Membangun Khazanah Ilmu dan Pendidikan

Belajar itu adalah perobahan …….

Archive for December, 2010

Kelahiran Ibrahim Bin Muhammad saw dan Kecemburuan Isteri-Isteri Rasul

Posted by Bustamam Ismail on December 30, 2010

MUHAMMAD kembali ke Medinah selesai ia membebaskan Mekah dan setelah  mendapat  kemenangan di Hunain dan mengepung Ta’if. Dalam hati orang Arab semua sudah nyata dan yakin, bahwa tak ada  yang  akan dapat menandinginya di seluruh jazirah, juga sudah  tak  ada  lagi  lidah  yang   mau   mengganggu   atau mencelanya.  Pihak Anshar dan Muhajirin semua merasa gembira sekali karena Tuhan  telah  membukakan  jalan  kepada  Nabi, membebaskan negeri tempat Mesjid Suci. Mereka gembira karena penduduk Mekah telah beroleh hidayah dengan menganut  Islam, dan orang-orang Arab – dengan kabilahnya yang beraneka ragam itu – telah tunduk dan taat kepada agama ini.

Untuk sekadar  menikmati  adanya  ketenangan  hidup,  mereka semua kembali ke Medinah setelah Muhammad menunjuk ‘Attab b. Asid untuk Mekah di samping Mu’adh b.  Jabal  guna  mengajar orang  memperdalam  agama dan mengajarkan Qur’an. Kemenangan yang  belum  ada  taranya  dalam  sejarah  Arab  ini   telah menimbulkan   kesan   yang   dalam   sekali  di  dalam  hati orang-orang   Arab    itu    semua,    juga    dalam    hati pembesar-pembesar  dan  bangsawan-bangsawan  yang samasekali tidak membayangkan, bahwa pada suatu hari mereka akan tunduk kepada  Muhammad  atau  akan menerima agamanya sebagai agama mereka; dalam hati penyair-penyair, yang  bicara  atas  nama bangsawan-bangsawan  dengan  sekedar mendapatkan simpati dan dukungan sebagai imbalan, atau sekadar  mendapatkan  bantuan dan dukungan kabilah-kabilah; dalam hati kabilah-kabilah di pedalaman, yang biasanya tidak mau  menukarkan  kebebasannya dengan  apa pun, atau akan terbayang dalam pikirannya, bahwa mereka akan tergabung dalam satu panji di luar panji  mereka sendiri  yang khusus atau akan bersedia mati untuk semua itu dalam suatu peperangan sampai habis samasekali. Para penyair dengan sajak-sajaknya, kaum bangsawan    dengan kebangsawanannya dan kabilah-kabilah yang mau mempertahankan kepribadiannya, apa  artinya  semua  itu  dalam  berhadapan dengan kekuatan yang berada di luar kodrat alam  itu,  tiada dapat  dibendung  oleh suatu kekuatan, tiada suatu kekuasaan dapat mengalanginya. Read the rest of this entry »

Posted in IBrahim & Isteri cemburu | Leave a Comment »

PERANGKAT ADAT NAGARI SINURUIK

Posted by Bustamam Ismail on December 30, 2010

Posted in Adat Minang Kabau | Leave a Comment »

Keindahan Wanita Muslimah Bila Dikhitan (Fikih Wanita)

Posted by Bustamam Ismail on December 30, 2010

Bagi sebagian masyarakat khitan bagi anak laki-laki adalah sebuah perkara yang sangat wajar. Namun tidak demikian dengan khitan wanita, mereka masih menganggapnya tabu atau menjadi sebuah perkara yang sangat jarang dilakukan, bahkan oleh sebagian kalangan khitan wanita adalah tindakan kriminal yang harus dilarang, seperti yang diserukan oleh gerakan feminisme, LSM-LSM asing, Population Council, PBB, WHO dan lain-lainnya. Larangan khitan wanita juga diputuskan  dalam Konferensi Kaum Wanita sedunia di Beijing China (1995). Di Amerika Serikat dan beberapa Negara Eropa, kaum feminis telah berhasil mendorong pemerintah membuat undang-undang larangan sunat perempuan. Di Belanda, khitan pada perempuan diancam hukuman 12 tahun. Pelarang khitan perempuan juga pernah diterapkan di Negara Mesir yang nota benenya adalah Negara Islam. ( Muhammad Sayyid as-Syanawi, Khitan al-Banat baina as-Syar’I wa at-Thibbi, hal. 92-95 ).  Di Indonesia sendiri khitan wanita juga dilarang secara legal, dengan alasan bahwa Indonesia tidak akan bisa melepaskan diri dari ketentuan WHO, dan karena khitan wanita dinilai bertentangan dengan HAM. Padahal mereka orang-orang Barat sengaja melarang khitan wanita dengan tujuan agar para wanita Islam tidak terkendalikan syahwat mereka, sehingga praktek perzinaan meluas dan terjadi di mana-mana, dan ini telah terbukti.

Read the rest of this entry »

Posted in Fikih | 3 Comments »

Pembebasan Hawazin dan Tsaqif bagian kedua

Posted by Bustamam Ismail on December 24, 2010

Jadi sahabat-sahabat itu oleh Muhammad diperintahkan berangkat ke  Ta’if  dan mengepung  Thaqif  yang dipimpin oleh Malik b. ‘Auf. Ta’if adalah sebuah  kota  yang  sangat  kukuh  tertutup rapat  oleh  pintu-pintu  gerbang seperti kebanyakan kota-kota negeri  Arab  ketika  itu.  Penduduk  kota  ini  sudah   punya pengetahuan  dalam  soal kepung-mengepung dalam peperangan dan punya kekayaan yang cukup besar pula untuk  membuat  perkubuan yang  kuat.  Dalam perjalanan itu Muslimin singgah di Liya. Di tempat ini ada sebuah benteng khusus buat Malik b. ‘Auf,  yang kemudian   mereka   hancurkan,   demikian  juga  sebuah  kebun kepunyaan  pihak  Thaqif   mereka hancurkan   selama   dalam perjalanan itu.

Bilamana  Muslimin  sudah  sampai di Ta’if, Nabi memerintahkan pasukannya  berhenti  dan  bermarkas  di   dekat   kota   itu. Sahabat-sahabat dikumpulkan dan mereka berunding apa yang akan mereka lakukan. Tetapi pihak Thaqif begitu melihat mereka dari atas  perbentengan,  dihujaninya mereka dengan serangan panah, sehingga tidak sedikit pihak Muslimin yang terbunuh. Dan tidak pula  mudah  kaum Muslimin dapat menyerbu benteng-benteng yang sangat kukuh itu. Suatu cara lain harus  mereka  tempuh  bukan seperti  yang  selama  ini  mereka  lakukan  ketika  mengepung Quraiza dan Khaibar. Dapatkah kita menduga, bahwa kalau  hanya dikepung saja sampai mengalami kelaparan pihak Thaqif itu akan mau menyerah? Dan kalau akan mereka serbu  saja,  dengan  cara baru bagaimana harus mereka lakukan?

Read the rest of this entry »

Posted in Hawazin & tsaqif | Leave a Comment »

Pembebasan Hawazin dan Tsaqif

Posted by Bustamam Ismail on December 15, 2010

DENGAN perasaan gembira karena kemenangan yang telah diberikan Tuhan,  kaum  Muslimin masih tinggal di Mekah setelah kota itu dibebaskan.  Mereka  sangat  bersenang  hati   sekali   karena kemenangan   besar  ini  tidak  banyak  minta  kurban.  Setiap terdengar suara Bilal mengucapkan azan sembahyang, cepat-cepat mereka  pergi  ke  Mesjid  Suci,  berebut-rebutan  di  sekitar Rasulullah, dimana saja ia berada dan ke mana saja ia pergi.

A. Kabilah Hawazin  merasa ternancan karena kemenangan kaum muslimin

Kaum Muhajirin pun sekarang dapat  pulang,  dapat  berhubungan dengan  keluarga  mereka,  yang  kini  telah mendapat petunjuk Tuhan. Hati mereka pun sudah yakin bahwa keadaan  Islam  sudah mulai  stabil,  dan  bahwa  perjuangan  sebagian  besar  sudah membawa  kemenangan.  Akan  tetapi  limabelas  hari   kemudian setelah  mereka tinggal di Mekah itu, tiba-tiba tersiar berita yang membuat mereka harus segera sadar kembali. Soalnya ialah, Kabilah  Hawazin  yang  tinggal  di  pegunungan  tidak jauh di sebelah timur-laut Mekah, setelah melihat kemenangan  Muslimin yang     telah    membebaskan    Mekah    dan    menghancurkan berhala-berhala, mereka  pun  kuatir  akan  mendapat  giliran; pihak Muslimin akan juga menyerbu daerah mereka. Terpikir oleh mereka apa yang harus mereka lakukan  dalam  mencegah  bencana yang  akan  menimpa  mereka itu. dan membendung Muhammad serta mencegah  arus   kaum   Muslimin   yang   akan   menghilangkan kemerdekaan kabilah-kabilah itu di seluruh jazirah bila mereka semua digabungkan kedalam  suatu  kesatuan  di  bawah  naungan Islam. Read the rest of this entry »

Posted in Hawazin & tsaqif | Leave a Comment »

Pembebasan Kota Mekkah Bagian Ketiga

Posted by Bustamam Ismail on December 8, 2010

Tetapi  Muhammad,  tetapi  Nabi,  tetapi  Rasulullah, bukanlah manusia yang mengenal permusuhan, atau yang akan membangkitkan permusuhan  di kalangan umat manusia! Dia bukan seorang tiran, bukan mau menunjukkan sebagai orang yang berkuasa. Tuhan telah memberi keringanan kepadanya dalam menghadapi musuh, dan dalam kemampuannya itu ia memberi pengampunan.  Dengan  itu,  kepada seluruh  dunia  dan  semua  generasi  ia telah memberi teladan tentang  kebaikan  dan  keteguhan  menepati   janji,   tentang kebebasan jiwa yang belum pernah dicapai oleh siapa pun!

Apabila   Muhammad   kemudian   memasuki   Ka’bah,  dilihatnya dinding-dinding   Ka’bah   sudah    penuh    dilukis    dengan gambar-gambar  malaikat dan para nabi. Dilihatnya lbrahim yang dilukiskan   sedang   memegang   azlam6 yang   diperundikan,

dilihatnya sebuah patung burung dara dari kayu. Dihancurkannya patung itu dengan  tangannya  sendiri  dan  dicampakkannya  ke tanah.  Ketika  melihat  gambar  Ibrahim  agak  lama  Muhammad memandangnya, lalu katanya: Mudah-mudahan  Tuhan  membinasakan mereka!  Orang tua kita digambarkan mengundi dengan azlam! Apa hubungannya Ibrahim dengan azlam’? Ibrahim bukan orang Yahudi, juga bukan orang Nasrani. Tetapi ia adalah seorang hanif (yang murni imannya), yang menyerahkan diri kepada Allah  dan  bukan termasuk   orang-orang   yang  mempersekutukan  Tuhan.  Sedang malaikat-malaikat  yang   dilukiskan   sebagai   wanita-wanita cantik,  gambar-gambar itu oleh Muhammad disangkal samasekali, sebab  malaikat-malaikat  itu  bukan   laki-laki   dan   bukan perempuan.  Lalu  diperintahkannya  supaya  gambar-gambar  itu Read the rest of this entry »

Posted in Fathu Makkah | Leave a Comment »

Siti Khadijah isteri Rasulullah Ummul Mukminin Teladan

Posted by Bustamam Ismail on December 8, 2010

DAN setengah daripada tanda-tanda kebesaran-Nya bahawa Dia ciptakan untuk kamu daripada dirimu sendiri akan isteri-isteri, agar tenteramlah kamu kepadanya. Dan Dia jadikan di antara kamu cinta dan kasih sayang.Sesungguhnya pada yang demikian adalah tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (ar-Rum: 21)

SITI Khadijah merupakan seorang wanita yang berasal daripada suku kaum Asadiyah, iaitu satu keturunan Quraisy yang amat dihormati dan disegani.  Beliau dilahirkan pada tahun 68 sebelum hijrah iaitu 15 tahun sebelum tahun gajah, tahun kelahiran Nabi Muhammad s.a.w. Beliau diasuh dan dibesarkan oleh ibu bapanya dengan penuh kasih sayang serta diberikan tarbiah yang sempurna.

Pendidikan dan tunjuk ajar oleh ibu bapanya diterima dengan patuh dan taat, sehingga beliau tampil sebagai seorang wanita budiman dan berakhlak luhur serta tidak pernah bangga atau sombong dengan taraf kebangsawanannya. Kaumnya memanggil beliau dengan gelaran Al-Tahirah yang bermaksud perempuan suci. Sebelum berkahwin dengan Rasulullah, beliau pernah berkahwin dua kali, tetapi kedua-dua suaminya telah meninggal dunia. Ketika berkahwin dengan baginda, umur beliau ialah 40 tahun, manakala umur baginda 25 tahun. Read the rest of this entry »

Posted in ISTERI-ISTERI NABI | 1 Comment »

Pembebasan Kota Mekkah Bagian Kedua

Posted by Bustamam Ismail on December 2, 2010

Disamping  Abbas,  yang  juga  berangkat menyongsong ialah Abu Sufyan bin’l-Harith b. ‘Abd’l-Muttalib, sepupu Nabi,  Abdullah b.    Abi   Umayya   bin’l-Mughira,   anak   bibinya.   Mereka menggabungkan diri dengan  pasukan  Muslimin  di  Niq’l-’Uqab. Mereka berdua minta ijin akan menemui Nabi, tapi Nabi menolak. “Tidak  perlu  aku  kepada mereka,” katanya kepada Umm Salama, isterinya, ketika ia mencoba membicarakan  masalah  dua  orang itu.  “Aku  sudah  banyak  menderita  karena anak pamanku itu. Sedang anak bibiku, dan iparku pula, ia sudah mengatakan  yang bukan-bukan ketika ia di Mekah.”

Keterangan ini disampaikan kepada Abu Sufyan, dan dia berkata: “Demi  Allah,  bagiku  hanyalah  aku  ingin diijinkan bertemu, atau, dengan bantuan anakku ini, kami akan pergi ke mana saja, sampai kami mati kehausan dan kelaparan.” Nabi   merasa  kasihan  kepada  mereka.  Kemudian  mereka  pun diijinkan masuk menemuinya, dan mereka menyatakan masuk Islam. Read the rest of this entry »

Posted in Fathu Makkah | 2 Comments »