MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

Tinjauan Filsafat terhadap tiga agama Samawi

Posted by Bustamam Ismail on October 10, 2010

Tuhan disebut oleh manusia dari berbagai agama hakikatnya adalah satu yaitu yang penguasa Alam semesta, Pencipta Alam semesta , yang  berwujud Maha sempurna.

Setiap Agma yang diturunkan kepada manusia adalah Universal, tetapi pemahaman umatnya yang membuat agama itu, jadi intitusional, seolah-olah terpisah antara satu dengan lainnya, sedangkan yang menurunkannya sama, yaitu pencipta dan penguasa Alam semesta  itu.

Tiga agama samawi yaitu Yahudi, Nasrani, dan Islam,  Pemahaman Tuhannya, antara Islam dan Yahudi sama walaupun dengan sebutan yang berbeda. Tetapi  Kristen dimasa akhir ini menganggap Tuhan yang Esa terdiri dari tiga dimensi, Kenapa?  Ini Perlu kajian.

Tugas para rasul mulai dari Adam sampai Nabi Muhammad saw  adalah memperkenalkan Pencipta dan Penguasa Alam Semesta adalah yang Maha sempurna sendirinya , bukan dua bukan tiga karena apabila sudah dua tiga dan sebagainya menunjukkan kelemahannya sebagai zat  yang maha sempurna.

Tentang sebutan Pencipta dan penguasa Alam semesta itu,  Nabi Ibrahim As  menyebutkan dengan fathir   artinga pencipta langit dan bumi seisinya, Nabi Musa ketika berdialog dengan Raja mengatakan tuhan yang sembah itu ialah tuhan yang menciptakan segala sesuatu, dia tidak bicara Allah, Nabi Muhammad saw sewaktu menerima wahyu pertam , Jibril memperkenalkan Pencipta dan penguasa Alam semesta itu dengan kalimat “ allazi kholaqo” artinya yang menciptakan, setelah ayat Al-Ikhlas tuhan barulah Allah dipopulerkan lagi dengan membersihkan nilai syirik jahiliah.

Kata Allah pernah disebut oleh Yahudi dengan sebutan Eloh, Nasrani Allah, Islam Allah dengan dengan sebenarnya Orang Jahiliah dimasa Rasul sangat familiar dengan ucapan Allah , kita dapat lihat dalam beberapa ayat Al-Qur,an .

Inti Kuliah bersama Prof. Dr Zainun Kamal

About these ads

6 Responses to “Tinjauan Filsafat terhadap tiga agama Samawi”

  1. Apa ada kerusakan Pak Bus?

  2. Wah!
    Semua respon dihangusi,
    Semua sudah diduga harus.
    Memang kita ada keharusan

    Apa keharusan itu merusak,
    Atau, kerusakan itu harus?
    Ya, ya, ya, itu harus!

    Keabadian tak tiada
    Keharusan itu abadi
    Tak guna diakal-akali

    Harus itu ya harus;
    Tidak ada jalan lain
    Tidak ada pilihan pun.

    Keharusan kita pd sumbu-x: dari lahir hrs menjadi mati
    Keharusan kita pd sumbu-y: dari elek hrs menjadi elok
    Keharusan kita pd sumbu-z: dari materi menjadi rohani

    x dsn z adalah takdir
    y bukan takdir manusia
    Melainkan kesempurnaan

    Biar kita jangan lupa,
    Prinsip keharusan illahi:
    Tiliklah dgn tajam kutipan ini
    xxx

    Oke deh Tan lah!
    Tak ini masuk silogisme,
    Kita mundur dikit utk masuk.

    Quran tiba di kita dr Allah-Jibril-Muhammad
    Quran tak di kita jika satu dari mentri itu tak fungsi,
    Tul tak tuh tan? Logis atau tidak?

    Atau-1, ganti dgn ini:
    Quran ada jika ada Allah-Jibril-Muhammad (mentri)
    Jika satu dari mentri itu tak ada, tak adalah Quran tuh.

    Atau-2, ini dulu:
    Atom ada jika ada proton, elektron dan neutron (mentri),
    Jika satu dari mentri itu tak ada, maka tak adalah Atom tuh.

    Atau-3, boleh ini:
    Api nyala jika ada oksigen, b.bakar dan flash point (menteri)
    Jika satu dari mentri itu tak ada, maka mati lah nyalanya tuh

    Cing Tan!
    Atau-atau itu adalah kejadian
    Mentri-mentri itu bak keharusan
    Terjadikah kejadian tanpa mentri?

    Pls,
    Soroti dgn tajam terpercaya
    Dari ketiga “atau-atau” itu tuh.

    Atau yg di hbis eta tea.
    Eta tubuh jiwa dan roh
    Tertiga! Boleh dong lah!

    Salam Pikir Tiga!
    NB:
    Mentri, kata baru dari Fanya
    Mentri itu men-tri; men-tiga
    Itu sama saja dgn tertiga.

    • @Om Maren
      Mentri, kata baru dari Fanya
      Mentri itu men-tri; men-tiga
      Itu sama saja dgn tertiga.

      —-
      men-tiga = ter-tiga???
      awalan “me” = “ter” ???
      so—->menusuk = ter-tusuk?
      men-siksa = ter-siksa?
      meng-hormat = ter-hormat?

      kaidah bahasa bikinan Om sendiri ya?

      salam

      • Pencerahanku:
        Kata “tiga” adalah persangkaan tak esa.
        Kata yg seolah harus selalu mati-matika-n,
        Demi Ilmupasti tak boleh ada pada rohani!?

        Awalan “ter” bisa berarti “tak sengaja”, …. …….. tergali.
        Awalan “ter” bisa juga berarti “sangat”, …….. terpuji.
        Awalan “ter” bisa juga berarti “keupayaan”, …. terbukti.

        Tertiga boleh aja berarti
        Keupayaan yg sangat tiga secara tak sengaja.

        Mentri, kata mu, meniga barang kali..
        Upaya meniga, mungkin suatu keharusan sesuai dgn yg ada.
        Sangat tiga, berarti suatu presisi yg tak kurang dan tak lebih.
        Tak sengaja meniga, berarti bukan untuk matematika.

        Tertiga bisa jadi merupakan “totalitas” komponenku,
        Komponen aku bangun dan komponen aku tidur!
        Komponen itu adalah tubuh, jiwa dan roh.

        Komponen tubuh kodratnya lemah dan penuntut,
        Komponen roh kodratnya kuat dan penurut,
        Komponen jiwa bukan kodrat, pemecut.

        Saat bangun, ada kesadaran jiwa pada tubuh;
        Roh bagai tak ada tampak atau tak ada cerita.
        Tubuh berkarya nyata beraksi merdeka.

        Saat tidur ada ketidak sadaran jiwa pada tubuh.
        Tubuh bagai tak tampak atau tak ada cerita.
        Roh bagai beraksi dengan gambar-gambar,
        Me-rewind hidup atau
        Mem-forward-nya.

        Jadi,
        Jika aku bermimpi melihat aku beraksi,
        Adalah aku (jiwa) dlm remang bersaksi,
        Meliput aku (roh) dlm terang beraksi,
        Kepada aku (tubuh) dlm bimbang berreaksi.
        Reaksi itu kepada suka dan duka yg gamang!

        Semua kejadian saat itu peranku.
        Yang tunggal, yg berpesona tiga,
        Yang bernuansa esa!

        Aku bersaksi demi jiwa,
        Aku beraksi dalam roh,
        Aku berreaksi pd tubuh.

        Pantesan lah kita berkata “kami” ketika besaksi,
        Pantesan juga kita berkata “aku” ketika beraksi,
        Periksalah lagi kepantasan-kepantasan itu!

        Apa itu kebetulan,
        Atau itu lah pembulatan,
        Atau itu betul-betul kebenaran!

        Salam Pikir Tiga Tan!

      • O…, jadi tertiga ini cerita tentang mimpi yg tak nyata tokh?
        Oke deh, dalam mimpi sih kereta Elk juga bisa terbang koq….

    • @Om Maren
      Atau-2, ini dulu:
      Atom ada jika ada proton, elektron dan neutron (mentri),
      Jika satu dari mentri itu tak ada, maka tak adalah Atom tuh.

      Atau-3, boleh ini:
      Api nyala jika ada oksigen, b.bakar dan flash point (menteri)
      Jika satu dari mentri itu tak ada, maka mati lah nyalanya tuh

      ——

      Atom ada jika ada proton, elektron dan neutron (mentri) ???
      hukum karangan Om sendiri ya? premis abal-abal !
      The atomic nucleus contains a mix of positively charged protons and electrically neutral neutrons (except in the case of hydrogen-1, which is the only stable nuclide with no neutrons). http://en.wikipedia.org/wiki/Atom

      salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 70 other followers

%d bloggers like this: