Nama lengkap beliau adalah Abu Muhammad al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra. bin Abdul Muth Thalib ra. bin Hasyim al-Qurasyi al-Hasyimi, cucu Rasulullah saw., putera dari puteri beliau Fathimah az-Zahra dan raihanah (kesayangan) beliau. Orang yang paling mirip wajahnya dengan beliau, Lahir pada pertengahan Ramadhan tahun 3 H. Rasulullah saw. mentahniknya dengan ludah beliau dan memberinya nama al-Hasan. la adalah putera tertua Ali bin Abi Thalib ra.. Rasulullah saw. sangat mencintainya dan kadang kala beliau menjilati lidahnya sewaktu ia masih kecil, memeluknya dan bercanda dengannya. Kadang kala ia mendatangi Rasulullah saw. saat beliau sedang sujud lalu naik ke atas punggung beliau. Beliau membiarkannya dan meman-jangkan sujud karenanya. Dan kadang kala beliau membawanya naik ke atas mimbar.
Dalam hadits shahih1147 disebutkan bahwa ketika Rasulullah saw. berkhutbah, beliau melihat al-Hasan dan al-Husain datang menghampiri beliau. Beliau turun dari mimbar dan menggendong mereka berdua lalu membawa keduanya ke atas mimbar, kemudian beliau berkata, “Maha benar Allah SWT.. ‘ Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu)‘ (At-Taghabun:15).






Ketika Ibnu Muljam menikam Ali bin Abi Thalib ra., mereka berkata kepada Ali, “Tunjuklah khalifah sepeninggalmu wahai Amirul Mukminin!” Ali berkata, “Tidak! Aku akan membiarkan kalian sebagaimana Rasulullah saw. meninggalkan kalian (yakni tanpa menunjuk khalifah). Apabila Allah SWT. menghendaki kebaikan atas kalian maka Allah SWT. akan menyatukan kalian di bawah kepemimpinan orang yang terbaik dari kalian sebagaimana Dia telah menyatukan kalian di bawah kepemimpinan orang yang terbaik dari kalian sepeninggal Rasulullah saw. .”1124
Khalifah ar-Rasyid yang keempat, Ali bin Abi Thalib ra. Menghadapi masalah-masalah berat dan kondisi dalam negeri yang labil. Situasi pada masa kekhalifahan beliau sangat tidak kon-dusif. Pecah perang di antara kaum muslimin, munculnya kaum Khawarij, sehingga Khalifah sibuk mengurus masalah-masalah dalam negeri dan memadamkan api fitnah yang marak pasca terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan secara zhalim.
Rakyat Iraq mulai menunjukkan penentangannya terhadap Ali, mereka menentang perintah dan larangannya serta memberontak kekuasaan beliau, memprotes ketetapan hukum beliau, menolak ucapan-ucapan beliau dan mengkritik kebijakan-kebijakan beliau. Karena kejahilan mereka dan kedangkalan akal mereka serta karena sikap mereka yang kasar dan keras ditambah lagi banyak dari mereka yang fasik.

Awal mula munculnya gerakan Khawarij ini adalah sewaktu al-Asy’ats bin Qais melewati sekelompok orang dari Bani Tamim, beliau membacakan kepada mereka piagam perdamaian. Lalu bangkitlah Urwah bin Udayyah –Udayyah adalah ibunya, bapaknya bernama Hudair, berasal dari Bani Rabi’ah bin Hanzhalah- ia berkata, “Apakah engkau mengangkat manusia sebagai hakim dalam agama Allah?” Kemudian ia memukul bagian belakang hewan tunggangan al-Asy’ats dengan pedangnya. Al-Asy’ats dan kaumnya marah melihat perlakuannya itu. Lalu al-Ahnaf bin Qais at-Tamimi dan sejumlah tokoh Bani Tamim datang meminta maaf kepada al-Asy’ats atas kejadian ter-sebut.1082
Imam Ahmad meriwayatkan dari Ismail bin Ulayyah dari Ayyub dari Muhammad bin Sirrin, ia berkata, “Api fitnah bergejolak sementara para sababat berjumlah. puluhan ribu orang. Tapi tidak sampai seratus orang dari mereka yang terlibat dalam perang tersebut, bahkan tidak pula mencapai tiga puluh orang.”1015
Di Kufah, Abu Musa al-Asy’ari ditunjuk sebagai imam shalat, al -Qa’qa’ bin Amru sebagai amir jihad dan Jabir bin Amru al-Muzni sebagai ketua amil zakat dan pajak. Amir di Bashrah adalah Abdullah bin Amir. Amir di Mesir adalah Abdullah bin Sa’ad bin Abi Sarh, namun kekuasaannya didominasi oleh Muhammad bin Abi Hudzaifah. Amir di Syam adalah Mu’awiyah bin Abi Sufyan, dan wakilnya untuk daerah Hims adalah Abdurrahman bin Khalid bin al-Walid. Amir di Qinnasrin adalah Habib bin Maslamah. Amir di Yordania adalah Abul A’war bin Sufyan. Amir di Palestina adalah ‘ Alqamah bin Hakim958. Walikota di Adzerbaijan adalah al-Asy’ats bin Qais. Amir di Qarqisiya’ adalah Jarir bin Abdillah al-Bajali. Amir di Hulwan adalah Utaibah bin an-Nahhas. Amir di Mah
Setelah Utsman terbunuh pada malam Jum’at 18 Dzulhijjah tahun 35 H, berdasarkan pendapat yang populer, kaum muslimin mendatangi Ali ra. Dan membai’at beliau sebelum jenazah Utsman dimakamkan. Ada yang mengatakan setelah jenazah Utsman dimakamkan. Pada awalnya Ali bin Abi Thalib ra. menolak bai’at mereka. Beliau menghindar ke rumah milik Bani Amru bin Mabdzul, seorang Anshar. Beliau menutup pintu rumah, beliau menolak menerima jabatan khilafah tersebut namun mereka terus mendesak beliau. Orang-orang datang mengetuk pintu dan terus mendesak. Mereka membawa serta Thalhah dan az-Zubair . Mereka berkata, “Sesungguhnya daulah ini tidak akan bertahan tanpa amir.” Mereka terus mendesak hingga akhirnya Ali bersedia menerimanya. Ada yang mengatakan, orang pertama yang membai’at beliau adalah Thalhah dengan tangan kanannya. Tangan kanan beliau cacat sewaktu melindungi Rasulullah saw. pada peperangan Uhud. Sebagian hadirin berkata, “Demi Allah, pembai’atan ini tidak sempurna!” 942