This slideshow requires JavaScript.
Di tanah yang lebih banyak dikenal dengan bikini dan Karnival Ekstravagansa (hura-hura berlebihan) yang menampilkan para wanita berpakaian minim, namun tumbuh sekelompok kecil Muslim dari berbagai latar belakang.Selama beberapa dekade, terutama keluarga keturunan Libya, Palestina dan Suriah yang datang mempraktekkan Islam di Brazil.
Omar (34), yang empat tahun lalu baru diresmikan sebagai Imam Katolik di gereja lokal, menjelaskan mengapa ia memeluk Islam. “Saya menemukan di dalam Islam segala sesuatu yang saya selalu cari. Saya menemukan Allah sebagaimana mestinya Dia, dengan tidak ada adaptasi,” pria yang berprofesi sebagai Desainer Grafis itu bercerita kepada AFP.
Memakai jubah panjang (gamis), Omar menolak untuk memberikan nama aslinya (sebelum masuk Islam –red), malahan ia hanya mengungkapkan satu nama Muslim-nya: Omar Israfil Dawud bin Ibrahim,
Pada saat seminar, anda belajar bahwa Islam adalah agama Monoteistik (Tauhid). Tidak ada prasangka terhadap agama ini,” ujar Omar yang sedang berada di samping istrinya, Alessandra Faria, yang berganti nama menjadi Fatima setelah masuk Islam dan memtuskan untuk memakai jilbab. “Awalnya, ibu saya merasa malu karena memikirkan (bagaimana) pergi keluar dengan saya. Saya memakai jilbab untuk menunjukkan bahwa saya seorang Muslim dan sadar bahwa saya bagian dari monoritas,” kata Fatima. Read the rest of this entry »








Palestina telah ditakdirkan oleh Allah SAW untuk menjadi tempat para Nabi dan Rasul yang membawa bendera monoteisme dan mengajak masyarakatnya untuk patuh kepada ajaran tersebut.
Madinah atau Madinah Al Munawwarah: مدينة رسول الله atau المدينه, (juga Madinat Rasul Allah, Madīnah an-Nabī) adalah kota utama di Arab Saudi. Merupakan kota yang ramai diziarahi atau dikunjungi oleh kaum Muslimin. Disana terdapat Masjid Nabawi yang memiliki pahala dan keutamaan bagi kaum Muslimin. Dalam Hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa :”Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) memiliki pahala 10000x dan Shalat di Masjidil Haram (Mekkah) memiliki pahala 100000x”
Benua Eropah yang menjadi antara lubuk sentimen Islamfobia yang dihangatkan lagi dengan rentetan cubaan serangan terbaru di Britain, baru-baru ini, sebaliknya semakin diterangi sinar
PADA mulanya agama-agama muncul dari unsur kebudayaan sebuah masyarakat sebagai bagian ritus transendental yang didominasi kekuatan mistis. Agama ini lahir dalam bentuk-bentuk yang plural sesuai dengan corak ekonomi sosial tiap-tiap masyarakat pada masanya. Meskipun tidak secara linier bentuk tersebut sesuai dengan kondisi transformasi sosioekonominya, setidaknya fakta telah menunjukkan bahwa agama pada era kini telah mengalami perubahan yang cukup signifikan dibandingkan awal kemunculannya. Perubahan nonlinier ini kemudian membentuk beragam kategori. Namun, secara general kualifikasinya hanya menjadi dua bentuk yang sekarang ada dalam umat Islam. Perspektif ini hampir berlaku pada setiap agama. Demikian pula dengan Islam yang berdiri di atas tiga pilar doktrin dasarnya (tauhid, syariat, dan akhlak), dalam perkembangannya mengalami perubahan bentuk aplikasi pemaknaan di kalangan umatnya.
Walaupun Perang Teluk Kedua membawa kesengsaraan kepada rakyat dan negara terbabit, keadaannya berbeda bagi tentera Amerika Syarikat yang terlibat sama dalam peperangan itu. Peristiwa itu menjadi titik tolak perubahan pandangan tentera Amerika terhadap Islam. Sungguhpun itulah kali pertama anggota tentera Amerika berinteraksi dengan masyarakat Islam di rantau Teluk, peristiwa itu menyebabkan sebilangan besar tentera Amerika menyatakan keislaman mereka semasa dan selepas perang.
“Idza ja-a nashrullahi wal fathu, wara aytannas sayad khuluna fi dinillahi afwaja..” (An-Nashr: 1-2) “(Ketika datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu akan melihat manusia masuk ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong…”.