Ketahuilah –semoga Allah merahmatimu- bahwa jalan yang menjamin nikmat Islam bagimu hanya satu, tidak bercabang. Allah telah menetapkan keberuntungan hanya untuk satu golongan saja. Allah berfirman.
أُوْلاَئِكَ حِزْبُ اللهِ أَلآَإِنَّ حِزْبَ اللهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung. [Al Mujadalah:22].
Dan Dia (Allah) menetapkan kemenangan hanya untuk mereka pula. Allah berfirman.
وَمَن يَتَوَلَّ اللهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللهِ هُمُ الْغَالِبُونَ
Dan barangsiapa mengambil Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang. [Al Maidah:56].
Bagaimanapun, jika anda mencari dalam kitab Allah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka anda tidak akan menemukan di dalamnya (dalil, Red.) pengkotak-kotakan umat kepada jama’ah-jama’ah, partai-partai atau golongan-golongan, kecuali perbuatan itu dicela dan tercela. Allah berfirman.



Imam Malik meriwayatkan dalam kitabnya Al Muwatto’, bahwa Rasululloh ShallAllohu’alaihi wasallam bersabda :
Firman Alloh Subhanahu wa Subhanahu wa Ta’ala :
Akidah Islam mempunyai banyak tujuan yang baik yang harus dipegang teguh, yaitu :
Al qadar adalah takdir Allah untuk seluruh makhluk yang ada sesuai dengan ilmu dan hikmah-Nya. Iman kepada takdir mencakup empat hal:
Hari Akhir adalah hari kiamat, dimana seluruh manusia dibangkitkan pada hari itu untuk dihisab
“Rasul” berarti orang yang diutus untuk menyampaikan sesuatu. Namun yang dimaksud “Rasul” disini adalah orang yang diberi wahyu syara’ untuk disampaikan kepada umatnya. Rasul yang pertama adalah Nabi Nuh , dan yang terakhir adalah Nabiyullah Muhammad .
“Kitab” berarti, “sesuatu yang ditulis”. Namun yang dimaksud disini adalah kitab-kitab yang diturunkan Allah kepada para Rasul-Nya sebagai rahmat dan hidayah bagi seluruh manusia agar mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Iman kepada kitab mencakup empat hal:
Malaikat adalah makhluk ghaib yang selalu beribadah kepada Allah . Malaikat sama sekali tidak