MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

Kajian Rukun Islam

Posted by Bustamam Ismail on January 2, 2010

Islam didirikan atas lima dasar, sebagaimana yang tersebut dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar , Rasulullah  bersabda :

“Islam didirikan atas lima dasar; yakni : (1) Bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah, dan Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul-Nya, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) puasa Ramadhan, dan (5) ibadah haji.” (HR. Bukhari Muslim).

1. Kesaksian tiada Ilah(Tuhan) yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah hamba serta

Rasul-Nya merupakan keyakinan yang kokoh, yang diungkapkan dengan lisan. Dengan kekokohannya itu, seakan-akan dapat menyaksikan-Nya. Syahadat (kesaksian) merupakan satu rukun, padahal yang disaksikan itu ada dua hal, ini dikarenakan Rasul  adalah muballigh (penyampai)sesuatu dari Allah . Jadi, kesaksian bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah merupakan kesempurnaan kesaksian: “Tiada tuhan (yang berhak diibadahi) selain Allah”.

Atau, karena kesaksian (syahadat) itu merupakan dasar sah dan diterimanya semua amal. Amal tidak sah dan tidak akan diterima bila dilakukan tanpa keikhlasan karena Allah  dan tanpa mengikuti manhaj Rasul-Nya . Jadi syahadat bahwa “Tiada tuhan (yang berhak diibadahi) selain Allah” haruslah diwujudkan dengan keikhlasan beribadah kepada-Nya, dan syahadat “bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah ” diwujudkan dengan mengikuti tuntunan beliau dalam beribadah kepada Allah. Diantara hikmah syahadat (kesaksian) yang terbesar ialah membebaskan hati dan jiwa dari penghambaan terhadap makhluk, dan membebaskannya dari mengikuti selain para Rasul-Nya.

2. Mendirikan shalat maknanya: menyembah Allah dengan mengerjakan shalat secara istiqamah

serta sempurna, baik waktu maupun caranya. Diantara hikmah shalat adalah merasakan kelapangan dada, ketenangan hati, dan menjauhkan diri dari perbuatan keji dan mungkar.

3. Membayar zakat maknanya: menyembah Allah dengan mengeluarkan kadar (ukuran) yang

wajib dari harta-harta yang harus dizakati.

Diantara hikmah mengeluarkan zakat adalah membersihkan jiwa dan moral yang tercela yakni

kekikiran, serta dapat mencukupi kebutuhan kaum muslimin yang dhu`afa.

4. Puasa Ramadhan maknanya: menyembah Allah dengan cara meninggalkan hal-hal yang

dapat membatalkannya di siang hari bulan Ramadhan.

Salah satu hikmahnya adalah melatih jiwa untuk meninggalkan hal-hal yang dicintai demi

mencari ridha Allah Azza wa jalla.

5. Naik haji ke Baitullah (rumah Allah), maknanya: menyembah Allah  dengan melakukan

perjalanan menuju Bait al Haram (Rumah suci) untuk melaksanakan manasik haji.

Diantara hikmahnya adalah: melatih jiwa untuk mengerahkan segala kemampuan harta dan jiwa agar tetap taat kepada Allah  Oleh karena itu haji merupakan salah satu bentuk jihad fi sabilillah.

Hikmah rukun Islam, baik yang sudah kami sebutkan maupun yang belum kami sebutkan, akan

dapat menjadikan umat sebagai umat yang suci, bersih, beragama yang benar, dan memperlakukan manusia dengan penuh keadilan serta kejujuran. Dan ukuran baiknya syariat-syariat Islam yang lain tergantung pada baiknya rukun islam yang lima ini.

Dan ukuran baiknya umatpun tergantung pada baiknya agamanya, dan hilangnya kebaikan tingkah laku umatpun akan tergantung pada kadar hilangnya kebaikan agamanya.

Bagi yang ingin mengetahui penjelasan ini, silahkan menyimak firman Allah :

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu,maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatan yang mereka lakukan. Maka apakah penduduk negerinegeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari diwaktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa

aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain? Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah, kecuali orangorang yang merugi.” ( QS. Al-A’raf : 96-99).

Untuk lebih jelasnya hendaklah anda pelajari sejarah orang-orang terdahulu, karena dalam sejarah terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal dan bagi orang yang hatinya “bersih” (tidak ada hijab yang menutupi hatinya).

Sumber: Karya :MUHAMMAD BIN SHALEH AL-‘UTSAIMIN

Penerjemah : ALI MAKHTUM ASSALAMY

Murajaah : MUNIR FUADI RIDWAN, MA,DR.MUH.MU’INUDINILLAH BASRI, MA

ERWANDI TARMIZI

One Response to “Kajian Rukun Islam”

  1. Bismillaa. Alhamdulillaah. Materi ini, saya unduh, saya edit, dan saya presentasikan kepada ummat. Jazaakumulloohu khoiron, yaa Akhiy fillaah. Aamiin. Saya -Badrudin, M. Ag. (Whatsapp/Telegram Online: 081321483135, FB: Badrudin Abu Rusydi dan Badrudin Abu Rusydi II.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: