MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

Hukum Gambar dn Foto

Posted by Bustamam Ismail on March 13, 2009

gambarPara ulama sepakat bahwa menggambar makhluk yang tidak bernyawa tidaklah dilarang. Adapun terkait dengan makhluk yang bernyawa, maka mereka berbeda pendapat. Dalam hal ini ada sebuah hadis yang berbunyi,


“Sesungguhnya orang yang paling berat siksaannya nanti di hari kiamat ialah orang-orang yang menggambar.” (Riwayat Muslim)

“Sesungguhnya orang yang paling berat siksaannya ialah orang-orang
yang menandingi ciptaan Allah.”

(Riwayat Muslim)


Dari kedua hadis di atas dan dari sejumlah hadis lainnya para ulama mengambil kesimpulan bahwa menggambar makhluk bernyawa untuk disembah, disucikan, dan untuk menandingi ciptaan Allah adalah terlarang. Sementara jika untuk yang lainnya diperbolehkan.

Dasar daripada pendapat ini adalah
hadis sahih, antara lain:

“Dari Bisir bin Said dari Zaid bin Khalid dari Abu Talhah sahabat Nabi, bahwa Rasulullah s.a.w. Bersabda: “Sesungguhnya Malaikat tidak akan
masuk rumah yang di dalamnya ada gambar.” (Riwayat Muslim)

Bisir berkata: Sesudah itu Zaid mengadukan. Kemudian kami jenguk dia, tiba-tiba di pintu rumah Zaid ada gambarnya. Lantas aku bertanya kepada Ubaidillah al-Khaulani anak tiri Maimunah isteri Nabi: Apakah Zaid belum pernah memberitahumu tentang gambar pada hari pertama? Kemudian Ubaidillah berkata: Apakah kamu tidak pernah mendengar dia ketika ia berkata: “Kecuali gambar di pakaian.”

Tarmizi meriwayatkan dengan sanadnya dari Utbah, bahwa dia pernah masuk di rumah Abu Talhah al-Ansari untuk menjenguknya, tiba-tiba di situ ada Sahal bin Hanif. Kemudian Abu Talhah menyuruh orang supaya mencabut seprei yang di bawahnya (karena ada gambarnya). Sahal lantas bertanya kepada Abu Talhah: Mengapa kau cabut dia? Abu Talhah menjawab: Karena ada gambarnya, dimana hal tersebut telah dikatakan oleh Nabi yang barangkali engkau telah mengetahuinya. Sahal kemudian bertanya lagi: Apakah beliau (Nabi) tidak pernah berkata: “Kecuali gambar yang ada di pakaian?” Abu Talhah kemudian menjawab:
Betul! Tetapi itu lebih menyenangkan hatiku
.” (Kata Tarmizi: hadis ini hasan sahih)

Betul di situ ada beberapa hadis sahih yang menerangkan bahwa Nabi menampakkan ketidak-sukaannya, tetapi itu sekedar makruh saja. Karena di situ ada unsur-unsur menyerupai orang-orang yang bermewah-mewah dan penggemar barang-barang rendahan.

Selanjutnya terkait dengan foto ia berbeda dengan lukisan atau gambar biasa. Foto semacam ini juga tidak terdapat pada masa Rasulullah sehingga menimbulkan pebedaan pendapat.

Pendapat yang paling kuat adalah pendapat Syaikh
Muhammad Bakhit yang mengatakan bahwa foto yang diambil lewat penyimpanan bayangan lewat alat fotografi tidak termasuk yang dilarang. Sebab, yang dilarang adalah menciptakan bentuk yang tidak ada sebelumnya yang dengan itu ia menyerupai makhluk hidup ciptaan Allah.

Memang ada pendapat sebagian ulama yang melarang semua gambar secara mutlak. Namun demikian, mereka tetap membolehkan jika untuk keperluan tertentu dan mendesak seperti untuk ijazah, paspor, ktp, dan sebagainya.
Dengan demikian, dapat disimpulkan hukum foto (fotografi) pada dasarnya mubah
(boleh), apalagi jika untuk keperluan yang sangat penting.  Syaratnya: tidak menampakkan aurat yang bisa dilihat oleh selain mahram, tidak menilmbulkan fitnah, tidak untuk dikultuskan, dan tidak berlebihan (dengan
menjadi simbol kemewahan ds
b).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: