Imam Malik meriwayatkan dalam kitabnya Al Muwatto’, bahwa Rasululloh ShallAllohu’alaihi wasallam bersabda :
“اللهم لا تجعل قبري وثنا يعبد، اشتد غضب الله على قوم اتخذوا قبور أنبيائهم مساجد”
“Ya Alloh, janganlah Engkau jadikan kuburanku sebagai berhala yang disembah. Alloh sangat murka kepada orang-orang yang telah menjadikan kuburan para Nabi mereka sebagai tempat ibadah”.
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dengan sanadnya dari sufyan dari Mansur dari Mujahid, berkaitan dengan ayat : [أفرأيتم اللات والعزى] “Jelaskan kepadaku (wahai kaum musyrikin) tentang (berhala yang kamu anggap sebagai anak perempuan Alloh) Al lata dan Al Uzza” (QS. An Najm, 19)
Ia (Mujahid) berkata : “Al latta adalah orang yang dahulunya tukang mengaduk tepung (dengan air atau minyak) untuk dihidangkan kepada jamaah haji. setelah meninggal, merekapun senantiasa mendatangi kuburannya.”






Firman Alloh Subhanahu wa Subhanahu wa Ta’ala :
Akidah Islam mempunyai banyak tujuan yang baik yang harus dipegang teguh, yaitu :
Al qadar adalah takdir Allah untuk seluruh makhluk yang ada sesuai dengan ilmu dan hikmah-Nya. Iman kepada takdir mencakup empat hal:
Hari Akhir adalah hari kiamat, dimana seluruh manusia dibangkitkan pada hari itu untuk dihisab
“Rasul” berarti orang yang diutus untuk menyampaikan sesuatu. Namun yang dimaksud “Rasul” disini adalah orang yang diberi wahyu syara’ untuk disampaikan kepada umatnya. Rasul yang pertama adalah Nabi Nuh , dan yang terakhir adalah Nabiyullah Muhammad .
“Kitab” berarti, “sesuatu yang ditulis”. Namun yang dimaksud disini adalah kitab-kitab yang diturunkan Allah kepada para Rasul-Nya sebagai rahmat dan hidayah bagi seluruh manusia agar mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Iman kepada kitab mencakup empat hal:
Malaikat adalah makhluk ghaib yang selalu beribadah kepada Allah . Malaikat sama sekali tidak