MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

EXODUS MUSA MENURUT QUR-AN DAN BIBEL

Posted by Bustamam Ismail on October 21, 2008

Pada garis besarnya, riwayat Qur-an tentang keluarnya orang

Yahudi dari Mesir adalah sama dengan riwayat Bibel. Kita

perlu menyusun riwayat itu, karena ayat-ayat tentang hal ini

terpencar dalam beberapa bagian dalam Qur-an.

Seperti juga dalam Bibel, Qur-an tidak menyebutkan nama yang

dapat menunjukkan identitas Fir’aun yang berkuasa pada

waktu Exodus terjadi. Kita hanya tahu bahwa ada seorang

anggauta Majlis Pemerintahan Fir’aun, seorang yang bernama

“Haman,” nama “Haman” disebut dalam Qur-an 6 kali, yaitu

dalam surat 28 ayat 6, 8 dan 38, surat 29 ayat 39 dan surat

40 ayat 24 dan 36.

Fir’aun adalah penindas bangsa Yahudi.

Surat 14 ayat 6 .

[Tulisan Arab]

Artinya: “Dan ketika Musa berkata kepada kaumnya: Ingatlah

nikmat Allah atasmu ketika Dia menyelamatkan kamu

dan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya, mereka

menyiksa kamu dengan siksa yang pedih, mereka

menyembelih anak-anak laki-lakimu, membiarkan

hidup anak-anak perempuanmu, dan pada yang

demikian itu ada cobaan yang besar dari Tuhanmu.”

Pemandangan itu juga disebut secara yang sama dalam surat 7

ayat 114. Akan tetapi Qur-an tidak menerangkan nama

kota-kota yang didirikan oleh bangsa Yahudi yang diperbudak

seperti yang diterangkan oleh Bibel.

Hikayat Musa diletakkan di pinggir sungai disebutkan dalam

surat 20 ayat 39 dan 40, dan dalam surat 28 ayat 7 s/d 13.

Dalam riwayat Qur-an, NIusa diambil oleh keluarga Fir’aun.

Ayat 8 dan 9 surat 28.

[Tulisan Arab]

Artinya: “Maka dipungutlah ia oleh keluarga Fir’aun yang

akibatnya ia menjadi musuh dan kesedihan bagi

mereka. Sesungguhnya Fir’aun dan Haman beserta

tentaranya adalah orang-orang yang bersalah. Dan

berkatalah isteri Fir’aun: Ia biji mata bagiku dan

bagimu janganlah kamu membunuhnya mudah-mudahan ia

bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia jadi

anak sedang mereka tidak menyadari.”

Tradisi Islam mengatakan bahwa isteri Fir’aun yang

memelihara Musa adalah Asya. Dalam Qur-an yang mengambil

Musa dari sungai itu bukan isteri Fir’aun, hanya Aal

(kerabat), yakni orang-orang yang tinggal dalam istana.

Masa remaja Musa, menetapnya di negeri Madyan dan

perkawinannya disebutkan dalam surat 28 ayat 13 s/d 28.

Hikayat tumbuh-tumbuhan yang terbakar terdapat dalam

permulaan surat 20, dan dalam surat 28 ayat 30 s/d 35.

Qur-an, tidak menyebutkan sepuluh penderitaan di Mesir

sebagai hukuman Tuhan seperti yang disebutkan oleh Bibel

dengan panjang. Tetapi Qur-an menyebutkan secara jelas 5

penderitaan (surat 2 ayat 133) Yaitu: banjir, belalang,

kutu-kutu, katak dan darah,

Larinya mereka dari Mesir diriwayatkan oleh Qur-an dengan

tidak ditentukan tempatnya secara pasti dan tidak disebutkan

jumlahnya. Bibel menyebutkan bahwa jumlah mereka adalah

600.000 dari kalangan mereka. Jumlah tersebut terasa tidak

dapat dipercaya; kita tidak dapat menggambarkan jumlah

manusia yang besar itu dapat berdiam lama di Sahara.

Matinya Fir’aun setelah mengejar orang-orang Yahudi juga

disebutkan dalam surat 20 ayat 78.

[Tulisan Arab]

Artinya: “Dan sesungguhnya telah Kami wahyukan kepada Musa.

Pergilah kamu dengan hamba-hambaKu (Bani Israil)

di malam hari maka buatlah untuk mereka jalan yang

kering di laut itu, kamu tak usah khawatir akan

tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam),

maka Fir’aun dengan balatentaranya mengejar

mereka, lalu mereka ditutup oleh laut yang

menenggelamkan mereka. Dan Firaun telah

menyesatkan kaumnya dan tidak memberi petunjuk.”

Memang orang Yahudi melarikan diri. Dan Fir’aun binasa, akan

tetapi jenazahnya ditemukan. Hal yang penting ini tidak

disebutkan oleh Bibel.

Surat 10 ayat 90 s/d 92.

[Tulisan Arab]

Artinya: “Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut,

lalu mereka diikuti oleh Firaun dan bala

tentaranya karena hendak menganiaya dan menindas

mereka, hingga bila Firaun itu telah hampir

tenggelam berkatalah dia: Saya percaya bahwa tidak

ada tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh

Bani Israil. Dan saya termasuk orang-orang yang

berserah diri (kepada Allah). Apakah sekarang baru

kamu percaya, padahal sesungguhnya kamu telah

durhaka dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat

kerusakan. Pada hari ini Kami selamatkan badanmu

supaya Kami dapat menjadikan pelajaran bagi

orang-orang yang datang sesudah kamu, dan

sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah

daripada tanda-tanda kekuasaan Kami.”

Paragraf tersebut menyebutkan dua kepastian:

a) Jiwa berontak dan permusuhan dapat dimengerti dalam

hubungannya dengan usaha Musa untuk meyakinkan Fir’aun .

b) Penyelamatan Tuhan kepada Fir’aun hanya mengenai

badannya, karena dalam surat 11 ayat 98 disebutkan bahwa

Fir’aun dan kaumnya adalah orang-orang yang dihukum karena

sesat.

[Tulisan Arab]

Artinya: “Ia berjalan di muka kaumnya di hari Kiamat dan

memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu

seburuk-buruk tempat yang didatangi.”

Dengan begitu maka fakta-fakta yang dapat dikonfrontasikan

dengan penyelidikan sejarah, geografi atau arkeologi riwayat

Qur-an berbeda dengan riwayat Bibel dalam hal-hal sebagai

berikut:

Dalam Qur-an tidak disebutkan nama-nama tempat, baik kedua

kota yang dibangun oleh Kaum Yahudi pengikut Musa atau

mengenai peta jalannya Exodus.

Dalam Qur-an tidak disebutkan matinya Fir’aun ketika Musa

menetap di Madyan.

Dalam Qur-an, jumlah pengikut Musa tidak disebutkan. Jumlah

tersebut terlalu dibesar-besarkan dalam Bibel, karena

disebutkan 600.000 orang dengan keluarga mereka. Angka

tersebut berarti lebih dari 2 juta manusia.

Dalam Bibel tidak disebutkan bahwa badan Fir’aun diketemukan

setelah ia mati.

Hal-hal yang sama dalam riwayat Bibel dan Qur-an yang perlu

digaris bawahi adalah:

Qur-an membenarkan terjadinya penindasan Fir’aun terhadap

orang-orang Yahudi pengikut Musa.

Riwayat Qur-an dan Bibel tidak menyebutkan nama Raja Mesir.

Qur-an membenarkan bahwa Fir’aun meninggal pada waktu

keluarnya orang Yahudi dari Mesir.

BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern

Dr. Maurice Bucaille

Judul Asli: La Bible Le Coran Et La Science

Alih bahasa: Prof. Dr. H.M. Rasyidi

Penerbit Bulan Bintang, 1979

Kramat Kwitang I/8 Jakarta

2 Responses to “EXODUS MUSA MENURUT QUR-AN DAN BIBEL”

  1. cipto said

    terima kasih

  2. Pada garis besarnya, riwayat Qur-an tentang keluarnya orang
    Yahudi dari Mesir adalah sama dengan riwayat Bibel. Kita
    perlu menyusun riwayat itu, karena ayat-ayat tentang hal ini
    terpencar dalam beberapa bagian dalam Qur-an.
    Seperti juga dalam Bibel, Qur-an tidak menyebutkan nama yang
    dapat menunjukkan identitas Fir’aun yang berkuasa pada
    waktu Exodus terjadi. Kita hanya tahu bahwa ada seorang
    anggauta Majlis Pemerintahan Fir’aun, seorang yang bernama
    “Haman,” nama “Haman” disebut dalam Qur-an 6 kali, yaitu
    dalam surat 28 ayat 6, 8 dan 38, surat 29 ayat 39 dan surat
    40 ayat 24 dan 36. dst … nama
    xxx

    Pada artikel itu ada 17 kata “tidak”.
    Eg.: tidak disebutkan nama Raja Mesir
    Tidak disebutkan matinya … tidak … dst.

    Melihat kpd gambar intro Musa di atas,
    Artikel ini bakal menceritakan Loh Batu,
    Eeh … tidak juga rupanya,
    Dr. Maurice Bucaille lupa?

    Padahal itu intinya
    Ringkasan Taurat.
    Tulisan dr Allah.

    Salam Damai!.

    .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: