REPUBLIKA.CO.ID,MOSKOW–Rusia menyeru bagi segera dihentikannya penggunaan kekuatan oleh negara-negara asing yang ikut bagian dalam operasi-operasi militer di Libya secara tak pandang bulu, kata kementerian luar negeri dalam pernyataan Minggu.
“Kami mendesak negara-negara yang bersangkutan untuk menghentikan penggunaan kekuatan sembarangan itu,” kata juru bicara kementerian luar negeri Alexander Lukashevich dalam pernyataan.
Dia mengatakan, serangan udara itu termasuk serangan terhadap sasaran non-militer di Libya, dan telah merusak jalan-jalan, jembatan, dan pusat kardiologi. “Kita membiarkan keadaan yang tak dapat diterima dalam menggunakan mandat Resolusi 1973 … untuk tujuan yang jelas melampaui kerangka kerja, yang menetapkan hanya langkah-langkah untuk melindungi penduduk sipil,” kata pernyataan itu.







