MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

Sekilas IKT Jakarta

Posted by Bustamam Ismail on April 15, 2008

Alm. Mayor Jendral Chairul Basri, seorang bangsawan dari RAO, menulis dalam otobiografinya bahwa semasa beliau berkesempatan sekolah di Batavia pada tahun 40-an, sudah ada orang-orang Pasaman yang berdomisili di Batavia. Tulisan beliau tsb [mengenai keberadaan orang Pasaman di Batavia ketika itu] dapat dijadikan referensi sebagai gambaran bahwa orang Pasaman – yang juga merupakan bagian dari etnis Minangkabau – adalah termasuk yang sejak lama telah menganut dan mengaplikasikan konsep gobalisasi, berpikir jauh kedepan, tidak sentralistis, dima bumi dipijak di sinan langik dijunjuang.

 

Proklamasi 17-8-45 dan berakhirnya perang kemerdekaan melatarbelakangi banyaknya orang Pasaman, termasuk Rang Talu (dalam hal ini TALAMAU), mendatangi Ibu Kota RI dengan suatu tekad yang populer dikala itu yakni ‘mengisi kemerdekaan’. Banyak diantara mereka yang mengisi berbagai macam profesi dan ada juga yang memperoleh beasiswa dari pemerintah untuk melanjutkan pendidikan. Sebagai wadah perajut tali silaturahmi antar sesama perantau dari Pasaman, berdirilah Ikatan Keluarga Pasaman (IKP Jaya) di awal tahun 50-an yang dipimpin oleh Bp Juliaman Latif.

Berakhirnya perang PRRI di Sumbar dan ‘booming’ nya pemerintah Orde Baru ikut mendorong makin banyaknya Rang Talu (dalam hal ini TALAMAU) berdatangan ke Jakarta. Maka bermunculanlah keluarga-keluarga muda dan generasi-generasi baru saat itu. Tidak heran jika kemudiannya disusul oleh munculnya keinginan-keinginan untuk membentuk semacam kerukunan antara sesama perantau asal Kec. Talamau di Jakarta. Sesungguhnya kegiatan sosial antar keluarga sudah bermunculan dan berjalan rutin waktu. Misalnya adanya kelompok-kelompok arisan yang diprakarsai oleh ibu-ibu. Demikian juga kegiatan sosial yg dilakukan secara spontanitas. Namun desakan agar Rang Talu (dalam hal ini TALAMAU) untuk membentuk asosiasi keluarga yang lebih kecil ruang lingkupnya dari IKP Jaya, semakin menguat.

 Setelah melalui diskusi-diskusi yang sarat dengan filosofi barek samo ‘dipikua ringan samo dijinjiang, saciok bak ayam sadanciang bak basi’, awal thn 1977 berdirilah Ikatan Keluarga Talamau Jakarta Raya (IKT Jaya), sebagai asosiasi keluarga perantau asal Kec. Talamau di Jakarta dengan Ketua Umum Bp H. Moechtar Sjarif (alm). Wakil Ketua terpilih Bp. Marhamis Hakim dan Sekretaris Umum Bp Nases Djon.

Dengan segala kekurangan dan kelebihannya, kiprah IKT Jaya di masa itu cukup dirasakan oleh segenap anggotanya. Hubungan antar keluarga terbilang cukup harmonis dan silaturahmi antar sesama sangat erat sekali. IKT Jaya juga dikenal punya peran aktif dalam eksistensi IKP Jaya, sekalipun IKT Jaya adalah organisasi yg berdiri sendiri dan tidak merupakan afiliasi dari organisasi lain manapun.

 Seiring berjalannya waktu dan dengan makin banyaknya kaum muda Talamau di Jakarta, sempat pula lahir organisasi pemudanya sebagai anak organisasi dari IKT Jaya, yaitu Persatuan Generasi Muda Talamau (PGMT) Jakarta pada thn 1988 yang dikomandani oleh Eddy Mulyono (alm).

Keberadaan PGMT saat itu sangat efektif sekali. Yang mana selaku kaum muda, PGMT lah sebagai ujung tombak yang bergerak di tingkat lapangan dalam segala bentuk tindakan nyata, bakti sosial dan aksi-aksi spontanitas sosial lainnya. Pada masa PGMT inilah pertama kali terlaksana kegiatan ke kampung halaman dalam Rang Talu Pulang Basamo pada thn 1991 dan mengadakan sunatan massal gratis di Talu. Selaion itu juga menyalurkan zakat fitrah perantau Jakarta kepada anak yatim-piatu di beberapa nagari di Kec. Talamau (89-90).

 Eksistensi dan kiprah PGMT saat itu, sedikit atau banyak akhirnya mengantarkan ketuanya Eddy Mulyono (alm) menjadi Ketua IKT Jaya menggantikan Bp H Moechtar Sjarif (alm). Sayangnya pada waktu itu, setelah terpilihnya Eddy Mulyono menjadi Ketua Umum IKT (saat itu jadi IKTS Jakarta – Ikatan Keluarga Talamau Sekitarnya), PGMT mengalami kefakuman dan dapat dikatakan terhenti seketika. Selain dikarenakan beberapa pengurus PGMT juga terpilih menjadi pengurus IKTS, masih kurangnya kadererisasi di tingkat kaum muda kala itu juga menjadi faktor krisisnya PGMT. Sekalipun tidak pernah ada pembubaran secara resmi, namun sejak itu tidak pernah ada lagi terbentuk pengurus PGMT yang baru dan namanya tidak pernah terdengar lagi sampai sekarang. Bagaimanapun, demikianlah lika-liku perjalanan organisasi sosial masyarakat. Namun sejarah kerukunan perantau asal Kec. Talamau di Jakarta telah mencatat bahwa PGMT pernah eksis dan berbuat nyata, terlepas dari segala kekurangan dan kelebihannya.

 Kepemimpinan Eddy Mulyono (alm) di IKTS tidak berjalan lama, Yang Maha Kuasa berkehendak lain dari yang direncanakan manusia. Pada tahun-tahun awal kepemimpinannya, beliau jatuh sakit dan berpulang menghadap Tuhan YME pada usia tergolong muda.

Sepeninggal kepergian Eddy Mulyono (alm), kepemimpinan IKTS pun mengalami stagnasi. Hampir mirip dengan PGMT yg juga beliau tinggal sebelumnya. Namun IKTS lebih beruntung karena masih memiliki senior-senior yang atensinya sangat tinggi sekali terhadap keberadaan perkumpulan ini dan mereka memiliki semangat seperti (mungkin melebihi) kaum muda. Untuk mengisi kekosongan pimpinan, akkhirnya disepakatilah para senior ini sebagai pimpinan kolektif waktu itu. Mereka diantaranya adalah H Rusdi Rajab – H Wasri Hakim – Zuardi Alies – Nases Djon – Ny. Yet Rustam.

Memasuki tahun 2007, atas prakarsa dan dorongan dari senior-senior itu pula serta untuk dapat menghadapi tantangan-tantangan era sekarang dan kedepan, maka sudah dirasa perlu adanya regenerasi dan transformasi organisasi dari golongan senior kepada golongan yang dianggap lebih muda. Tentunya pemikiran tsb direalisasikan dalam bentuk reorganisasi atau pembentukan pengurus baru.

Alhamdulillah, setelah melalui proses yang sangat demokratis pada beberapa kali pertemuan, akhirnya terbentuklah kepengurusan baru yaitu Badan Pengurus IKT Jakarta (Ikatan Keluarga Talamau Jabodetabek) 2007-2012 dengan Ketua Umum Ir. Asrinal Rajab. Pengukuhan Pengurus Baru ini dan serah terima dari pengurus lama ke pengurus baru telah dilaksanakan disela-sela acara Halal Bihalal Keluarga Talamau Jakarta 1428H/2007 November lalu, yang juga dihadiri oleh Bp Wakil Bupati dan Bp Ketua DPRD Tk II Kabupaten Pasaman Barat.

 Semoga dengan kepengurusan yang baru ini, IKT Jakarta dapat lebih maju dan berkembang serta dirasakan manfaatnya oleh semua pihak, baik yang dirantau apalagi yang di kampung halaman. Untuk itu, mari kita do’akan bersama dan beri dukungan penuh kepada IKT Jakarta sesuai porsi dan kapasitas kita masing-masing. Insya Allah.

Ikatan Keluarga Talamau Jakarta

Talu — Sinuruik — Kajai di Jabodetabek

IKT JAKARTA

 

One Response to “Sekilas IKT Jakarta”

  1. dasril said

    Assalamu’alaikum sanak Bustaman

    Membaca tulisan dunsanak tentang keberadaan Rang Talu di Jakarta serta perkembangan organisasi sosial para perantaunya di Jakarta seperti IKTS, IKT dan PGMT sangatlah informatif dan bermanfaat.
    Barangkali tulisan tersebut (copy-nya) dapat pula kiranya sanak kirimkan ke info@rangtalu.net, agar anggota Milis YRT khususnya generasi muda mengetahui perkembangan Ikatan Keluarga Talamau (IKT-Jakarta) dengan baik.
    Ada baiknya juga kalau sanak sempat pula menulis IKT dari masa ke Masa dengan narasumber Pak Yuliaman, Uda Ar, Kanda Nasesdjon dan sesepuh perantau Rang Talu lainnya yang masih hidup.

    Wassalam : Dasril Alies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: