MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

Tulisan Gembong Jaringan Islam Liberal(JIL) Yang menghebohkan,Dari Luthfie Asyaukanie untuk Israel

Posted by Bustamam Ismail on January 28, 2009

Catatan tentang Israel
syaukaniSaya baru saja melakukan perjalanan ke Israel. Banyak hal berkesan yang saya dapatkan dari negeri itu, dari soal Kota Tua yang kecil namun penuh memori konflik dan darah, Tel Aviv yang cantik dan eksotis, hingga keramahan orang-orang Israel. Saya kira, siapapun yang menjalani pengalaman seperti saya akan mengubah pandangannya tentang Israel dan orang-orangnya.


Ketika transit di Singapore, seorang diplomat Israel mengatakan kepada saya bahwa orang-orang Israel senang informalities dan cenderung rileks dalam bergaul. Saya tak terlalu percaya dengan promosinya itu, karena yang muncul di benak saya adalah tank-tank Israel yang melindas anak-anak Palestina (seperti kerap ditayangkan oleh CNN and Aljazira). Tapi, sial, ucapan diplomat itu benar belaka. Dia bukan sedang berpromosi. Puluhan orang yang saya jumpai dari sekitar 15 lembaga yang berbeda menunjukkan bahwa orang-orang Israel memang senang dengan informalities dan cenderung bersahabat.

Saya masih ingat dalam sebuah dinner, seorang rabbi mengeluarkan joke-joke terbaiknya tentang kegilaan orang Yahudi. Dia mengaku mengoleksi beberapa joke tapi kalah jauh dibandingkan Gus Dur yang katanya “more jewish than me.” Dalam jamuan lunch, seorang diplomat Israel berperilaku serupa, membuka hidangan dengan cerita jenaka tentang persaingan orang Yahudi dan orang Cina.

Tentu saja, informalities adalah satu bagian saja dari cerita tentang Israel. Pada satu sisi, manusia di negeri ini tak jauh beda dengan tetangganya yang Arab: hangat, humorous, dan bersahabat. Atau semua budaya Mediteranian memang seperti itu? Tapi, pada sisi lain, dan ini yang membedakannya dari orang-orang Arab: kecerdasan orang-orang Israel di atas rata-rata manusia. Ini bukan sekadar mitos yang biasa kita dengar. Setiap 2 orang Israel yang saya jumpai, ada 3 yang cerdas. Mungkin ini yang menjelaskan kenapa bangsa Arab yang berlipat jumlahnya itu tak pernah bisa menandingi Israel.

Kecerdasan itu seperti kecantikan. Ia memancar dengan sendirinya ketika kita bergaul dengan seseorang. Tidak yang laki-laki, tidak yang perempuan, semua orang Israel yang saya ajak bicara memancarkan kesan itu. Patutlah bahwa sebagian peraih nobel dan ilmuwan sosial besar adalah orang-orang Yahudi.

Yang membuat saya terkesima adalah bahwa orang-orang Israel, paling tidak para pejabat, pemikir, budayawan, diplomat, penulis, dan profesional, yang saya jumpai, semuanya lancar dan fasih berbahasa Arab. Mereka senang sekali mengetahui bahwa saya bisa berbahasa Arab. Berbahasa Arab semakin membuat kami merasa akrab. Belakangan baru saya ketahui bahwa bahasa Arab adalah bahasa formal/resmi Israel. Orang Israel boleh menggunakan dua bahasa, Ibrani dan Arab, di parlemen, ruang pengadilan, dan tempat-tempat resmi lainnya.

Kebijakan resmi pemerintah Israel ini tentu saja sangat cerdas, bukan sekadar mengakomodir 20 persen warga Arab yang bermukim di Israel. Dengan menguasai bahasa Arab, orang-orang Israel telah memecah sebuah barrier untuk menguasai orang-orang Arab. Sebaliknya, orang-orang Arab tak mengerti apa yang sedang dibicarakan di Israel, karena bahasa Ibrani adalah bahasa asing yang bukan hanya tak dipelajari, tapi juga dibenci dan dimusuhi. Orang-orang Israel bisa bebas menikmati televisi, radio, dan surat kabar dari Arab (semua informasi yang disampaikan dalam bahasa Arab), sementara tidak demikian dengan bangsa Arab.

Bahwa Israel adalah orang-orang yang serius dan keras, benar, jika kita melihatnya di airport dan kantor imigrasi. Mereka memang harus melakukan tugasnya dengan benar. Di tempat2 strategis seperti itu, mereka memang harus serius dan tegas, kalau tidak bagaimana jadinya negeri mereka, yang diincar dari delapan penjuru angin oleh musuh-musuhnya.

Saya sangat bisa memahami ketegasan mereka di airport dan kantor2 imigrasi (termasuk kedubes dan urusan visa). Israel dibangun dari sepotong tanah yang tandus. Setelah 60 tahun merdeka, negeri ini menjadi sebuah surga di Timur Tengah. Lihatlah Tel Aviv, jalan-jalannya seperti avenues di New York atau Sydney. Sepanjang pantainya mengingatkan saya pada Seattle atau Queensland. Sistem irigasi Israel adalah yang terbaik di dunia, karena mampu menyuplai jumlah air yang terbatas ke ribuan hektar taman dan pepohonan di sepanjang jalan.

Bangsa Israel akan membela setiap jengkal tanah mereka, bukan karena ada memori holocaust yang membuat mereka terpacu untuk memiliki sebuah negeri yang berdaulat, tapi karena mereka betul-betula bekerja keras menyulap ciptaan Tuhan yang kasar menjadi indah dan nyaman didiami. Mereka tak akan mudah menyerahkan begitu saja sesuatu yang mereka bangun dengan keringat dan darah. Setiap melihat keindahan di Israel, saya teringat sajak Iqbal:

Engkau ciptakan gulita
Aku ciptakan pelita
Engkau ciptakan tanah
Aku ciptakan gerabah

Dalam Taurat disebutkan, Jacob (Ya’kub) adalah satu-satunya Nabi yang berani menantang Tuhan untuk bergulat. Karena bergulat dengan Tuhan itulah, nama Israel (Isra-EL, orang yang bergulat dengan Tuhan) disematkan kepada Jacob. Di Tel Aviv, saya menyaksikan bahwa Israel menang telak bergulat dengan Tuhan.

Orang-orang Israel akan membela setiap jengkal tanah yang mereka sulap dari bumi yang tandus menjadi sepotong surga. Bahwa mereka punya alasan historis untuk melakukan itu, itu adalah hal lain. Pembangunan bangsa, seperti kata Benedict Anderson, tak banyak terkait dengan masa silam, ia lebih banyak terkait dengan kesadaran untuk menyatukan sebuah komunitas. Bangsa Yahudi, lewat doktrin Zionisme, telah melakukan itu dengan baik.

Melihat indahnya Tel Aviv, teman saya dari Singapore membisiki saya: “orang-orang Arab itu mau enaknya saja. Mereka mau ambil itu Palestina, setelah disulap jadi sorga oleh orang-orang Yahudi. Kenapa tak mereka buat saja di negeri mereka sendiri surga seperti Tel Aviv ini?” Problem besar orang-orang Arab, sejak 1948 adalah bahwa mereka tak bisa menerima “two state solution,” meski itu adalah satu-satunya pilihan yang realistik sampai sekarang. Jika saja orag-orang Palestina dulu mau menerima klausul itu, mungkin cerita Timur Tengah akan lain, mungkin tak akan ada terorisme Islam seperti kita lihat sekarang, mungkin tak akan ada 9/11, mungkin nasib umat Islam lebih baik. Bagi orang-orang Arab, Palestina adalah satu, yang tak bisa dipisah-pisah. Bagi orang-orang Israel, orang-orang Palestina tak tahu diri dan angkuh dalam kelemahan.

Sekarang saya mau cerita sedikit tentang Kota Tua Jerussalem, tentang al-Aqsa, dan pengalaman saya berada di sana. Percaya atau tidak, Kota Tua tidak seperti yang saya bayangkan. Ia hanyalah sekerat ladang yang berada persis di tengah lembah. Ukurannya tak lebih dari pasar Tanah Abang lama atau Terminal Pulo Gadung sebelum direnovasi. Tentu saja, sepanjang sejarahnya, ada perluasan-perluasan yang membentuknya seperti sekarang ini. Tapi, jangan bayangkan ia seperti Istanbul di Turki atau Muenster di Jerman yang mini namun memancarkan keindahan dari kontur tanahnya. Kota Tua Jerussalem hanyalah sebongkah tanah yang tak rata dan sama sekali buruk, dari sisi manapun ia dilihat.

Sebelum menuruni tangga ke sana, saya sempat melihat Kota Tua dari atas bukit. Heran seribu heran, mengapa tempat kecil yang sama sekali tak menarik itu begitu besar gravitasinya, menjadi ajang persaingan dan pertikaian ribuan tahun. Saya berandai-andai, jika tak ada Golgota, jika tak ada Kuil Sulayman, dan jika tak ada Qubbah Sakhra, Kota Tua hanyalah sebuah tempat kecil yang tak menarik. Berada di atas Kota Tua, saya terbayang Musa, Yesus, Umar, Solahuddin al-Ayyubi, Richard the Lion Heart, the Templer, dan para penziarah Eropa yang berbulan-bulan menyabung nyawa hanya untuk menyaksikan makam, kuburan, dan salib-salib. Agama memang tidak masuk akal.

Oleh Guide kami, saya diberitahu bahwa Kota Tua adalah bagian dari Jerussalem Timur yang dikuasai Kerajaan Yordan sebelum perang 1967. Setelah 1967, Kota Tua menjadi bagian dari Israel. “Dulu,” katanya, “ada tembok tinggi yang membelah Jerussalem Timur dan Jerussalem Barat. Persis seperti Tembok Berlin. Namun, setelah 1967, Jerussalem menjadi satu kembali.” Yang membuat saya tertegun bukan cerita itu, tapi pemandangan kontras beda antara Jerussalem Timur dan Jerussalem Barat dilihat dari ketinggian. Jerussalem Timur gersang dan kerontang, Jerussalem Barat hijau dan asri. Jerussalem Timur dihuni oleh sebagian besar Arab-Muslim, sedangkan Jerussalem Barat oleh orang-orang Yahudi.

Saya protes kepada Guide itu, “Mengapa itu bisa terjadi, mengapa pemerintah Israel membiarkan diskriminasi itu?” Dengan senyum sambil melontarkan sepatah dua patah bahasa Arab, ibu cantik itu menjelaskan: “ya akhi ya habibi, kedua neighborhood itu adalah milik privat, tak ada urusannya dengan pemerintah. Beda orang-orang Yahudi dan Arab adalah, yang pertama suka sekali menanam banyak jenis pohon di taman rumah mereka, sedang yang kedua tidak. Itulah yang bisa kita pandang dari sini, mengapa Jerussalem Barat hijau dan Jerussalem Timur gersang.” Dough! Saya jadi ingat Bernard Lewis: “What went wrong?”

Ada banyak pertanyaan “what went wrong” setiap kali saya menyusuri tempat-tempat di Kota Tua. Guess what? Kota Tua dibagi kepada empat perkampungan (quarter): Muslim, Yahudi, Kristen, dan Armenia. Pembagian ini sudah ada sejak zaman Salahuddin al-Ayyubi. Menelusuri perkampungan Yahudi sangat asri, penuh dengan kafe dan tempat-tempat nongkrong yang cozy. Begitu juga kurang lebih dengan perkampungan Kristen dan Armenia. Tibalah saya masuk ke perkampungan Muslim. Lorong-lorong di sepanjang quarter itu tampak gelap, tak ada lampu, dan jemuran berhamburan di mana-mana. Bau tak sedap terasa menusuk.

Jika pertokoan di quarter Kristen tertata rapi, di quarter Muslim, tampak tak terurus. Ketika saya belanja di sana, saya hampir tertipu soal pengembalian uang. Saya sadar, quarter Muslim bukan hanya kotor, tapi pedagangnya juga punya hasrat menipu.

Namun, di antara pengalaman tak mengenakkan selama berada di perkampungan Islam adalah pengalaman masuk ke pekarangan al-Aqsa (mereka menyebutnya Haram al-Syarif). Ini adalah kebodohan umat Islam yang tak tertanggulangi, yang berasal dari sebuah teologi abad kegelapan. You know what? Saya dengan bebasnya bisa masuk ke sinagog, merayu tuhan di tembok ratapan, dan keluar-masuk gereja, tanpa pertanyaan dan tak ada penjagaan sama sekali.

Tapi begitu masuk wilayah Haram al-Syarif, dua penjaga berseragam tentara Yordania dengan senjata otomatis, diapit seorang syeikh berbaju Arab, menghadang, dan mengetes setiap penziarah yang akan masuk. Pertanyaan pertama yang mereka ajukan: “enta Muslim (apakah kamu Muslim)?” Jika Anda jawab ya, ada pertanyaan kedua: “iqra al-fatihah (tolong baca al-fatihah).” Kalau hafal Anda lulus, dan bisa masuk, kalau tidak jangan harap bisa masuk.

Saya ingin meledak menghadapi mereka. Saya langsung nyerocos saja dengan bahasa Arab, yang membuat mereka tersenyum, “kaffi, kaffi, ba’rif enta muslim (cukup, cukup, saya tahu Anda Muslim).” Saya ingin meledak menyaksikan ini karena untuk kesekian kalinya kaum Muslim mempertontonkan kedunguan mereka. Kota Tua adalah wilayah turisme dan bukan sekadar soal agama. Para petinggi Yahudi dan Kristen rupanya menyadari itu, dan karenanya mereka tak keberatan jika semua pengunjung, tanpa kecuali, boleh mendatangi rumah-rumah suci mereka.

Tapi para petinggi Islam rupanya tetap saja bebal dan senang dengan rasa superioritas mereka (yang sebetulnya juga tak ada gunanya). Akibat screening yang begitu keras, hanya sedikit orang yang berminat masuk Haram al-Syarif. Ketika saya shalat Maghrib di Aqsa, hanya ada dua saf, itupun tak penuh. Menyedihkan sekali, padahal ukuran Aqsa dengan seluruh latarnya termasuk Qubbat al-Shakhra sama besarnya dengan masjid Nabawi di Madinah. Rumah tuhan ini begitu sepi dari pengunjung.

Tentu saja, alasan penjaga Aqsa itu adalah karena orang-orang non-Muslim haram masuk wilayah mesjid. Bahkan orang yang mengaku Muslim tapi tak pandai membaca al-Fatihah tak layak dianggap Muslim. Para penjaga itu menganggap non-Muslim adalah najis yang tak boleh mendekati rumah Allah.

Saya tak bisa lagi berpikir. Sore itu, ingin saya kembali ke tembok ratapan, protes kepada Tuhan, mengapa anak bontotnya begitu dimanja dengan kebodohan yang tak masuk akal.

sumber Web Site: berpolitik.com

About these ads

44 Responses to “Tulisan Gembong Jaringan Islam Liberal(JIL) Yang menghebohkan,Dari Luthfie Asyaukanie untuk Israel”

  1. silmikaffa said

    Tidur di mana si Syaukanie ini ya? Hotel mewah mana ya? Atas biaya siapa ya?
    Suruh dia tidur di rumah Gaza. Biar dia rasain RAMAHnya rudal zionis!!
    JIL = Jongos IsraeL ?

  2. yang pasti Konflik Israel dan palestina adalah jembatan menuju komflik yang menjurus kedua paham dan agama. yang pasti dunia sudah dipenghujung Akhir.
    seperti yang sudah diramalkan Oleh Rasulullah Komflik ini tdak akan berkesudahan sampai akhir masa dan kehidupan karena bangsa yahudi yang dibawa oleh Musa as adalah bangsa penghianat terbukti mereka tega mengianati nabinya setelah sang nabi bersusah payah mengeluarkan mereka dari cengkraman firaun maka bilamana perang tersebut akan membuat carut marut kehidupan dunia, pada saat itulah Isa Ibn Maryam akan turun meluruskan jalan yang benar.

  3. Hand Writer said

    You want to know who Israel is, click below:
    http://www.cbsnews.com/video/watch/?id=4752349n

  4. alungcongming said

    Memang ummat islam tdk mau belajar ttg segala hal,ga peduli itu pada siapa non muslim, yahudi, kristen dll.seandainya kita ummat muslim mau belajar dan menyerap ilmu2 kepada kaum non muslim alangkah makin maju nya islam ini.pantaslah Barat memangdang islam sepele.

  5. Romanenko said

    Si Syaukannie memang telah dikunci mata hatinya oleh Allah, kamu lebih berbahaya dibanding Israel itu sendiri, sadarkah kamu kalau kamu hanya seorang Goyim dimata Israel, kamu memang manusia bodoh, sebodoh-bodohnya manusia, kamu hanya jadi anjing piaran Israel, kasihan kamu……..

  6. ade said

    ass. salam kenal pak! saya orang Talu asli , tinggal di Rumbai Tabek Sirah!

    Sekarang masih kuliah di Unand Padang!

  7. koboi said

    Waduk sia lah,, dasar agen freemason,, tai….. modar goblog!!!

  8. dody poernomo said

    bwat yang habis jalan2 ke israel, mending kamu pindah agama deh dari pada kayak gitu, itu munafik namanya, gimana mau makmur kalo tip mau bangun rumah dibom lagi-dibom lagi, iya enak lo dapet fasilitas israel, lo tu gak ada bedanya ma zionis, lo yang dungu kayak keledai yang di congos idunge, di iming2 kayak gitu aj sombongnya kayak abis dapet lotre, ALLAH SWT lebuh membenci orang munafik daripada kafir itu sendiri

  9. Achmad Subhan said

    Membaca artikel dari orang-orang JIL, sangat menjengkelkan …….

  10. musleemthinker said

    INDAHNYA HIDUP BERSYARI’AT..
    dunia adalah penjara bagi orang-orang yang beriman.
    apa ertinya MUDAH BERSAHABAT dan MEMILIKI SAHABAT jikalau kita KEHILANGAN CINTA ALLAH?
    apa yang kita kejarkan di dunia ini?
    di manakah HATI kita yang sebenarnya?
    BERSIHKAH hati-hati kita???
    SAHABATKAH yang dapat membantu jika kita MENERIMA MUSIBAH?
    siapa lagi yang menjadi tempat MENAGADU???
    di mana tempat untuk kita dapatkan KETENANGAN???
    pernahkah anda merasai KEMANISAN IMAN itu sendiri..?
    sungguh,ISLAM itu agama yang BENAR di sisi ALLAH
    cuma kita lihat zaman kini orang2 ISLAM itu sendiri LEBIH RAMAI yang MUNAFIQ, yang benar-benar BERIMAN itu terlalu sedikit..
    SIAPAKAH KITA di sisi ALLAH????
    orang ISLAM yang BERIMAN itu mati dalam SENYUMAN,
    orang munafiq,fasiq dan kafir itu mati dalam KEHAUSAN dan KEKUFURAN!!!
    ALLAH MAHA MENGETAHUI,
    SEDANG KAMU TIDAK MENGETAHUI…

  11. lila said

    ini orang islam apa bukan yaaa… bukannya membela kaum muslim malah mengata-ngatai… tunggulah balesan dari allah. wajar klo kita maksud masjid ditanya dulu.. karena masjid adalah tempat suci. belajar kaga sich looooooo

  12. nanda said

    islam kok liberal….kasihan yah dia

  13. nanda said

    Tapi kitapun sebagai umat muslim memang sebaiknya bersedia untuk intropeksi diri.
    Siapa tahu bila kita berpikir jernih malah setelah membaca dan merenungi tulisan diatas kita jadi bisa memahami keadaan diri dan menyadari kekurangan kita yang sebenarnya.
    Siapa tahu benar keadaan kita memang demikian, masih banyak ketinggalannya (tapi angkuh) dibandingkan dengan mereka sehingga untuk sementara ini kita masih “jauh kalah” oleh mereka.
    Jadi memang sebaiknya kita buka hati dan berpikiran jernih….agar kita bisa memperbaiki diri.
    Jangan emosi dulu.
    Sahabat sejati itu adalah mereka yang bersedia mengungkapkan kekurangan diri kita bukan sebaliknya yang hanya ingin memuji-muji kita….. tapi tentunya harus dengan cara yang baik yaaaahh.

  14. udah deeh, bwat para dedengkot islam liberal, mending lo bawa aja orang2 yg islamx KTP doank, lumayan kan bwat nambahin bahan bakar api neraka ntar disana, ibaratx nih ya orang islam liberal itu kayak orang2 qurays yg berusaha ngebujuk orang2 islam yg KTP doank, dasar antek-antek zionis, tp kalo diliat dari komen tmn2 diatas kykx bakal kerja extra keras tuh jil, cos orang2 muslim indonesia itu bukan kumpulan orang2 goblok kyak lo (jil)

  15. panatagama said

    Payah dedengkot JIL..si ulil lari debat ama yusuf si luthfie gak bsa mempertahankan opininya..luthfi lo klo mau debat gw tunggu..email gw sheva2_aimar@yahoo.com..gw yakin deh pasti kagak mau

  16. gita said

    Lutfie.. anda org berpendidikan yg otaknya jongkok..
    tulisan anda mencerminkan siapa anda.. seseorang yg buta mata hatinya..
    semoga anda bisa kembali ke jalan yg benar..

  17. qbel said

    ahh…orang2 kya dia tuh mang ud ad dri dlu,gak kget lgi!!! mang tulisan’y ngaruh apaaa? smkn byk bcra smkn jls m’buktikn bhwa dia org yg dangkl.

  18. anwar said

    Assalamu’alaikum…. kepada umat Muslim semuanya janganlah kita terjebak/terprovokasi oleh ceritanya si lutfie, karena kalau kita terprovokasi itulah yang dinginkan oleh mereka untuk menghancurkan Agama Islam. Orang2 kafir dari dulu mencoba dengan berbagai cara untuk menghancurkan Islam…..Marilah kita pererat “UKUWAH ISLAMIAH”. Biarlah JIL ngomong apapun yang penting kita tetap sebagai Umat Muslim yang taat (simaklah lagunya Doel Sumbang “Anjing menggonggong Kafilah berlalu”)Islam adlah Agama Allah kita sebagai umatnya wajib menjaga dengan baik….MENJAGA bukan berarti dengan kekerasan….MENJAGA kita bisa dengan memperbanyak mengikuti pengajian2 yang tentunya diadkan oleh Majelis2 yang bisa dipercaya kemurnian ajarannya. MENJAGA hati kita dari amarah….MENJAGA dari perbuatan maksiat….MENJAGA dari perbuatan yang dapat merusak IMAN DAN ISLAM. Marilahkita berdoa kepada Allah SWT….ALLAHUMA ARINAL HAQO HAQO WARZUKNATIBA’AH…WA ARINAL BATIL BAATILA WARZUKNATINABAH……(maaf apabila tulisannya salah ketik)……

  19. andika said

    Propaganda Zionis… Pengkhianat… Pergilah kau ke Neraka Jahannam..dibayar berapa kau sama yahudi laknatullah alaih…

    • teguh said

      Isteri Yaser Arafat namanya Zuha Tawil Yahudi Kristen Maronit, Yaser Arafat adalah orang muslim Arab Palestina dianggap pemimpin Palestina dan telah meninggal dunia..

  20. edwin said

    Buat saudara muslim, makanya belajar dan bekerja yang rajin+disiplin supaya biasa bersaing dengan bangsa2 yang lain, gak usah bela diri. kalo dah kalah ya kalah, klo dah kumuh ya kumuh. sekarang tinggal kalian mau berubah ato gak. mau di dunia mana pun, pemukiman kalian pasti jadi pemukiman yg paling kumuh, terbelakang. di indonesia aja kalian dah kalah bersaing dalam ekonomi, pemilik negara tapi gak menguasai ekonomi negara-nya, dari segi apapun kalian serba kalah. mau teknologi, ekonomi, SDM. semua kalah. periksa diri kalian masing2 gk usah cari alasan dengan kekalahan kalian. i love u guy, u are still my bro&sis

    • teguh said

      kalau direnungkan yang kita gunakan sebagai sarana kebersihan diri tubuh kita contohnya shampo, pasta gigi, sabun, ternyata buatan kaum kafir yang kita musuhi, belum yang lain untuk urusan WC lebih dikenal istilah Jamban perihal kebersihan ini belajar banyak dari kaum kafir, sebelumnya ah malu mau ngomongnya. Gak percaya tanya pada para generasi tua, mungkin untuk daerah pinggir yang terbelakang masih ada. Belum yang lain sarana komunikasi HP dll Server, Satelitnya yang buat ya kaum kafir. Melalui internet ini saya menulis dan merasakan faedahnya , ini juga buatan kaum kafir yang kita caci maki dan kita musuhi. Mulai kapan kedengkian sumpah serapah dan caci maki terus dikobarkan apa memang seharusnya begitu. yang jelas saya berprinsip bagimu agamamu bagiku agamaku dan tidak mau terlarut dalam kedengkian sumpah serapah caci maki yang berkobar.Paman nabi Muhammad SAW sendiri yang berjuang mendampingi nabi tidak mau masuk Islam.

  21. Bormawan said

    Assalamualaikum wr wb….
    Pasca bom di utan kayu beberapa hari yang lalu..saya baru nyadar klo ternyata JIL lagi cari sensasi…biar bisa “naek daon”dan tenar… Ternyata didalam JIL berisi orang-orang sesat yang mencoba menghancurkan islam dari dalam.. tulisan anda diatas menunjukan gelap dan jauhnya pikiranmu dari ajaran yang benar. Klo anda betul2 muslim segera BERTOBATLAH !!! Tapi klo anda hanya menggunakan Kedok Islam…GO TO HELL.. dengan para Yahudi dan Zionis.. Islam tidak akan pernah takut dengan provokasi tulisanmu Lutfi….Karena islam AGAMA YG BENAR DAN MEMBAWA RAHMAT.
    Wassalamu alaikum…

  22. dewi said

    lanjut terus bung luftie,karena kebenaran harus ditegakkan …sebagian besar umat islam di indo sudah dicekoki doktrin yang salah…mereka tidak sadar bahw3a asal kitab mereka bersumber dari kitab yahudi dan nasrani

  23. mbah mo said

    Dasar si BABI Luthfie Asyaukanie, mulut loe ja yg ngaku-ngaku islam, padahal hatimu punya setan. dasar kau ANJING,BANGSAT, KEPARAT. Jangan-jangan leluhurmu asli israel yow…….sampe-sampe otakmu sudah g waras & punya pandangan seperti itu. Atau EMAK & BAPAK loe pernah jadi PKI?????? sehingga melahirkan anak seBANGSAT dirimu. perbaiki akhlak islammu yg masih bau kencur tu, ngakunya islam eh…ternyata di artikelnya malah mengina islam. SEKALI lagi hati-hati klo bicara. klo GAK pengen NYAWA loe MELAYANG alias KO^IT

  24. fakhrurrizki said

    dasar ank setan loe luthfie……ngaku islam rupanya blngsat …
    brp an sih loe dibyar israel … loe memang org “TERMISKIN DI DUNIA” Biar gue bayar loe buat jilad pantat gue….
    dri pada loe jilad israel…….

    • … Sebaliknya, orang-orang Arab tak mengerti apa yang sedang dibicarakan di Israel, karena bahasa Ibrani adalah bahasa asing yang bukan hanya tak dipelajari, tapi juga dibenci dan dimusuhi.

      Jangankan kita belajar berbahasa Ibrani,
      Berbahasa Indonesia yg baik pun tak bisa,
      Maugimana lagi.

      Hanya dgn cinta membangun
      Dgn benci merusak semuanya

      Salam Damai!

  25. teguh said

    kalau kisah perjalanan Luthfie Asyaukani ke israel memang benar tidak ada manipulasi, dan kondisi lapangan begitu, kenapa kita marah, mencaci maki, mengeluarkan kata kotor yang tak ada faedahnya, sepertinya jiwa itu dirasuki setan untuk marah memaki mengeluarkan kata kotor, disinilah jiwa terpuaskan dengan memaki, marah, mengeluarkan kata kotor. Apakah cerminan memang begitu? Justru informasi kisah perjalanan ini banyak diperlukan, untuk membuka tabir cakrawala makin luas tidak seperti katak dalam tempurung dan berpikiran bebal.

  26. Furkon said

    Awas aja ya ati2,si lutfir bakalan terus ngobok2 umat islam,wong dalemannya yahudi,ktpnya doang islam.kudu di pencit eta mahluk.!!

  27. Nambah,
    Preksa juga:
    Bekasi Barat vs Bekasi Timur

  28. Speelman said

    Setuju bang Syaukanie…

    Jika sebagian besar yang telah komentar adalah muslim,
    benar-benar pendapat Asyaukanie tentang kejumudan muslim terbukti, bukankah Islam mengajarkan menolak dengan hikmah, dengan baik-baik, kenapa cuma sumpah serapah dan umpatan??? Apa Nabi Muhammad juga seperti itu?

    ckckck The trouble with Muslim :)

  29. Mustamar said

    Saya malas komentarinya, sebab dia sendiri sudah mengaku sebagai islam dan dungu. itu istilah orang kampung saya “bak meludah kelangit, toh muka kita juga yg kena” (kalau Lutyfie itu benar islam, tapi kalau bukan memperjelas statusnya, sebab islam itu bukan hanya sholat magrib, tapi ada 5 rukun islam dan 6 rukun iman(akidah), bagaimanapun kehebatan bangsa Israil toh tidak akan bisa juga akan pindah kehebatan Israil itu ke Luthfie, buktinya di mau menjadi corong propaganda Israil, padahal jahudi itu sudah jelas sifatnya didalam alqur’an. Seharusnya Luthfie tahu bahwa bangsa Jahudi sangat ingin menghapus surat-surat dalam alqur’an yg diturunkan di Madinah (Madaniyah).

  30. koesoema said

    si Jahudi lagi enak enak tidur dihujat sana dihujat sini, salah satu dari sembilan istri rasullulah adalah perempuan yahudi, ini sudah terpublikasi, abis gimana lagi 1400 tahun yang lalu belum ada telpon maupun IT informasi teknologi, jadi sebatas informasi lokal saja, coba pada zaman itu sudah ada telpon tv IT, nanti akan makin semarak dalam daftar selain Jahudi, Nasrani, Majusi, nanti akan ditambah lagi Hindu, Budha, Kong HuCu, Shinto, Aliran Kepercayaan, yang umurnya lebih 2000 tahun masuk dalam daftar kafir ada info luthfie syaukani langsung diterima dengan kemarahan caci maki sumpah serapah benar juga kala ada yang komentar angkuh sombong congkak dalam kelemahan. sekarang coba dua orang satu dibimbing dengan agama yang satu dibimbing tanpa agama dengan hati nurani dan akal berbudi luhur lihat hasilnya. akan makin indah dan optimum seseorang dengan hati nurani akal berbudi luhur dengan kitab suci. sebab kitab suci nggak berbunyi yang berbunyi yang membaca kitab suci tersebut. orang israel menggunakan dua bahasa arab dan ibrani, akibatnya ya pikir sendiri secara ilmu intelejen israel ngerti bahasa ibranui dan bahasa arab, tetapi si arab nggak ngerti bahasa israel ngertinya baha arab thok.

  31. nirafdi pitopang said

    sebagai kaca perbandingan dr yg kita dengar selama ini. islam adalah bagi yg berakal. yg emosional temannya iblis.

  32. nirafdi pitopang said

    semoga bermanfaat bg yg berakal.

  33. Mungkin hrs begitu
    Dunia barat vs dunia timur.
    Mari cari kelebihan timur itu, apa.
    Cari di Al Quran, cari di Alkitab ada.

    Salam Damai!

    • fanya cinthya said

      Perbedaan antara Timur vs Barat merupakan sunatullah yang tak perlu dipertentangkan. Timur lebih dulu terang dan hangat disaat Barat masih gelap dan dingin. Timur akan meredup saat Barat semakin terang dan panas. Meski demikian, Timur dan Barat adalah sebuah kesatuan yang tercipta sesuai rencana dan ketentuan Sang Maha Pencipta.

      Timur, Barat, Utara, Selatan adalah salah satu bukti dan wujud keberagaman dalam hidup sebagaimana tercermin dalam keberadaan Betul-Salah; Baik-Buruk; “Mualaf”-”Murtadin” dll, agar setiap individu betul-betul menggunakan akal, nurani dan berbagai petunjuk yang diberikan-Nya melalui kitab-kitab-Nya dan utusan-utusan-Nya, dalam menentukan, memilih dan memilah jalan hidup manakala ingin berjalan di jalan yang diridhoi-Nya; manakala ingin beriman dan menyembah-Nya, menyembah Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan Pencipta dan Penguasa Alam Semesta, bukan pada berhala “tuhan” yang didaulat atas dasar pengetahuan sempit, keyakinan dan kesepakatan sepihak manusia belaka.

      salam

    • fanya cinthya said

      @Om Maren
      Kok nggak perlu, Fan?
      Bahkan keinginan tubuh kita
      Dipertentangkan dgn keinginan roh

      Pertentangan senantiasa ada,
      Segala pertentangan itu guna pemikiran.
      Timur-Barat nggak cukup dibiarkan; Pikir!
      =====

      Om, “bertentangan” beda dengan “dipertentangkan” dooong………
      “Bertentangan” contohnya kalau A mengatakan bhw makan & nulis baiknya pake tangan kiri (kalo A kidal) sementara menurut B makan & nulis baiknya pake tangan kanan karena B ngga kidal. Pendapat A dan B jelas bertentangan tokh?

      Apakah tolok ukur “baik” manurut pendapat A dan B tsb patut “dipertentangkan”? artinya harus dicari putusan siapa yang benar dan siapa yang salah? pendapat si A kah? atau si B kah?

      Mereka yang benar-benar menghargai keberagaman tidak akan mempertentangkan pendapat A dan B sekaligus tidak akan memaksakan kebenaran A thdp B begitu pula sebaliknya.

      Siapapun patut menghargai keyakinan kelompok A yg meyakini bhw nilai-nilai A lah yg benar.
      Demikian pula patut dihargai keyakinan kelompok B yg meyakini bhw nilai-nilai B lah yg benar.

      Yang perlu dicermati adalah jangan sampai masing-masing kelompok memaksakan keyakinan dan kebenarannya kpd kelompok lainnya dgn berbagai cara, baik terselubung maupun terbuka………..
      Ketika hal tsb dilakukan, maka perlu dilakukan tindakan hukum berdasarkan ketentuan dan perundang-undangan yg berlaku….

      Sederhanya saja koq.

      Salam

  34. ade rangga said

    Ass..
    Udah keliatan ko Luthfie Asyaukanie bukan Islam, dia tak beragaman ya masuk Mesjid ya mesti ditanya2, krn Musjid itu tempat suci..
    harus bersuci pula dengan Wudhu dan Mandi, kl mesjid siapa aja bisa masuk contohnya Nasrani atau Yahudi, brrti mesjid itu sudah kotor krn kenajisan para kafir / ahlul kitab (Nasrani dan Yahudi).

    mas Luthfie Asyaukanie , semoga anda dibukakan mata hati anda oleh Allah Swt..
    Aamiin ya robb..

    Tidak Pantas JIL ada Di Ibu Pertiwi kita Indonesia ini…..

    Hapuskan JIL dari Tanah Indonesia!!

    Wassalamualaikum Wr Wb

  35. yah begini saja, anda berada di tel aviv dan kota kota lainya ya, belum sampai perbatasan kan, nah memang di israel, air , listrik da semuanya ada, bersih dan nyaman, apakah di kota kota di israel juga ada penghancuran pemukiman ? apakah ada prajurit yg ada dalam masing masing rumah untuk menjaga agar para penghuni rumah tidak memasukan orang asing dan memuat cerita mereka, yang benar benar ada disana sejak lama . apakah anda tidak melihat di palestina ? tiap hari inspeksi, jam malam, keluar kota dengan melewati pengecekan, itu di negara mereka sendiri, artinya bukanlah masalah keamanan, ini masalah pelarangan untuk berpindah tempat.mungkin anda hanya beberapa hari di israel, memang itu kesan yg anda dapatkan, namun jika anda berada disana dengan waktu yg cukup lama, anda baru merasakan.

    sekian,terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 68 other followers

%d bloggers like this: