MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

Dialog Akbar: Tentang Refleksi 100 tahun Muhammadiyah dan Tahun baru Islam 1431 dengan tema” membumikan spirit Hijrah menuju masyarakat madani”

Posted by Bustamam Ismail on January 3, 2010

Dialog Akbar: Tentang Refleksi 100 tahun Muhammadiyah dan Tahun baru Islam 1431 dengan tema” membumikan spirit Hijrah menuju masyarakat madani”

Nara Sumber  : Prof. DR. Zainun Kamal,MA & DR H Abdul  Mukti M.ed

Pergerakan Muhammadiyah dan Majlis Tablig

Bapak Zainun tidak sepakat  muhammadiyah sebagai suatu gerakan,karena gerakan selalu berkonotasi kekerasan

Bapak DR Mu’thi M ed, tetap bertahan bahwa Muhammadiyah adalah suatu gerakan kalau tidak ada gerakan itu bukan Muhammadiyah, dan diakui bahwa diakhir-akhir ini Muhammadiyah menjalani pergerakan yang lamban.

Masyarakat Madani ( adalah masyarakat Madinah) Makna Madinah= kota atau( polis yunani)

Masyarakat Madinah adalah masyarakat tamaddun=yang memiliki peradaban,

Biadab memecahkan masalah dengan kekerasan bukan solusi musyawarah dan kompromi

Prinsip Masyarakat Madani

1. Prinsip kemaslahatan bersama, undang-undang untuk bersama, yng dimaksudi disini adalah aturan kemasyarakatan, bukan aturan yang bersipat akidah dan syari’at.

2.Nabi Muhammad saw membangun peradaban dengan ajaran yang sangat terbuka , yang sangat egaliter.

peradaban adalah puncak positif dari suatu kebudayaan.

Muhammadiyah membangun sekolah dan rumah sakit  jadi  membangun kecerdasan dan yang bersifat social. Tidak berpolitik.

Baoak DR. Zainun Kamal MA. Mengatakan bahwa Nabi gagal membangun politik?

H. Bustamam Ismail bertanya  tentang peranan Muhammadiyah menanggulangi ekonomi global?

Bapak DR H Abdul  Mukti M.ed  Muhammadiyah nelum banyak berkiprah tentang ini  Muhammadiyah lebih banyak  menangani masalah da’wah dan social. Untuk ekonomi makro  kita kekurangan modal .

Untuk direnungkan

Sebenarnya  Qurban, zakat, infaq, sadaqoh itu adalah suatu pembelajaran untuk pengelolaan fungsi social dan ekonomi.

Potensi zakat sangat dominan, potensi besar bagi umat bila dikelola dengan baik untuk kemaslahatan umat , zakat mulai 20% s/d 2,5 %, pemanfaatan bukan lagi untuk memberikan orang yang minta-minta tetapi untuk membangun  pabrik, membangun perbankan syari’ah, membangun ekonomi makro,  dan sebagainya. Mengapa tidak dikaji ulang? Dimana cedekiawan yang jujur dan yang punya kompetensi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: