A. Sengaja ingin Mengubah Al-Qur,an
This slideshow requires JavaScript.
Pintu gerbang pintu masuk ke empat adalah hendak memalsukan Kitab Suci Al-Qur’an itu sendiri. Sebagaimana telah kita kaji secara kritis teori-teoriGoldsiher dan Arthur Jetffery mengenai ragam bentuk AI-Qur’an, selain mereka, masih terdapat beberapa Orientalis lain yang cukup terpandang.1.Upaya Flugel Mengubah Al-Qur’an
Pada tahun 1847 Flugel mencetak sejenis indeks Al-Qur’an. la juga menguras tenaga ingin mengubah teks-teks Al-Qur’an yang berbahasa Arab dan, pada akhirnya, menghasilkan suatu karya yang tidak dapat diterima oleh pembaca Al-Qur’an di mana pun. Adalah sudah jadi kesepakatan di kalangan kaum Muslimin untuk membaca Al-Qur’an menurut gaya bacaan salah satu dari tujuh pakar bacaan yang terkenal,18 yang semuanya mengikuti kerangka tulisan `Uthmani dan sunnah dalam bacaannya (qira’ah), perbedaan-perbedaan yang ada, kebanyakan berkisar pada beberapa tanda bacaan diakritikal yang tidak berpengaruh sama sekali terhadap isi kandungan ayat-ayat itu. Setiap Mushaf yang dicetak berpijak pada salah satu dari Tujuh Qira’at, yang diikuti secara seragam sejak awal hingga akhir. Tetapi Flugel menggunakan semua tujuh sistem bacaan dan memilih satu qira’ah di sana sini dengan tidak menentu (tanpa alasan yang benar) yang hanya membuahkan ramuan cocktail tak berharga. Bahkan Jeffery (yang dikenal tidak begitu bersahabat dengan tradisi keislaman) malah bersikap sinis dengan menyebut, Read the rest of this entry »







