MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

Renungan Marendo Hati (IKPB) dimano kini?

Posted by Bustamam Ismail on September 19, 2008

Organisasi Ikatan Keluarga Pasaman Barat Jakarta dulu lahir dengan nama Ikatan Keluarga Pasaman Jakarta wadah kumpulan perantau urang awak asal Kabupaten Pasaman, Propinsi Sumatra Barat. Beberapa catatan menunjukan rang Pasaman telah banyak tinggal di Jakarta setelah perang kemerdekaan bahkan ada beberapa keluarga berdomisili di Jakarta sewaktu kota ini masih bernama Batavia.
Seiring berakhirnya perang PRRI dewan banteng di awal tahun 60, banyak urang Minang meninggalkan kampung halaman ditekan oleh kondisi politik saat itu. Begitu juga rang Pasaman, rantau dihadang kampuang ditinggakan, sebagian besar rantau nan dihadang adalah Jakarta. Nan bamamak mancari mamak, nan bakakak mancari kakak, dunsanak jauh manjadi dakek. Disaat itulah organisasi Ikatan Keluarga Pasaman Jakarta naiak daun.


Koneksi lowongan kerja infonya banyak ditebarkan melalui organisasi ini. Banyak urang Pasaman meraih posisi di instansi pemerintah maupun swasta melalui pengurus atau anggota Ikatan Keluarga Pasaman dikala itu.

Bertahun-tahun silaturahmi dirajut, internal maupun eksternal, menempatkan Ikatan Keluarga Pasaman Jakarta seolah-olah menjadi salah satu stakeholder pemerintah daerah kabupaten Pasaman. Berbarengan dengan suksesnya pemerintahan orde baru, Organisasi Ikatan Keluarga Pasaman Jakarta yang dipandang sebagai rumah gadang bagi urang Pasaman di Jakarta, tampek mangadu cucu kamanakan nan mulai mangapak sayok. Ranah politik mulai dirambah dari kegiatan brainstorming, seminar untuk pembangunan kampung halaman bahkan sampai pemilihan kepala daerah dimasuki dengan penuh gairah, dengan bendera sebagai koordinator dari perkumpulan nagari dan kecamatan perantau yang berasal dari Pasaman. Ikatan Keluarga Pasaman Jakarta sangat aktif membina hubungan dengan pemda Pasaman di Lubuk Sikaping.

Bergulirnya semangat otonomi daerah dan semangat perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah, memunculkan banyak daerah propinsi maupun daerah kabupaten yang dimekarkan. Gejolak pemekaran menyentuh pula Kabupaten Pasaman. Pro dan kontra muncul bak cendawan tumbuh. “Pasaman harus dibagi duo untuk kemakmuran rakyat”, begitu pernyataan yang kerap didengar dikantor dewan sampai kapalanta. Politikus benaran sampai politikus dadakan muncul di mana-mana. Peraturan Pemerintah No. 129/2000 menjadi refrensi utama, Ikatan Keluarga Pasaman Jakarta seperti dapat darah segar. Komite Perjuangan Pemekaran Pasaman Barat terbentuk. Keinginan membelah Pasaman menjadi dua Kabupaten sudah tidak bisa ditawar lagi. Potret rakyat Pasaman terlupakan sesaat. Pembicaraan komite fokus kepada pemekaran dan siapa yang akan memimpin bila pemekaran terujud. Anggota Komite keluar masuk gedung DPR dan Depdagri, puncaknya adalah ketika terbit UNDANG-UNDANG Nomor 38 Tahun 2003, Pasaman Barat menjadi Kabupaten dengan ibu kota Simpang Ampat sebagai pemekaran dari Kabupaten Pasaman.

Terbentuknya Kabupaten Pasaman Barat membawa dampak terhadap organisasi Ikatan Keluarga Pasaman Jakarta. Dalam suatu pertemuan pengurus dan komisariat anggota Ikatan Keluarga Pasaman Jakarta, diputuskan Ikatan Keluarga Pasaman Jakarta harus di pecah sesuai semangat pemekaran yang tumbuh di Pasaman Barat. Setelah melalui beberapa pertemuan lahirlah I K P Barat (Ikatan Keluarga Pasaman Barat) Jakarta dibawah pimpinan DR SJAHRIL KEMALA, seorang akademisi putra Pasaman Barat asli dari Malligi, sebuah nagari ditepian samudra hindia. Organisasi ini memayungi perantau dari 11 kecamatan di Pasaman Barat.

Bagaimana kiprah I K P Barat kini ?

Terus terang, semangat kebersamaan yang pernah bergelora pada waktu pembentukan atau pemekaran dulu sirna. VISI MISI organisasi seolah-olah kabur, walau sudah berhasil menyusun AD dan ART.
Ada kesan Ikatan Keluarga Pasaman Barat Jakarta baru bergairah bila dapat dipakai sebagai kenderaan politik atau kegiatan dukung mendukung pimpinan daerah. Sejak terbentuk hingga kini belum ada suatu aksi sosial yang pernah dilakukan atas nama Ikatan Keluarga Pasaman Barat Jakarta, kecuali melaksanakan dua kali acara HALAL BIL HALAL dalam rangka memperingati hari raya Aidul Fitri yang dihadiri juga oleh para petinggi pemda Pasaman Barat. Setelah itu Ikatan Pasaman Barat Jakarta seperti mati suri bak candawan tumbuah ateh batu.

Mungkin benar hipotesis Sdr. Entos, seorang pengurus I K P Barat Jakarta dari golongan muda. Organisasi seperti I K P Barat Jakarta sudah tidak diminati lagi oleh kaum muda. Mereka lebih mengandalkan profesionalisme ketimbang silaturahmi. Banyak anak muda Pasaman Barat datang ke Jakarta atau yang sudah berada di Jakarta memiliki latar belakang pendidikan S1, S2, dan bahkan S3 tidak peduli dengan organisasi ini. Apalagi mengharapkan koneksi lapangan pekerjaan seperti era tahun 60-an melalui organisasi I K P Barat, hanya tinggal kenangan. Padahal menurut beliau, kekuatan organisasi seperti I K P Barat Jakarta ini sangat potensial jika dikembangkan oleh anak-anak muda.

Harapan dan asa merajut tali silaturahmi antara perantau asal Pasaman Barat kini tertumpah kepada kumpulan-kumpulan nagari dan kecamatan yang sudah banyak terbentuk di wilayah Jabodetabek. Berbasis kepada hubungan emosional satapian tampek madi, salapiek sakatiduran. Dengan kasat mata, dapat dilihat dan dirasakan bagaimana kumpulan RANG TALU di Jakarta sebagai cermin, secara spontanitas mengumpulkan dana untuk membantu warganya korban banjir yang melanda ibu kota beberapa waktu yang lalu, tanpa proposal, tapa panitia, uang dan sembako terkumpul untuk disalurkan kepada warga yang sangat sangat membutuhkan..

Bagaimana I K P Barat kedepan ?

Pertanyaan diatas tentu harus direnungkan. Ada petuah rang saisuak, kok sasek diujung jalan, babaliak kapangka jalan. Kembali ke kithah bak urang N U.

Kalalulah itu sebuah prestasi, keberhasilan I K P Barat melahirkan AD / ART patut dibanggakan. Kembali kapangka jalan. Kembali kapado nawaitu VISI, MISI IKP Barat Jakarta. Tanggalkan kapentingan individu dan kelompok. Kita rajut kembali tali silaturahmi antara perantau asal Pasaman Barat di Jakarta. Kita tingkatkan kwalitas silaturahmi, ringan samo dijinjieng barek samo dipikua, dima bumi diinjak disitu langiak dijunjung. Hilangkan sikap skeptis diantara kita. Tidak perlu berkecil hati jika pemda Pasaman Barat saat ini kurang mesra dengan IKP Barat Jakarta dan jangan pula berharap IKP Barat Jakarta menjadi stakeholder pemda Pasaman Barat, walaupun sebagian rang rantau pernah berperan dan berkorban melahirkan kabupaten tersebut, biarkanlah sejarah yang mencatat. Perlu diingat KTP kito bukan KTP PASAMAN BARAT. – nases_gaul@yahoo.com

rang talu net

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: