MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

TEKNIK PENGORGANISASIAN (ORGANIZING) Oleh A.Fatah Munzali

Posted by Bustamam Ismail on January 10, 2010

Organisasi sebenamya merupakan suatu unit yang terkoordinasi terbentuk dari sedikitnya 2 (dua) orang anggota untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu (Gibson, Ivancevich, Donnelly, and Konopaske, 2006). Tanpa adanya ikatan demikian tak mungkin suatu organisasi muncul. Untuk itu, paling tidak setiap kelompok manusia yang akan mengorganisir sesuatu harus lebih dulu menetapkan sasaran atau tujuan, mengelompokan kegiatan atau tugas-tugas pokok, dan menetapkan pola hubungan kerja antara anggota yang terlibat dalam suatu organisasi.

Prinsip ini berlaku baik di lapangan pemerintah maupun swasta, dunia bisnis, politik, layanan kemasyarakatan, dan bagi lembaga-lembaga pendidikan. Sesuai dengan Undang-Undang R.I. nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 35, sekolah sebagai lembaga pendidikan harus memenuhi standard nasional pendidikan yang mencakup antara lain aspek manajemen, termasuk di dalamnya masalah organisasi sekolah.
Secara spesifik dalam Peraturan Pemerintah R.I. Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 50 ayat (3) ditetapkan tentang struktur organisasi sekolah, misalnya pada satuan pendidikan setingkat SMA/MA/SMALB, SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat secara struktural satuan pendidikan tersebut dipimpin oleh kepala satuan pendidikan dalam melaksanakan tugasnya dibantu minimal oleh tiga wakil kepala satuan pendidikan yang masing-masing secara berturut-turut, membidangi akademik, sarana, dan prasarana, serta kesiswaan.
Hal terakhir ini akan menjadi landasan pokok pengorganisasian sekolah di Indonesia.

A. Pengorganisasian sebagai proses.
Pengorganisasian sebagai proses menunjuk pada rangkaian kegiatan yang menghidupkan suatu struktur organisasi tertentu (Gibson, Ivancevich, Donnelly, and Konopaske, 2006 : Champoux, J.E. 2003.), dan diterapkan dengan mempertimbangkan 4 (empat) faktor yakni: pertama, struktur organisasi harus merefleksikan tujuan-tujuan dan rancangan sebab aktivitas-aktivitas organisasi justru bersumber dari kedua aspek ini. Kedua, struktur itu hendaknya memberikan gambaran garis kekuasaan para manajer organisasi, dan hal ini bergantung pada tipe dan jenis organisasi. Ketiga, seperti halnya perencanaan, struktur organisasi harus merefleksikan lingkungannya baik yang menyangkut ekonomi, tek¬nologi, politik, sosial, maupun etik sehingga tidak akan bertentangan dengan ke semua faktor ini. Struktur organisasi harus dapat membantu kelompok/individu mencapai tujuan secara efisien di dalam situasi mendatang yang berubah-ubah. Tentu saja ia tidak boleh statis dan mekanis. Keempat, organisasi harus diisi dengan tenaga manusia. Penge¬lompokkan kegiatan dan pembagian kekuasaan yang terlihat pada struktur organisasi disesuaikan dengan kebiasaan dan batas kemampuan sese¬orang. Hal ini bukan berarti struktur organisasi itu dirancang untuk memenuhi perbedaan individual setiap personel, melainkan difokuskan pada tujuan-tujuan dan aktivitas organisasional. Suatu pertimbangan penting dalam merancang sebuah organisasi adalah jenis orang-orang yang akan dipekerjakan. Sebagaimana para insinyur mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan jenis material yang akan dipergunakan dalam proyek-proyek mereka, begitu pula para organi¬sator mempertimbangkan bahan-bahan mereka yakni orang-orang.
Setelah memperhatikan sejumlah prinsip proses pengorganisa¬sian itu, baru penyelenggara organisasi itu memulai kegiatannya secara sistematis, yaitu:
1. Mengidentifikasi dan mengelompokan sejumlah aktivitas yang diinginkan.
2. Mengelompokan aktivitas menurut sumber dan situasi yang ada.
3. Mendelegasikan kekuasaan pada anggota tertentu.
4. Mengadakan koordinasi kekuasaan (wewenang) dan hubungan informasi.
Proses demikian mengisyaratkan bahwa tahap-tahap pengorganisasian dimulai atas dasar tujuan-tujuan yang telah ditetapkan pada langkah perencanaan

One Response to “TEKNIK PENGORGANISASIAN (ORGANIZING) Oleh A.Fatah Munzali”

  1. b.mudin kita said

    Defenisi Pengorganisasian Menurut Para Ahli
    oleh: LAODESYAMRI
    Pengarang : LA ODE SYAMRI

    * Summary rating: 5 stars (55 Tinjauan)
    * Kunjungan : 460
    * kata:600
    *

    More About : pengorganisasian (organizing)

    James D. Mooney mengatakan “Organisasi yaitu bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersana, “ sedang Chester I. Bernard memberikan pengertian organisasi yaitu suatu system aktivitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
    Pengertian Pengorganisasian dan Organisasi
    Fungsi pengorganisasian berkaitan erat dengan fungsi perencanaan.karna
    pengorganisasian pun harus di rencanakan.
    Organizing berasal dari kata organize yang berarti menciptakan struktur dengan bagian–bagian yang di integrasikan sedemikian rupa,sehingga hubungannya satu sama lain terikat oleh hubungan terhadap keseluruhannya.Organisasi diartikan menggambarkan pola pola,skema,baganyang menunjukkan garis–garis perintah, kedudukan karyawan, hubungan–hubungan yang ada, dan lain sebagainya.
    Organisasi hanya merupakan alat dan wadah tempat manajer melakukan kegiatan-
    kegiatannya untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
    Hasil dari pengorganisasian adalah organisasi.Pengorganisasian diproses oleh
    organisator(manajer),hasilnya organisasi yang sifatnya statis.Jika pengorganisasian baik maka organisasi pun akan baik dan tujuan pun relative mudah dicapai.
    Beberapa pengertian pengorganisasian dan organisasi:
    1. Drs. H. Malayu S. P. Hasibuan
    Pengorganisasian adalah suatu proses penentuan,pengelompokan, dan pengaturan
    bermacam-macam aktifitas yang diperlukan untuk mencapai tujuan, menempatkan orang-
    orang pada setiap aktifitas ini, menyediakan alat-alat yang diperlukan, menetapkan
    wewenang yang secara relatif didelegasikan kepada setiap individu yang akan melakukan
    aktifitas-aktifitas tersebut.
    2. Drs. M. Manullang
    Organisasi dalam arti dinamis (pengorganisasian) adalah suatu proses penetapan
    dan pembagian pekerjaan yang akan di lakukan. Pembatasan tugas – tugas atau tanggung
    jawab serta wewenang dan penetapan hubungan-hubungan antara unsur-unsur organisasi,
    sehingga memungkinkan orang-orang dapat bekerja bersama-sama seefektif mungkin
    untuk pencapaian tujuan. Secara singkat organisasi adalah suatu kegiatan diferensiasi
    tugas-tugas.

    3. Drs. Soekarno K.
    Organisasi sebagai fungsi manajemen (organisasi dalam pengertian dinamis)
    adalah organisasi yang memberikan kemungkinan bagi manajemen dapat bergerak dalam
    batas-batas tertentu. Organisasi dalam arti dinamis berarti organisasi itu mengadakan
    pembagian kerja.
    Kesimpulan definisi di atas adalah bahwa pengorganisasian (organizing) adalh funsi
    manajemen, sifatnya dinamis dan merupakan proses untuk memeperoleh organisasi
    (organization) yang menjadi alat dan wadah manajer melakukan aktifitas-aktifitasnya
    dalam mencapai tujuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: