Nampak jelas kesungguhan Abu Bakar ash-Shiddiq ra. dalam upaya menaklukkan negeri Syam pada priode pertama dari langkah-langkah yang telah digariskannya. Yaitu menaklukan daerah-daerah sebelah barat (Yakni negeri Syam, Mesir dan Afrika) pada masa Khulafa’ur Rasyidin, berikut ini perinciannya:
1. FAKTOR PENDUKUNG TERJADINYA PENAKLUKAN
Pada awal tahun 13 H, Abu Bakar ash-Shiddiq ra. berusaha keras untuk mengumpulkan pasukan guna dikirim untuk menaklukkan Syam, dan hal itu dicetuskannya sepulangnya beliau dari melaksanakan ibadah haji demi mengamalkan ayat al-Qur’an: “Hai orang-orang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, báhwasanya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa.” (At-Taubah: 123). “Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) pada hari kemudian.” (At-Taubah: 19).






Sesungguhan Abu Bakar ash-Shiddiq ra. untuk menaklukkan negeri Iraq pada periode pertama ini merupakan langkah awal menaklukan wilayahwilayah timur pada masa Khulafaur Rasyidin berikutnya. Dan pada periode perdana ini pasukan dipimpin oleh panglima perang Khalid bin Walid, dan inilah perinciannya.
Ats-Tsauri berkata, Diriwayatkan dari Qais bin Muslim, dari Thariq bin Syihab, dia berkata, “Ketika utusan Buzakhah datang -yaitu Bani Asad dan Ghathafan- kepada Abu Bakar meminta perdamaian, Abu Bakar memberikan kepada mereka dua alternatif; Alternatif pertama, peperangan yang akan menghabisi mereka atau alternatif kedua yang menghinakan mereka. Mereka bertanya, “Wahai Khalifah Rasulullah saw., adapun peperangan yang akan menghabisi kami sudah kami pahami, tetapi apa maksud dari alternatif kedua yang menghinakan kami itu?” Beliau berkata, “Akan diambil dari kalian seluruh tanah kalian, kemudian kalian biarkan orang-orang lain membajak sawah dan lading kalian. Hingga Allah memperlihatkan kepada khalifah nabinya dan kaum mukminin perkara yang dapat memberikan keringanan bagi kalian. Kemudian kalian wajib membayar apa yang kalian dapat dari kami dan kami tidak membayar apa yang kami dapat dari kalian. Kalian harus bersaksi bahwa orang yang terbunuh dari kami berada dalam surga dan orang yang terbunuh dari kalian berada dalam neraka. Kalian harus membayar denda terhadap orang-oang yang terbunuh dari kami, tetapi kami tidak membayar denda dari orang yang terbunuh dari kalian.”
Imam al-Bukhari berkata, “Telah berkata kepada kami Ibrahim bin Musa dia berkata, ‘Telah berkata kepada kami Hisyam dari Ma’mar dari az-Zuhri, dia berkata, ‘Telah berkata kepadaku Anas bin Malik bahwa dia mendengar pidato terakhir Umar ketika duduk di mimbar satu hari setelah Rasulullah saw. wafat, sementara Abu Bakar duduk dan diam. Umar berkata, ‘Aku ber-harap agar Rasulullah saw. diberi umur yang panjang hingga menjadi orang yang paling terakhir di antara kita maksudnya agar Rasulullah saw. yang terakhir diwafatkan setelah seluruh sahabat wafat kini beliau telah wafat, namun Allah telah menjadikan di hadapan kita cahaya petunjuk yang telah diberikannya kepada Muhammad, selanjutnya Abu Bakar adalah Sahabat Rasulullah saw. Ketika mereka berdua berada dalam gua. Beliaulah yang paling pantas menjadi pimpinan segala urusan kalian, maka berdirilah dan bai’atlah dia,’sebelumnya sebagian dari kaum muslimin telah membaitnya ketika berada di Saqifah Bani Sa’idah- namun bai’at secara umum baru terlaksana dalam masjid di atas mimbar.”
Lima hari menjelang wafat, Rasulullah saw. berpidato menerangkan keutamaan Abu Bakar ash-Shiddiq ra. dibandingkan seluruh sahabat yang lainnya, ditambah lagi instruksi nabi dihadapan seluruh sahabat agar Abu Bakar ditunjuk menjadi imam kaum muslimin dalam shalat. Mungkin khutbah nabi ini merupakan pengganti dari keinginan beliau untuk menuliskan wasiat siapa yang menjadi penggantinya, dalam khutbah ini Rasulullah saw. mandi sebelumnya kemudian keluar untuk shalat bersama kaum muslimin dan kemudian menyampaikan khutbahnya.
Abu Bakar ash-Shiddiq ra. adalah sahabat yang pertama kali masuk Islam, dan selalu menyertai Rasulullah sepanjang hidupnya baik di Makkah maupun di Madinah. Tidak hanya itu, beliau adalah sahabat Rasulullah saw. sekaligus teman bermusyawarah dan wazirnya. Di tangannya para senior sahabat masuk memeluk Islam seperti Usman bin Affan, az-Zubair bin al-Awwam, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash, dan Thalhah bin Ubaidillah.26 Setia mendampingi Rasulullah saw. dalam menghadapi berbagai macam halangan dan rintangan, siap membela beliau dengan sepenuh jiwa, bahkan beliau pula yang telah membebaskan banyak budak-budak yang di siksa karena masuk Islam seperti Bilal, Amir bin Fuhairah, Ummu Ubaisy. Zinnirah, Nahdiyyah dan kedua putrinya, serta budak wanita milik Bani Muammal27
Nama Abu bakar ash-Shiddiq ra. sebenarnya adalah Abdullah bin Usman bin Amir bin Amru bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ai bin Ghalib bin Fihr17 al-Qurasy at-Taimi. Bertemu nasabnya dengan Nabi saw pada kakeknya Murrah bin Ka’ab bin Lu’ai. Dan ibunya adalah Ummu al-Khair Salma binti Shakhr bin Amir bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim.18 Berarti ayah dan ibunya berasal dari kabilah Bani Taim. Ayahnya diberi kuniyah (sebutan panggilan) Abu Quhafah. Dan pada masa jahiliyyah Abu Bakar ash-Shiddiq ra. digelari Atiq. Imam Thabari menye-butkan19 dari jalur Ibnu Luhai’ah bahwa anak-anak dari Abu Quhafah tiga orang, pertama Atiq (Abu Bakar), kedua Mu’taq dan ketiga Utaiq.