MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

Permalahan Ujian Nasional Makin kontroversi Kemana Bangsa Ini akan dibawa?

Posted by Bustamam Ismail on November 29, 2009

Kenapa masalah UN dipermalahkan apakah sudah diteliti lebih mendalam, antara manfaat dan kelemahan UN dengan hanya beberapa mata pelajaran  siswa divonis lulus/atau tidak lulus, apakh semua kompetensi siswa sudah dapat diwakili dengan tiga atau empat mata pelajaran?  Banyak siswa yang sudah diterima bekerja di suatu perusahaan karena  menganggap mempunyai kompetensi yang layak, ternyata di UN tdk lulus? Apakah kita tidak merasa bersalah terhadap mereka bila kita tidak dapat melihat keseluruhan aspek dari siswa tsb.

Sekarang MA memutuskan UN dihapuskan, apakah penghapusan UN merupakan solusi yang terbaik? Mari kita renungkan dengan kepala  dingin sama sama mencarikan solusi ,

1’  MA Menolak Kasasi Pemerintah

Pada 14 September 2009, MA menolak kasasi pemerintah tentang penyelenggaraan UN. UN dinilai cacat hukum sehingga pemerintah dilarang menyelenggarakan UN. Perkara gugatan warga negara (citizen lawsuit) ini diajukan oleh Kristiono dkk. Kristiono adalah orang tua, dari Indah yang tak lulus karena nilai UN-nya tidak sesuai standar pemerintah.

2. Wakil Ketua MPR Setuju UN dihapuskan

Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin meminta pemerintah menerima putusan MA yang membatalkan ujian nasional. Ketimpangan fasilitas pendidikan menjadikan pendidikan di Indonesia tidak pantas lagi distandarisasi secara nasional.

“Saya amat mengapresiasi putusan MA yang menghapus ujian nasional. Pemerintah sebaiknya patuhi putusan MA dan tidak ajukan PK,” kata Lukman kepada detikcom di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (26/11/2009).

3. Menteri Pendidikan Nasional Tetap akan menggelar Ujian Nasional

UN Tetap Akan Dilaksanakan Hingga Ada Keputusan Hukum Tetap

Imam Wahyudiyanta – detikSurabaya

Surabaya – Pemerintah sebagai pihak tergugat dalam kasus gugatan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tidak akan melawan pada keputusan hukum sepanjang keputusan tersebut sudah final. Sepanjang keputusan belum final, pemerintah akan tetap menggunakan hak hukumnya hingga adanya keputusan hukum tetap (inkracht).

“Tidak ada ceritanya pemerintah melawan keputusan pengadilan. Pemerintah akan tetap menggunakan hak hukum sampai inkracht (Keputusan berkekuatan hukum tetap),” ujar Nuh dalam jumpa pers di Hotel Mercure, Jl Darmo, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (28/11/2009).

Kasasi pemerintah soal pelaksanaan UN, kata Nuh, memang ditolak oleh Mahkamah Agung(MA). Dengan demikian MA mengabulkan gugatan subsider para penggugat yakni 58 anggota masyarakat yang terdiri dari siswa, wali murid, guru dan pemerhati pendidikan.

Gugatan itu menyatakan bahwa bahwa para tergugat yakni presiden, wapres, mendiknas dan negara Republik Indonesia untuk meningkatkan kualitas guru, kelengkapan sarana dan prasarana sekolah dan akses informasi yang lengkap di seluruh daerah. Sabtu, 28/11/2009 18:08 WIB

4. Penghapusan UN Disambut Suka Cita

PURWAKARTA (Pos Kota) – Keputusan Mahkamah Agung (MA) terkait penghapusan Ujian Nasional (UN) direspon hangat berbagai kalangan  di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Pada intinya, mereka  setuju dengan keputusan dihapusnya UN karena banyak siswa yang menjadi korban UN.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Purwakarta Jaenurrizal mengakui, setuju terkait penghapusan UN. (Sabtu, 28 November 2009 )

5. Penda DKI Siapkan SNP(standar Nilai Provinsi)

JAKARTA (Pos Kota) – Menyusul dihapuskan Ujian Nasional (UN), DKI siapkan standar nilai provinsi (SNP). Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi jika Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), memberikan kewenangan kepada daerah untuk menentukan nilai kelulusan.

“Kami masih menunggu Depdiknas. Jika kami harus berinisiatif, kami akan siapkan standar provinsi,” ujar Kepala Dinas Pendidikan DKI Taufik Yudhi Mulyanto.

Ditambahkannya, hal ini sebagai alternatif. Pasalnya untuk mengukur kemampuan siswa dalam bersaing diperlukan standar nilai untuk pengukuran kemampuan.Tidak hanya dalam negeri, tapi juga persaingan dengan sekolah atau siswa luar negeri. “Padahal melalui UN siswa dapat lebih terpacu untuk berprestasi,” sambungnya.

Menurut Taufik, penghapusan UN bukan merupakan solusi. Terlebih alasan penghapusan tersebut lantaran banyak daerah tidak mampu menjangkau tingkat kelulusan yang ditetapkan. Namun seharusnya bagaimana menyiapkan siswa untuk dapat lulus.

Sabtu, 28 November 2009 – 6:01 WIB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: