MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

Kritikan terhadap beberapa Karya Muhammad Nashiruddin Al-Albani olehPara Ulama!!!

Posted by Bustamam Ismail on December 28, 2009

Di kalangan salafi (wahabi), lelaki satu ini dianggap muhaddis paling ulung di zamannya. Itu klaim mereka. Bahkan sebagian mereka tak canggung menyetarakannya dengan para imam hadis terdahulu. Fantastis. Mereka gencar mempromosikannya lewat berbagai media. Dan usaha mereka bisa dikata berhasil. Kalangan muslim banyak yang tertipu dengan hadis-hadis edaran mereka yang di akhirnya terdapat kutipan, “disahihkan oleh Albani, ”. Para salafi itu seolah memaksakan kesan bahwa dengan kalimat itu Al-Albani sudah setaraf dengan Imam Turmuzi, Imam Ibnu Majah dan lainnya.

Sebetulnya, kapasitas ilmu tukang reparasi jam ini sangat meragukan (kalau tak mau dibilang “ngawur”). Bahkan ketika ia diminta oleh seseorang untuk menyebutkan 10 hadis beserta sanadnya, ia dengan entengnya menjawab, “Aku bukan ahli hadis sanad, tapi ahli hadis kitab.” Si peminta pun tersenyum kecut, “Kalau begitu siapa saja juga bisa,” tukasnya.

Namun demikian dengan over pede-nya Albani merasa layak untuk mengkritisi dan mendhoifkan hadis-hadis dalam Bukhari Muslim yang kesahihannya telah disepakati dan diakui para ulama’ dari generasi ke generasi sejak ratusan tahun lalu. Aneh bukan?.

Siapakah Nashirudin al- Albani?

Dia lahir di kota Ashkodera, negara Albania tahun 1914 M dan meninggal dunia pada tanggal 21 Jumadal Akhirah 1420 H atau bertepatan dengan tanggal 1 Oktober 1999 di Yordania. Pada masa hidupnya, sehari-hari dia berprofesi sebagai tukang reparasi jam. Dia memiliki hobi membaca kitab-kitab khususnya kitab-kitab hadits tetapi tidak pernah berguru kepada guru hadits yang ahli dan tidak pernah mempunyai sanad yang diakui dalam Ilmu Hadits.

Dia sendiri mengakui bahwa sebenarnya dia tidak hafal sepuluh hadits dengan sanad muttashil (bersambung) sampai ke Rasulullah, meskipun begitu dia berani mentashih dan mentadh’iftan hadits sesuai dengan kesimpulannya sendiri dan bertentangan dengan kaidah para ulama hadits yang menegaskan bahwa sesungguhnya mentashih dan mentadh’ifkan hadits adalah tugas para hafidz (ulama ahli hadits yg menghapal sekurang-kurangnya seratus ribu hadits).

Namun demikian kalangan salafi menganggap semua hadits bila telah dishohihkan atau dilemahkan Albani mereka pastikan lebih mendekati kebenaran.

Penyelewengan Albani

Berikut diantara penyimpangan-penyimpangan Albani yang dicatat para ulama’

1) Menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya sebagaimana dia sebutkan dalam kitabnya berjudul Almukhtasar al Uluww hal. 7, 156, 285.

2) Mengkafirkan orang-orang yang bertawassul dan beristighatsah dengan para nabi dan orang-orang soleh seperti dalam kitabnya “at-Tawassul” .

3) Menyerukan untuk menghancurkan Kubah hijau di atas makam Nabi SAW (Qubbah al Khadlra’) dan menyuruh memindahkan makam Nabi SAW ke luar masjid sebagaimana ditulis dalam kitabnya “Tahdzir as-Sajid” hal. 68-69,

4) Mengharamkan penggunaan tasbih dalam berdzikir sebagaimana dia tulis dalam kitabnya “Salsalatul Ahadits Al-Dlo’ifah” hadits no: 83.

5) Mengharamkan ucapan salam kepada Rasulullah ketika shalat dg kalimat “Melarang Assalamu ‘alayka ayyuhan-Nabiyy”. Dia berkata: Katakan “Assalamu alan Nabiyy” alasannya karena Nabi telah meninggal, sebagaimana ia sebutkan dalam kitabnya yang berjudul “Sifat shalat an-Nabi”.

6) Memaksa umat Islam di Palestina untuk menyerahkan Palestina kepada orang Yahudi sebagaimana dalam kitabnya “Fatawa al Albani”.

7) Dalam kitab yang sama dia juga mengharamkan Umat Islam mengunjungi sesamanya dan berziarah kepada orang yang telah meninggal di makamnya.

8 ) Mengharamkan bagi seorang perempuan untuk memakai kalung emas sebagaimana dia tulis dalam kitabnya “Adaab az-Zafaaf “,

9) Mengharamkan umat Islam melaksanakan solat tarawih dua puluh raka’at di bulan Ramadan sebagaimana ia katakan dalam kitabnya “Qiyam Ramadhan” hal.22.

10) Mengharamkan umat Islam melakukan shalat sunnah qabliyah jum’at sebagaimana disebutkan dalam kitabnya yang berjudul “al Ajwibah an-Nafiah”.

Ini adalah sebagian kecil dari sekian banyak kesesatannya, dan Alhamdulillah para Ulama dan para ahli hadits tidak tinggal diam. Mereka telah menjelaskan dan menjawab tuntas penyimpangan-penyimpangan Albani. Diantara mereka adalah:

1.Muhaddits besar India, Habibur Rahman al-’Adhzmi yang menulis “Albani Syudzudzuhu wa Akhtha-uhu” (Albani, penyimpangan dan kesalahannya) dalam 4 jilid;

2.Dahhan Abu Salman yang menulis “al-Wahmu wath-Thakhlith ‘indal-Albani fil Bai’ bit Taqshit” (Keraguan dan kekeliruan Albani dalam jual beli secara angsuran);

3.Muhaddits besar Maghribi, Syaikh Abdullah bin Muhammad bin as-Siddiq al-Ghumari yang menulis “Irgham al-Mubtadi` ‘al ghabi bi jawazit tawassul bin Nabi fil radd ‘ala al-Albani al-Wabi”; “al-Qawl al-Muqni` fil radd ‘ala al-Albani al-Mubtadi`”; “Itqaan as-Sun`a fi Tahqiq ma’na al-bid`a”;

4.Muhaddits Maghribi, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Muhammad bin as-Siddiq al-Ghumari yang menulis “Bayan Nakth an-Nakith al-Mu’tadi”;

5.Ulama Yaman, ‘Ali bin Muhammad bin Yahya al-’Alawi yang menulis “Hidayatul-Mutakhabbitin Naqd Muhammad Nasir al-Din”;

6.Muhaddits besar Syria, Syaikh ‘Abdul Fattah Abu Ghuddah yang menulis “Radd ‘ala Abatil wal iftira’at Nasir al-Albani wa shahibihi sabiqan Zuhayr al-Syawish wa mu’azirihima” (Penolakan terhadap kebatilan dan pemalsuan Nasir al-Albani dan sahabatnya Zuhayr al-Syawish serta pendukung keduanya);

7.Muhaddits Syria, Syaikh Muhammad ‘Awwama yang menulis “Adab al-Ikhtilaf” dan “Atsar al-hadits asy-syarif fi ikhtilaf al-a-immat al-fuqaha”;

8.Muhaddits Mesir, Syaikh Mahmud Sa`id Mamduh yang menulis “Tanbih al-Muslim ila Ta`addi al-Albani ‘ala Shahih Muslim” (Peringatan kepada Muslimin terkait serangan al-Albani ke atas Shahih Muslim) dan “at-Ta’rif bil awham man farraqa as-Sunan ila shohih wad-dho`if” (Penjelasan terhadap kekeliruan orang yang memisahkan kitab-kitab sunan kepada shohih dan dho`if);

9.Muhaddits Arab Saudi, Syaikh Ismail bin Muhammad al-Ansari yang menulis “Ta`aqqubaat ‘ala silsilat al-ahadits adh-dha`ifa wal maudhu`a lil-Albani” (Kritikan atas buku al-Albani “Silsilat al-ahadits adh-dha`ifa wal maudhu`a”); “Tashih Sholat at-Tarawih ‘Isyriina rak`ataan war radd ‘ala al-Albani fi tad

Sumber : Published by Syafii on December 27, 2009 under Artikel Islam http://www.forsansalaf.com/2009/albani-muhaddits-tanpa-sanad-andalan-wahabi/

13 Responses to “Kritikan terhadap beberapa Karya Muhammad Nashiruddin Al-Albani olehPara Ulama!!!”

  1. EMHA said

    KALO ADA KRITIK , SERTAKAN PUJIAN MAS, BIAR GA JOMPLANG. SIAPA DI INDONESIA YANG MAMPU SEPERTI BELIAU? BEGITU MELAUT TAHKIKAN HADITSNYA, KALO ADA SALAH, WONG NAMANYA MANUSIA.. AMBIL YANG BENARNYA AJE MAS, ENAK KAN? GA PERLU PULUHAN TAHUN MENELITI HADITS, TINGGAL PAKE, MANA YANG SOHIH, DLOIF, ATO PALSU, UDA ADA YANG NELITI, ALHAMDULILLAH..

    • memang dalam tulisan ini saya bicarakan tentang kritik ulama, memang seseorang ada kelebihan dan ada kekurangannya, tentu saja setuju beliau banyak kelebihan yang harus kita ikuti, tentu saja tidak harus kita dewakan, tetapi kita akui bahwa dia adalah seorang ulama, sebagai juga ulama lain yang berseberangan pendapat dengan beliau…

  2. abdul hakim said

    anda belum paham mengenai beliau ..atau anda hanya mengikuti perkataan orang2 yang dengki terhadap beliau yang suka berbuat bid ah . atau anda hanya copas dari web abu salafy..yang kedustaannya semakin jelas dia abu salafy sengaja hanya menukil perkataan ulama2 hnya sepotong2 dan kemudian disisipi perkataan dusta atas ulama2 tersebuat..CKCKC cape’deh.

  3. Bung Bustamam ismail,mengapa anda tidak sertakan kritikan Ulama Hadits dari Mekkah dan Medinah…? tentu g ada yng mengeritik beliau khan? karena Ulama Mekkah dan Medinah telah di tunjuki oleh Allah kejalan Al-Qur’an Assunnah tidak seperti anda dan para pengeritik Beliau yang memang sudah mendarah daging dalam Bid’ah,Khurafat,Fanatik Mazhab yang membuat islam berpecah belah dan jauh terjerumus kejurang kesesatan dan kebodohan.

    • terima kasih atas penilaian anda terhadap saya, itu adalah bagian pembelajaran, dan ulama lain mendasarkan pendapat pada Al-Qur,an dan Hadits, tidak seperti apa yang anda tuduhkan, yang berbeda cara memahamkan dari kedua sumber, tentu masing-masing saling melengkapi sesuai dengan kapasitas ilmu yang dimiliki oleh masing-m,asing ulama tersebut…, an da bisa lihat dari berbagai tafsir akan berbeda sesuai dengan kapasitas ilmu mereka, Allah yang mengetahui yang lebih benar!!!!

    • Panas Adem said

      Kondisi saudi tidak memungkinkan para ulama memberikan kritik terhadap pandangan mainstream. Yang diakui sebagai manhaj resmi negara saudi adalah manhaj al bany,al bazy, al fauzani dan al utsaiminy… Kalau ulama madinah dan mekkah ingin beda dari mereka ya siap-siap dipecat atau keluar dari haramain…

  4. slayar hitam said

    selidiki dulu, tabayyun dulu..! baru berucap…

  5. ahmad said

    Syaikh Nasiruddin Al-Albani, merupakan salah satu ulama’ kontemporer yang sangat concern terhadap ilmu khususnya ilmu hadits. Beliau memiliki kelebihan dan kekurangan. akan tetapi terlalu menyanjung beliau lebih tinggi dari para ulama ahl hadits terdahulu zaman kecermelangan ilmu hadits seperti Imam Bukhori, Muslim, Ashab As-Sunan, Ibnu Hajar, Nawawi, atau lainnya Rohimallohu Anhum saya kira merupakan sikap yang kurang tepat. Tapi menganggap beliau bukan ulama’ ahli hadits juga kurang tepat. yang penting kita beri porsi beliau pada tempatnya, jangan terlalu mendewakan beliau. sebagai contoh Syaikh Al-Albani, mendhoifkan suatu hadits, sedangkan ulama lain seperti syaikh Abu Guddah, atau Mustafa Al-Azami menshohihkan. terus kita terima mentah2 apa yang dikatakan syaikh Al-Albani tanpa melihat padaran kedua ulama tersebut. apalagi paparan ulama semacam Ibnu Hajar, Asy-Syuyuthi, dll.

    Sebuah kritikan tidak akan membuat derajat orang yang telah dianugerakan Alloh Subhanhu wa Ta’ala menjadi turun, akan tetapi sebuah tanda bahwa beliau itu manusia biasa yang bisa salah dan tidak boleh dikritik. asalkan suatu kritikan berdasarkan kajian yang ilmiah itu bisa diterima dan untuk kebaikan kedepannya sehingga kita tidak akan terlalu berfikiran sempit bahwa beliau paling benar takhrij hadits-nya..

    Hanya Alloh Subhanahu wa Ta’ala tempat kita berlindung dan mohon petunjuk..

    • Panas Adem said

      Pendapat paling bijak dalam perbincangan ini, jazakallah pak Ahmad Said saya bersama anda dalam memberikan pandangan-pandangan yang bijak dan tidak menyakiti satu sama lain namun tetap dengan ilmu dan kejernihan hati dan pikiran…

  6. anwar said

    HEHEHEEH INILAH DEWANYA ORANG SALAFY

  7. Farid said

    Itu bukan kesalahan. Tapi kebenaran.
    Bahwa Nabi tidak memperbolehkan umatnya membuat bangunan diatas kuburan siapapun termasuk Nabi. Dan tidak boleh shalat menghadap kuburan, makanya sebaiknya kuburan Nabi dipindah.

    • Kedai said

      He..he…. emang loe lebih pinter dr para sahabat dulu yg menguburkan nabi di masjid nabawi? bodoh amat loe!!!

  8. Hasan said

    Silahkan penulis merujuk langsung ke kitab-kitab syeikh Al-Albani, beliau selalu membawakan dalil-dalil yang kuat dalam setiap masalah, kalau anda punya dalil yang lebih kuat silakan kemukakan dalilnya.. Kalu anda orang yang cinta ilmu dan kebenaran saya yakin anda akan bertaubat.. Allahu yahdika..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: