MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

Kesepakatan Talu Mulai dibahas.

Posted by Bustamam Ismail on November 18, 2008

adat-minangRangkaian kegiatan hasil Kesepakatan Talu (KT) mulai dilaksanakan, ditandai kehadiran tim perumus dalam musyawarah di Istano Silinduang Bulan, Batusangkar.
Kesepakatan Talu lahir dalam pertemuan Sabtu 11 Oktober 2008, dihadiri 72 raja-raja pewaris kerajaan, datuk, penghulu, cadiak pandai dan bundo kanduang se-Sumbar. Disepakati, bersama cadiak pandai , pemikir Minang, alim ulama dan pemerintah mencari solusi pemecahan masalah adat dan etnis Minangkabau untuk kemaslahan dan peningkatan peran etnis Minangkabau dalam NKRI.

Musyawarah pertama ini dihadiri oleh tim perumus, di antaranya Dr. Fadlan Maalip, SKM Tuanku Bosa XIV dari Talu, Pasaman Barat yang menjadi Ketua Tim, Dr. Ir. Yuzirman Rayid. Nsi. atau DT. P. Gajah Tangga, H.A. Dt. Rajo Mangkuti dan dipandu Sekretaris Tim Perumus Petrison, SS.
Sebelumnya, Fadlan Maalip mengadakan silaturahhmi dengan keluarga Istano Silinduang bulan pekan lalu, saat itu dihadiri Tuan Gadih Raudha Thaib, Farib Thaib, Wisran Hadi, Datuak Nan Batujueh di Pagaruyung, dan Wali Nagarinya. Tuanku Bosa saat itu menyebut bahwa ia punya kaitan darah dengan kerajaan Pagaruyung yang saat ini melihat bahwa adat Minangkabau saat ini tergolek. Kondisi inilah yang memulai lahirnya rencana Kesepakatan Talu itu. Dimana, katanya, pemangku adat haruslah punya konsep dan gagasan agar adat dan limbago itu berdiri tegak kembali.
Seperti diberitakan sebelumnya, KT merupakan hasil dari perte¬muan, Sabtu (11/10) silam di Talu Pasaman Barat, dihadiri oleh sebanyak 72 orang peserta, yang terdiri dari raja pewaris kera¬jaan, datuk, penghulu, cadiak pandai dan bundo kanduang se-Sumbar.
Isi dari kesepakatan itu bersama-sama cadiak pandai, pemikir Minang, alim ulama dan pemerintah mencari solusi pemecahan masa¬lah adat dan etnis Minangkabau untuk kemaslahan dan peningkatan peran etnis Minangkabau dalam NKRI, membentuk tim perumus yang bertugas mengumpulkan dan merangkum saran-saran praktisi selan¬jutnya menyelenggarakan seminar, lokakarya dan musyawarah secara berjenjang untu mendapat solusi dengan melibatkan seluruh potensi Minangkabau.
Tim berkomunikasi serta melakukan pertemuan secara berkala dan berkesinambungan agar setiap saat dapat bertukar pengalamandan saling membantu, serta mendukung upaya-upaya yang dilakukan tim perumus.
Petrison selaku Sekretaris Tim Perumus menyebut, sejumlah pemba¬hasan yang diadakan pada pertemuan itu, seperti curah pendapat dan penyusunan program kerja.
Dikatakannya, masalah organisasi yang dibahas saat itu, seperti mengganti nama tim perumus KT dengan Badan Pekerja Pucuk Adat Alam Minangkabau, yang sumber dananya dari bantuan yang tidak mengikat dari para donatur.
“Badan pekerja dalam waktu dekat akan melakukan collecting data untuk dijadikan data base mengenai jumlah dan nama penghulu di Minangkabau, inventarisasi masalah-masalah yang berkaitan dengan adat Minangkabau dan pemangku adatnya,” timpal.
Petrison yang juga caleg DPRD-RI menambahkan, tindak lanjut dari kegiatan ini nantinya adalah secepatnya mancari dan mengumpulkan semua data-data yang dibutuhkan bagi kegiatan ini, juga memfasil¬itasi pertemuan pucuk adat Minangkabau secara berkala, serta memikirkan adanya usaha untuk menunjang kegiatan badan pekerja, seperti usaha penyewaan pelaminan dan lainnya.
Direncanakan juga memfasilitasi kegiatan kesenian tradisional di Istano Silinduang Bulan tiap pekan, yang berlanjut dengan pertun¬jukan kesenian anak nagari.
(Musriadi Musanif, dari Harian Umum Singgalang, Edisi Jumat, 14 November 2008)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: