MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

Sosok Bang Fauzi Bowo

Posted by Bustamam Ismail on July 29, 2012

Fauzi Bowo adalah Gubernur DKI Jakarta pertama yang dipilih secara demokratis. Ia mampu mengalahkan pesaingnya yakni Adang Daradjatun dalam pemilikada tahun 2007 lalu. Dengan dukungan hampir seluruh parpol, Fauzi Bowo atau yang sering disapa dengan Bang Foke, mampu meraih suara terbanyak dan berhasil menjadi gubernur DKI Jakarta.

Kini Fauzi Bowo kembali mencalonkan diri menjadi gubernur, ia berdampingan dengan Nachrowi Ramli. Pasangan ini diusung oleh Partai Demokrat pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono dan beberapa partai lainnya.

 

  1. 1.      Masa Kecil Fauzi Bowo

Fauzi Bowo adalah putra betawi yang lahir dari pasangan H Djohari Bowo bin Adipoetro dengan Hj Nuraini binti Abdul Manaf. Fauzi lahir di Jakarta 10 April 1948 dan darah Betawi berasal dari garis keturunan sang Ibu. Kakek dari Fauzi Bowo yaitu KH Abdul Manaf bin Achmad Jabar, adalah seorang Tokoh Nahdlatul Ulama di Jakarta yang berprofesi sebagai pengusaha. Sementara sang Ayah yaitu H Djohari Bowo bin Adipoetro berasal dari Malang, Jawa Timur.

Sejak kecil, ia terbiasa dengan kehidupan yang islami. Sang kakek kerap mengajaknya mengunjungi para ulama kala itu. Untuk memperdalam aqidah islam kepada cucu kesayangannya itu, Fauzi pun dikirim ke tokoh ulama terkemuka seperti KH Syafei Al Hadzami dan Habib Sami Alatas. Bahkan, dalam usia 10 tahun, dirinya telah menunaikan ibadah Haji ke Mekkah bersama keluarganya.

  1. 2.      Riwayat Pendidikan Fauzi Bowo

Meski sosoknya kental dengan ajaran islam, namun Fauzi Bowo menyelesaikan pendidikan sejak SD hingga SMA di sekolah khatolik. Dari TK dan SD ia bersekolah di St Bellarminus, SLTP dan SLTA di Kanisius. Lulus SMA, Fauzi pernah kuliah di Fakultas Teknik Universitas Indonesia pada tahun 1966/1967. Kemudian pada usia 19 tahun, Fauzi kuliah di Technische Universitat Braunschweig, Jerman. Saat lulus sarjana muda, Fauzi belajar ilmu politik di Berlin, lalu belajar sosiologi di Zurich. Setelah itu ia kembali melanjutkan kuliah arsitekturnya dan mendapat gelar master untuk Teknik Arsitektur Perencanaan Kota dan Wilayah dari Universitat Braunschweig tahun 1976.

Setelah mendapatkan gelar Master, ia kembali ke Indonesia dan mulai berkarir di Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta tahun 1978. Sewaktu berkarir di Pemprov DKI, Fauzi Bowo mendapat kesempatan kembali untuk belajar dan akhirnya pada tahun 2000, Fauzi Bowo mendapat gelar Doktor Ingenieur (DR Ing) dari Fachberiech Architektur/Raum Und Umweltplanung-Baungenieurwesen Universitat Kaiserlautern Republik Federasi Jerman, dengan disertasi berjudul Prinsip dan Panduan Dasar untuk Pengembangan Ruang Metropolitan dan Ruang Megapolitan Jakarta dan lulus dengan predikat cum laude.

3.  Karir Birokrasi

Usai menyelesaikan pendidikannya, Fauzi Bowo kembali berkarir di bidang birokrasi. Tahun 1978, ia menjadi staf ahli Gubernur DKI Jakarta, kemudian tahun 1979 dirinya mendapat mandat untuk mengemban tugas sebagai Pelaksana Tugas Kepala Biro Daerah DKI Jakarta. Meski telah menjadi birokrat, karir di bidang akademis tidak ia tinggalkan. Ia sempat mengajar sebagai dosen di Universitas Indonesia, namun tidak lama. Tahun 1982 ia dianggkat menjadi Kepala Biro Kepala Daerah DKI Jakarta dan karirnya di akademis pun ditinggalkannya.

Selama 13 tahun ternyata prestasi kerja Fauzi Bowo terus meningkat. Oleh karena itu, pada masa kepemimpinan Gubernur Surjadi Soedirdja (1992-1997), ia dipercaya untuk menduduki jabatan Kepala Dinas Pariwisata. Karena pretasinya yang terus gemilang, pada masa kepemimpinan Gubernur Sutiyoso (1997-2002), ia diserahi jabatan sebagai Sekretaris Wilayah Daerah (Sekwilda). Sebenarnya Fauzi Bowo memiliki kesempatan untuk mencalonkan diri sebagai gubernur periode 2002-2007.

Mantan dosen Universitas Indonesia periode 1977-1984 ini sempat didaulat pendukungnya menjadi calon gubernur 2002. Namun karena kebijaksanaannya dalam mengikuti proses yang begulir, akhirnya dia memilih berpasangan dengan Sutiyoso yang dicalonkan Fraksi PDI-P dan Golkar. Keputusan pria yang akrab disapa Bang Fauzi itu sempat membuat Fraksi PAN dan beberapa partai kecil lainnya yang mengajukan dia sebagai calon gubernur kecewa. Namun saat mencalonkan diri pada Pilkada 2007, dukungan terhadap Fauzi malah semakin bertambah. Sebanyak 20 partai politik yang tergabung dalam Koalisi Bersama mendukung pria yang mahir berbahasa Inggiris, Belanda, dan Jerman itu.

Slogan Jakarta untuk Semua ternyata mampu menarik simpatik masyarakat ibu kota. “Untuk membangun Jakarta, serahkan kepada ahlinya dan kepada yang sudah berpengalaman. Jika tidak, kehancuran tinggal menunggu waktu.” Kalimat tersebut diucapkan berulang-ulang oleh Fauzi saat kampanye dan terbukti mampu mendulang suara sekaligus memenangkan pilkada 8 Agustus 2007 lalu. Alhasil, Fauzi Bowo yang berpasangan dengan Prijanto terpilih sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012.

Begitu ditetapkan sebagai pemenang pilkada, pria yang memiliki kegemaran mengoleksi motor gede ini berjanji akan membawa Jakarta ke arah yang lebih baik. Bahkan ia berjanji tidak akan melakukan diskriminasi dalam pelayanan publik kepada seluruh warga ibu kota. Semua warga ibu kota berhak atas semua pelayanan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Oleh karena itu, apabila terjadi perlakukan istimewa kepada salah satu golongan saja, maka sistem pemerintahan ke depan tidak akan berjalan dengan baik.

  1. Identtas Fozi Bowo

Nama Lengkap: Dr.-Ing. H. Fauzi Bowo

Nama Populer: Fauzi Bowo (Foke)

Tanggal Lahir: 10 April 1948

Tempat Lahir: Jakarta Indonesia

Agama: Islam

Profesi: Politikus

Jabatan: Gubernur DKI Jakarta ke-13 (2007-2012)

  1. Keluarga Bapak Fauzi Bowo

Kakek: KH Abdul Manaf

Nama Ayah: Djohari Bowo

Nama Ibu: Nuraini binti Abdul Manaf

Istri: Hj. Sri Hartati

Anak: Humar Ambiya (Tanggal lahir: 20 Juli 1976, Esti Amanda (Tanggal lahir: 5 April 1979) dan Dyah Namira (Tanggal lahir: 1 Februari 1983).

  1. Riwayat Pekerjaan

2007-2012 Gubernur DKI Jakarta

2002-2007 Wakil Gubernur DKI Jakarta

1998-2002 Sekretaris Wilayah Daerah (Sekwilda) DKI Jakarta

1993-1998 Kepala Dinas Pariwisata DKI

1986-1988 Pejabat Kabiro Kepala Daerah DKI

1982-1986 Pejabat sementara (Pjs) Kabiro Kepala Daerah DKI

1979-1982 Kepala Dinas Pariwisata DKI

1979-1982 Pelaksana tugas Kepala Biro Kepala Daerah DKI

1977 -1984 Menjadi staf pengajar di Universitas Indonesia

1976 Asisten Ahli Tech. Univ. Braunschweig

Sumber:

1.Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
2. beritajakarta.com

About these ads

One Response to “Sosok Bang Fauzi Bowo”

  1. [...] Sosok Bang Fauzi Bowo [...]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 68 other followers

%d bloggers like this: