Khotib

Saya khatib Jabotabek,dan guru di Jakarta

Archive for the ‘Sirah Nabi Muhammad saw’ Category

Khadijah dan awal wahyu menyelusuri kehidupan Rasulullah

Posted by Bustamam Ismail on October 29, 2009

mekkahMUHAMMAD sedang tidur. Khadijah menatapnya dengan  hati  penuh kasih  dan harapan, kasih dan harapan terhadap orang yang tadi mengajaknya bicara itu.

Setelah dilihatnya ia tidur nyenyak, nyenyak dan tenang sekali, dibiarkannya orang itu perlahan-lahan. Ia keluar, dengan  pikiran  masih  pada  orang itu,  orang  yang  pernah menggoncangkan  hatinya.  Pikirannya pada hari esok, pada hari yang akan memberikan harapan baik kepadanya. Harapannya, suami itu akan menjadi nabi atas umat, yang kini tengah hanyut dalam kesesatan. Ia akan membimbing mereka dengan ajaran agama  yang benar  serta  akan membawa mereka ke jalan yang lurus. Tetapi,sungguhpun begitu, menghadapi masa yang akan datang, ia merasa kuatir  sekali,  kuatir  akan nasib suami yang setia dan penuh kasih-sayang itu. Dibayangkannya dalam hatinya apa yang  telah diceritakan  kepadanya  itu.  Dibayangkannya itu malaikat yang begitu indah, yang memperlihatkan  diri  di  angkasa,  setelah menyampaikan  wahyu Tuhan kepadanya dan yang kemudian memenuhi seluruh ruangan itu. Selalu ia  melihat  malaikat  itu  kemana saja  ia mengalihkan muka. Khadijah masih mengulangi kata-kata yang dibacakan dan sudah terpateri dalam dada Muhammad itu.

Read the rest of this entry »

Posted in Sirah Nabi Muhammad saw | Tagged: | Leave a Comment »

Nabi Muhammad SAW di Medinah bagian ketiga.Keteladan Rasulullah dan Prilaku Yahudi Di Madinah.

Posted by Bustamam Ismail on October 27, 2009

A. Siti Khodijah dan cucu Rasulullah

nbmBegitu setianya ia, sehingga  bila ada orang  menyebut  nama Khadijah,  selalu  menimbulkan kenangan yang indah baginya. Di sinilah Aisyah berkata: “Saya tidak pernah iri  hati  terhadap seorang   wanita  seperti  terhadap  Khadijah,  bilamana  saja mendengar  ia  mengenangkannya.”  Ketika  ada  seorang  wanita datang   ia   menyambutnya   begitu  gembira  dan ditanyainya baik-baik. Bila wanita itu sudah pergi,  ia  berkata:  “Ketika masih  ada Khadijah ia suka mengunjungi kami.” Bahwa mengingat hubungan  baik  masa  lampau  adalah  termasuk  iman.   Begitu halusnya  perasaannya, begitu lembutnya hatinya, ia membiarkan cucunya bermain-main dengan dia ketika ia  sembahyang.  Bahkan ia bersembahyang dengan Umama, puteri Zainab puterinya, sambil dibawa di atas bahunya; bila  ia  sujud  diletakkan,  bila  ia berdiri dibawanya lagi.

B.Kasih sayang sendi perdamaian dan persatuan

Kebaikan   dan   kasih-sayang   yang   sudah   menjadi   sendi persaudaraan itu, yang dalam peradaban dunia  modern  sekarang juga  menjadi  dasar  bagi  seluruh  umat  manusia tidak hanya terbatas sampai  di  situ  saja,  melainkan  melampaui  sampai kepada binatang juga. Dia sendiri yang bangun membukakan pintu untuk seekor kucing yang sedang berlindung di tempat itu.  Dia sendiri  yang  merawat  seekor  ayam jantan yang sedang sakit; kudanya dielus-elusnya dengan lengan bajunya. Bila  dilihatnya Aisyah   naik  seekor  unta,  karena  menemui  kesukaran  lalu binatang itu ditarik-tariknya,  iapun  ditegurnya:  “Hendaknya kau berlaku lemah-lembut.” Kasih-sayangnya itu meliputi segala hal, dan selalu memberi perlindungan kepada  siapa  saja  yang memerlukannya.

Read the rest of this entry »

Posted in Sirah Nabi Muhammad saw | Tagged: | Leave a Comment »

Nabi Muhammad SAW di Medinah bagian kedua.Perjanjian dan kontrak sosial.

Posted by Bustamam Ismail on October 22, 2009

nbmPribadi Yang luhur

Orang  yang begitu mulia, sangat rendah hati, orang yang penuh kasih sayang, selalu memenuhi janji,  sifatnya  yang  pemurah,selalu   terbuka   bagi  si  miskin,  bagi  orang  yang  hidup menderita,  ini  juga  yang  memberikan  kewibawaan  kepadanya terhadap  penduduk  Yathrib. Dan semua ini telah sampai kepada suatu ikatan perjanjian  persahabatan  dan  persekutuan  serta menetapkan adanya kebebasan beragama. Perjanjian ini – menurut hemat kita  -  merupakan  suatu  dokumen  politik  yang  patut dikagumi  sepanjang  sejarah.  Dan  fase  yang  dialami  dalam sejarah hidup Rasul ini belum pernah dialami oleh seorang nabi atau  rasul lain. Pernah ada Isa, ada Musa, ada nabi-nabi yang lain sebelum itu. Mereka  terbatas  hanya  pada  dakwah  agama saja.  Mereka  menyampaikan  itu  kepada  orang  dengan  jalan berdebat, dengan jalan mujizat. Sesudah itu mereka  tinggalkan ditangan  para  penguasa  yang  kemudian, dan untuk menyiarkan dakwahnya itu harus  dilakukan  dengan  kekuatan  politik  dan membela  kebebasan  orang  yang  sudah  beriman  kepadanya itu dengan kekuatan senjata yang disertai peperangan  pula.  Agama

Kristen  disiarkan  oleh  murid-muridnya yang kemudian sesudah Isa.  Mereka  dan  pengikut-pengikut   mereka   masih   selalu mengalami  siksaan.  Baru setelah ada raja-raja yang cenderung kepada agama ini, ia dilindunginya dan disiarkan. Begitu  juga halnya dengan agama lain, di dunia Timur ataupun di Barat.

Read the rest of this entry »

Posted in Sirah Nabi Muhammad saw | Tagged: | Leave a Comment »

Nabi Muhammad SAW di Medinah

Posted by Bustamam Ismail on October 20, 2009

nbmA. Yathrib Menyambut Nabi Muhammad SAW

Yathrib menyambut Muhajir Besar – Pembinaan mesjid dan tempat-tempat tinggal Nabi – Kebebasan beragama bagi seluruh penduduk Yathrib – Orang-orang Yahudi Medinah -Muhammad mempersaudarakan kaum Muhajirin dengan Anshar -Perjanjiannya dengan Yahudi menetapkan kebebasan beragama – Perkawinan Muhammad dengan Aisyah – Azan sembahyang – Teladan dan ajaran-ajaran Muhammad -Kuatnya agama baru dan takutnya pihak Yahudi – Kiblat dari al-Masjid’l-Aqsha dialihkan ke al-Masjid’l-Haram -Delegasi Nasrani ke Medinah – Pertemuan tiga agama di Yathrib – Kaum Muslimin mempertimbangkan kedudukannya terhadap Quraisy

BERBONDONG-BONDONG  penduduk  Yathrib  ke  luar  rumah  hendak menyambut   kedatangan   Muhammad,  pria  dan  wanita.  Mereka berangkat setelah tersiar berita  tentang  hijrahnya,  tentang Quraisy yang hendak membunuhnya, tentang ketabahannya menempuh panas  yang  begitu  membakar  dalam  perjalanan  yang  sangat meletihkan,   mengarungi   bukit  pasir  dan  batu  karang  di tengah-tengah dataran Tihama, yang  justru  memantulkan  sinar matahari  yang  panas  dan  membakar itu. Mereka keluar karena terdorong ingin mengetahui sekitar  berita  tentang  ajakannya yang  sudah  tersiar  di seluruh jazirah. Ajakan ini juga yang sudah mengikis kepercayaan-kepercayaan lama yang diwarisi dari nenek-moyang mereka, yang sudah dianggap begitu suci.

Read the rest of this entry »

Posted in Sirah Nabi Muhammad saw | Tagged: | Leave a Comment »