MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan …….

Archive for April, 2010

PERJANJIAN LAMA DAN PERUBAHANNYA (bagian Pertama)

Posted by Bustamam Ismail on April 29, 2010

Di langit, Tuhan dan para malaikat belajar Taurat persis, seperti para rabi (pemimpin agama Yahudi) mempelajarinya di bumi. Tuhan mengenakan jubah layaknya seorang Yahudi dan bersembahyang menurut cara para rabi. Dia melakukan tindakan-tindakan kasih sayang yang dianjurkan etika Yahudi. Dia mengatur urusan-urusan dunia sesuai dengan aturan­aturan Taurat, persis seperti yang dilakukan seorang rabi di pengadilan­nya. Satu tafsir legenda penciptaan mengajarkan bahwa Tuhan mengkaji Taurat dahulu dan kemudian menciptakan dunia darinya. 1

Adalah suatu kebiasaan bahwa bila seseorang membangun suatu istana, dia tidak membangunnya menurut kebijakannya sendiri, tapi menurut ke­bijakan seorang ahli. Seorang ahli tidak membangun menurut kebijak­annya sendiri, melainkan dia mempunyai rancangan-rancangan dan catat­an-catatan untuk mengetahui bagaimana membuat kamar-kamar dan koridor-koridor. Zat yang mahasuci, juga melakukan hal yang sama. Dia meneliti Taurat dahulu baru menciptakan dunia.2

Read the rest of this entry »

Posted in sej. teks Al-Qur'an | Leave a Comment »

Sejarah Yahudi Setelah Berdirinya Kerajaan

Posted by Bustamam Ismail on April 28, 2010

1.Kekuasaan Saul ( ± 1020 – 1000 S.M.)

Karena adanya pemerintahan bangsa Israel yang hierokratik telah terbukti tidak efektif dalam menentang bangsa Palestina, Nabi Samuel membantu mendirikan sebuah pemerintahan monarki. Saul menjadi orang pertama kali yang memanfaatkannya, naik ke kursi singgasana walaupun kemungkinan ada­nya sikap Samuel yang kurang setuju.37

2.Kekuasaan David ( ± 1000 – 962 S.M.)

Meskipun disingkirkan dari pemerintahan Saul, David selalu menunjuk­kan kualitas kepemimpinan yang luar biasa, dan ketika Saul jatuh di Gilboa, dia mengumumkan diri sebagai Raja. 38

Kisah Bathsheba sangat penting diceritakan: David pada suatu ketika mengintip seorang perempuan berparas sempurna sedang mandi di bawah siraman sinar rembulan. Setelah melakukan penyelidikan dia tahu bahwa pe­rempuan tersebut adalah Bathsheba, istri Uriah, seorang pegawai Het yang sedang aktif berkhidmat di barisan perang. David diam-diam mengirim hadiah kepadanya dan menjalin cinta dengannya, yang akhirnya membuahkan kc­hamilan. Untuk menghindari skandal yang sudah dekat di mata ini, David me­manggil pulang Uriah dari pertempuran atas permintaan Bathsheba, agar brr­kumpul dengan istrinya. Akan tetapi, karena Uriah lebih senang menghabiskan masa cutinya dengan kawan-kawannya ketimbang langsung berkumpul dengan istrinya, David merencanakan pembunuhannya di medan perang. Begitu ter – laksana, dia segera mengawininya. Bayi yang dilahirkannya tak selamat, tapi kemudian dia melahirkan bayi yang kedua laki-laki, Salomom, dan dia sangat berperan dalam penentuannya sebagai Raja. 39

Read the rest of this entry »

Posted in sej. teks Al-Qur'an | 8 Comments »

SEJARAH AWAL AGAMA YAHUDI SELAYANG PANDANG

Posted by Bustamam Ismail on April 28, 2010

Israel telah ada dalam pikiran Tuhan sebelum penciptaan alam (Gen. R. 1.4) yang mana diciptakannya langit dan bumi hanyalah karena ke­unggulan Israel. Sebagaimana alam tak mungkin wujud tanpa angin, hal itu pun tak mungkin wujud tanpa Israel. 1

Cara terbaik mengkaji Kitab suci adalah melakukannya secara kronologis, mulai dengan sejarah keagamaan dan politik agama Yahudi. Catatan­catatan tradisional Yahudi mungkin bisa membuat seseorang terperangah dan .shock, karena tradisi mereka ternyata penuh dengan praktik-praktik penyem­hahan berhala, paganisme, dan seringnya pengingkaran terhadap keesaan Tuhan. Tujuan utama saya di sini ingin menunjukkan bahwa para pemeluk awal agama Yahudi tidak suka mengikuti Nabi Musa atau risalahnya. Banyak cerita-cerita tradisional yang menggambarkan pendapat-pendapat orang-orang Yahudi awal yang tak senang terhadap nabi-nabi mereka dan mengungkapkan konsepsi­konsepsi yang memprihatinkan tentang Tuhan, dan setelah memaparkan beberapa di antaranya, saya akan beranjak ke sejarah raja-raja Israel dan Yehuda dan kehidupan mereka yang penuh dengan penyembahan berhala. Hal ini akan memberikan satu sketsa kepada pembaca tentang suasana tempat Perjanjian lama (PL) telah menjadi korban selama berabad-abad dan pada akhirnya telah mengurangi harapan kemungkinan terpelihara secara meyakinkan.2

A.Sejarah Yahudi Sebelum Berdirinya Kerajaan

1. Lahirnya Ishmael dan Isaac, anak-anak Abram (Abraham)

  1. Sarai, Istri Abram,3 belum juga mendapat anak. Tetapi ia mempunyai seorang hamba dari Mesir, seorang gadis bernama Hagar.
  2. Sarai berkata kepada Abram, “Ketahuilah sekarang, Tuhan tidak me­mungkinkan saya melahirkan anak. Sebab itu, sebaiknya engkau tidur dengan hamba saya ini. Barangkali dia dapat melahirkan anak untuk saya.” Abraham mau mendengar apa yang dikatakan oleh Sarai.
  3. Dan Sarai, istri Abram, menghadiahkan Hagar (pembantu dari Mesir) pada suaminya, setelah ia menetap sepuluh tahun di bumi Kanaan, untuk dijadikan sebagai istri selir.
  4. Lalu Hagar melahirkan anak laki-laki, dan Abram ayahnya, menamakan anak yang dilahirkan Hagar dengan sebutan Ishmael.4
  5. Kemudian Tuhan berkata kepada Abraham, “Engkau jangan lagi memanggil istrimu Sarai; mulai sekarang namanya Sarah.
  6. Aku akan memberkatinya dan ia akan melahirkan seorang anak laki­laki yang akan Kuberikan kepadamu. Ya, Aku akan memberkati Sarah. dan ia akan menjadi ibu leluhur bangsa-bangsa. Di antara keturunannya akan ada raja-raja.”
  7. Lalu sujudlah Abraham, tetapi ia tertawa ketika berpikir, “Mana mungkin seorang laki-laki yang sudah berumur seratus tahun mendapat anak? Mana mungkin Sara melahirkan pada usia sembilan puluh tahun?”
  8. Lalu berkatalah ia kepada Tuhan, “Sebaiknya Ismael saja yang menjadi ahli waris saya.”
  9. 19 Tetapi Tuhan berkata, Tidak. Sarah istrimu akan melahirkan anak laki­laki dan engkau akan menamakannya Isaac. Aku akan setia kepada perjanjian-Ku dengan anak itu dan dengan keturunannya selama-lamanya.5 Read the rest of this entry »

Posted in sej. teks Al-Qur'an | Leave a Comment »

Masjid sebagai Inspirasi Peradaban

Posted by Bustamam Ismail on April 27, 2010

Dizaman Rasulullah, Masjid memiliki peran sentral di berbagai bidang dalam menciptakan masyarakat yang kokoh dan sejahtera. Di Indonesia kini, pengelolaan Masjid yang kurang baik membuat peran kemasyarakatan masjid sangat minim. Disisi lain masjid terasa asing dan jauh dari masyarakatnya, ditandai dengan jumlah jama’ah sholat yang sedikit. Artikel ini menawarkan beberapa gagasan strategis dan praktis yang dioalah dari pengalaman empiris pengelolaan Masjid Jogokariyan yang terbukti dapat menghadirkan Masjid yang makmur dan menjadi sentral bagi aktivitas masyarakat..

1. Pengertian Masjid.

Masjid dari segi bahasa berasal dari kata” sajada-yasjudu-sujudan” yang berarti patuh, ta’at, tunduk, horamat. Hal ini tergambar dalam gerakan meletakkan dahi, kedua tangan,lutut dan kaki ke Tanah sebagai lambang ketundukan sepenuhnya kepada Allah, Bangunan tempat Ibadah kaum muslimin itu dinamakan” masjid”. Tempat mengekspressikan ketundukan, keta’atan dan penghormatan kepada sang Kholiq.

Dalam Al-Qur’an kata “Masjid” diulang sebanyak 28 kali, hal ini menandakan penting dan strateginya masjid dalam pandangan Allah SWT.

Read the rest of this entry »

Posted in Fikih | Leave a Comment »

Talamau Gagas Silaturahmi Pasaman Barat

Posted by Bustamam Ismail on April 26, 2010

“Kalaulah ada 5 saja komisariat kecamatan seperti IKT ini, mungkin IKPB sudah bukan main wahnya…,” demikian kutipan dari sambutan yang disampaikan oleh Prof. DR. Sjafril Kemala, Ketua Umum Ikatan Keluarga Pasaman Barat Jakarta Raya (IKPB Jaya) pada acara silaturahmi pengurus dan anggota komisariat-komisariat yang tergabung dalam perkumpulan perantau kecamatan-kecamatan se Kab. Pasaman Barat di Jakarta dan sekitarnya, Jumat malam (23/04) di Jakarta. Prof. Sjafril memang tidak menjelaskan lebih lanjut makna ‘wah’ yang ia maksud. Namun dapat dipahami bahwa itulah ungkapan beliau saat itu menanggapi apa yang telah dilakukan oleh Ikatan Keluarga (Kec) Talamau Jabodetabek (IKTJ). Kecamatan Talamau, yang pusat kecamatannya adalah Talu, merupakan 1 dari 11 kecamatan yang ada di wilayah Kab. Pasaman Barat, Prov. Sumatera Barat. Seperti kebanyakan para perantau daerah yang berdomisili di Jabodetabek, perantau asal Talamau juga tergabung dalam suatu perkumpulan yaitu Ikatan Keluarga Talamau Jabodetabek (IKTJ).

Read the rest of this entry »

Posted in Barito kampuang | Leave a Comment »

PEMAJANGAN GAMBAR DAN PEMAMFAATAN MUSIK A. Fatah Munzali

Posted by Bustamam Ismail on April 23, 2010

1. Pemajangan gambar dan warna

Pemajangan gambar dan pemilihan warna perlu saran-saran berikut:

a. Siswa perlu dilibatkan dalam pengadaan dan penataan pajangan-pajangan yang dibutuhkan dalam kelas. Siswa, misalnya, dapat diminta membuat gambar, poster, motto, puisi, atau petikan ayat, hadis, dan pesan tokoh tertentu, untuk dipilih dan dipajang dalam kelas.

b. Guna menghindari kejenuhan terhadap gambar dan isi poster afirmasi yang sama, guru perlu secara priodik mengganti gambar-gambar atau poster-poster tersebut.

c. Guna mengoptimalkan penataan ruang, maka hasil-hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas. Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan, berpasangan, atau kelompok. Pajangan dapat berupa gambar, peta, diagram, model, benda asli, puisi, karangan, dan sebagainya. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa, dan ditata dengan baik, dapat membantu guru dalam proses pembelajaran karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah. Di samping itu itu, karya-karya terpilih siswa yang dipajang dapat berfungsi sebagai reward dan praise yang dapat memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain.

Read the rest of this entry »

Posted in Manaj. Pendidikan | Leave a Comment »

STRATEGI PENGELOLAAN KELAS DALAM PENGEMBANGAN BUDAYA DAN IKLIM SEKOLAH Oleh A Fatah Munzali

Posted by Bustamam Ismail on April 21, 2010

Pengelolaan kelas dalam pengembangan budaya dan iklim sekolah adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana dan kondisi belajar di dalam kelas agar menjadi kondusif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan. Dengan kata lain pengelolaan kelas merupakan usaha dalam mengatur segala hal dalam proses pembelajaran, seperti lingkungan fisik dan sistem pembelajaran di kelas.
Pembelajaran yang efektif membutuhkan kondisi kelas yang kondusif. Kelas yang kondusif adalah lingkungan belajar yang mendorong terjadinya proses belajar yang intensif dan efektif. Strategi belajar apapun yang ditempuh guru akan menjadi tidak efektif jika tidak didukung dengan iklim dan kondisi kelas yang kondusif. Oleh karena itu guru perlu menata dan mengelola lingkungan belajar di kelas sede¬¬mikian rupa sehingga menyenangkan, aman, dan menstimu¬lasi setiap anak agar terlibat secara maksimal dalam proses pembelajaran.

Read the rest of this entry »

Posted in Manaj. Pendidikan | Leave a Comment »

KISAH HABIL DAN QABIL PUTERA NABI ADAM a.s.

Posted by Bustamam Ismail on April 21, 2010

Tatacara hidup suami isteri Adam dan Hawa di bumi mulai tertib dan sempurna tatkala Hawa bersedia untuk melahirkan anak-anaknya yang akan menjadi benih pertama bagi umat manusia di dunia ini.

Siti Hawa melahirkan kembar dua pasang. Pertama lahirlah pasangan Qabil dan adik perempuannya yang diberi nama “Iqlima”, kemudian menyusul pasangan kembar kedua Habil dan adik perempuannya yang diberi nama “Lubuda”.

Kedua orang  tua, Nabi Adam dan Siti Hawa, menerima kelahiran keempat putera puterinya itu dengan senang dan gembira, walaupun Hawa telah menderita apa yang lumrahnya dideritai oleh setiap ibu yang melahirkan bayinya. Mereka mengharapkan dari keempat anak pertamanya ini akan menurunkan anak cucu yang akan berkembang biak untuk mengisi bumi Allah dan menguasai sesuai dengan amanat yang telah di bebankan ke atas bahunya.

Read the rest of this entry »

Posted in Kisah Nabi | 17 Comments »

Ummu Shalih, 82 tahun, Penghafal Al-Qur’an

Posted by Bustamam Ismail on April 20, 2010

RUBRIK KELUARGA pada Majalah Ad-Dakwah selalu menghadirkan kepada para pembacanya kisah-kisah yanq penuh keteladanan dan juga berbagai informasi yang menyejukkan hati. Berikut ini adalah salah satu pengalaman nyata yang dimuat dalam majalah tersebut.  Mari kita simak bersama!

Ummu Shalih. 82 tahun, mulai menghafal Al-Qur’an pada usianya yang ke-70. Tamasyanya ke taman hafalan Al-Qur’an, sungguh sangat menginspirasi. Cita-citanya yang tinggi, kesabaran, dan juga pengorbanannya patut kita teladani.

Inilah hasil wawancara dengan Ummu Shalih.

Motivasi apa yang mendorong Anda untuk menghafalkan Al-Qur’an pada umur yang setua ini?

Sebenarnya, cita-cita saya untuk menghafal Al-Qur’an sudah tumbuh sejak kecil. Kala itu ayah selalu mendoakanku agar menjadj hafizhah Al-Qur’an seperti beliau dan juga seperti kakak laki-lakiku. Dari hal itulah, aku mampu menghafal beberapa surat —kira-kira 3 juz.

Ketika usiaku menginjak 13 tahun, aku menikah. Tentu setelah itu aku tersibukkan dengan urusan rumah dan anak-anakku. Ketika aku dikaruniai 7 (tujuh) orang anak, suamiku wafat.   Karena ketujuh buah hatiku masih kecil-kecil, maka seluruh waktuku tersita untuk mengurusi dan mendidik mereka.

Read the rest of this entry »

Posted in Tahfiz | Leave a Comment »

Fadhail Hifzhul Qur’an (Keutamaan Menghafal Al Qur’an)

Posted by Bustamam Ismail on April 20, 2010

PKS-Jaksel: Banyak hadits Rasulullah saw yang mendorong untuk menghafal Al Qur’an atau membacanya di luar kepala, sehingga hati seorang individu muslim tidak kosong dari sesuatu bagian dari kitab Allah swt. Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, “Orang yang tidak mempunyai hafalan Al Qur’an sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh.” (HR. Tirmidzi)

Berikut adalah Fadhail Hifzhul Qur’an (Keutamaan menghafal Qur’an) yang dijelaskan Allah dan Rasul-Nya, agar kita lebih terangsang dan bergairah dalam berinteraksi dengan Al Qur’an khususnya menghafal. Fadhail Dunia

1. Hifzhul Qur’an merupakan nikmat rabbani yang datang dari Allah

Bahkan Allah membolehkan seseorang memiliki rasa iri terhadap para ahlul Qur’an, “Tidak boleh seseorang berkeinginan kecuali dalam dua perkara, menginginkan seseorang yang diajarkan oleh Allah kepadanya Al Qur’an kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, sehingga tetangganya mendengar bacaannya, kemudian ia berkata, ‘Andaikan aku diberi sebagaimana si fulan diberi, sehingga aku dapat berbuat sebagaimana si fulan berbuat’” (HR. Bukhari)
Read the rest of this entry »

Posted in Fadhilah Hifz-Qur'an | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 44 other followers