This slideshow requires JavaScript.
Siapa saja yang hendak menulis perihal Islam, hendaknya terlebih dahulu dia menarik sebuah keputusan percaya bahwa Muhammad adalah seorang Nabi. Para ilmuwan yang mengakui bahwa beliau benar-benar seorang Rasul dan yang paling mulia diantara para nabi, mereka bakal menikmati kepustakaan hadith yang mengagumkan dan wahyu ketuhanan yang dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi. Secara pasti mereka akan menemukan banyak kesamaan, bahkan sepenuhnya cocok dengan berbagai masalah yang sangat mendasar. Adapun perbedaan-perbedaan kecil yang muncul karena perubahan keadaan, hal ini dapat dianggap sebagai suatu yang alami dan kemanusiaan. Bagi mereka yang menolak pandangan ini, akibatnya mereka melihatnya (Muhammad) sebagai penipu majnun atau pendusta yang mengaku-ngaku jadi nabi. Hal ini merupakan refleksi sikap yang diambil oleh semua ilmuwan nonMuslim, di mana upaya yang mereka lakukan perlu








Meskipun semua tendensi yang ada berseberangan dengan tradisi keislaman, para ilmuwan Barat tetap berusaha meyakinkan bahwa mereka sedang memberi pelayanan terhadap kaum Muslimin dengan menyajikan kajian murni, tidak setengah-setengah, dan berlaku jujur. Implikasinya adalah, seorang ilmuwan Muslim yang, katanya, dikelabui oleh keimanan tidak dapat memahami mana yang salah dan yang benar ketika menganalisis keyakinan mereka.


Kontroversi seputar tulisan Arab kuno dan Mushaf Ibn Mas’ud sudah dibahas, sekarang kita alihkan perhatian pada spektrum yang lebih luas mengenai serangan Orientalis terhadap Al-Qur’an dalam berbagai dimensi untuk dapat menyajikan suatu citra beberapa upaya dan tujuan Barat dalam mencemarkan kemurnian teks Al-Qur’an menggunakan sumber-sumber tidak etik dan penipuan.



Setelah mengkaji sejarah awal agama Kristen dalam bab yang lalu, kita sekarang sampai pada PB itu sendiri dan memperhatikan beberapa pertanyaan: siapakah yang mengarang keempat Injil itu’? Apakah mereka percaya bahwa karangan-karangan mereka terinspirasikan (wahyu), ataukah ide ini dikembangkan oleh para generasi belakangan? Bagaimana teks itu diubah? Dan barangkali yang paling awal dari segalanya, bagaimana tabiat Injil-Injil ini berbeda dengan ajaran-ajaran Yesus yang asli?
Semua sumber untuk ajaran-ajaran Yesus berasal dari pengarang-pengarang yang anonim (tak jelas namanya). Sebagaimana disebutkan di atas, Hermann Reimarus (1694-1768) adalah merupakan orang pertama yang berusaha membuat sejarah Yesus. Dalam hal ini dia membedakan antara apa yang tertulis dalam kitab-kitab Injil dan apa yang diproklamasikan Yesus sendiri selama masa hidupnya, dengan menyimpulkan bahwa ajaran-ajaran aktual Yesus dapat diringkas,