1.Pendahuluan
Apa yang saya harus yakini tentang belajar mengajar yang berpusat pada peserta didik tumbuh dari pertemuan kebetulan, peristiwa dan pengalaman. Siswa telah berubah, dan banyak lagi adalah diketahui tentang kebutuhan mereka belajar. Apa yang mencegah siswa yang baik-baik untuk kurang percaya diri.
Mereka perlu untuk menemukan dirinya dengan merobah masa lalu mereka, yang penuh keraguan diri, kejanggalan, dan rasa takut kegagalan, takut mengajukan pertanyaan di kelas, memberikan kontribusi dalam kelompok, dan berbicara berbaur di depan teman-temannya. Siswa sedapat mungkin mengatasi masalah mereka dengan memberikan kepada para siswa lebih banyak memegang kendali pembelajaran. Apakah membantu jika saya disajikan mereka dengan beberapa pilihan dan biarkan mereka membuat beberapa keputusan tentang belajar mereka?
Melaksanakan pilihan tugas belajar, kelompok berbagai macam proyek, kredit untuk partisipasi dan analisis itu, kritik dari teman sebaya, melakukan wawancara atau diwawancara atau keduanya, dan konvensional ujian pilihan ganda. Setiap tugas memiliki nilai titik yang ditunjuk dan kriteria evaluasi.











1. Etimologi Perkataan MOTIVASI adalah berasal daripada perkataan Bahasa Inggeris – “MOTIVATION” yang mana perkataan asalnya ialah “MOTIVE” yang juga telah dipinjam oleh Bahasa Melayu / Bahasa Malaysia kepada MOTIF, yakni bermaksud TUJUAN 






Metode dan Strategi Belajar ia;lah pola umum perbuatan guru dan murid dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar, sedangakan metode berasal dari kata Yunani ( Greek ) yang terdiri dari ( metha = melalui/ melewati hodos = jalan/cara ). Jadi metode belajar mengajar berarti jalan atau cara yang yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan pengajaran. Strategi dan metode ini mutlak harus digunakan dalam proses belajar mengajar, supaya kita mencapai tujuan yang maksimal, tanpa metode dan strategi akan mendapatkan banyak kendala dalam pelaksanaan pendidikan. Hal ini sesuai dengan tuntutan Allah dalam surat 16 An-Nahal ayat 125 berbunyi: