1. SEBAB MUNCULNYA KUDETA TERHADAP PEMERINTAHAN UTSMAN BIN AFFAN RA.
Saif bin Umar mengatakan781 bahwa sebab terjadinya pemberontakan beberapa kelompok terhadap Utsman bin Affan ra. adalah seorang Yahudi bernama Abdullah bin Saba’ yang berpura-pura Islam dan pergi ke daerah Mesir untuk menyebarkan idenya sendiri di beberapa kalangan masyarakat. la mengatakan kepada seseorang, “Bukankah Isa bin Maryam akan kembali ke dunia?” Jawab orang itu, “Ya!” la berkata lagi, “Rasulullah saw. Lebih baik dari Isa. Apakah kamu mengingkari bahwa beliau akan kembali ke dunia sementara beliau lebih mulia dari pada Isa bin Maryam?” kemudian ia berkata, “Beliau telah memberikan wasiatnya kepada Ali binAbi Thalib ra.. Muhammad Nabi terakhir danAli penerima wasiat yang terakhir. Berarti Ali lebih berhak untuk menjabat sebagai khalifah dari pada Utsman bin Affan ra. dan Utsman telah merampas hak yang bukan miliknya.” Maka mulailah orangorang mengingkari kepemimpinan Utsman bin Affan ra. dan mencelanya seolah-olah sedang beramar ma’ruf dan melarang kemungkaran mengajak orang-orang untuk mendukung ide tersebut.
Maka banyak di antara penduduk Mesir yang terpengaruh fitnah dan mereka menulis kepada jamaah-jamaah orang awam yang ada di Kufah dan Bashrah sehingga mereka saling menukar informasi melalui surat dan mengikat perjanjian kesepakatan untuk mengingkari pemerintahan Utsman bin Affan ra.. Lalu diutuslah seorang yang akan mendebat Utsman dan menyebutkan hal-hal yang mereka kritik dari beliau, terutama adanya sistem familisme782 dalam pengangkatan gubernur serta memecat beberapa tokoh besar dari kalangan sahabat dari jabatan tersebut. Sehingga banyak orang yang ter-makan provokasi tersebut.783






Ibnu Jarir berkata, “Pada tahun ke dua puluh empat Hijriyah al-Walid bin ‘Utbah memerangi Azerbaijan dan Armenia di saat penduduknya enggan untuk melaksanakan apa yang telah mereka sepakati terhadap kaum muslimin pada masa pemerintahan Umar bin Khaththab ra. Khabar ini berdasarkan riwayat Abi Mukhannaf. Adapun riwayat yang lain menjelaskan bahwa perang ini terjadi pada tahun ke dua puluh enam Hijriyah. Tatkala mereka menghianati perjanjian tersebut maka bergeraklah pasukan Al-Walid ke Azarbaijan dan Armenia hingga negara mereka terinjak-injak dan harta mereka dirampas, orang-orang ditawan dan banyak harta yang diambil.
Kasus hukum pertama yang beliau hadapi adalah kasus Ubaidillah bin Umar bin Khaththab. Kasusnya, Ubaidillah bin Umar ra. mendatangi putri Abu Lu’lu’ah pembunuh Umar ra. lantas membu-nuhnya. Kemudian ia juga membunuh seorang Nasrani yang bernama Jufainah. Ia juga membunuh al-Hurmuzan yang berasal dari Tustar. Dikatakan bahwa mereka berdua adalah penghasut Abu Lu’lu’ah untuk membunuh Umar ra..711
Umar ra. menetapkan perkara pengangkatan khalifah di bawah Majelis Syura yang beranggotakan enam orang, mereka adalah: Utsman bin Affan ra., Ali bin Abi Thalib ra., Thalhah bin ‘Ubaidillah ra, Az-Zubair bin Awwam ra, Sa’ad bin Abi Waqqash ra. Dan Abdur Rahman bin ‘Auf ra. Umar ra. merasa berat untuk memilih salah seorang di antara mereka.697 Beliau berkata, ” Aku tidak sanggup untuk bertanggung jawab tentang perkara ini baik ketika aku hidup maupun setelah aku mati. Jika Allah SWT. menghendaki kebaikan terhadap kalian maka Dia akan membuat kalian bersepakat untuk menunjuk seorang yang terbaik di antara kalian sebagaimana telah membuat kalian sepakat atas penunjukan orang yang terbaik setelah nabi kalian.
Oleh Muhammad bin Shamil as-Sulami Makkah al-Mukarramah