MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

INSIDE KA’BAH & DETIK TERAKHIR SAKARATUL MAUT RASULULLAH SAW,.

Posted by Bustamam Ismail on September 19, 2008

Inside Ka’abah


Saudaraku seiman, gambar ini (bagian dalam Baitullah) adalah hadiah istimewa bagi kita semua
(terutama bagi yang belum pernah masuk atau belum pernah melihat/memiliki gambar seperti ini).

AIRMATA RASULULLAH SAW…

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk ?”
tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,

“Maafkanlah, ayahku sedang demam”, kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”

“Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,”  tutur Fatimah lembut.
Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.
Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.



“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia.
Dialah malaikatul maut,” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan  tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan
kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit  dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?”,
tanya Rasululllah
dengan suara yang amat lemah.
“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. “Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril.
Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
“Engkau tidak senang mendengar khabar ini?”,
tanya Jibril lagi.

“Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”
“Jangan khawatir, wahai Rasul Allah,
aku pernah mendengar Allah
berfirman kepadaku: “Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril. Detik-detik semakin dekat,
saatnya Izrail melakukan tugas.
Perlahan ruh Rasulullah ditarik.

Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya
menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

“Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. “Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata JIBRIL

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak  tertahankan lagi.

“Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.”

Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ! Ali segera
mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku” “peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.”

Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan
telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

“Ummatii,ummatii, ummatiii?” – “Umatku, umatku, umatku” Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.
Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?
Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi

Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

NB:
Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk
mengingat maut dan mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita.

6 Responses to “INSIDE KA’BAH & DETIK TERAKHIR SAKARATUL MAUT RASULULLAH SAW,.”

  1. ilzam zubaidi said

    salam untumu wahai penghulu jagad raya salam untukmu wahai alhul bait semoga ALLOH memeberikan temapat yg terbaik bagi mu wahai penutup para nabiii dan kami mengharapkan pertolongamu kelak di hari penghisaban

  2. ilzam zubaidi said

    nabi ayub pernah hidup menderita tapi tak sehebat penderitaanmu nabi musa bisa bercakap cakap langsung dengan tuhanmu tapi tidak pernah bertatap muka langsung dengan tuhanmu nabi yusuf gagah tapi tak segagah wajahmu dan tak sanggup mahluk di dunia ini melihat wajahmuu salam bagimu wahai cintakuuu wahai kebangganku wahai kakeknya hasan husain

  3. AKU said

    Allahumma sholli alaa sayyidinaa Muhammad, wa’alaa aali sayyidinaa Muhammad

  4. Lilis said

    Wahai kekasih Allah….. Sungguh kami merindukan tebaran kasihmu kepada kami semua.

  5. lailamajnun said

    aku mengaharapkan agar kaseh ALLAh kepada mu Muhammad melimpahi kami para umat mu…terutama anak2 yatim dalam jagaan ku…

  6. Dewo said

    Allah Maha Besar setiap kali saya baca kisah ini air mata saya pastilah menetes. Betapa banyak dosa yang telah saya perbuat tanpa mengingat ajaran dari Nabi MUHAMMAD SAW. Dia yang amat menyayangi kita tapi kita telah banyak melupakan Dirinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: