“Allahu Akbar… Allahu Akbar!”
Alunan azan membahana dari masjid seantero kota Surabaya. Udara pagi terasa menelusuk tulang hingga mendorong tanganku menarik selimut dan menyempurnakan posisiku, menutupi seluruh bagian tubuhku.
“Allahu Akbar… Allhu Akbar!”
Seruan itu kembali mengoyak telingaku. Akhh… mataku terasa berat sekali. Kurasakan lelah yang mendera di sekujur tubuh. Kututup kedua telingaku dengan bantal. Aku tak hendak mendengarkan seruan itu.
“Asyhadu anlaa ilaaha illalloh…!” Aku tak sanggup lagi. Mataku telah tergembok rapat. Semalaman aku berkencan dengan seabrek tugas kantor yang harus kuselesaikan hari kemarin. Keadaan seperti ini sering terjadi saat aku sedang kelelahan tak bisa mengahantarkan tubuhku ke kedinginan air yang menyergapku. Aku kalah pada keadaan. Sebenarnya tidak juga begitu. Aku terserang penyakit malas. Karena kesibukanku yang makin menggila. Aku rasa, aku butuh istirahat yang cukup.







Disebuah rumah sederhana yang asri tinggal sepasang suami istri yang sudah memasuki usia senja. Pasangan ini dikaruniai dua orang anak yang telah dewasa dan memiliki kehidupan sendiri yang mapan. Sang suami merupakan seorang pensiunan sedangkan istrinya seorang ibu rumah tangga.
Belakangan ini saya suka kangen sama almarhum ibu saya. Ga tau kenapa. Ibu saya bukan tipe ibu yang suka memanjakan anak, bukan juga tipe ibu yang ekspresif menyatakan kasih sayangnya. Bukan! Sebaliknya dia adalah tipe perempuan keras yang bisa dibandingkan dengan Madeleine Albright. Kalo ngomong suka nyelekit. Kalo marah nyeremin banget. Kalo nampar kenceng banget! Tapi di situlah kehebatannya. Bukannya dibenci malahan ibu saya dicintai banyak orang dan saudara2nya. Padahal hampir semua pernah kena semprot.
Kekeraskepalaan Israel membuat saya ingin mengetahui lebih banyak mengenai bangsa Yahudi dan Israel ini … Korak-korek ke sana ke mari terkumpullah berikut ini, bila ada yang akan menambahkan, silakan …



