MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

Muslim Kaffah…..

Posted by Bustamam Ismail on June 28, 2008

Ketertarikan saya pada topik kepribadian Muslim, sesuai dengan yang digambarkan Al Qur’an dan Sunnah, dimulai dari 10 tahun yang lampau dimana saya memperhatikan bahwa sebahagian muslim berlebih-lebihan dalam suatu hal dan mengabaikan hal yang lain. Contohnya, anda mungkin melihat seorang muslim yang selalu melaksanakan sholat berjamaah pada shaf yang paling depan,

akan tetapi dia mengabaikan bau yang tidak enak yang muncul dari mulut atau pakaiannya; atau dia taat dan takut kepada Allah SWT, tetapi dia tidak menjaga hubungan silaturahmi, atau dia menggunakan waktunya dengan tekun untuk beribadah dan mencari ilmu, akan tetapi dia mengabaikan pendidikan anaknya, dia tidak mengetahui apa yang anak-anaknya baca dan siapa teman-teman anaknya; atau dia mendidik anaknya dengan baik, namun dia memperlakukan kedua orang tuanya dengan buruk; atau dia memperlakukan kedua orang tuanya dengan baik, namun memperlakukan istrinya dengan buruk; atau dia memperlakukan istri dan anak-anaknya dengan penuh hormat, akan tetapi dia sering mengganggu tetangganya; atau dia melaksanakan urusan-urusan pribadinya akan tetapi dia mengabaikan teman-temannya dan kesejahteraan komunitas masyarakat Islam; atau dia adalah seorang yang relijius dan saleh akan tetapi tidak memperhatikan ajaran Islam seperti memberi salam, aturan makan dan minum, dan cara berinteraksi dengan orang lain.

Sangat disayangkan kekurangan-kekurangan tersebut di atas terdapat pada beberapa orang yang berperan aktif dalam dakwah Islam dan terlibat dalam syiar Islam, yang pada kebanyakan kasus, mendakwahkan ajaran-ajaran dan nilai-nilai Islam berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah. Mungkin disebabkan beratnya usaha dakwah atau ketidak hati-hatian dan lupa menjadikan beberapa orang da’i terperangkap dalam kesalahan-kesalahan tersebut, secara sadar atau tidak sadar.

Ketertarikan saya dalam pribadi muslim ideal sesuai dengan petunjuk Al Qur’an dan Sunnah menyebabkan saya untuk meneliti sumber ajaran Islam yang berkaitan dengan manusia dan bagaimana cara membentuk dan membimbingnya, sehingga saya bisa mempersembahkannya kepada umat Islam, khususnya bagi yang aktif dan mempraktekkan ajaran Islam, sebuah kajian yang lengkap mengenai kepribadian muslim, dengan menggambarkan sifat-sifatnya. Diharapkan karya ini dapat menjadi sebuah rambu-rambu kepada pihak-pihak yang mempunyai sedikit kekurangan pada beberapa bidang, sehingga derajat mereka menjadi tinggi sesuai dengan yang diharapkan oleh agama yang benar.

Saya merasa terkejut ketika menyadari betapa jauhnya jarak antara apa yang Islam inginkan untuk umatnya dengan apa yang diinginkan oleh umat Islam bagi diri mereka sendiri-kecuali beberapa orang dari mereka yang ikhlas dengan imannya, yang suci hati dan jiwanya, dan memiliki tekad yang kuat. Mereka inilah yang bersemangat menaati aturan agamanya, mereguk agamanya dari sumber yang murni dan mengikuti perintah agamanya setiap hari.

Siapapun yang menggunakan waktunya untuk mempelajari petunjuk Allah dan Rasul-Nya, dengan mengikuti sumber yang benar yaitu Al Qur’an dan Sunnah Rasul, akan merasa kagum dengan informasi yang menyeluruh yang ditemukan padanya, baik itu berkaitan dengan hal kecil dan besar dari hubungan individu dengan Allah, dirinya sendiri, dan masyarakat sekitar. Semua itu adalah petunjuk bagi seorang muslim untuk meneguhkan imannya dan menjadikan dirinya dapat menikmati hidup yang ideal baik itu sebagai individu atau anggota masyarakat.

Jadi, seorang muslim, menurut Al Qur’an dan hadis, adalah orang yang rendah hati, individu yang sosial, yang memiliki karakter-karakter yang yang mulia. Karekter-karakter tersebut digambarkan oleh Al Qur’an dan Hadis yang dijadikan sebagai kewajiban dan hal yang harus dicapai oleh setiap muslim dengan mengharapkan imbalan dari Allah SWT.

Kemudian saya mulai menyusun dan mengklasifikasi referensi yang berasal dari Al Qur’an dan hadis. Seiring setelah saya mengumpulkan lebih banyak bahan, subjek kajian menjadi lebih jelas dan saya bisa mengidentifikasi beberapa topik berikut ini:

  1. Muslim dan Tuhannya
  2. Muslim dan dirinya sendiri
  3. Muslim dan kedua orang tuanya
  4. Muslim dan istrinya
  5. muslim dan anak-anaknya
  6. Muslim dan sanak keluarganya
  7. Muslim dan tetangganya
  8. Muslim dan teman-temannya
  9. Muslim dan masyarakatnya

Dengan mengkaji sumber-sumber yang kaya tersebut, saya menyadari betapa besarnya kasih sayang Allah kepada para hambanya, dengan kasih sayangnya Allah menyelamatkan para hambanya dari kesalahan dan mengirim kepada mereka petunjuk yang benar, Kitab suci dan undang-undang, sehingga dengannya manusia dapat mengikuti jalan yang lurus dan diselamatkan dari kegelapan.

Manusia sangat membutuhkan petunjuk dan pendidikan, sehingga mereka dapat menjalankan tugasnya sebagai manusia dan menjalankan perannya di dunia sesuai dengan yang ditetapkan Allah SWT. Seandainya petunjuk dari Allah SWT tidak ada, maka manusia akan terjerumus dalam keegoisan, kebencian, dominasi, dan penindasan.

Bukti dari kecenderungan tersebut di atas dapat kita lihat pada anak kecil, yang berusaha keras memperlihatkan kepada kedua orang tuanya bahwa ia lebih baik dari saudaranya dan menyangkal bahwa saudaranya tersebut mempunyai kualitas yang sama dengan apa yang ia capai. Kecenderungan alaminya ialah untuk mengalahkan saudaranya itu dan membuktikan bahwa dia lebih baik dari saudaranya.

Karakteristik alami tersebut adalah penting bagi kesejahteraan manusia, dengan catatan hal tersebut tidak berlebih-lebihan dan dapat dikontrol. Kecenderungan untuk membuktikan dirinya memotivasinya untuk mencari sisi yang terbaik dari dirinya, kepuasan yang dia dapat dari kesadaran akan kualitas yang baik ia miliki akan memotivasi dirinya untuk berusaha lebih keras untuk mencapai tujuan yang lebih besar. Tetapi apabila hasrat untuk membuktikan diri ini belebihan dan lepas kontrol, maka hasrat ini akan menjadi menjijikkan, penyakit berbahaya yang menjadikan seseorang sombong dan takabur, dia akan meremehkan teman sejawatnya, walaupun kualitas yang ia miliki jauh di bawah apa yang ia ceritakan pada orang lain. Di sini kta dapat melihat nilai-nilai agama dan pendidikan dalam mengontrol penyakit ini, mengurangi rasa bangga terhadap diri sendiri dan menunjukkan jalan pertengahan, kebijaksanaan, dan kerendahan hati.

Islam adalah sumber mata air bagi kerendah hatian dan kemuliaan dalam kehidupan, dan sumber dari prinsip-prinsip pendidikan dan moral, nilai-nilai yang mulia dan sifat terpuji telah disampaikan kepada kita berabad-abad yang lampau dari sumber yang murni yaitu yang bersumber dar Allah SWT

Sangat jelas bahwa manusia itu cenderung lalai dan tidak peduli daripada mencari apa yang benar, karena lebih gampang terjatuh daripada bangkit, dan lebih gampang lalai daripada mengikuti aturan. Sehingga manusia memerlukan sebuah pengingat untuk mengingatkan dia setiap dia lupa dan setiap langkahnya tergelincir dari jalan yang lurus. Oleh karena itu para pemikir dan penulis memiliki tugas untuk menjelaskan nilai-nilai mulia dan menyajikan kepada mereka dengan bahasa yang mudah dimengerti dan gaya yang memikat sehingga orang-orang dapat mengembangkan nilai-nilai dan sikap yang diredai Allah SWT, sehingga mereka dapat menikmati hidup yang mulia dan menyenangkan.

Allah SWT tidaklah menurunkan agama Islam dari langit ke tujuh sebagai teori untuk didiskusikan atau kalimat-kalimat suci yang dihafal dan diucapkan untuk mencari keberkatan tanpa mengetahui artinya. Allah SWT menurunkan agama ini untuk mengatur hidup individu, keluarga, dan masyarakat luas. Sebagai rambu-rambu yang akan mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya:

“Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus”

QS. Al Maidah 5: 15-16

Di bawah bimbingan petunjuk tersebut, hidup menjadi lebih baik, lebih menyenangkan dan menggembirakan. Langkah pertama untuk menuju hidup yang ditunjuki dan bercahaya melibatkan sekelompok individu Muslim yang mewakili sebuah gambaran Islam yang indah dan gamblang, sehingga ketika orang-orang melihatnya maka mereka akan melihat Islam yang sejati, dan ketika mereka berinteraksi dengannya maka iman mereka akan bertambah.

Hal inilah apa yang dilakukan oleh nabi Muhammad SAW pada masa awal da’wah, yaitu langkah awalnya dalam membina Islam yaitu mencetak individu-individu yang mencerminkan Islam dan menjadikan mereka seolah-olah “Al Qur’an” yang berjalan di permukaan bumi. Di mana pun mereka berada, mereka adalah teladan yang unik, ketika orang-orang melihat jalan hidup mereka yang penuh keteladanan yang merupakan perwujudan dari keikhlasan mereka, mereka akan mempercayai individu-individu tersebut, mereka memeluk agama ini dan berbondong-bondong masuk ke dalam Islam.

Umat manusia pada saat sekarang ini, khususnya umat Islam, sangat membutuhkan individu-individu yang unik tersebut, dan tanpa mereka hidup manusia menjadi hampa, nilai-nilai yang mulia tidak dapat ditegakkan, dan cahaya Islam yang sejati tidak dapat dilihat.

Bagaimanakah karakteristik orang-orang yang menakjubkan tersebut? Pertanyaan ini akan terjawab pada halaman-halaman buku selanjutnya.

Saya berdoa kepada Allah untuk menerima karya yang semata-mata dibuat karena-Nya, dan dapat bermanfaat untuk orang lain dan menjadikan karya ini sebagai sebuah bantuan untuk saya pada, “(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih “ Ashu’ara 26: 88-89.

Muhammad Al Al Hashimi

Riyadh,

27 Jumadil Akhir 1401 AH 1 Mei 1981 M

Naskah terjemahan: Pribadi Muslim Ideal

Menurut Al Qur’an dan Sunnah

Disusun oleh DR Muhammad Ali Al Hashimi

Diterjemahkan oleh dafitrayandi

One Response to “Muslim Kaffah…..”

  1. SAlman said

    your corection in the foundation islam kaffah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: