MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

Penafsiran Soegana Gandakoesoem ttg beberapa ayat Al-Qur’an, Yang mengaku Pembaharu Persepsi Tunggal Agama……?.

Posted by Bustamam Ismail on December 28, 2009

1. Al Quran sebagai wujud isi yang ada didalam Al Kitab suci nabi Muhammad saw. bertuliskan dalam bahasa Arab sesuai Al Waqi’ah (56) ayat 77,78,79, Fushshilat (41) ayat 3, masih tersembunyi sesuai sesuai Al Muzzammil (73) ayat 1,2.

2. Al Quran akan dijadikan wujudnya dalam bahasa asing “indonesia” selain dalam bahasa Arab sesuai Fushshilat (41) ayat 44, maka jangan ingin tergesa-gesa mempersepsikan Al Quran sebelum sempurna diwahyukan, maka berdo’alah ilmu pengetahuan ajaran Adam sesuai Thaha (20) ayat 114,115.

3. Al Quran bila diteliti mendalam persepsinya tunggal sesuai An Nisaa (4) ayat 82.

4. Mereka umat islam menjadikan Al Quran bermacam-macam persepsi sesuai Al Hijr (15) ayat 91 (sesuai hadits ramalan nabi bahwa umatnya akan terpecah menjadi 73 firqah dan nasrani 72 firqah dan semuannya masuk neraka perpecahan sampai sekarang islam liberal sejak khilafiah khulafa rasyidin 1.400 tahun lebih, akan tetapi semua umat islanm tidak sadar).

5. Oleh sebab itu Allah mewajibkan bila membaca Al Quran (wujud skeme Risalah Tuhan sejak Adam sampai kiamat sesuai An Nahl (6) ayat 124,124, Al Ahzab (33) ayat 38,39,40 yang diciptakan oleh nabi pada syiar-syiar Allah dalam seluruh proses manasik haji), agar belindung kepada Allah berpersepsi tunggal dari setan yang terkutuk bermulti tafsir sesuai An Nahl (16) ayat 98.

6. Tafsir tunggal ini akan datang pada Hari Takwil Kebenaran Kirab, awal millennium ke-3 di Indonesia yang wajib ditunggu-tunggui akan tetapi dilupakan oleh umat Islam sekama 1.400 tahun , sesuai Al A’raaf (7) ayat 52,53. Dan dengan datangnya hari ini pelajaran agama akan membali kepada titik nol lagi.

Salamun ‘alaikum daiman ila wa fi yaumiddin.
Soegana Gandakoesoem, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

untuk dikaji!!!

5 Responses to “Penafsiran Soegana Gandakoesoem ttg beberapa ayat Al-Qur’an, Yang mengaku Pembaharu Persepsi Tunggal Agama……?.”

  1. Persepsi Tunggal agama itu wujudnya adalah Risalah Tuhan/Allah yang disampaikan oleh semua para nabi dan rasul sejak Adam sampai kiamat sesuai:
    Al Maidah (5) ayat 67,101: Tiap-tiap rasul wajib menyampaikan Risalah Tuhan/Allah, wujudnya dinamakan Al Quran (5:101).
    Al An Aam (6) 124,125,19 (wujudnya dinamakan Al Quran): Allah sendiri menyampaikan Risalah Tuhan/Allah, wujudnya Al Quran.
    Al A’raaf (7) ayat 62,60, 68,66, 79,75, 93,88, 144,145,109,204 (wujudnya dinamakan Al Quran):
    bukti rasul-rasul menyampaikan Risalah Tuhan/Allah, sedangkan penolaknya dari dahulu adalah pemuka agama, kerena tidak takwa:
    Al A’raaf (7) ayat 62,60: Nuh menyampaikan Risalah Tuhan/Allah dan penolaknya adalah mala’u (pemuka agama), karena tidak takwa sesuai AsySyu’araa (26) ayat 108-110.
    Al A’raaf (7) ayat 68,66: Hud menyampaikan Risalah Tuhan/Allah dan penolaknya adalah mala’u (pemuka agama), karena tidak takwa sesuai AsySyua’raa (26) ayat 125,126,131.
    Al A’raaf (7) ayat 79,75: Saleh menyampaikan Risalah Tuhan/Allah dan penolaknya adalah mala’u (pemuka agama), karena tidak takwa sesuai AsySyu’araa (26) ayat 142,144,150.
    Al A’raaf (7) ayat 93,88: Syuaib menyampaikan Risalah Tuhan/Allah dan penolaknya adalah mala’u (pemuka agama), karena tidak takwa sesuai AsSyu’araa (26) ayat 178,179.
    Al A’raaf (7) ayat 144,145,109: Musa dengan perintah langsung Allah menyampaikan Risalah Tuhan/Allah dan berpegang teguh kepada Risalah Tuhan/Allah itu dan penolaknya adalah mala’u (pemuka agama).
    Al Ahzab (33) ayat 38,39,40: Muhammad melalui jibril (tidak langsung perintah Allah) menyampaikan Risalah Tuhan/Allah dan siapa saja wajib menyampaikan Risalah Tuhan/Allah menurut Al Ahzaab (33) ayat 39.
    Oleh Muhammad wujud risalah Tuhan/Allah ini dilukiskan pada seluruh manasik haji di Saudi Arabia (tawaf, sa’i di-Mekah, wukuf di-Arafah, Mabit Musdalifah dan jamarat Ula, wusta, aqaba di Mina)
    Al Jinn (72) ayat 23,26,27,28,1,2 (wujudnya dinamakan Al Quran): Siapa saja yang menyampaikan Risalah Tuhan/Allah dijuliki Rasul yang dirido’i dan diberi rahasianya.
    Insyaallah Sayapun bila menyampaikan Risalah Tuhan/Allah wujudnya proses manasik haji yang sama dengan isi Taurat dinamakan Al Quran yang dibawa oleh para rasul itu semuanya diharapkan tidak ditolak oleh mala’u (pemuka agama).

    Al Jumu’ah (62) ayat 5: Barangsiapa yang kepadanya dipikulkan Taurat, tetapi tidak dapat menanggungnya, adalah seperti keledai yang memukul kitab-kitab yang tebal. Sangat buruk perumpamaan yang diberikan kepada yang mendustakan ayat-ayat Allah.
    Taurat Musa sesuai Al A’raaf (7) ayat 144,145 adalah Risalah Tuhan/Allah yang sama dengan manasik haji.
    Muhammad mengerti Taurat adalah sama dengan Risalah Tuhan/Allah sesuai Al Ahzaab ( 33) ayat 39,40 yang sama dengan manasik haji.
    Umat Islam selama 1.400 tahun lebih tidak mengerti isi manasik haji adalah sama dengan tidak mengeri Risalah Tuhan/Allah adalah sama dengan tidak mengerti Taurat. Jadi mereka adalah keledai sampai hari ini !!!

    Salamun ‘alaikum daiman fi yaimiddin.

    Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  2. 1. Pertanyaan ke-1 kurang jelas:
    a. Apakah mas mengakui seorang nabi atau rasul? Ataukah
    b. Apakah mas mengaku sebagai seorang nabi atau rasul
    Kalau pertanyaan no.b, jawabannya: Saya adalah bukan seorang nabi dan bukan seorang rasul, tetapi saya mengaku bahwa saya adalah sebagai mujaddid abad ke-15 hijrah alias Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi, yang dapat membaca secara lengkap (mujizat) risalah Tuhan/Allah yang dibawa oleh nabi Muhammad saw.(33:38,39,40) dan Musa (7:144,145) dan nabi dan rasul lainnya seperti tercantum diatas sebelumnya.
    3. Saya peracaya Al Quran (persepsi tunggal 4:82) adalah isi dari kitab suci nabi Muhammad saw. sesuai 56:77,78,79, 12:1,2, 15:1,2, 27:1,2,75,76, 41:44, 43:2,3,4, 50:1,2, 85:21,22 dll. yang dilukiskan oleh beliau dengan lengkap pada seluruh proses manasik haji sebagai syiar-syiar Allah padanya yang mempunyai makna tertinggi tertentu (tunggal 4:82) yang belum terungkap oleh 1.3 milyard umat islam.
    Al Quran telah dibuat macam-macam oleh umat islam selama 1.400 tahun lebih (15:91) atau atau pecah belah menjadi 73 firqah sejak khilafiah khulafa rasyidin sampai uislam liberal.
    Inilah jawaban saya dengan tegas dan benar dan pro tunggal dan anti macam-macam.

    Salamun ‘alaikum daiman fi yaumiddin,

    Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennmium ke-3 masehi

  3. Buku Panduan “Bhinneka Catur Sila Tunggal Ika”
    Bonus: “Skema Tunggal Ilmu Laduni Tempat Acuan Ayat Kitab Suci”
    tersedia di
    Perumahan BSI Permai Blok A3,
    Jl. Samudera Jaya
    Kelurahan Rangkapan Jaya
    Kecamatan Pancoran Mas
    Depok 16435
    Telp./Fax. 021 77884755
    HP. 085881409050

  4. Allah telah menugaskan bangsa Indonesia denga
    1 . 56:77,78,79 Al Quran yang mulia ada didalam kitab suci Muhammad saw.
    2.. 41:44 Al Quran akan dijadikan dalam bahasa asing Indonesia selain dalam bahasa Arab 9:97
    3. 7:52,53 Melalaaui hari takwil kebenaran kitab yang dilupakan olerh orang Arab.
    4. 4:82 Bertafsir tunggal untuk memberantas multi tafsir Al Quran 15:91 oleh orang arab 9:97
    5. Memutuskan menghakimi mengadili perselisihan antar agama 2:113 3:55 10:93 16:92,124 22:69 31:25 45:16,17,18 dan perpecahan dalam agama 6:159 23:53,54 30:32 42:13

    Saalaamuun qaualam mir robbir rahim 36:13,14,20,58
    Soegana Gandakaoesoema, Pembaharu persepsi tugagal agama millennium ke-3 masehi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: