MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

Mengenal H. Adam Malik (Mantan Menteri Luar Negeri Indonesia).

Posted by Bustamam Ismail on December 16, 2008


h-adam-mlkBeliau merupakan seorang pria cerdik dengan ukuran tubuh yang kecil yang dijuluki ”si kancil”. Beliau dilahirkan di Pematang Siantar, Sumatra Utara, 22 Juli 1917 dari pasangan Haji Abdul Malik Batubara dan Salamah Lubis. Semenjak kecil beliau sudah gemar menonton film koboi, membaca, dan fotografi. Setelah lulus HIS (sekolah dasar), beliau membantu sang ayah berdagang. Di sela-sela berdagang, beliau banyak membaca berbagai buku yang memperkaya pengetahuan dan wawasannya.

Di masa mudanya, beliau sudah aktif ikut pergerakan nasional memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Keinginannya untuk maju dan berbakti kepada bangsa mendorong beliau untuk pergi merantau ke Jakarta. Salah satu usaha beliau dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia adalah mendirikan kantor berita ANTARA pada tahun 1937.

Di zaman penjajahan Jepang, beliau juga aktif bergerilya dalam gerakan pemuda memperjuangkan kemerdekaan. Menjelang 17 Agustus 1945, bersama Sukarni, Chaerul Saleh, dan Wikana, beliau pernah membawa Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Kemahirannya memadukan diplomasi dan media massa mengantarkan beliau menimba berbagai pengalaman sebagai Duta besar, Menteri, Ketua DPR hingga menjadi Wakil Presiden. Pada akhir 1950, beliau sebagai Duta Besar Indonesia untuk Uni Soviet dan Polandia. Beliau merupakan ketua Delegasi RI dalam perundingan Indonesia- Belanda, untuk penyerahan Irian Barat di tahun 1962. Pada saat menjabat sebagai Menteri Luar Negeri pada periode 1966 – 1978, bersama para Menteri Luar Negeri dari Filipina, Malaysia, Singapura dan Thailand, beliau turut mempelopori terbentuknya ASEAN di Bangkok, Thailand pada tahun 1967. Beliau juga mendapatkan kepercayaan sebagai Ketua Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa ke-26 pada tahun 1971-1972 di New York, Amerika Serikat.

Bapak Adam Malik, peraih penghargaan Bintang Maha Putera dan Bintang RI Adhi Pradana, meninggal dunia di Bandung pada 5 September 1984.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: