MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

Meningkatkan Potensi dan ketahanan Mental serta membangun kreatifitas Oleh A Fatah Munzali

Posted by Bustamam Ismail on March 15, 2010

A. Meningkatkan Potensi dan Ketahanan Mental

Setiap manusia dianugrahi potensi yang dibawa sejak lahir dan akan berkembang menjadi prestasi diri manakala manusia berinteraksi dengan lingkungan. Pendidikan dalam hal ini sekolah harus menjadi lingkungan perkembangan yang kondusif untuk berkembang dan teraktualisasikannya potensi yang dimiliki. Mengetahui dan memahami potensi diri merupakan modal dasar untuk mengembangkan dan memanfaatkan potensi yang dimiliki untuk menjalani kehidupan yang lebih efektif, adaptif dan produktif. Implikasinya kreativitas adalah mengembangkan dan memanfaatkan potensi yang dimiliki secara kompleks untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dan tantangan yang dihadapi serta memiliki kepekaan terhadap peluang dan memanfaatkannya untuk kebermaknaan kehidupan secara optimal.
Seseorang yang secara kreatif mengembangkan dan meningkatkan potensi yang dimiliki memiliki ketahanan mental yang lebih kuat, karena mampu melihat masalah secara lebih jernih dengan mempertimbangkan berbagai sudut pandang, menjadikan masalah sebagai tantangan untuk mencapai kesuksesan, serta mampu memikirkan dan memilih solusi  yang paling mungkin dilakukan secara tepat.


B. Proses Kreatif

Proses kreatif dapat digambarkan dalam empat tingkatan, yaitu :

  1. Tingkat persiapan, usaha dibuat untuk memahami dan mengerti tentang kebutuhan personal. Individu memberikan perhatian secara mendetail terhadap objek sehingga dipahami secara utuh dalam berbagai dimensi sudut pandang. Sudut pandang paling tidak meliputi kondisi fisik objek, kegunaan atau manfaat, serta suasana atau situasi yang terbentuk karena keberadaan objek. Kebutuhan individu akan terkait dengan ketiga sudut pandang secara parsial, kombinasi maupun sebagai keutuhan. Contoh pada saat melihat kursi siswa, individu akan memberikan perhatian dari sisi fisik apakah bentuknya cukup mewakili sebuah kursi atau tempat untuk duduk dan apakah tidak ada bagian yang membahayakan. Dari sudut pandang kegunaan atau manfaat apakah kursi cukup kuat untuk diduduki atau menahan berat badan siswa. Dari sudut pandang suasana atau situasi yang tercipta apakah posisi kursi tidak menghalangi siswa atau guru berjalan, mendukung suasana kelas yang menyamankan dan apakah cukup pantas untuk menempati bagian dari ruangan.
  2. Tingkat inkubasi (pengeraman), yaitu upaya untuk mengembangkan ide dari perhatian yang diberikan untuk menjawab persoalan yang dihadapi individu. Contoh : pada saat sekolah memiliki ruangan  dengan ukuran tertentu yang harus menampung sejumlah siswa untuk duduk dan menulis, maka bentuk dan ukuran kursi seperti apa yang harus dibuat atau dibeli sehingga memenuhi tujuan yang diharapkan.
  3. Tingkat wawasan, yang membawa individu pada pengertian baru. Artinya terbuka kemungkinan terjadi perubahan bentuk, ukuran dan fungsi dari suatu objek untuk memenuhi beberapa tujuan yang diharapkan. Contoh : ruangan yang ada tidak memungkinkan diisi dengan meja dan kursi karena akan membuat siswa tidak leluasa bergerak. Yang dibutuhkan adalah kursi yang juga berfungsi sebagai meja dan tempat menyimpan barang/ tas, cukup ringan untuk dipindahkan dan dirapihkan dengan cara melipat kursi, mampu menahan beban sebarat 30 – 50 kg dan tinggi 120 – 160 cm, serta cukup memberi ruangan untuk bergerak keluar dan duduk.
  4. Tingkat pengesahan/penemuan, yang menyadarkan individu tentang ide kreatif pengesahan atau tingkat implementasi. Upaya mewujudkan ide dalam bentuk nyata. Contoh : untuk memperoleh kursi sesuai kebutuhan pada tingkat wawasan awalnya perlu dibuatkan gambar, mempertimbangkan bahan, mengerjakan, menata dalam ruangan dan memanfaatkan benda baru

C. Ciri-ciri Orang Kreatif Seseorang yang kreatif memiliki karakteristik sebagai berikut

  1. Cenderung melihat suatu persoalan sebagai tantangan untuk menunjukkan kemampuan diri.
  2. Cenderung memikirkan alternatif solusi/tindakan yang tidak dilakukan oleh orang-orang pada umumnya atau bukan sesuatu yang sudah biasa dilakukan.
  3. Tidak takut untuk mencoba hal-hal baru.
  4. Mau belajar mempergunakan cara, teknik dan peralatan baru.
  5. idak takut dicemoohkan oleh orang lain karena berbeda dari kebiasaan
  6. Tidak malu bertanya berbagai informasi tentang sesuatu hal yang dianggap menarik.
  7. Tidak cepat puas terhadap hasil yang diperoleh.
  8. Toleran terhadap kegagalan dan frustasi.
  9. Memikirkan apa yang mungkin dapat dilakukan atau dikerjakan dari suatu kondisi, keadaan atau benda.
  10. Melakukan berbagai cara yang mungkin dilakukan dengan tetap berdasar pada integritas,  kejujuran, menjujung sistem nilai,  dan bertujuan positif.
  11. Tindakan yang dilakukan efektif, efisien, dan produktif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: