MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

Pentashhihan dan Pendistribusian Mushaf ‘Uthmani dimasa KHalifah Usman Bin Affan.

Posted by Bustamam Ismail on January 29, 2010

1.Naskah Terakhir Dibacakan di Depan Para Sahabat

Naskah penentuan ini, ketika diverifikasi dan dicek dengan Suhuf yang dari Hafsa, lalu, “dibacakan kepada sahabat di depan ‘Uthman.”29 Dengan selesainya pembacaan itu, dia mengirimkan duplikat naskah Mushaf untuk disebar luaskan ke seluruh wilayah negara Islam. Perintah ‘Uthman yang umum kepada orang­orang “Tulislah Mushaf” terkesan bahwa dia menghendaki para sahabat mem’buat duplikat naskah Mushaf untuk kegunaan mereka masing-masing.

2. Jumlah Naskah Mushaf yang Telah disahkan

Berapakah banyak Naskah yang telah dibagi-bagikan oleh ‘Uthman? Menurut beberapa laporan, ada empat: Kufah, Basra, dan Suriah, yang satu lagi disimpan di Madinah; Riwayat lain menambahkan Mekah, Yaman dan Bahrain. Ad-Dani lebih cenderung menerima laporan (riwayat) pertama.30 Profesor Shauqi Daif percaya bahwa delapan naskah telah dibuat, karena ‘Uthman mengambil satu untuk din sendiri.31 Untuk menguatkan pendapat ini, kita tahu bahwa Khalid bin Ilyas telah membuat perbandingan antara Mushaf yang disimpan ‘Uthman dan yang disediakan untuk Madinah,32 oleh karena itu, delapan tempat untuk naskah mushaf kelihatannya lebih masuk akal. AI­Ya’qubi, seorang sejarawan Syi’ah, berkata bahwa ‘Uthman mengirim Mushaf ke Kufah, Basra, Madinah, Mekah, Mesir, Suriah, Bahrain, Yaman, dan al­Jazirah, kesemuanya itu adalah sembilan.33 Ini sebagai bukti bahwa selama proses penyiapan naskah Mushaf ini, beberapa orang menulis beberapa naskah lagi untuk kegunaan mereka masing-masing. Studi tentang salah satu naskah yang tidak resmi akan dipaparkan pada halaman 100-2 (tlg. sesuaikan)

3. ‘Uthman Membakar Seluruh Manuskrip yang Lain

Dengan selesainya tugas ini, tinta di atas naskah terakhir telah kering, dan duplikat naskah pun telah dikirimkan, maka tidak dirasa perlu lagi adanya fragmentasi tulisan Al-Qur’an bergulir di tangan orang-orang. Oleh karena itu, semua pecahan tulisan (fragmentasl) Al-Qur’an telah dibakar. Mus’ab bin Sa’d menyatakan bahwa masyarakat dapat menerima keputusan ‘Uthman; setidak­nya tak terdengar kata-kata keberatan.34 Riwayat lain mengukuhkan kesepakatan ini, termasuk Ali bin Abi Talib berkata,

Demi Allah, dia tidak melakukan apa-apa dengan pecahan-pecahan (Mushaf) kecuali dengan persetujuan kami semua (tidak ada seorang pun di antara kami yang membantah).

4.’Uthman Mengirim Pembaca Al-Qur’an dilengkapi Dengan Mushaf

Tiada naskah yang dikirim tanpa seorang qari’ ( : Pembaca). Ini termasuk Zaid bin Thabit ke Madinah, ‘Abdullah bin as-Sa’ib ke Makkah, al­ Mughirah bin Shihab ke Suriah, ‘Amir bin ‘Abd Qais ke Basra dan Abu ‘Abdur-Rahman as-Sulami ke Kufah. ‘Abdul-Fattah al-Qadi berkata:

“Setiap ilmuwan (‘ulama’) ini membacakan kepada masyarakat kota masing-masing menurut tata cara seperti apa yang mereka pelajari secara autentik, bermacam-macam riwayat sampai ke Nabi Muhammad , sehingga riwayat-riwayat yang ada satu dengan lainnya sama dan sesuai dengan kerangka konsonan Mushaf. Cara bacaan yang sampai hanya melalui satu jalur (atau mencakup ayat-ayat yang telah dimansukh sewaktu Nabi Muhammad   masih hidup) kesemuanya dihilangkan atau dikesampingkan. Pengiriman para pembaca dilengkapi dengan Mushaf berarti membatasi kemungkinan-kemungkinan bahwa yang sesuai dengan skrip konsonan (yang diakui) hanya terbatas pada hal-hal yang telah dinyatakan autentik dan mendapat pengukuhan atau pengakuan … Pengiriman seorang ulama dengan sebuah Mushaf oleh karenanya, menerangkan bahwa bacaan yang betul adalah berdasarkan sistem belajar secara langsung dengan guru yang jalur transmisinya sampai ke Nabi Muhammad , tidak hanya tergantung kepada skrip atau ejaan yang umum dipakai.”37

Naskah Mushaf `Uthmani yang terdahulu hanya terdapat huruf-huruf konsonan (karakter), tidak ada huruf vokal (baris) dan titik,38 seperti digambarkan pada gambar 7.1 diambil dari salah satu Mushaf yang ditulis dalam skrip Hejazi.39

Naskah ini bisa dibaca salah dalam berbagai macam cara.40 Di dalam melakukan pengumpulan yang kedua, tujuan pertama ‘Uthman adalah ingin menutup semua celah-celah perbedaan dalam bacaan Al-Qur’an; hanya dengan mengirim Mushaf atau mengirimkannya sekalian dengan seorang pembaca akan memberikan kebebasan juga untuk menggunakan satu cara bacaan, yang akhirnya bertentangan dengan penyatuan yang dikehendaki oleh ‘Uthman di dalam masyarakat. Oleh karena itu, adanya kesatuan secara total yang ada pada teks AI-Qur’an di seluruh dunia selama empat belas abad, di pelbagai negara dengan warna-warni sekte yang ada, merupakan bukti keberhasilan ‘Uthman yang tak mungkin tersaingi oleh siapa pun dalam menyatukan umat Islam pada satu teks.
Contoh Mushaf terdahulu yang ditulis dalam skrip Hejazi. Perlu dicatat tidak ada kerangka titik. Kehormatan Museum Arsip Negara Yaman.

5. Perintah ‘Uthman dengan Mushaf yang Dikirimkan

1). ‘Uthman memerintahkan agar semua Mushaf milik pribadi yang berbeda dengan Mushaf miliknya harus dibakar, jika gagal dalam menghapuskan Mushaf-Mushaf ini maka akan dapat memicu munculnya perselisihan kembali. Anas bin Malik melaporkan,

Mengirimkan setiap pasukan tentara Muslim dengan satu Mushaf, lalu ‘Uthman menginstruksikan mereka agar membakar semua naskah Mushaf yang berbeda dengan Mushafnya (‘Uthmani).

Pernyataan Anas hanya merupakan satu skenario dari sekian banyak yang lain. Menurut riwayat lain, `Uthman memerintahkan untuk membakar atau merobek-robek semua naskah yang terdahulu.42 Dalam riwayat lain, dengan menghapus tintanya. Abu Qilaba menyatakan, “‘Uthman menulis surat ke setiap pusat (center), ‘Saya… telah menghapus apa yang saya miliki (naskah), sekarang hapuslah kepunyaan kalian’.”43 Suatu ketika, satu delegasi dari Irak pergi menuju Madinah dan mengunjungi anak Ubayy, untuk memberitahukan bahwa mereka berjalan dengan susah payah hanya untuk melihat Mushaf Ubayy. Dia menjawab bahwa ‘Uthman sudah mengambilnya. Dia pikir mungkin dia enggan menjawab, lalu mereka bertanya lagi dan temyata dia mengulangi jawaban yang sama.44

Ibn Hajar berkata walaupun sebagian besar laporan menggunakan kata at-tahriq (: bakar), semua kemungkinan harus dipertimbangkan. Nasib setiap pecahan tulisan naskah tergantung kepada tiap individu yang memiliki: apakah hendak di hapus, dibakar, atau dirobek-robek.45 Saya percaya ada kemungkinan lain. Beberapa orang mungkin memilih untuk membandingkan Mushaf pribadi mereka dengan Mushaf ‘Uthmani dan, saat terlihat adanya perbedaan, mereka mengubahnya. Pemyataan ‘Abdul-A’la bin Hakam al-Kitabi memberi ciri-ciri seperti berikut ini,

Ketika masuk ke rumah Abu Musa al-Ash’ari, saya menjumpai dia ditemani oleh Hudaifa bin al-Yamn sedang ‘Abdullah bin Mas’ud di atas lantai… Mereka berkumpul mengelilingi Mushaf yang dikirim oleh ‘Uthman, dengan membawa Mushaf mereka masing-masing secara teratur untuk membetulkannya berdasarkan kepada Mushaf `Uthmani. Abu Musa berkata kepada mereka, ‘Apa saja yang kamu dapat dalam Mushaf saya dan terdapat pada Mushaf `Uthmani (tambahan), maka jangan dibuang, dan jika anda jumpai ada yang tertinggal dari Mushaf saya, maka tuliskanlah.”46

2). Perintah kedua `Uthman adalah agar tidak membaca sesuatu yang bertentangan dengan skrip Mushaf ‘Uthmani. Kesepakatan sebagian besar (unanimous) untuk mengubah semua naskah telah melahirkan skrip dan ejaan Mushaf ‘Uthmani sebagai standard baru; dan sejak saat itu setiap Muslim yang belajar Al-Qur’an harus sesuai dengan teks Mushaf ‘Uthmani. Apabila ada orang yang belajar bertentangan dengan Mushaf ‘Uthmani, maka dia tidak boleh membaca atau mengajarkannya dengan cara yang berbeda.47 Jadi apa yang dia bisa lakukan? Solusi yang paling mudah, dia menghadiri group pembaca yang resmi, untuk mempelajari AI-Qur’an berdasarkan kepada kondisi yang telah disediakan dan mendapatkan hak keistimewaan untuk mengajar dan membaca. Kesuksesan ‘Uthman yang tidak ada bandingannya dalam masalah ini adalah bukti positif bahwa upaya yang dilakukan telah memperharum suara masyarakat.

29. Ibn Kathir, Fada’il, vii: 450.30. Ad-Dani, al-Muqni, hlm. 9; lihat juga Ibn Kathir (yang cenderung tujuh), Fada’il, vii: 445.
31. Shauqi Daif, Kitab as-Sab’a of lbn Mujahid, pendahuluan, hlm. 7.

32. Lihal hIm.110-112.

33. Al-Ya’qubi, Tarikh, ii: 170

34. Abu ‘Ubaid, Fada’il, hlm. 284; ad-Dani, al-Muqni’, hlm. 18.
35. Ibn Abi Dawud, al-Masahif, hlm. 22; lihat juga hlm. 12, 23 .

36. ‘Abdul-fattah al-Qadi, “al-Qira’at fi Na ar al-Mustashriqin wa al-Mulhidin’, Majallat al­Azhar, vo1.43/2, 1391 (1971). hlm. 175.

37. Salinan dalam bahasa Inggris (Indonesia) bukan kata demi kata, tetapi hanya dimaksudkan untuk menyampaikan poin-poin tentang riwayat.

38. Untuk gambaran yang Iebih detail tentang titik, lihat hlm. 150-156.

39. Beberapa Mushaf ‘Uthmani yang resmi pertama kali ditulis dalam skrip Hejazi dalam jumlah yang banyak. Banyak sekali sifat-sifat Mushaf ‘Uthmani di seluruh dunia (lihat hlm 315-8..). Dan sangat tidak mungkin untuk menkonfirmasikan atau menolak klaim Mushaf ‘Uthmani, sedangkan salinan itu sendiri tidak menyatakan apa-apa tentang hal ini, sifat-sifat seperti itu mungkin merefleksikan bahwa sebenarnya salinan itu disalin dari salah satu Mushaf yang dikirim oleh ‘Uthman.
40. Salah satu tuduhan adalah Mushaf ‘Uthmani yang tidak ada titik menyebabkan timbulnya perbedaan-perbedaan dalam bacaan Al-Qur’an. Lihat bab II untuk kajian lebih lengkap dalam masalah ini.

41. Ibn Abi Dawud, al-Masahif, hlm. 19-20; lihat juga al-Bukhsri, Sahih, Bib Jam’i Al-Qur’an, hadith no. 4987; Ibn Kathir, Fada’il, vii: 442.

42. Ibn Hajar, Fathul Bari, ix: 20.
43. Ibid, ix: 21

44. Ibn Abi Dawud, al-Masahif, hlm. 25.
45. Ibn Hajar, Fathul Bari, ix: 21.

46. Ibn Abi Dawud, al-Masahif, hlm. 35

47. Konsep ini akan lebih dijelaskan di dalam diskusi selanjutnya (bab 12)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: