MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

Mengungkap guncangan gempa di Kinali Pasaman Barat!!!

Posted by Bustamam Ismail on October 12, 2009

gempa padang 1KINALI – Saat menyambangi kediamannya di Basecamp Kinali, Walinagari Kinali Maharsal Indra menyuguhkan sekeping CD. Saat diputar di laptop, terdengar saluang yang menyayat-nyayat hati. Mata tertumpu ke rumah-rumah yang rontok dan warga yang penuh nestapa di layar monitor.

Inilah kreativitas warga untuk menyaingi siaran televisi nasional yang tak pernah menyentuh nagari mereka, terkait dengan rontoknya 1.852 rumah di nagari itu akibat gempa berkekuatan 7,9 SR pada 30 September 2009 lalu. Paling tidak, dengan memutar CD itu mereka berlaku seakan-akan menyaksikan dukanya yang disiarkan televisi nasional.

“Kinali nyaris rata dengan tanah. Kami luput dari liputan musibah televisi nasional. Tapi tak apalah, dengan bantuan beberapa warga yang punya keahlian di bidang audio visual, kami mencoba menghadirkan CD ini. Dipresentasikan dengan meniru total apa yang dilakukan televisi menyangkut reportase bencana gempa di daerah lain,” jelas Maharsal.

Feature nestapa itu berdurasi 18 menit 35 detik. Dikerjakan oleh walinagari bersama John Maizar, seorang warga Kinali yang mengelola Juan Video Shooting di Pasar Durian Kilangan. Mereka berharap, para perantau Pasbar bisa memahami, bahwa apa yang dialami Kinali akibat gempa yang berpusat di Samudra Hindia pada kawasan Padang Pariaman itu, tak kalah memiriskan dengan derita warga Padang, Pariaman dan Padang Pariaman yang tiada henti-hentinya disiarkan stasiun televisi nasional.

Dikatakan, shooting dilakukan sehari penuh pada 9 Oktober lalu. Walinagari bersama timnya berupaya meliput sedetail mungkin duka lara warga, mulai dari yang menjalani kehidupan di tenda-tenda darurat sampai pada warga yang termenung panjang. Pandangannya seakan menembus luasnya hamparan perkebunan kelapa sawit.

“Pemirsa yang budiman, melalui televisi ini kami mengajak segenap warga Kinali untuk tidak larut dalam duka. Marilah kita berusaha untuk bangkit dengan kemampuan yang kita miliki. Kukuhkan persatuan dan permantap kekompakan,” ujar walinagari seakan-akan memberi penjelasan kepada reporter televisi.

Pertama seumur hidup

Misno, 78, warga Sidodadi dan Ngalami, 60-an, warga Wonosari, mengaku, semenjak mereka pindah ke Kinali pada tahun 1960-an hingga kini, gempa di penghujung September 2009 itu terdahsyat untuk pertama kali dirasakannya seumur hidup. Rumahnya yang dibangun dengan susah payah sejak ikut program transmigrasi kini sudah tak berwujud lagi.

“Saya belum pernah merasakan gempa sebesar ini selama tinggal di Kinali. Sejak gempa kemarin itu, saya selalu merasa pening. Sudah lapor dan makan obat yang diberikan petugas Posko Kesehatan secara gratis, tapi peningnya jalan terus,” ujarnya berbahasa Jawa yang diterjemahkan oleh seorang warga.

Suroyo AJ, S.Ag, seorang tokoh generasi muda Pasaman Barat menjelaskan, gempa yang membuat mata dunia terfokus ke Kota Padang, Pariaman dan Padang Pariaman, terbukti menyisakan duka yang mendalam  pula bagi warga Pasbar.

“Sedikitnya ada empat kecamatan yang terkena dampak gempa itu, yakni Kecamatan Kinali yang terparah, disusulkan kemudian Kecamatan Duo Koto, Pasaman dan Sasak Ranah Pasisie. Saya berharap kepada setiap elemen yang tersangkut dengan penyaluran bantuan untuk korban gempa di Pasbar dapat bekerja sungguh-sungguh, sehingga luka hati ini tidak jadi kian tersayat-sayat,” katanya. (Musriadi Musanif)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: