MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

Oknum Brimob Penjaga kebun Kelapa Sawit mengamuk di Kinali Pasbar…..

Posted by Bustamam Ismail on June 30, 2008

Oknum Brimob mengamuk di Pasar Durian Kilangan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Minggu dinihari (29/6) sekitar pukul 02.30 WIB. Korban Buya Firdaus, 32 ditinju dan ditampar beberapa kali. Akibatnya bagian dalam matanya berdarah. Tak hanya itu, senapan laras panjang yang dibawa oknum Brimob tersebut juga menyalak sebanyak dua kali. Bunyinya mencabik udara malam membuat warga terkejut dan terbangun. Sampai pagi ada warga yang ketakutan.

Warga tak berani mendekat, karena bisa nyawa tantangannya. Buya saja ditamparnya, apalagi rakyat biasa. Brimob yang mengamuk itu, tak lain tukang jaga kebun sawit milik orang kaya. Saat mengamuk, ia bukan sedang menjaga kebun, tapi keluyuran dengan pemuda sipil di dalam kampung.

Warga beserta Bupati Pasbar, Drs. H. Syahiran sudah berulang kali meminta agar anggota Brimob ditarik dari seluruh perusahaan perkebunan di Pasbar. Karena sudah banyak menyengsarakan masyara­kat, tapi permintaan warga dan bupati itu tidak dihiraukan oleh Satuan Brimob Sumbar. Buktinya sampai saat ini Brimob masih ada di Pasbar dan peristiwa penganiyaan terus terjadi.

Pernyataan tegas juga disampaikan Kepala Divisi Litigasi HAM PBHI Sumatra Barat, Syahnan, SH., kepada Singgalang, Kapolda Sumbar harus menarik anggota Brimob di seluruh perusahaan perkebunan yang ada di Kabupaten Pasaman Barat. Karena bidang perkebunan sawit tidaklah termasuk fasilitas umum yang vital yang harus dikawal. Seterusnya diminta kepada Kapolda untuk mengusut tuntas tindakan kekerasan yang dilakukan anggotanya.

Masyarakat Pasar Durian Kilangan Kinali resah dan tidak nyaman atas tindakan oknum Brimob yang melakukan tembakan. Apalagi war­ganya yang tidak bersalah dihantam hingga babak belur. Sejumlah pemuda Minggu pagi sudah mulai berkumpul guna menyusun rencana atas tindakan oknum tersebut.

Pemuda merencana akan mendatangi Mapolsek Kinali untuk mencarin­ya. Tapi situasi cepat terkendali dengan berhasilnya oknum Brimob ditangkap anggota Polsek Kinali di bawah pimpinan Kapolsek AKP. Yani Alisonda.

Berulang

Anggota DPRD Pasbar, Daliyus K dan Ketua Pemuda Pasar Durian Kilangan Kinali, Bustian sangat menyayangkan tindakan oknum Brimob tersebut. Ini adalah kejadian yang ke sekian kalinya di Pasbar terutama di Kinali. Belum sembuh luka korban penembakan oknum Brimob Padang Panjang di PT PMJ, kini terjadi lagi oknum main tanpar dan main tembak. Tahun sebelumnya juga terjadi penem­bakan terhadap warga di PT PAN Kinali.

“Kami meminta kepada pemerintah, dan instansi terkait seluruh anggota Brimob yang ada di sejumlah perusahaan perkebunan di Pasbar agar ditarik saja. Karena ini sudah meresahkan masyarakat Pasbar, kejadiannya sudah belasan kali, semuanya dilakukan oleh oknum Brimob, masyarakat tidak nyaman lagi tinggal di rumah sendiri, ” kata Daliyus K dan Bustian kepada Singgalang kemarin sore.

Informasi yang berhasil dihimpun Singgalang dari Firdaus, korban pemukulan oknum Brimob yang berinisial “BS”, peristiwa itu bera­wal ia bersama Arbi pemilik kedai sedang asik menonton televisi di pasar Durian Kinali. Kedai itu memang tidak bukak lagi untuk umum, hanya satu pintu saja yang terbuka.

Minggu dinihari sekitar pukul 2.30 WIB tiba-tiba datang Sahar Bugis (SB) sumando Pasar Durian Kilangan bersama temannya oknum Brimob “BS”. Kebetulan yang masuk ke kedai itu pertama Sahar dengan membawa senjata laras panjang, lalu kepada Arbi pemilik kedai menanyakan salah seorang mamak rumahnya, tapi Arbi tidak melihat orang yang dicari Sahar itu.

idak lama kemudian oknum Brimob tadi masuk ke dalam kedai dan ikut pula menonton sekitar 2 menit, kemudian ia bertanya kepada korban Buya Firdaus: “Kamu preman di sini?” Lalu Buya Firdaus menjawab: “Ya, saya preman di sini.”

Mendengar jawaban itu oknum Brimob lansung menampar mata sebelah kirinya hingga berdarah di bagian dalam. Setelah itu Sahar lang­sung ke luar dari kedai membawa senapan laras panjang, tidak lama kemudian diikuti oleh oknum Brimob. Tujuannya meminta senjatanya pada Sahar.

“Kau lihat peluru ini? Ini asli bukan peluru plastik,” kata oknum Brimob seperti yang ditirukan korban Firdaus. Kemudian senapan laras panjang tadi diarahkan ke kening Firdaus sambil mengatakan, “Kau bilang preman tadi ya,” katanya garang.

Melihat hal itu, Arbi pemilik kedai berusaha untuk memberikan pengertian kepada Brimob, Buya Firdaus bukanlah preman pemabuk atau peminum-minuman keras atau segala macamnya. Firdaus adalah buya di kampung ini dan sehari-harinya bekerja di kantor walina­gari.

Mendeangar hal itu, oknum Brimob tadi langsung mengamuk dan mengajak Arbi bertinju sambil memukul meja kedai beberapa kali. Setelah itu oknum Brimob dimaksud kembali meninju kepala Buya Firdaus sebanyak 2 kali lagi sambil keluar dari kedai.

Tidak beberapa jauh dari lokasi kejadian, oknum Brimob tersebut menembakan senapan laras panjangnya ke udara sebanyak 2 kali. Akibatnya warga di sekitar terkejut dan merasa tidak nyaman.

Merasa sudah aman, Buya Firdaus bersama temannya langsung mela­porkan peristiwa tersebut kepada Polsek Kinali. Mendapat laporan, Kapolsek Kinali, AKP. Yani Alisonda menyarankan agar korban melaporkan peristiwa itu kepada Mapolres Pasbar di Simpang Empat.

Korban Firdaus melaporkan peristiwa itu ke Polres Pasbar dengan laporan No.Pol : STPL/139/VI/ 2008/Res. Pasbar yang diterima Aiptu Jasmardi. Setelah menerima laporan, Minggu pagi Kapolsek bersama sejumlah anggota langsung mencari oknum Brimob di kawasan PT PAN untuk dibawa ke Mapolres. Kebetulan tersangka bertugas Pam di PT PAN. Polisi juga mengamankan kendaraan thunder milik oknum Brimob. Semua barang bukti kini sudah diamankan di Mapolres Pasbar.

Kapolres Pasaman Barat, AKBP. Mahavira Zen, MM., ketika dikonfir­masi Singgalang melalui telepon genggamnya membenarkan kejadian tersebut. Oknum Brimob tersebut kini telah dibawa ke Mapolres dan diperiksa untuk dicek apa kejadian dan latar belakangnya. Sahar salah seorang teman oknum Brimob tersebut belum berhasil ditangkap polisi. Diduga ia melarikan diri setelah kejadian tersebut.

Tarik

Daliyus K dan Bustian juga menceritakan peristiwa itu terjadi di depan rumah anggota DPRD Pasbar, Daliyus K. Ia sangat menyayang­kan tindakan oknum Brimob tersebut. “Perbuatan ini sudah berulang-ulang. Sebelumnya anggota Brimob juga menembak warga di PT. PMJ, tahun sebelumnya anggota Brimob juga menembak warga sipil di PT. PAN dan sekarang masih memukuli warga sipil. Apakah ini tugas seorang anggota Brimob di Pasaman Barat,” katanya.

“Jangan semena-mena terhadap masyarakat sipil, apalagi korban yang dipukulnya tidak ada hubungannya dengan oknum Brimob. Ia tugaskan pimpinannya untuk Pam di PT PAN, tapi tengah malam ia berkeliaran di tengah pasar dan berlagak orang bagak dengan membawa senjata. Apakah itu tugas seorang anggota Brimob dengan menakuti warga sipil pakai senjata,” kata Daliyus dan Bustian.

sumber : harian umum singgalang, edisi Senin 30 Juni 2008
http://musriadi. multiply. com/journal/ item/189/ BRIMOB_NGAMUK_ DI_PASBAR

One Response to “Oknum Brimob Penjaga kebun Kelapa Sawit mengamuk di Kinali Pasbar…..”

  1. marhadi said

    Yang berkuasa jangan semena-mena……..yang kuat jangan menganiaya…..jadikan hidup lebih damai dengan semnagat persaudaraan dan kesabaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: