Allah saja untuk selama-lamanya.Amin!

    • Pardomuan Sianipar, Saya senang dengan komen saudara, tetapi saya ingin bertanya dengan anda tentang konsep Tuhan yang esa, yang dalam teologi kristen ada tritunggal, dalam dua agama samawi lainnya, Islam dan Yahudi tidak mengenal tritunggal, dalam tapi, ketiga agama smit keturunan Ibrahim(Abraham) bahkan dalam Agama Islam konsep syirik itu dikupas oleh firman
      dalam Al-Qur’an, terima kasih, ingin konfirmasi sebab selama ini, saya hanya dari orang bukan beragama Kristen.

  2. Pardomuan Sianipar said

    Terima kasih pak Bus ( maaf ya kalau saya panggil demikian ) atas
    balasan komen saya.Saya juga bukan dari orang beragama Islam.Pak Bus,saya juga tidak punya latar belakang pendidikan Teologia tapi saya sebagai seorang Kristen yang telah mendapat ajaran sesuai agama saya.Tapi bukan berarti saya buta membaca buku tanpa melihat dimensi -dimensi yang saya yakini benar.Mengenai Tritunggal terlebih dahulu kita lihat buku Taurat yang disebut Perjanjian Lama.Kalau kita baca pada waktu penciptaan dunia ini pertama kali disana ada ayat yang berkata bahwa dunia ini KAMI ciptakan jadi jamak.Tuhan tidak menyebut SAYA dalam pengertian Tunggal.Tapi tidak dapat juga disebut bahwa KAMI itu banyak tetap Tunggal.Hal ini juga dijelaskan oleh Jesus Kristus saat NIKODEMUS yaitu imam besar orang Israel itu menemuinya dan bahkan Jesus juga menambahkan pada imam besar itu apabila kamu tidak dilahirkan kembali maka kamu tidak mengenalKU.artinya apabila ia tidak dengan ROH KUDUS yang menguduskannya dan membantunya maka mereka tidak pernah mengenal BAPAK , ANAK dan ROHUL KUDUS.Bukankah ada tertulis yang mengatakan bahwa karena sedemikian besar KASIH ALLAH pada Dunia ini maka DIA mengutus anaknya yang tunggal agar membebaskan kita dari dosa?Itu harus diimani dan diaminkan.Kedatangan Jesus kedunia ini sebetulnya sudah diamanatkan lebih kurang 400 tahun sebelum Allah menggenapi janjinya dan ini ada tertulis dalam buku TAURAT tersebut.Kembali pada pertanyaan pak Bus bahwa orang Israel sendiri tidak mengenal Tritunggal? Boleh-boleh saja karena mereka tidak mengakui Perjanjian Baru tapi kalau pak Bus membaca Alkitab itu seutuhnya tanpa sepotong-sepotong maka pengertian itu tidak akan pernah disangkal.Kembali pada pernyataan pak Bus bahwa kalau agama Islam juga tidak mengenal Tritunggal.Maaf pak saya sangat sedikit mengetahuinya kalaupun saya mengetahuinya adalah sepeti berikut:

    1.Harus diakui bahwa Abraham ( Ibrahim ) juga punya anak selain Ishak yaitu Ismail dari pembantunya orang Mesir itu.Itupun terjadi karena Sarah isteri sah dari Abraham merasa kasihan padanya karena ia telah tua dan berumur dan menganjurkan Abraham mengawini pembantunya itu.Tentu karena Ismail juga keturunan Abraham maka Allah tidak pernah melupakan janjinya bahwa Allah juga memberkati Ismail beserta keturunannja.

    2.Agama Islam muncul setelah lebih kurang 600 tahun setelah adanya agama Kristen

    3.Bahwa nabi Muhammad SAW mempunyai isteri pertama dari yang beragama Kristen

    4.Juga paman Nabi juga adalah dari yang beragama Kristen bahkan dia seorang pendeta.

    5.Bahwa Al-Quran tidak mengatakan tidak mengenal Jesus Kristus yang disebut Isa dan bahwa hari akherat nanti Isa yang menghakimi manusia dan dia sebagai HAKIM AGUNG.Kalau begitu siapakah dia hakim agung tersebut kalau dia bukan Allah itu sendiri?

    Pak Bus itu adalah secuil pengetahuan saya tentang agama Islam.Maafkan saya kalau ada kekeliruan atau ketidak tahuan saya.Semoga kiranya sebagai agama samawi yaitu agama yang diturunkan ke Abraham ( Ibrahim ) beserta keturunannya sama-sama diberkati oleh Tuhan Yang Maha Esa.Bukankah ini juga merupakan termasuk dalam GRAND DESIGN dari Tuhan?

    • terima kasih jawabannya, dilain kali bertemu lagi, saya senang diskusi, soal sependapat atau tidak itu masalah keyakinan dan kecendrongan batin seseorang, itu tidak bisa disamakan, yang penting kita bisa menerima dalam perbedaan, dan selalu mencari kebenaran, saya salut pendapat Imam Al-Ghozali, saya berpegang kepada bintang bila bintang itu menerangi saya, saya lepas bintang sewaktu saya melihat bulan yang lebih terang, dan saya lepas bulan tatkala saya mendapat mata-hari yang lebih terang , Imam Al-Ghozali dinamis dalam berpendapat dan berfikir, terima kasih!!!

  3. MUHAMMAD IQBAL said

    Asalamalaikum wr wb

    untuk Pak Pardomuan Sianipar

    untuk Pak Par (maaf ya kalau saya panggil demikian),…
    orang israel keras kepala atau tidak,..tetap saja mereka sudah berkali-kali merusak dunia luar dan dalam,..mereka mencoba membunuh Joseph (yusuf),..mereka bersekongkol melawan Moses (musa), mereka buat Tuhan bohongan (Samira), mereka membuat ROMA menyalib Yesus,..membuat berbagai Propaganda,..dan masih buanyak lagi,..jadi kurang apa pak Par,..firman Tuhan yang mengatakan bahwa “barang siapa yang mengutuk bangsa Tuhan ( Israel ) diapun akan dikutuk oleh Tuhan” itu mungkin dari kitab anda,…di Al quran kami sudah di ingatkan berkali kali kali bahwa kami harus berhati-hati oleh kelicikan bangsa israel (Zionist) karena sebahagian dari mereka adalah Orang Kafir permanent (tidak dapat menuju kebenaran walau sudah di ingatkan berkali-kali-kali /Al baqoroh) dan mereka akan mengulangi perbuatan mereka seperti “menyesatkan kebenaran” orang2 yang beriman,..membuat tuhan palsu,..membuat kitab palsu,..merevisi sejarah asal usul manusia,..membuat konspirasi pembunuhan besar2an untuk menuduh sebuah agama (911),..mengadu domba umat muslim dan kristen selama ber abad2,..menciptakan KOMUNISME dan LIBERAL (Agar manusia saling berperang),..menciptakan perang salib,..melenyapkan nama2 ilmuan islam dari Kancah dan Perpustakaan Ilmu pengetahuan dunia,..membuat film “Da vinci code” (dan tentu saja bukan kami umat muslim yg marah ),..dan masih buaaaanyak lagi,..jadi kurang apa pak Par,..apakah tuhan akan mengutuk orang2 yg mengutuk “BANGSA TERKUTUK” tersebut? Alkitab mungkin saja menulis begitu,..tetapi kami orang2 muslim akan selalu “mengutuk” orang2 kafir yg membahayakan umat manusia dan merusak muka bumi,..itu perintah Alquran,..kami orang islam sudah sangat2 bertoleransi kepada umat beragama lain selama puluhan abad,..buktinya anda bersama orang2 kristen bisa hidup damai turun temurun di negara muslim terbesar yg kita cintai ini,..selama berabad2 tuhan (ALLAH SWT) memberikan kemenangan pada umat islam sehingga munculnya berbagai kekaisaran bijak ala Islam sepanjang sejarah seperti KEKALIFAHAN UMMAYAH, ABBASIYAH, FATIMID EMPIRE, AL MOORAVID, SALADIN EMPIRE, EMIRATE CORDOBA SPAIN, EMIR OF CICILY, OTTOMAN EMPIRE, MUGHAL EMPIRE dll dan selama itu pula semua umat beragama hidup berdampingan karena “Toleransi Islam” yg sangat teramat langka tersebut,..selama itupula BANGSA ISRAEL TAK BERKUTIK,…tak ada yg menyelamatkan mereka ketika umat muslim MENGUTUK mereka pada saat itu,..
    dari kata2 anda tentang ibu nabi Ismail AS, apakah harus membubuhkan kata “Pembantu” dalam coment anda? kenapa anda tidak tulis “Siti Hajar”,..bukankah itu lebih baik? apakah pembantu profesi yg haram? atau jangan2 anda (orang kristen) memandang seseorang dari kedudukannya?
    Soal HAKIM AGUNG,..benar sekali kami orang muslim sangat2 mengimani kedatangan NABI ISA ALMASIH sebagai penyelamat terakhir,..tetapi kami tetap berpegang teguh pada keyakinan kami,..BAHWA TIADA TUHAN SELAIN ALLAH,..DIA TIDAK BERANAK DAN JUGA DIPERANAKKAN,..DIA ADALAH SATU (ESA) DAN TIADA BENTUK YG MENYERUPAI DIA,..jika anda membaca Alquran anda akan mendapati banyak tulisan YG MENGINGATKAN UMAT MUSLIM, BAHWA NABI IA AL MASIH ADALAH SEORANG NABI,..BUKAN TUHAN,..

    semoga anda tidak salah paham Pak Par,..
    dan semoga orang2 kristen bisa terus hidup Damai BIN Sejahtera di negeri “ISLAM” ini
    Wasalam

  4. Pardomuan Sianipar said

    Pak Iqbal mengenai bangsa Israel itu saya rasa kita punya persepsi yang sama kalau pak Iqbal simak tulisan saya yang pertama disana saya tidak mencantumkan bahwa ALLAH sendiri telah mengganjar mereka pada saat mereka membuat Ilahi lain dan berbagai macam tegar tengkuk mereka’Semua dihukum oleh Tuhan termasuk Raja Daud yang berbuat salah yang menginginkan isteri prajuritnya itu.Mengenai terjemahan La Illah La Illalah……..yang pak Iqbal terjemahkan Tiada Tuhan……..dst.Pak ini saya sekedar mengutip apa yang pernah dikatakan olek Cak Nur atau alm. Prof.DR.Nurcholis Majiid,beliau adalah seorang cendekiawan Muslim mengatakan bahwa ALQURAN yang diterjemahkan dalam bahasa Inggeris dan telah disyahkan oleh Raja Arab Saudi berbunyi THERE IS NOT GOD BUT IT IS THE GOD.Cak Nur sendiri menterjemahkan Tiada Tuhan selain Tuhan itu sendiri.Nah kalau begitu apakah terjemahan itu yang salah atau memang ada yang selama ini yang kurang pas? Yang punya bahasa sendiri telah menterjemahkannya begitu kok kita lain ya

    • Terjemahan lailahaillalloh, kedalam bahasa Inggeris THERE IS NOT GOD BUT IT IS THE GOD, mengandung maksud yang berbeda dengan apa yang dipahami Umat Islam. sebab ilah= tuhan dalam pengertian umum yang berlaku untuk semua yang disembah sedangkan Allah, merupakan ilah yang mendapatkan al pada awalnya yang dalam bahasa Arab menunjukkan yang tertentu yang bermakna Al-Ilah menjadi Allah yang mengandung pengertian Tuhan yang menciptakan alam dan seisinya. Itulah makna yang dimaksud surat Al-Ikhlas. Katakanlah (hai Muhammad) Allah itu esa, Allah itu sumber segala sesuatu, tidak beranak dan tidak dilahirkan sebagai anak, tak ada sesuatu yang serupa dengannya.
      Sebenarnya ini adalah bahasan teologi, maka mungkin tidak bisa disamakan, karena teologi masing mempunyai dasar berpijak yang berbeda.kecuali kita berpijak kepada Filsafat .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: