MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

Archive for March 19th, 2010

PENYEBAB MUNCULNYA RAGAM BACAAN AL-QUR’AN

Posted by Bustamam Ismail on March 19, 2010

Salah satu pintu gerbang masuknya serangan pihak Orientalis terhadap Al-Qur’an adalah membuat kekacauan terhadap naskah teks Al-Qur’an itu sendiri. Menurut perkiraan saya, terdapat lebih dari 250,000 naskah AI-Qur’an dalam bentuk manuskrip, secara lengkap maupun sebagian-sebagian, sejak abad pertama hijrah hingga hari ini. Kesalahan-kesalahan telah diklasifikasikan dalam lingkungan akademik pada dua kelompok disengaja maupun tidak, dan dalam koleksi manuskrip yang banyak ini sudah pasti dalam sekejap mata para penulis boleh melakukan kesalahan yang tidak disengaja. Ilmuwan yang membahas subjek itu tahu dan paham betul bagaimana susahnya kesalahan konsentrasi sesaat dapat membahayakan, sebagaimana dibicarakan secara gamblang dalam beberapa karya tulis berikut ini: (1) Ernst Wurthwein, The Text of the Old Testament, edisi kedua yang telah direvisi dan diperluas, William B. Eerdmans Publishing Company, Grand Rapids, Michigan, 1995; (2) Bart D. Ehrman, The Orthodox Corruption of Scripture, Oxford Univ. Press, 1993; dan (3) Bruce M. Metzger, The Text of the New Testament, Edisi ketiga, Oxford Univ. Press, 1992.

Buku pertama mengupas PL (Perjanjian Lama) dan yang lainnya tentang PB (Perjanjian Baru). Semua karya tulis tersebut mengelompokkan kesalahan dengan memakai istilah seperti transposisi, haplografi, dan dittografi yang kadang-kadang ditujukan pada penulis yang sudah meninggal dunia guna mengalihkan perhatian yang ada dalam pikirannya di mana ia melakukan ke­salahan sejak ribuan tahun yang silam.1 Hanya saja perlakuan seperti itu tidak mungkin dapat diterapkan terhadap Al-Qur’an, di mana terjadinya banyak kesalahan-yang jelas ada akibat keletihan dalam penulisan-dianggap sebagai variasi yang betul-betul terjadi, sebagai bukti yang dianggap dapat merusak kitab suci kaum Muslimin.

Read the rest of this entry »

Posted in sej. teks Al-Qur'an | Leave a Comment »

Berpikir sebagai suatu kajian. Oleh A Fatah Munzali

Posted by Bustamam Ismail on March 19, 2010

1. Essensi Berfikir.

Berpikir adalah memanipulasi data, fakta dan informasi untuk membuat keputusan berperilaku. Jangkauan pikiran dimulai dari lamunan biasa, selanjutnya pemecahan masalah yang kreatif. Aktivitas mental dalam perasaan dan pemahaman bergantung pada perangsangan dari luar dalam proses yang disebut sensasi dan atensi. Proses mental yang lebih tinggi yang disebut berpikir terjadi di dalam otak. Mengingat kembali mengundang pengalaman terdahulu ke alam pikiran dan mulai membentuk rantai asosiasi. Rantai asosiasi tidak merujuk pada apa yang secara nyata kita lihat tetapi sebagai khayalan-khayalan mental.

Asosiasi bebas adalah melompat dari satu pemikiran ke pemikiran lainnya. Asosiasi bebas merupakan pemikiran yang tidak terkendali tergantung daya imajinasi dan eksplorasi pikiran. Asosiasi bebas merupakan salah satu sifat dari melamun atau mengkhayal. Kebanyakan pemikiran manusia tidak terkendali.

2. Pikiran yang terarah merupakan Pikiran yang tertinggi.

Pikiran terarah atau pikiran pemecahan masalah dianggap sebagai jenis pikiran yang paling tinggi. Pemikiran akan terarah apabila kita merencanakan apa tidakan yang akan dilakukan. Pemecahan masalah akan terjadi manakala secara nyata ditemukan hal yang dirasakan mengganggu baik secara fisik maupun mental. Bentuk pemikiran yang paling tinggi berkenaan dengan arti atau makna dan konsep dari sesuatu, sehingga lebih bersifat abstrak dibandingkan hal-hal yang nyata.

Read the rest of this entry »

Posted in Manaj. Pendidikan | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 68 other followers