MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

Berpikir sebagai suatu kajian. Oleh A Fatah Munzali

Posted by Bustamam Ismail on March 19, 2010

1. Essensi Berfikir.

Berpikir adalah memanipulasi data, fakta dan informasi untuk membuat keputusan berperilaku. Jangkauan pikiran dimulai dari lamunan biasa, selanjutnya pemecahan masalah yang kreatif. Aktivitas mental dalam perasaan dan pemahaman bergantung pada perangsangan dari luar dalam proses yang disebut sensasi dan atensi. Proses mental yang lebih tinggi yang disebut berpikir terjadi di dalam otak. Mengingat kembali mengundang pengalaman terdahulu ke alam pikiran dan mulai membentuk rantai asosiasi. Rantai asosiasi tidak merujuk pada apa yang secara nyata kita lihat tetapi sebagai khayalan-khayalan mental.

Asosiasi bebas adalah melompat dari satu pemikiran ke pemikiran lainnya. Asosiasi bebas merupakan pemikiran yang tidak terkendali tergantung daya imajinasi dan eksplorasi pikiran. Asosiasi bebas merupakan salah satu sifat dari melamun atau mengkhayal. Kebanyakan pemikiran manusia tidak terkendali.

2. Pikiran yang terarah merupakan Pikiran yang tertinggi.

Pikiran terarah atau pikiran pemecahan masalah dianggap sebagai jenis pikiran yang paling tinggi. Pemikiran akan terarah apabila kita merencanakan apa tidakan yang akan dilakukan. Pemecahan masalah akan terjadi manakala secara nyata ditemukan hal yang dirasakan mengganggu baik secara fisik maupun mental. Bentuk pemikiran yang paling tinggi berkenaan dengan arti atau makna dan konsep dari sesuatu, sehingga lebih bersifat abstrak dibandingkan hal-hal yang nyata.

Seseorang yang yang praktis berpikir melalui sesuatu yang nampak dari gerakan fisik tertentu yang ditangkap alat dria. Seorang ilmuan melihat hal yang sama akan memandang kejadian atau peristiwa dalam kerangka teori, konsep atau hukum tertentu. Pemecahan masalah terus berkembang dengan membayangkan hubungan baru antara abstrasi-abstraksi (bayangan/ khayalan mental). Suatu hubungan baru ditentukan berdasarkan suatu pemahaman atau pengertian.

Fungsi mental pemahaman, ingatan dan berpikir saling teradin dan berhubungan karena manusia memahami, mengingat dan berpikir dalam waktu yang bersamaan. Kegiatan mental dilakukan oleh sel-sel saraf yang sama dalam didalam otak karena sel-sel otak tertentu sedang bekerja dengan cara tertentu untuk menghasilkan keputusan tertentu. Makin banyak informasi, data, fakta disampaikan sebagai pesan oleh sel-sel saraf, merangsang banyak sel otak pada banyak bagian bekerja sehingga dihasilkan pemikiran yang kompleks tentang sesuatu hal.

3. Kepala Sekolah Sebagai ilmuwan yang praksis dan praktis

Kepala Sekolah hendaknya dapat berperan sebagai ilmuwan yang praksis dan praktisi yang ilmuwan. Dalam arti peka terhadap berbagai stimulasi nyata yang terjadi pada lingkungan, kemudian menganalisasi dan memahami menggunakan tahapan bekerja ilmiah, sehingga berpikir, berperasaan dan bertindak secara terkendali sesuai dengan kapasitas potensi dan teraktulisasikan dalam perilaku yang sehat, berkualitas dan terjaga integritasnya.

Bersambung ……. (7)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: