Posted by Bustamam Ismail on August 12, 2009

Adat basandi syarak,
syarak basandi Kitabullah
syarak mangato, adat mamakai
camin nan indak kabua
palito nan indak padam
Adat bersendikan agama,
agama bersendikan Kitabullah,
agama mengatakan adat memakai,
cermin yang tidak kabur,
pelita yang tidak padam
Gadang jaan malendo
panjang jaan malindih.
Besar jangan melanda
panjang jangan melindih
Barek samo dipikua
ringan samo dijinjiang
ka bukik samo mandaki
ka lurah samo manurun
tatungkui samo makan tanah
tatilantang samo minum ambun
ka mudiak saantak galah
ka hilia sarangkuah dayuang
maelo karajo jo usao
mairik parang jo barani
Berat sama dipikul
ringan sama dijinjing
ke bukit sama mendaki
ke lurah sama menurun
tertelungkup sama makan tanah
tertelentang sama minum embun
ke mudik sehentak galah
ke hilir serangkuh dayung
menghela kerja dengan usaha
menghela perang dengan berani
Read the rest of this entry »
Posted in Adab/Akhlak, Adat Minang Kabau | Tagged: rang talu | Leave a Comment »
Posted by Bustamam Ismail on December 2, 2008
Diresmikan pada tanggal 21 dan 23 Desember 1989. Merupakan pengganti Rumah Tuan Gadih Pagaruyung Istano Si Linduang Bulan yang terbakar pada 3 Agustus 1961. Merupakan untaian dari sejarah yang panjang yang tak terputuskan dari masa kerajaan Pagaruyung tempo dulu.
Nama Si Linduang Bulan adalah nama yang diberikan kepada Istana Raja Pagaruyung setelah dipindahkan dari Ulak Tanjuang Bungo ke Balai Janggo pada tahun 1550 oleh Daulat Yang Dipertuan Raja Gamuyang Sultan Bakilap Alam (Sultan Alif Kalifatullah Johan Berdaulat Fil’Alam I) Raja Alam sekaligus memegang jabatan Raja Adat dan Raja Ibadat Pagaruyung, sebagai penanda awalnya perhitungan tahun menurut tarikh Islam, sekaligus berlakunya secara resmi hukum syariat Islam di seluruh kerajaan Pagaruyung menggantikan hukum-hukum yang bersumber dari agama Budha Tantrayana. Kemudian Istano Si Linduang Bulan ini di bangun lagi pada tahun 1750, karena Istano lama telah tua dan mulai runtuh. Pada tahun 1821 Istano Si Linduang Bulan terbakar dalam kecamuk Perang Padri. Pada tahun 1869 Istano Si Linduang Bulan dibangun lagi oleh Yang Dipertuan Gadih Puti Reno Sumpu kemenakan kandung dari Sultan Tangkal Syariful Alam Bagagar Syah Yang Dipertuan Hitam dan anak dari Yang Dipertuan Gadih Reno Sori dengan Sultan Abdul Jalil Yang Dipertuan Sembahyang (pemegang jabatan Raja Adat, Raja Ibadat dan Raja Alam) setelah Sultan Tangkal Syariful Alam Bagagar Syah Yang Dipertuan Hitam dibuang Belanda Ke Betawi. Pada tanggal 3 Agustus 1961 Istano Si Linduang Bulan terbakar lagi.
Read the rest of this entry »
Posted in Adat Minang Kabau | Tagged: linduang bulan, Minang, pagaruyuang | Leave a Comment »
Posted by Bustamam Ismail on November 18, 2008
Rangkaian kegiatan hasil Kesepakatan Talu (KT) mulai dilaksanakan, ditandai kehadiran tim perumus dalam musyawarah di Istano Silinduang Bulan, Batusangkar.
Kesepakatan Talu lahir dalam pertemuan Sabtu 11 Oktober 2008, dihadiri 72 raja-raja pewaris kerajaan, datuk, penghulu, cadiak pandai dan bundo kanduang se-Sumbar. Disepakati, bersama cadiak pandai , pemikir Minang, alim ulama dan pemerintah mencari solusi pemecahan masalah adat dan etnis Minangkabau untuk kemaslahan dan peningkatan peran etnis Minangkabau dalam NKRI.
Read the rest of this entry »
Posted in Adab/Akhlak, Adat Minang Kabau | Tagged: adat, fadlan maalif, Minang | Leave a Comment »
Posted by Bustamam Ismail on August 12, 2008
|
Capek indak buliah dahulu
lambek indak buliah kudian
|
|
Ketentuan bagi seorang sumando di Minangkabau,
dia harus berbuat sesuai dengan fungsinya
Read the rest of this entry »
|
Posted in Adat Minang Kabau | Tagged: adaik minang, patitih, pepatah, petatah, syara' | Leave a Comment »
Posted by Bustamam Ismail on July 28, 2008
|
Tahantak ruweh kabuku,
tasasak kijang karimbo.
Talantak puntiang kahulu,
tangga bawa mato tabuang
|
|
Seorang yang gagal dalam memimpin masyarakat,
suatu pertanda kurang lengkap ilmu yang
dipunyai tentang kemasyarakatan
Read the rest of this entry »
|
Posted in Adat Minang Kabau | Tagged: adaik | 1 Comment »
Posted by Bustamam Ismail on June 2, 2008
Alam takambang jadi guru, Alam yang terbentang jadi pelajaran, mengapa air mengalir dari tempat yang tinggi?, mengapa manusia yang durhaka dapat kutukan?, Mengapa tanah yang subur tetapi rakyat melarat?, mengapa bumi ini berputar tanpa ada kelihatan makhlik yang memutarnya?, mengapa angin bertiup?, mengapa manusia berfikir?, mengapa orang bisa berkomunikasi dengan alat lidah yang menyimpan jutaan kata, semua jadi pelajaran bila direnungkan.!!! selanjutnyalihat disini
“alam-takambang-jadi-guru1“
Posted in Adat Minang Kabau, Pendidikan, Radio Pelangi | Tagged: Alam takambang jadi guru | Leave a Comment »