Kecanggihan teknologi dalam menentukan arah kiblat ke Baitullah membuat sebagian masjid ada yang kiblatnya melenceng
Ilmu peredaran benda-benda angkasa memang sangat maju, bukan hanya di zaman sekarang ini. Tetapi sejak dahulu umat Islam telah mampu mengukur jarak dari bumi ke bulan dengan sangat tepat. Mereka pun mampu memetakan peta langit yang bertabur dengan gemintang.
Salah satu warisan dari para ulama di masa lalu yang masih sangat bermanfaat secara langsung adalah tentang posisi matahari. Kita mengenal matahari bergerak secara semua dari Timur ke Barat setiap hari, dan juga dari Utara ke Selatan atau sebaliknya dalam kurun waktu setahun.
Para ahli astronomi telah menghitung perputaran bumi dan telah memastikan bahwa semua tempat di muka bumi yang berada di antara 22,5 derajat lintang Utara dan 22,5 lintang Selatan pasti akan dilewati oleh matahari, dua kali setahun. Meski hanya dalam bilangan menit saja.
Matahari di Atas Makkah
Kota Makkah pun mengalami saat-saat di mana matahari akan tepat berada di atasnya, dua kali dalam setahun. Yaitu pada tanggal 26 sampai 30 Mei untuk yang pertama dan tanggal 14 s/d 18 Juli untuk yang kedua. Kejadian ini akan tetap terus berlangsung tiap tahun sepanjang masa untuk tanggal-tanggal yang sama.













