Solat ini biasa dilakukan bertujuan untuk memohon kepada Allah Taala supaya menurunkan hujan. Ini disebabkan kerana waktu kemarau yang panjang. Antara perkara yang perlu dilakukan oleh para jemaah untuk solat ini ialah :
Puasa tiga hari, sambil itu bertaubat kepada Allah dengan meninggalkan segala dosa dan kezaliman.
1. Pada hari yang keempat, semua penduduk disuruh keluar dengan berpakaian sederhana menuju ke tanah lapang. Di samping itu binatang-binatang ternakan juga perlu dibawa bersama. Maka pada hari tersebut semua penduduk disuruh supaya memperbanyakkan membaca istighfar.
2. Pada rakaat pertama sesudah membaca surah al-Fatihah bacalah Surah Sabbihisma Rabbikal A’la, dengan suara keras. Dan pada rakaat kedua pula dibaca surah Hal Ataaka Hadithul Ghasyiah.
3. Sesudah itu, khatib harus membaca dua khutbah, pada khutbah yang pertama dimulai dengan membaca Istighfar 9 kali dan pada khutbah kedua pula dimulai dengan 7 kali istighfar.
4. Sunnah memperbanyak membaca do’a minta hujan di dalam khutbah yang kedua, yang diucapkan oleh khatib (pengkhutbah) terkadang dengan jahir (suara keras) dan terkadang dengan sir (suara perlahan) menzahirkan harapan dari alunan suara. Adapun jika do’a itu diucapkan dengan jahir maka ma’mum mengucapkan “amin” dengan jahir pula, dan jika diucapkan dengan sir maka ma’mum berdo’a sendiri dengan sir.
i)Sunnah pada akhir khutbah yang kedua ;
1) khatib menghadap qiblat (membelakangi makmum)
2) Bagi khatib dan sekalian makmum membalikkan selendangnya (sorbannya) dengan menjadikan yang sebelah atas menjadi kebawah dan yang sebelah kanan menjadi kekiri.
3) kemudian berpaling lagi oleh khotib membelakangi kiblat pada akhir khutbah yang kedua itu.
NIATNYA















Dizaman Rasulullah, Masjid memiliki peran sentral di berbagai bidang dalam menciptakan masyarakat yang kokoh dan sejahtera. Di Indonesia kini, pengelolaan Masjid yang kurang baik membuat peran kemasyarakatan masjid sangat minim. Disisi lain masjid terasa asing dan jauh dari masyarakatnya, ditandai dengan jumlah jama’ah sholat yang sedikit. Artikel ini menawarkan beberapa gagasan strategis dan praktis yang dioalah dari pengalaman empiris pengelolaan Masjid Jogokariyan yang terbukti dapat menghadirkan Masjid yang makmur dan menjadi sentral bagi aktivitas masyarakat..